Larangan berputus asa dan bunuh diri
Patah hati karena ditinggal nikah oleh kekasih, dunia serasa runtuh menghimpit tubuh, hasrat diri ingin mengakhiri semua luka dan air mata, seorang wanita memilih untuk bunuh diri. Tak bisa memenuhi keinginan dan kebutuhan rumah tangga, pekerjaan di kantor berbelit, hutang sudah melilit, ayah memilih untuk mengakhiri hidupnya. Melahirkan anak dari hubungan tanpa pernikahan, merasa bersalah kepada orangtua, malu oleh tetangga, sehingga berpikir bahwa bunuh diri adalah solusi satu-satunya. Bunuh diri adalah bentuk keputusasaan dalam menerima kenyataan. Seolah bunuh diri adalah cara jitu untuk menghilangkan kepedihan dan mengakhiri penderitaan. Padahal telah jelas di dalam alquran dan hadist bahwa Allah melarang untuk berputus asa apalagi berujung dengan bunuh diri. Sesuai dengan dalil berikut:
Firman Allah SWT :
وَ لاَ تَايْئَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللهِ، اِنَّه لاَ يَايْئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللهِ اِلاَّ اْلقَوْمُ اْلكفِرُوْنَ. يوسف:87
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” [QS. Yusuf : 87]
وَ مَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبّه اِلاَّ الضَّآلُّوْنَ. الحجر:56
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat” [QS. Al-Hijr : 56]
قُلْ يعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلى اَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا، اِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. الزمر:53
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Az-Zumar : 53]
وَ لاَ تَقْتُلُوْآ اَنْفُسَكُمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا. النساء:29
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”[QS. An-Nisaa’ : 29]
Balasan bagi orang yang bunuh diri
1.Diharamkan baginya surga, dimasukkan ke neraka.
عَنِ اْلحَسَنِ قَالَ: حَدَّثَنَا جُنْدَبٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ فِى هذَا اْلمَسْجِدِ وَ مَا نَسِيْنَا مُنْذُ حَدَّثَنَا وَ مَا نَخْشَى اَنْ يَكُوْنَ جُنْدَبٌ كَذَبَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كَانَ فِيْمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ فَجَزَعَ، فَاَخَذَ سِكّيْنًا، فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ، فَمَا رَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ: بَادَرَنِى عَبْدِى بِنَفْسِهِ حَرَّمْتُ عَلَيْهِ اْلجَنَّةَ. البخارى 4: 146
Dari Al-Hasan (Al-Bashriy), ia berkata : Menceritakan kepada kami Jundab bin ‘Abdillah di masjid ini, dan kami tidak lupa semenjak ia menceritakan kepada kami, dan kami tidak khawatir bahwa Jundab berbohong atas nama Rasulullah SAW, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu diantara orang-orang sebelum kalian ada seorang laki-laki yang terluka, lalu dia tidak sabar. Kemudian dia mengambil pisau lalu memotong tangannya, maka darahnya mengalir tanpa berhenti sehingga dia mati. Allah Ta’aalaa berfirman, “Hamba-Ku telah mendahului kehendak-Ku dengan dirinya, maka Aku haramkan surga untuknya”. [HR Bukhari juz 4, hal. 146]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: شَهِدْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص حُنَيْنًا فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يُدْعَى بِاْلاِسْلاَمِ: هذَا مِنْ اَهْلِ النَّارِ. فَلَمَّا حَضَرْنَا اْلقِتَالَ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالاً شَدِيْدًا فَاَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ. فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، الرَّجُلُ الَّذِى قُلْتَ لَهُ آنِفًا: اِنَّهُ مِنْ اَهْلِ النَّارِ فَاِنَّهُ قَاتَلَ اْليَوْمَ قِتَالاً شَدِيْدًا وَ قَدْ مَاتَ. فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِلَى النَّارِ. فَكَادَ بَعْضُ اْلمُسْلِمِيْنَ اَنْ يَرْتَابَ. فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذلِكَ اِذْ قِيْلَ اِنَّهُ لَمْ يَمُتْ وَلكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيْدًا. فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى اْلجِرَاحِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ. فَاُخْبِرَ النَّبِيُّ ص بِذلِكَ، فَقَالَ: اللهُ اَكْبَرُ، اَشْهَدُ اَنّى عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ. ثُمَّ اَمَرَ بِلاَلاً فَنَادَى فِى النَّاسِ، اِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ اِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ. وَ اِنَّ اللهَ يُؤَيّدُ هذَا الدّيْنَ بِالرَّجُلِ اْلفَاجِرِ. مسلم 1: 105
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata : Saya ikut bersama Rasulullah SAW dalam perang Hunain. Beliau bersabda terhadap seseorang yang diketahui keislamannya, “Orang ini termasuk ahli neraka”. Ketika kami telah memasuki peperangan, orang itu berperang dengan garang, lalu dia terluka. Ada yang melaporkan kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, orang yang engkau katakan sebagai ahli neraka tadi, ternyata pada hari ini berperang dengan garang dan sekarang sudah meninggal”. Nabi SAW bersabda, “Dia ke neraka !”. Sebagian kaum muslimin hampir-hampir merasa ragu. Pada saat demikian itu, datang seseorang melapor, “Ternyata dia belum mati, tetapi mengalami luka parah !”. Pada malam harinya, orang itu tidak sabar dengan lukanya, lalu dia bunuh diri. Ketika Nabi SAW diberitahu yang demikian itu, maka beliau bersabda, “Allah Maha Besar. Aku bersaksi bahwa aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya”. Kemudian beliau memerintah Bilal supaya menyeru pada orang banyak, lalu Bilal melaksanakannya, “Sesungguhnya tidak akan masuk surga, kecuali jiwa (diri) yang muslim. Dan sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan orang yang jahat”. [HR. Muslim juz I, hal 105]
2. Mengulangi cara bunuh diri ketika berada diakhirat.
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيْهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا اَبَدًا، وَ مَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِى يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا اَبَدًا، وَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ، فَحَدِيْدَتُهُ فِى يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِى بَطْنِهِ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا اَبَدًا. البخارى 7: 32
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa menerjunkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka dia di neraka jahannam menerjunkan diri di dalamnya, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun untuk bunuh diri, maka racunnya itu di tangannya dia meminumnya di neraka jahannam kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata tajam itu di tangannya dia menusuk perutnya dengannya di neraka jahannam, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 32]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: الَّذِى يَخْنُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِى النَّارِ، وَ الَّذِى يَطْعُنُهَا يَطْعُنُهَا فِى النَّارِ. البخارى 2: 100
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Orang yang bunuh diri dengan menggantung diri, dia akan menggantung diri di neraka. Orang yang menikam dirinya (dengan senjata tajam) maka dia akan menikam dirinya di neraka”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 100]
عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ غَيْرِ اْلاِسْلاَمِ كَاذِبًا مُتَعَمّدًا فَهُوَ كَمَا قَالَ، وَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ عُذّبَ بِهِ فِى نَارِ جَهَنَّمَ. البخارى 2: 99
Dari Tsabit bin Dlahhak RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam secara dusta dengan sengaja, maka dia sebagaimana yang dia ucapkan. Dan barangsiapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka dia akan disiksa dengannya di neraka Jahannam. [HR. Bukhari juz 2, hal. 99]
عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ سِوَى اْلاِسْلاَمِ كَاذِبًا مُتَعَمّدًا فَهُوَ كَمَا قَالَ. وَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عَذَّبَهُ اللهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ. هذا حديث سفيان. و اما شعبة فحديثه اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ سِوَى اْلاِسْلاَمِ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَ مَنْ ذَبَحَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ ذُبِحَ بِهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. مسلم 1: 105
Dari Tsabit bin Dlahhak ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam secara bohong dan sengaja, maka dia seperti apa yang diucapkan. Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, maka Allah akan menyiksanya dengan sesuatu itu di neraka jahannam”. Ini menurut riwayat Sufyan. Adapun menurut riwayat Syu’bah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam secara bohong, maka dia seperti apa yang dia ucapkan. Dan barangsiapa menyembelih (melukai) dirinya dengan sesuatu, maka dia akan dilukai dengan sesuatu itu pada hari qiyamat”. [HR. Muslim juz 1, hal 105]
Bunuh diri bukan solusi untuk mengakhiri penderitaan didunia. Bahkan bunuh diri adalah awal dari siksaan diakhirat yang kekal. Layaknya anak sekolah yang menjalankan ujian setiap semester, jika berhasil makan akan naik kelas. Begitupun dengan kehidupan dunia. Allah memberikan ujian untuk menaikkan kita ke level keimanan yang lebih tinggi. Jangan menggerutu jika diuji apalagi sampai berputus asa, depresi kemudian bunuh diri. Na’uzhubillahi mindzalik
Penanggung Jawab Artikel :
Nama : Ust. H. Noer Hidayatulloh (H. Arofah Almubarok)
“Allahumma arinal haqqa, haqqaa, warzuqnattiba’ah, wa arinal baathila baathila, warzuqnajtinabah” “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang haq (benar) itu sebagai haq (benar), dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya (memperjuangkannya), dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya (menghapuskannya).
Showing posts with label Jannah wannar. Show all posts
Showing posts with label Jannah wannar. Show all posts
Dan Rasulullah pun menangis
Oleh Gindra Gunadi
Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.
Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak sebagaimana biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi den tgan Rasulullah.
Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.
“Assalamua’alik
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.
Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perem
“Kemudian aku melihat perempuan-perem
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perem
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perem
“Lalu aku lihat perempuan-perem
“Aku juga melihat perempuan-perem
Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perem
Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perem
“Sedangkan perempuan-perem
“Lalu perempuan-perem
“Lalu kenapa dengan perempuan-perem
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah
“Bagaimana dengan perempuan-perem
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perem
Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadi
Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya”
(Hadits Riwayat Az Zawajir). By. Dave
Al ash bin wail
Adalah Al-‘Ash bin Wail, seorang yang telah dikaruniai Allah harta berlimpah. Allah memberinya kedudukan yang tinggi di dunia. Allah memberinya kesehatan jasmani yang baik. Akan tetapi, ia mengingkari Allah. Suatu ketika ia mendatangi Nabi Muhammad saw. dengan membawa sepotong tulang kering. Sambil meremas-remas dan meniupnya, ia berkata,
“Wahai Muhammad! Adakah engkau mengira bahwa Tuhanmu sanggup mengembalikan tulang-tulang ini setelah mematikannya?”
Beliau menjawab,
“Ya, Allah akan mematikanmu, lalu menghidupkanmu dan memasukkanmu ke neraka.” (HR Hakim)
Allah berfirman kepada Rasul-Nya,
“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ ” (QS Yâsîn [36]: 78)
Suatu ketika juga Al-‘Ash bin Wail ini pernah didatangi seorang lelaki yang bekerja padanya. Orang tersebut tergolong kaum fakir miskin di antara kaum muslimin. Kepada Al-‘Ash bin Wail ia berkata,
“Wahai Aba Amr, berikanlah upahku!”
“Apakah engkau percaya bahwa Allah akan membangkitkan di hari Kiamat?” tanya Al-‘Ash.
“Ya.”
Mendengar itu Al-‘Ash tertawa sambil mengejek,
“Jika Allah bisa menghidupkan kita kembali, maka Tuhanku akan membangkitkan aku dari kubur nanti. Aku punya banyak gudang simpanan kekayaan. Saat itu aku akan membayar upahmu.”
Kemudian Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta dan anak.’”
Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?.
Sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,
dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.(QS Maryam [19]: 77-80)
Allah akan membangkitkan kita sebagaimana pertama kali kita dihidupkan. Kita akan keluar dari kubur dengan penuh rasa takut, bingung dan linglung. Berbeda halnya jika kita termasuk orang yang mendapat rahmat Allah. Orang yang mendapat pertolongan dari Allah adalah mereka yang percaya akan pembalasan-Nya. Sementara mereka yang ingkar akan hal itu, semua akan bangkit dengan penuh keresahan. Mereka seperti memasuki dunia baru yang sangat asing. Hanya pertolongan Allah semata yang dapat menenangkan manusia kala itu. Allah berfirman yang terjemahnya:
Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,
mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari Kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
(QS al-Anbiyâ’ [21]: 101-104)
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda bahwa manusia akan keluar dari kubur dalam keadaan yang tidak sama. Di antara mereka ada yang keringatnya mencapai kedua mata kaki, lutut, pinggang dan ada yang mencapai leher. Bahkan ada pula orang yang terkekang oleh keringatnya hingga tak berdaya. Pada hari itu banyak orang baru menyesal atas apa yang telah mereka lakukan di dunia ini.
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya , seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku).”
(QS al-Furqân [25]: 27-28)
supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, “Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku termasuk orang-orang yang berbuat baik. (QS az-Zumar [39]: 58)
Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah! Jika tidak karena akan datang Kiamat, tidaklah engkau melihat seperti yang ada sekarang. Jika bukan karena hari kebangkitan itu, maka yang kuat akan menelan yang lemah. Kezhaliman akan memenjara orang-orang teraniaya. Dan orang-orang yang tertindas akan selalu tertindas di muka bumi.”
“Wahai Muhammad! Adakah engkau mengira bahwa Tuhanmu sanggup mengembalikan tulang-tulang ini setelah mematikannya?”
Beliau menjawab,
“Ya, Allah akan mematikanmu, lalu menghidupkanmu dan memasukkanmu ke neraka.” (HR Hakim)
Allah berfirman kepada Rasul-Nya,
“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ ” (QS Yâsîn [36]: 78)
Suatu ketika juga Al-‘Ash bin Wail ini pernah didatangi seorang lelaki yang bekerja padanya. Orang tersebut tergolong kaum fakir miskin di antara kaum muslimin. Kepada Al-‘Ash bin Wail ia berkata,
“Wahai Aba Amr, berikanlah upahku!”
“Apakah engkau percaya bahwa Allah akan membangkitkan di hari Kiamat?” tanya Al-‘Ash.
“Ya.”
Mendengar itu Al-‘Ash tertawa sambil mengejek,
“Jika Allah bisa menghidupkan kita kembali, maka Tuhanku akan membangkitkan aku dari kubur nanti. Aku punya banyak gudang simpanan kekayaan. Saat itu aku akan membayar upahmu.”
Kemudian Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta dan anak.’”
Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah?.
Sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya,
dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri.(QS Maryam [19]: 77-80)
Allah akan membangkitkan kita sebagaimana pertama kali kita dihidupkan. Kita akan keluar dari kubur dengan penuh rasa takut, bingung dan linglung. Berbeda halnya jika kita termasuk orang yang mendapat rahmat Allah. Orang yang mendapat pertolongan dari Allah adalah mereka yang percaya akan pembalasan-Nya. Sementara mereka yang ingkar akan hal itu, semua akan bangkit dengan penuh keresahan. Mereka seperti memasuki dunia baru yang sangat asing. Hanya pertolongan Allah semata yang dapat menenangkan manusia kala itu. Allah berfirman yang terjemahnya:
Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka,
mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka.
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari Kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.
(QS al-Anbiyâ’ [21]: 101-104)
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah bersabda bahwa manusia akan keluar dari kubur dalam keadaan yang tidak sama. Di antara mereka ada yang keringatnya mencapai kedua mata kaki, lutut, pinggang dan ada yang mencapai leher. Bahkan ada pula orang yang terkekang oleh keringatnya hingga tak berdaya. Pada hari itu banyak orang baru menyesal atas apa yang telah mereka lakukan di dunia ini.
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya , seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku).”
(QS al-Furqân [25]: 27-28)
supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab, “Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku termasuk orang-orang yang berbuat baik. (QS az-Zumar [39]: 58)
Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah! Jika tidak karena akan datang Kiamat, tidaklah engkau melihat seperti yang ada sekarang. Jika bukan karena hari kebangkitan itu, maka yang kuat akan menelan yang lemah. Kezhaliman akan memenjara orang-orang teraniaya. Dan orang-orang yang tertindas akan selalu tertindas di muka bumi.”
Nama, tingkatan dan penghuni neraka
Neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali bagi manusia dan jin yang mengkufuri-Nya, mengingkari perintah-perintah-Nya, dan mendustakan para Nabi dan Rasul-Nya.
Tempat dimana Allah subhanahu wa ta'ala telah siapkan dengan kepedihan siksaan-Nya, dan dahsyatnya api nereka. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah memperingatkan kita semua dalam firman-Nya :
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ
"Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala." (QS. Al-Lail Ayat 14)
Dalam Firman Allah Subhanahu wa ta'ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wata'ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim Ayat 6)
Pada dasarnya Neraka memiliki 7 pintu, setiap pintu ada bagian tertentu yang di peruntukkan bagi kaum laki-laki dan wanita.
Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 44 :
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ
"Jahanam itu memiliki tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah di tetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka."
Neraka di jaga oleh 18 malaikat (Zabaniyah) yang bentuknya seperti Malaikat Malik, yang mengepalai para malaikat yang lainnya, yang berada di bawah perintah kekuasaannya, jumlah mereka ini banyak sekali, hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang tahu jumlah mereka.
Berikut Nama, Tingkatan Neraka beserta Penghuninya :
1. Neraka Hawiyah.
Neraka ini terletak paling bawah (dasar), merupakan neraka yang paling dahsyat sisksaannya.
Penghuninya adalah orang-orang munafik, orang kafir, termasuk juga keluarga Fir'aun.
Sebagaimana Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah." (QS Al Qori'ah ayat 9)
"Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?" (QS Al Qori'ah ayat 10)
"(Yaitu) api yang sangat panas." (QS Al Qori'ah ayat 11)
2. Neraka Jahim.
Tingkat neraka ke-6, yaitu di atasnya neraka Hawiyah.
Di tempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah.
Ada dalam Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Dan di perlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat ",
(QS Asy-Syu'araa ayat 91)
3. Saqar.
Tingkat neraka ke-5, terletak di atasnya neraka Jahim.
Dihuni oleh orang-orang yang menyembah berhala.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
" Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka) ? "
(QS Al-Muddatstsir ayat 42)
4. Neraka Ladza.
Tingkat neraka ke-4, terletak di atasnya neraka Saqar.
Di dalamnya di tempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak".
(QS Al-Ma'arij ayat 15)
5. Neraka Huthamah.
Tingkat neraka ke-3, terletak di atasnya neraka Ladza.
Penghuninya orang-orang Yahudi beserta para pengikutnya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah." (QS Al-Humazah ayat 4)
"Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?"
(QS Al-Humazah ayat 5)
"(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,"
(QS Al-Humazah ayat 6)
6. Neraka Sa'ir.
Tingkat neraka ke-2, terletak di atasnya neraka Huthamah.
Di dalamnya di tempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
“Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.“
(QS Al Insyiqaq ayat 12)
7. Neraka Jahanam.
Tingkat neraka ke-1. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu (Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam) yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala :
"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah di ancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya."
(QS: Al-Hijr ayat 43).
Sedangkan tentang neraka Jahanam Ibnu Abbas radhiallahu anhu meriwayatkan : Pada hari kiamat neraka jahanam di datangkan, di sekeliling jahanam ada 70.000 barisan para malaikat. Setiap baris jumlahnya lebih banyak dari jumlah jin dan manusia. Mereka mendekat, memegang kendali Jahanam, juga memiliki 4 kaki, jarak antara setiap kaki sejauh perjalanan 1.000 tahun. Ia juga memiliki 30 kepala, setiap kepala terdapat 30.000 mulut. Setiap mulut memiliki 30.000 gigi geraham. Setiap gigi geraham besar seperti gunung uhud 1.000 kali. Setiap mulut terdapat 2 bibir, setiap bibir besarnya seperti seluasnya dunia. Di dalam bibirnya terdapat rantai dari besi. Setiap satu rantai terdapat 70.000 lingkaran, di pegang oleh para malaikat yang tidak terhitung jumlahnya.
Keutamaan ayat Kursi
A Y A T K U R S I
Bacaannya calon Ahli Surga setelah Shalat 5 Waktu
Ayat Kursi juga dibaca setelah shalat, sebagaimana yg disebutkan dalam hadits riwayat Abi Umamah رضي الله عنه, dia berkata:
Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda :
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ، إِلا الْمَوْت
ُ
“Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian”.
[HR. ath-Thabrani no. 7532] - Shahih
Jadi batas / tabir antara Dirinya dan Pintu Surga adalah kematiannya saja..
InsyaAllah bila sewaktu- waktu dia mati, maka dihadapannya adalah Surga.. Kenikmatan Akhirat.. MasyaAllah..
Raja Istigfar
Raja istigfar dibaca pagi dan sore
Kefadholan : Jika dibaca sore hari kemudian datang qodar mati sebelum pagi atau dibaca pagi hari dan datang qodar mati sebelum sore, maka wajib baginya surga.
اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبَّـى لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ خَلَقَتَنِى وَاَنَا عَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ وَاَبُوْءُ اِلَيْكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ
وَاَعْتَرِفُ بِذُنُوْبِـى فَاغْفِرْلِـى ذُنُوْبِـى اِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُنَوْبَ اِلاَّ اَنْتَ
Ya Alloh Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau yang telah menciptakan aku, dan aku hamba-Mu, dan aku pada agama-Mu, dan menetapi janji-Mu sepenuh kemampuanku, aku berlindung pada-Mu dari jeleknya apa-apa aku perbuat dan aku taubat pada-Mu dengan nikmat-Mu padaku dan aku engakui dosa-dosaku maka ampunilah akuatas dosa-dosaku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.
Beribadah 500 tahun
Jabir bin Abdillah RA berkata, “Suatu hari, nabi SAW keluar (rumah) menuju kami. Dan bersabda ‘Jibril AS sahabat pilihan saya, barusan pergi meninggalkan saya’. Tadi dia AS berkata, ‘hai Muhammad, demi yang telah mengutus kau dengan hak, sungguh Allah memiliki Hamba bertempat di atas gunung, di tengah laut. Ketinggian gunung kecil yang dihuni, 30 hasta; memanjang 30 hasta; besarnya juga 30 hasta. Gunung dikepung oleh laut, seluas 4.000 farsakh, mengeliling. (Satu farsakh 3 hingga 6 mil).
Dari celah sebesar jari, di puncak gunung, Allah meneteskan mata-air bersih, untuk dia. Sampai di bawah, tetesan air itu, memenuhi cekungan sempit. Cukup untuk masuk tangan, untuk berwudhu. Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang tiap malam berbuah, untuk makanan dia sehari-hari.
Jika hari telah sore, dia turun untuk berwudhu. Lalu memetik buah delima, untuk dimakan. Lalu berdiri untuk shalat.
Dia pernah berdoa pada Tuhannya, agar:
1. Di waktu Tuhan mewafatkan nanti, dia sedang dalam keadaan bersujud.
2. Tidak ada sesuatu di bumi, maupun di langit, yang merusak jasadnya, hingga Allah membangkitkan dia, (pada Hari Kiamat) dalam keadaan sujud.
Allah telah mengabulkan doanya. Tiap naik (ke langit), dan turun (ke bumi), kami selalu melewati mayat sujud tersebut. Kami barusan menemukan ilmu bahwa, di hari Kiamat nanti, dia akan dibangkitkan, untuk disuruh berhenti, di hadapan Allah azza wajalla. Tuhan akan berfirman, ‘masukkan HambaKu ini ke dalam surga! KarenaRahmatKu!’
Dia akan berdoa, 'yang benar, karena amalan hamba'.
Tuhan akan berfirman, 'masukkan HambaKu ini ke dalam surga! Karena RahmatKu!'
Dia akan berdoa, 'yang benar, karena amalan hamba'.
Tuhan akan berfirman, 'masukkan HambaKu ini ke dalam surga! Karena RahmatKu!'
Dia akan berdoa, “Yang benar, karena amalan hamba'.
Pada para malaikat, Allah berfirman, “Bandingkan NikmatKu untuk dia; dan amalan dia ini!'
Ternyata Nikmat untuk dia, berbentuk ‘bisa melihat’ lebih besar daripada dia beribadah 500 tahun. Nikmat Allah pada seluruh anggota badannya, tidak dihitung lagi, atas dia.
Allah berfirman, 'masukkan HambaKu ke dalam neraka!'
Si hamba segera ditarik untuk dimasukkan ke neraka.
(Dengan menangis) dia berdoa, 'ya Tuhan! Masukkan hamba ke surga karena RahmatMu!'
Allah berfirman, 'kembalikan dia!'
Lalu dihadapkan pada Allah, untuk ditanya, 'hai HambKu! Siapa yang telah mencipta kau? Yang asalnya tidak ada?'
Dia berdoa, 'Engkau ya Tuhan'.
Allah bertanya, 'Engkau ada karena kau, atau karena RahmatKu?'.
Dia berdoa, 'tentu karena RahmatMu'.
Allah berfirman, 'siapa yang memberi kemampuan kau‘ beribadah 500 tahun?'.
Dia berdoa, 'Engkau ya Tuhan'.
Allah bertanya, 'yang memberi tempat kau di pegunungan, dikepung oleh laut sangat dalam? Dan mengeluarkan mata-air bersih, dari pertengahan laut asin? Dan tiap malam, mengeluarkan delima, untuk kau? Padahal mestinya pohon itu, hanya berbuah sekali, dalam setahun? Yang telah mengabulkan doa, agar kau wafat dalam keadaan sujud, siapa?'.
Dia berdoa, 'Engkau ya Tuhan'.
Allah azza wajalla berfirman, 'itu semua ada, karena RahmatKu. Maka kau, Aku masukkan ke surga, juga karena RahmatKu. Masukkan HambaKu ini kedalam surga! Kau sebaik-baik HambaKu!'.
Dia dimasukkan ke surga, oleh Allah.
Jibril AS berkata, 'ya Muhammad, memang segala sesuatu ada, karena Rahmat Allah Taala'.”
Isnad Hadits ini shahih. Sulaiman bin Harim Al-‘Abid, tergolog kaum Zuhud, penduduk Syam. Allaits bin Saed tidak mau meriwayatkan Hadits dari kaum Majhul (tidak dikenal).
Dalam Ta’liq Adzzahabi (الذهبي), dijelaskan, “Demi Allah, (Hadits) Sulaiman bin Harim, tidak bisa dijadikan tumpuan.” [1]
[1] المستدرك على الصحيحين للحاكم (4/ 278)
7637 - أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَمَةَ الْعَنَزِيُّ، ثَنَا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، ثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ الْمُقْرِئُ، ثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ هَرِمٍ الْقُرَشِيُّ، وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثَنَا عُبَيْدُ بْنُ شَرِيكٍ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، ثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ هَرِمٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: " خَرَجَ مِنْ عِنْدِي خَلِيلِي جِبْرِيلُ آنِفًا فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ إِنَّ لِلَّهِ عَبْدًا مِنْ عَبِيدِهِ عَبَدَ اللَّهَ تَعَالَى خَمْسَ مِائَةِ سَنَةٍ عَلَى رَأْسِ جَبَلٍ فِي الْبَحْرِ عَرْضُهُ وَطُولُهُ ثَلَاثُونَ ذِرَاعًا فِي ثَلَاثِينَ ذِرَاعًا وَالْبَحْرُ مُحِيطٌ بِهِ أَرْبَعَةَ آلَافِ فَرْسَخٍ مِنْ كُلِّ نَاحِيَةٍ وَأَخْرَجَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ عَيْنًا عَذْبَةً بِعَرْضِ الْأُصْبَعِ تَبَضُّ بِمَاءٍ عَذْبٍ فَتَسْتَنْقِعُ فِي أَسْفَلِ الْجَبَلِ وَشَجَرَةَ رُمَّانٍ تُخْرِجُ لَهُ كُلَّ لَيْلَةٍ رُمَّانَةً فَتُغَذِّيهِ يَوْمَهُ، فَإِذَا أَمْسَى نَزَلَ فَأَصَابَ مِنَ الْوضُوءِ وَأَخَذَ تِلْكَ الرُّمَّانَةَ فَأَكَلَهَا ثُمَّ قَامَ لِصَلَاتِهِ، فَسَأَلَ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ وَقْتِ الْأَجَلِ أَنْ يَقْبِضَهُ سَاجِدًا وَأَنْ لَا يَجْعَلَ لِلْأَرْضِ وَلَا لِشَيْءٍ يُفْسِدُهُ عَلَيْهِ سَبِيلًا حَتَّى بَعَثَهُ وَهُوَ سَاجِدٌ قَالَ: فَفَعَلَ فَنَحْنُ نَمُرُّ عَلَيْهِ إِذَا هَبَطْنَا وَإِذَا عَرَجْنَا فَنَجِدُ لَهُ فِي الْعِلْمِ أَنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُوقَفُ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَقُولُ لَهُ الرَّبُّ: أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي، فَيَقُولُ: رَبِّ بَلْ بِعَمَلِي، فَيَقُولُ الرَّبُّ: أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، بَلْ بِعَمَلِي، فَيَقُولُ الرَّبُّ: أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي، فَيَقُولُ: رَبِّ بَلْ بِعَمَلِي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِلْمَلَائِكَةِ: قَايِسُوا عَبْدِي بِنِعْمَتِي عَلَيْهِ وَبِعَمَلِهِ فَتُوجَدُ نِعْمَةُ الْبَصَرِ قَدْ أَحَاطَتْ بِعِبَادَةِ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَبَقِيَتْ نِعْمَةُ الْجَسَدِ فَضْلًا عَلَيْهِ فَيَقُولُ: أَدْخِلُوا عَبْدِي النَّارَ قَالَ: فَيُجَرُّ إِلَى النَّارِ فَيُنَادِي: رَبِّ بِرَحْمَتِكَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ، فَيَقُولُ: رُدُّوهُ فَيُوقَفُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيَقُولُ: يَا عَبْدِي، مَنْ خَلَقَكَ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا؟ فَيَقُولُ: أَنْتَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: كَانَ ذَلِكَ مِنْ قِبَلِكَ أَوْ بِرَحْمَتِي؟ فَيَقُولُ: بَلْ بِرَحْمَتِكَ. فَيَقُولُ: مَنْ قَوَّاكَ لِعِبَادَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ؟ فَيَقُولُ: أَنْتَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: مَنْ أَنْزَلَكَ فِي جَبَلٍ وَسَطَ اللُّجَّةِ وَأَخْرَجَ لَكَ الْمَاءَ الْعَذْبَ مِنَ الْمَاءِ الْمَالِحِ وَأَخْرَجَ لَكَ كُلَّ لَيْلَةٍ رُمَّانَةً وَإِنَّمَا تَخْرُجُ مَرَّةً فِي السَّنَةِ، وَسَأَلْتَنِي أَنْ أَقْبِضَكَ سَاجِدًا فَفَعَلْتُ ذَلِكَ بِكَ؟ فَيَقُولُ: أَنْتَ يَا رَبِّ، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: فَذَلِكَ بِرَحْمَتِي وَبِرَحْمَتِي أُدْخِلُكَ الْجَنَّةَ، أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ فَنِعْمَ الْعَبْدُ كُنْتَ يَا عَبْدِي فَيُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ، قَالَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: إِنَّمَا الْأَشْيَاءُ بِرَحْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى يَا مُحَمَّدُ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، فَإِنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ هَرِمٍ الْعَابِدَ مِنْ زُهَّادِ أَهْلِ الشَّامِ، وَاللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ لَا يَرْوِي عَنِ الْمَجْهُولِينَ»
[التعليق - من تلخيص الذهبي] 7637 - لا والله وسليمان بن هرم غير معتمد.
Dari celah sebesar jari, di puncak gunung, Allah meneteskan mata-air bersih, untuk dia. Sampai di bawah, tetesan air itu, memenuhi cekungan sempit. Cukup untuk masuk tangan, untuk berwudhu. Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang tiap malam berbuah, untuk makanan dia sehari-hari.
Jika hari telah sore, dia turun untuk berwudhu. Lalu memetik buah delima, untuk dimakan. Lalu berdiri untuk shalat.
Dia pernah berdoa pada Tuhannya, agar:
1. Di waktu Tuhan mewafatkan nanti, dia sedang dalam keadaan bersujud.
2. Tidak ada sesuatu di bumi, maupun di langit, yang merusak jasadnya, hingga Allah membangkitkan dia, (pada Hari Kiamat) dalam keadaan sujud.
Allah telah mengabulkan doanya. Tiap naik (ke langit), dan turun (ke bumi), kami selalu melewati mayat sujud tersebut. Kami barusan menemukan ilmu bahwa, di hari Kiamat nanti, dia akan dibangkitkan, untuk disuruh berhenti, di hadapan Allah azza wajalla. Tuhan akan berfirman, ‘masukkan HambaKu ini ke dalam surga! KarenaRahmatKu!’
Dia akan berdoa, 'yang benar, karena amalan hamba'.
Tuhan akan berfirman, 'masukkan HambaKu ini ke dalam surga! Karena RahmatKu!'
Dia akan berdoa, 'yang benar, karena amalan hamba'.
Tuhan akan berfirman, 'masukkan HambaKu ini ke dalam surga! Karena RahmatKu!'
Dia akan berdoa, “Yang benar, karena amalan hamba'.
Pada para malaikat, Allah berfirman, “Bandingkan NikmatKu untuk dia; dan amalan dia ini!'
Ternyata Nikmat untuk dia, berbentuk ‘bisa melihat’ lebih besar daripada dia beribadah 500 tahun. Nikmat Allah pada seluruh anggota badannya, tidak dihitung lagi, atas dia.
Allah berfirman, 'masukkan HambaKu ke dalam neraka!'
Si hamba segera ditarik untuk dimasukkan ke neraka.
(Dengan menangis) dia berdoa, 'ya Tuhan! Masukkan hamba ke surga karena RahmatMu!'
Allah berfirman, 'kembalikan dia!'
Lalu dihadapkan pada Allah, untuk ditanya, 'hai HambKu! Siapa yang telah mencipta kau? Yang asalnya tidak ada?'
Dia berdoa, 'Engkau ya Tuhan'.
Allah bertanya, 'Engkau ada karena kau, atau karena RahmatKu?'.
Dia berdoa, 'tentu karena RahmatMu'.
Allah berfirman, 'siapa yang memberi kemampuan kau‘ beribadah 500 tahun?'.
Dia berdoa, 'Engkau ya Tuhan'.
Allah bertanya, 'yang memberi tempat kau di pegunungan, dikepung oleh laut sangat dalam? Dan mengeluarkan mata-air bersih, dari pertengahan laut asin? Dan tiap malam, mengeluarkan delima, untuk kau? Padahal mestinya pohon itu, hanya berbuah sekali, dalam setahun? Yang telah mengabulkan doa, agar kau wafat dalam keadaan sujud, siapa?'.
Dia berdoa, 'Engkau ya Tuhan'.
Allah azza wajalla berfirman, 'itu semua ada, karena RahmatKu. Maka kau, Aku masukkan ke surga, juga karena RahmatKu. Masukkan HambaKu ini kedalam surga! Kau sebaik-baik HambaKu!'.
Dia dimasukkan ke surga, oleh Allah.
Jibril AS berkata, 'ya Muhammad, memang segala sesuatu ada, karena Rahmat Allah Taala'.”
Isnad Hadits ini shahih. Sulaiman bin Harim Al-‘Abid, tergolog kaum Zuhud, penduduk Syam. Allaits bin Saed tidak mau meriwayatkan Hadits dari kaum Majhul (tidak dikenal).
Dalam Ta’liq Adzzahabi (الذهبي), dijelaskan, “Demi Allah, (Hadits) Sulaiman bin Harim, tidak bisa dijadikan tumpuan.” [1]
[1] المستدرك على الصحيحين للحاكم (4/ 278)
7637 - أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَمَةَ الْعَنَزِيُّ، ثَنَا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، ثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ الْمُقْرِئُ، ثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ هَرِمٍ الْقُرَشِيُّ، وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حَمْشَاذَ الْعَدْلُ، ثَنَا عُبَيْدُ بْنُ شَرِيكٍ، ثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، ثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ هَرِمٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: " خَرَجَ مِنْ عِنْدِي خَلِيلِي جِبْرِيلُ آنِفًا فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ إِنَّ لِلَّهِ عَبْدًا مِنْ عَبِيدِهِ عَبَدَ اللَّهَ تَعَالَى خَمْسَ مِائَةِ سَنَةٍ عَلَى رَأْسِ جَبَلٍ فِي الْبَحْرِ عَرْضُهُ وَطُولُهُ ثَلَاثُونَ ذِرَاعًا فِي ثَلَاثِينَ ذِرَاعًا وَالْبَحْرُ مُحِيطٌ بِهِ أَرْبَعَةَ آلَافِ فَرْسَخٍ مِنْ كُلِّ نَاحِيَةٍ وَأَخْرَجَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ عَيْنًا عَذْبَةً بِعَرْضِ الْأُصْبَعِ تَبَضُّ بِمَاءٍ عَذْبٍ فَتَسْتَنْقِعُ فِي أَسْفَلِ الْجَبَلِ وَشَجَرَةَ رُمَّانٍ تُخْرِجُ لَهُ كُلَّ لَيْلَةٍ رُمَّانَةً فَتُغَذِّيهِ يَوْمَهُ، فَإِذَا أَمْسَى نَزَلَ فَأَصَابَ مِنَ الْوضُوءِ وَأَخَذَ تِلْكَ الرُّمَّانَةَ فَأَكَلَهَا ثُمَّ قَامَ لِصَلَاتِهِ، فَسَأَلَ رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عِنْدَ وَقْتِ الْأَجَلِ أَنْ يَقْبِضَهُ سَاجِدًا وَأَنْ لَا يَجْعَلَ لِلْأَرْضِ وَلَا لِشَيْءٍ يُفْسِدُهُ عَلَيْهِ سَبِيلًا حَتَّى بَعَثَهُ وَهُوَ سَاجِدٌ قَالَ: فَفَعَلَ فَنَحْنُ نَمُرُّ عَلَيْهِ إِذَا هَبَطْنَا وَإِذَا عَرَجْنَا فَنَجِدُ لَهُ فِي الْعِلْمِ أَنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُوقَفُ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَيَقُولُ لَهُ الرَّبُّ: أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي، فَيَقُولُ: رَبِّ بَلْ بِعَمَلِي، فَيَقُولُ الرَّبُّ: أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، بَلْ بِعَمَلِي، فَيَقُولُ الرَّبُّ: أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِي، فَيَقُولُ: رَبِّ بَلْ بِعَمَلِي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِلْمَلَائِكَةِ: قَايِسُوا عَبْدِي بِنِعْمَتِي عَلَيْهِ وَبِعَمَلِهِ فَتُوجَدُ نِعْمَةُ الْبَصَرِ قَدْ أَحَاطَتْ بِعِبَادَةِ خَمْسِ مِائَةِ سَنَةٍ وَبَقِيَتْ نِعْمَةُ الْجَسَدِ فَضْلًا عَلَيْهِ فَيَقُولُ: أَدْخِلُوا عَبْدِي النَّارَ قَالَ: فَيُجَرُّ إِلَى النَّارِ فَيُنَادِي: رَبِّ بِرَحْمَتِكَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ، فَيَقُولُ: رُدُّوهُ فَيُوقَفُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيَقُولُ: يَا عَبْدِي، مَنْ خَلَقَكَ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا؟ فَيَقُولُ: أَنْتَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: كَانَ ذَلِكَ مِنْ قِبَلِكَ أَوْ بِرَحْمَتِي؟ فَيَقُولُ: بَلْ بِرَحْمَتِكَ. فَيَقُولُ: مَنْ قَوَّاكَ لِعِبَادَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ؟ فَيَقُولُ: أَنْتَ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: مَنْ أَنْزَلَكَ فِي جَبَلٍ وَسَطَ اللُّجَّةِ وَأَخْرَجَ لَكَ الْمَاءَ الْعَذْبَ مِنَ الْمَاءِ الْمَالِحِ وَأَخْرَجَ لَكَ كُلَّ لَيْلَةٍ رُمَّانَةً وَإِنَّمَا تَخْرُجُ مَرَّةً فِي السَّنَةِ، وَسَأَلْتَنِي أَنْ أَقْبِضَكَ سَاجِدًا فَفَعَلْتُ ذَلِكَ بِكَ؟ فَيَقُولُ: أَنْتَ يَا رَبِّ، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: فَذَلِكَ بِرَحْمَتِي وَبِرَحْمَتِي أُدْخِلُكَ الْجَنَّةَ، أَدْخِلُوا عَبْدِي الْجَنَّةَ فَنِعْمَ الْعَبْدُ كُنْتَ يَا عَبْدِي فَيُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ، قَالَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: إِنَّمَا الْأَشْيَاءُ بِرَحْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى يَا مُحَمَّدُ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، فَإِنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ هَرِمٍ الْعَابِدَ مِنْ زُهَّادِ أَهْلِ الشَّامِ، وَاللَّيْثَ بْنَ سَعْدٍ لَا يَرْوِي عَنِ الْمَجْهُولِينَ»
[التعليق - من تلخيص الذهبي] 7637 - لا والله وسليمان بن هرم غير معتمد.
Pohon zaqquum
~ Pohon Di Neraka Sungguh Mengerikan ~
Zaqquum adalah pohon di neraka yang buahnya menjadi makanan penghuni neraka,
jika pohon ini diletakkan di dunia, maka akan hancur bumi beserta isinya.
Jika dimakan rasanya akan seperti kuningan yang dicairkan bahkan lebih buruk. Buah tersebut akan membakar wajah beserta organ dalam tubuh penghuni neraka.
Penghuni neraka akan selalu lapar, mereka akan selalu tergesa-gesa ke dasar neraka, untuk memakan apapun yang dapat mereka temukan.
Di dasar neraka ini mereka akan dipaksa memakan buah dari pohon Zaqquum. Bahkan sebelum disentuh pun, bibir mereka akan terbakar sehingga nampaklah gigi mereka. Tidak hanya itu, mereka akan menelan duri yang akan merobekkan kerongkongan setelah buah itu ditelan.
Sebelum buah itu sampai ke perut, buah itu akan membakar dan mengeluarkan isi perut.
Istilah zaqquum ini digunakan dalam beberapa ayat Al Quran : ~
as Shafaat 62, 63, 66 dan 67, 68
~ al Israa 60.
~ad dukhan 43.
~ al waaqi’ah 52.
Rasulullah Shallahu'alaihi wa Sallam bersabda,
''Seandainya setitik dari zaqquum diteteskan di dunia niscaya akan menghancurkan kehidupan semua penghuninya. Lalu bagaimana dengan keadaan orang yang menjadikan zaqquum sebagai makanannya?'' (HR At-Tirmidzi)
sungguh mengerikan membayangkannya. oleh karena itu marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT selagi masih punya kesempatan.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang rugi.
Wallahu a'lam.jazaa kumullah khoiron.
Semoga Allah memberi manfaat dan barokah.Aamiiin
Zaqquum adalah pohon di neraka yang buahnya menjadi makanan penghuni neraka,
jika pohon ini diletakkan di dunia, maka akan hancur bumi beserta isinya.
Jika dimakan rasanya akan seperti kuningan yang dicairkan bahkan lebih buruk. Buah tersebut akan membakar wajah beserta organ dalam tubuh penghuni neraka.
Penghuni neraka akan selalu lapar, mereka akan selalu tergesa-gesa ke dasar neraka, untuk memakan apapun yang dapat mereka temukan.
Di dasar neraka ini mereka akan dipaksa memakan buah dari pohon Zaqquum. Bahkan sebelum disentuh pun, bibir mereka akan terbakar sehingga nampaklah gigi mereka. Tidak hanya itu, mereka akan menelan duri yang akan merobekkan kerongkongan setelah buah itu ditelan.
Sebelum buah itu sampai ke perut, buah itu akan membakar dan mengeluarkan isi perut.
Istilah zaqquum ini digunakan dalam beberapa ayat Al Quran : ~
as Shafaat 62, 63, 66 dan 67, 68
~ al Israa 60.
~ad dukhan 43.
~ al waaqi’ah 52.
Rasulullah Shallahu'alaihi wa Sallam bersabda,
''Seandainya setitik dari zaqquum diteteskan di dunia niscaya akan menghancurkan kehidupan semua penghuninya. Lalu bagaimana dengan keadaan orang yang menjadikan zaqquum sebagai makanannya?'' (HR At-Tirmidzi)
sungguh mengerikan membayangkannya. oleh karena itu marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT selagi masih punya kesempatan.
Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang rugi.
Wallahu a'lam.jazaa kumullah khoiron.
Semoga Allah memberi manfaat dan barokah.Aamiiin
Kisah wanita calon penghuni surga
Bagi yang sering mendengarkan nasehat agama majelis taklim, cerita ini mungkin sudah tidak asing lagi, namun disini saya coba untuk menuliskannya kembali.
MUTIAH, wanita yang disebutkan menjadi salah satu wanita calon ahli surga. Ada terjadi beberapa pendapat kontrofersial mengenai kisah ini, sebagian menyebutkan Mutiah adalah wanita pertama calon penghuni surga, namun ada yang membantah karena tidak ada hadits yang memperkuat pendapat itu.
Sebagian lagi berpendapat bahwa Mutiah wanita pertama penghuni surga SETELAH beberapa istri Nabi.
Suatu hari nabi bertanya kepada Fatimah "Wahai Fatimah, apakah kamu tau wanita pertama yang masuk surga selain ummul mukminin, dia adalah ummu Mutiah"
Perkataan nabi tersebut membuat Fatimah bertanya2, siapa Mutiah itu dan ada apa dengannya, kenapa bukan saya yang putri Nabi?
Berhari2 Fatimah mencari informasi tentang Mutiah, setelah mendapatkan info tentang Mutiah, kemudian Fatimah memutuskan untuk bertamu kerumahnya.
Hari pertama Fatimah berkunjung kerumah Mutiah bersama Hasan, anaknya, yang juga cucu Nabi.
Namun sesampainya di rumah Mutiah, Mutiah menolaknya karena suaminya sedang pergi dan tidak boleh memasukan laki2 lain yang bukan mahromnya tanpa izin suaminya, Fatimah pun di minta datang keesokan harinya.
Hari kedua Fatimah kembali lagi kerumah Mutiah, tapi kali ini bersama Hasan dan Husain. Lagi2 Mutiah menolak, karena yang mendapat izin dari suaminya hanya Hasan, sedangkan Husein belum mendapat izin, sehingga Fatimah di minta datang hari berikutnya.
Hari ketiga setelah mendapat izin dari suami Mutiah, kedatangan Fatimah beserta Hasan dan Husein pun diterima oleh Mutiah, dan mereka dipersilahkan masuk kerumah.
Rumah Mutiah tegolong sederhana, tidak ada barang mewah maupun benda2 yang berharga, namun bersih dan tertata rapi. Fatimah masih penasaran, sebenarnya apa yang membuat Mutiah menjadi wanita pertama calon ahli surga setelah ummul mukminin mengalahkan dirinya,,,?
Mutiah menyambut kedatangan putri Nabi sambil mempersiapkan makanan untuk suaminya, karena sebentar lagi suaminya pulang.
Di meja makan Fatimah melihat sebuah cambuk, ia penasaran dan bertanya pada Mutiah, untuk apa cambuk itu. "Cambuk itu saya sediakan untuk suami saya, apabila saya bersalah dalam melayani suami saya, saya ridho dicambuk oleh suamiku, dari pada saya berdosa dan disiksa dengan cambuk dari api" Jawaban Mutiah seakan membuat Fatimah menemukan jawaban atas rasa penasarannya selama ini.
GHUMAIROH Istrinya Abu Tholhah, yang di tinggal perang oleh suaminya sedangkan anaknya dalam keadaan sakit, yang akhirnya meninggal.
Setelah suaminya pulang dari berjihat, seperti biasa Ghumairoh menunaikan kewajibannya mengurus dan melayani suaminya dengantidak menunjukan kesedihan.
Hingga suaminya menanyakan tentang keadaan anaknya, diapun menjawab bahwa anaknya baik2 saja dan sekarang sudah tenang.
Selesai melayani suaminya dan suaminya sudah merasa nyaman Ghumairoh bertanya "Wahai suamiku, bagaimana apabila kita dititipi sesuatu dan yang memiliki kemudian mengambilnya?"
"Kembalikan hak itu atas pemiliknya" jawab Abu Tholhah, suaminya.
Baru kemudian Ghumairoh menceritakan tentang kematian anaknya.
Cerita itu kemudian sampai pada Nabi, dan Beliaupun mengatakan bahwa wajib baginya (Ghumairoh) surga.
Disebutkan juga sebuah kisah, seorang istri (dilupakan namanya) yang ditinggal pergi berjihad oleh suaminya, dan suaminya berpesan, apapun yang terjadi sang istri tidak diizinkan ke luar rumah. Hingga suatu saat dia kedatangan utusan yang menyampaikan pesan bahwa ibunya sakit, namun karena menjaga amanah dari suaminya sang istripun tidak bisa datang menjenguk ibunya. Sampai 3 kali utusan itu datang, dan sang istri pun tetap tidak bisa meninggalkan rumahnya karena pesan dari suaminya, sehingga sang ibu pun meninggal.
Setelah cerita itu di sampaikan kepada Nabi, Beliau menjawab "Wajabat lahul jannah"
Sahabat.....
Dari kisah2 diatas dapat kita fahami, begitu mulianya seorang istri memuliakan/ takdhim kepada suaminya, menjaga amanahnya, serta menthoati suaminya. (thoat dalam urusan yang makruf)
Dan surga adalah balasan baginya (istri).
Sampai2 apa bila di perbolehkan seorang manusia menyembah sesama manusia Nabi akan memerintahkan seorang istri menyembah suaminya.
Karena menyembah selain Alloh adalah amalan syirik, maka cukup seorang istri menthoati suaminya (Thoat bil ma'ruf)
Semoga manfaat dan barokah
Dari surga terendah sampai firdaus
"Dari Surga Terendah Sampai Firdaus"
Penghuni Surga Yang Terakhir memiliki Sepuluh Kali Dunia "Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia" ... sepuluh kali dunia itu adalah Surga yang tingkatannya paling rendah.... bagaimana dengan Surga Firdaus?
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي َلأَ عْلَمُ آخِرَ
أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ
رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا
مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ
تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا
فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا
مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ
الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا
قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُبِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ
لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى
بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ
مَنْزِلَة
Penghuni surga terakhir, Dari `Abdullâh bin Mas’ûd ·radhiallahu ‘anhu·, dia berkata, "Rasulullâh ·shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya dan seorang penduduk surga yang paling akhir masuk ke dalam surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya, Pergilah, masuklah ke dalam surga!’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, aku mendapati surga telah penuh'. Allah Subhanahu wa Ta’ala· berkata kepadanya, 'Pergilah, masuklah ke dalam surga!’Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku mendapati surga telah penuh.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala· berkata lagi kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!' 'Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam· bersabda, Laki-laki itu berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olok aku (atau Engkau menertawakan aku), padahal Engkau adalah Raja?’Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu· berkata, Aku melihat Rasulullâh shallallahu‘alaihi wa sallam· tertawa sampai nampak gigi gerahamnya.’ Dan dikatakan bahwa orang itu adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya." (H.R. Muslim).
Sementara tingginya surga diterangkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
“Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (kedudukan) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Untuk itu bila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa di atas firdaus itu adalah singgasananya Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga.” (HR. Al-Bukhari no. 2581)
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ مِنْ الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ
“Sesungguhnya penghuni surga benar-benar melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka seperti kalian melihat bintang terang lewat dari ufuk timur atau barat karena perbedaan keutamaan diantara mereka.” Mereka bertanya: Itu tempat-tempat para nabi yang tidak dicapai oleh selain mereka? Beliau menjawab: “Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.” (HR. Al-Bukhari no. 3016 dan Muslim no. 5059)
Adapun sifat penghuni surga yang memasukinya, maka dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَا يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ أَمْشَاطُهُمْ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنْ الْحُسْنِ لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا
“Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula membuang air besar (tinja). Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, alat penghangatan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang.” (HR. Al-Bukhari no. 3006 dan Muslim no. 5062)
Penghuni Surga Yang Terakhir memiliki Sepuluh Kali Dunia "Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia" ... sepuluh kali dunia itu adalah Surga yang tingkatannya paling rendah.... bagaimana dengan Surga Firdaus?
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي َلأَ عْلَمُ آخِرَ
أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ
رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا
مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ
تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا
فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا
مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ
الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا
قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُبِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ
لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى
بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ
مَنْزِلَة
Penghuni surga terakhir, Dari `Abdullâh bin Mas’ûd ·radhiallahu ‘anhu·, dia berkata, "Rasulullâh ·shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya dan seorang penduduk surga yang paling akhir masuk ke dalam surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya, Pergilah, masuklah ke dalam surga!’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, aku mendapati surga telah penuh'. Allah Subhanahu wa Ta’ala· berkata kepadanya, 'Pergilah, masuklah ke dalam surga!’Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku mendapati surga telah penuh.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala· berkata lagi kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!' 'Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam· bersabda, Laki-laki itu berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olok aku (atau Engkau menertawakan aku), padahal Engkau adalah Raja?’Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu· berkata, Aku melihat Rasulullâh shallallahu‘alaihi wa sallam· tertawa sampai nampak gigi gerahamnya.’ Dan dikatakan bahwa orang itu adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya." (H.R. Muslim).
Sementara tingginya surga diterangkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
“Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (kedudukan) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Untuk itu bila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa di atas firdaus itu adalah singgasananya Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga.” (HR. Al-Bukhari no. 2581)
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ مِنْ الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ
“Sesungguhnya penghuni surga benar-benar melihat penghuni kamar-kamar di atas mereka seperti kalian melihat bintang terang lewat dari ufuk timur atau barat karena perbedaan keutamaan diantara mereka.” Mereka bertanya: Itu tempat-tempat para nabi yang tidak dicapai oleh selain mereka? Beliau menjawab: “Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.” (HR. Al-Bukhari no. 3016 dan Muslim no. 5059)
Adapun sifat penghuni surga yang memasukinya, maka dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَا يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ أَمْشَاطُهُمْ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنْ الْحُسْنِ لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا
“Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama, mereka tidak akan pernah beringus, tidak meludah dan tidak pula membuang air besar (tinja). Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, alat penghangatan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik. Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya. Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang.” (HR. Al-Bukhari no. 3006 dan Muslim no. 5062)
Keutamaan memiliki anak perempuan
ه عليه وسلم " مَنِ ابْتُلِيَ بِشَيْءٍ مِنَ الْبَنَاتِ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ " . (سنن الترمذي)
[قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ] .
Telah menceritakan kepada kami Al Ala` bin Maslamah Al Baghdadi, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Abdul Aziz dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Urwah dari 'Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang diuji dengan tiga orang anak wanita lalu ia bersabar atasnya, niscaya ketiganya akan menjadi hijab baginya dari api neraka." (HR Sunan At-Tirmidzi)
[Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan]
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَزِيرٍ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، هُوَ الطَّنَافِسِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الرَّاسِبِيُّ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهَاتَيْنِ " . وَأَشَارَ بِأَصْبُعَيْهِ . (سنن الترمذي)
[قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَقَدْ رَوَى مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ غَيْرَ حَدِيثٍ بِهَذَا الإِسْنَادِ وَقَالَ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ وَالصَّحِيحُ هُوَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ ]
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Wazir Al Wasithi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid Ath Thannafisi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz Ar Rasibi dari Abu Bakr bin Ubaidullah bin Anas bin Malik dari Anas ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang memelihara dua orang anak wanita, maka aku dan ia akan masuk ke dalam surga seperti kedua (jari) ini." Beliau sambil memberi isyarat dengan kedua jari telunjuknya. (HR Sunan At-Tirmidzi)
[Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan gharib. Dan Muhammad bin Ubaid telah meriwayatkan dari Muhammad bin Abdul Aziz selain hadits ini dan dengan isnad ini dan ia menyebutkan; Dari Abu Bakr bin Ubaidullah bin Anas. Yang shahih, ia adalah Ubaidullah bin Abu Bakr bin Anas].
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ دَخَلَتِ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " مَنِ ابْتُلِيَ بِشَيْءٍ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ " . (سنن الترمذي)
[هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ]
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Mubarak, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ibnu Syihab, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Bakr bin Hazm dari Urwah dari Aisyah ia berkata; Seorang wanita masuk menemuiku bersama dengan dua orang anak wanitanya, lalu wanita itu meminta, namun ia tidak mendapatkan sesuatu dariku kecuali kurma. Kemudian aku pun memberikan kurma itu padanya, lalu wanita itu membagikannya pada kedua anak wanitanya, sedang ia sendiri tidak memakannya. Kemudian wanita itu berdiri dan keluar. Sesudah itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk dan akupun langsung mengabarkan hal itu pada beliau, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang diuji lantaran memelihara anak-anak wanita ini, maka mereka akan menjadi tameng baginya dari api neraka." (HR Sunan At-Tirmidzi)
[Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih].
[قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ] .
Telah menceritakan kepada kami Al Ala` bin Maslamah Al Baghdadi, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Abdul Aziz dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Urwah dari 'Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang diuji dengan tiga orang anak wanita lalu ia bersabar atasnya, niscaya ketiganya akan menjadi hijab baginya dari api neraka." (HR Sunan At-Tirmidzi)
[Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan]
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَزِيرٍ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، هُوَ الطَّنَافِسِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الرَّاسِبِيُّ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهَاتَيْنِ " . وَأَشَارَ بِأَصْبُعَيْهِ . (سنن الترمذي)
[قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَقَدْ رَوَى مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ غَيْرَ حَدِيثٍ بِهَذَا الإِسْنَادِ وَقَالَ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ وَالصَّحِيحُ هُوَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ ]
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Wazir Al Wasithi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid Ath Thannafisi, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz Ar Rasibi dari Abu Bakr bin Ubaidullah bin Anas bin Malik dari Anas ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang memelihara dua orang anak wanita, maka aku dan ia akan masuk ke dalam surga seperti kedua (jari) ini." Beliau sambil memberi isyarat dengan kedua jari telunjuknya. (HR Sunan At-Tirmidzi)
[Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan gharib. Dan Muhammad bin Ubaid telah meriwayatkan dari Muhammad bin Abdul Aziz selain hadits ini dan dengan isnad ini dan ia menyebutkan; Dari Abu Bakr bin Ubaidullah bin Anas. Yang shahih, ia adalah Ubaidullah bin Abu Bakr bin Anas].
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ دَخَلَتِ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " مَنِ ابْتُلِيَ بِشَيْءٍ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ " . (سنن الترمذي)
[هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ]
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Mubarak, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Ibnu Syihab, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Bakr bin Hazm dari Urwah dari Aisyah ia berkata; Seorang wanita masuk menemuiku bersama dengan dua orang anak wanitanya, lalu wanita itu meminta, namun ia tidak mendapatkan sesuatu dariku kecuali kurma. Kemudian aku pun memberikan kurma itu padanya, lalu wanita itu membagikannya pada kedua anak wanitanya, sedang ia sendiri tidak memakannya. Kemudian wanita itu berdiri dan keluar. Sesudah itu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk dan akupun langsung mengabarkan hal itu pada beliau, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang diuji lantaran memelihara anak-anak wanita ini, maka mereka akan menjadi tameng baginya dari api neraka." (HR Sunan At-Tirmidzi)
[Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih].
Shur (terompet kiamat) tahap 1
Sebagian ulama’ tafsir mengatakan, yang di maksud dengan Sur ( Terompet Kiamat ) dalam ayat ini ialah bentuk jamak dari surah (bentuk), yakni pada hari di tiupkan roh padanya , lalu ia menjadi hidup. Ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat ini berpandangan menyamakannya dengan contoh lain, yaitu sur yang artinya tembok tembok yang mengelilingi sebuah kota; ia merupakan bentuk jamak dari lafaz surah.
Tetapi pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa makna sur dalam ayat ini ialah sangkakala yang di tiup oleh Malaikat Israfil a.s. Selanjutnya Ibnu Jarir menegaskan, " Pendapat yang benar menurut kami ialah yang berlandaskan kepada sebuah hadis yang banyak diriwayatkan dari Rasulullah Saw. " Rasulullah Saw. pernah bersabda:
إِنَّ إِسْرَافِيلَ قَدِ الْتَقَمَ الصُّورَ، وَحَنَى جَبْهَتَهُ يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَرُ فَيَنْفُخُ
Sesungguhnya Malaikat Israfil telah mengulum sangkakala dan mengernyitkan dahinya siap menunggu perintah untuk meniupnya ( HR. Muslim di dalam kitab Sahihnya ).
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Sulaiman At Taimi , dari Aslam Al Ajali, dari Bisyr ibnu Syagaf, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ada seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullah Sa w. ,"Wahai Rasulullah, apakah sur itu? " Rasulullah Saw. menjawab:
قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيهِ
Sangkakala yang siap untuk ditiup.
Kami telah meriwayatkan hadis mengenai sur ini dengan panjang lebar melalui jalur Al Hafiz Abu Qasim At Tabrani di dalam kitabnya yang berjudul AlMutawwalat. Imam Tabrani mengatakan , telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Hasan Al Muqri Al Abli , telah .menceritakan kepada kami Abu Asim AnNabil , telah menceritakan kepada kami Isma'il ibnu Rafi' , dari Muhammad ibnu Ziyad, dari Muhammad ibnu Ka'b Al Qurazi , dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Pernah bercerita kepada kami ketika beliau berada ditengah tengah sejumlah sahabatnya . Beliau Saw.bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَمَّا فَرَغَ مِنْ خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، خَلَقَ الصُّورَ فَأَعْطَاهُ إِسْرَافِيلَ فَهُوَ وَاضِعُهُ عَلَى فِيهِ، شَاخِصًا بَصَرَهُ إِلَى الْعَرْشِ يَنْتَظِرُ مَتَى يُؤْمَرُ
Sesungguhnya Allah itu setelah selesai dari menciptakan langit dan bumi, maka Dia menciptakan sur, lalu diberikanNya kepada Malaikat Israfil. Maka Malaikat Israfil meletakkan sur itu dimulutnya sedangkan matanya ia tujukan ke arah 'Arasy menunggu perintah ( peni upannya) .
Abu Hurairah berkata, " Wahai Rasulullah, apakah sur itu? " Rasulullah Saw. menjawab,"Sangkakala. " Abu Hurairah bertanya, " Bagai manakah bentuknya?" Nabi Saw. bersabda bahwa sangkakala itu besar sekali bentuknya. Rasulullah Saw. bersabda :
عَظِيمٌ، وَالَّذِي بَعَثَنِي بِالْحَقِّ، إِنَّ عَظْمَ دَارَةَ فِيهِ كَعَرْضِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ. يُنْفَخُ فِيهِ ثَلَاثُ نَفَخَاتٍ: النَّفْخَةُ الْأُولَى نَفْخَةُ الْفَزَعِ، وَالثَّانِيَةُ نَفْخَةُ الصَّعْقِ، وَالثَّالِثَةُ نَفْخَةُ الْقِيَامِ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ.
" Demi Tuhan yang telah mengutusku dengan benar , sesungguhnya besar lingkaran moncong sangkakala itu sama besarnya dengan luas langit dan bumi . Malaikat Israfil akan meniup sebanyak tiga kali . Tiupan pertama mengakibatkan huruhara yang dahsyat , tiupan kedua me nyebabkan semua makhluk binasa, dan tiupan yang ketiga adalah tiupan dihidupkanNya kembali makhluk untuk menghadap kepada Tuhan semesta alam. "
Shur ( Terompet Kiamat ) di tiup Isrofil
Allah Swt .memerintahkan Malaikat Israfil untuk melakukan tiupan pertama. Untuk itu Allah berfirman, " Tiuplah! " Maka ditiuplah tiupan Shur yang ditiup Isrofil itu menimbulkan huru hara yang dahsyat , semua penduduk langit dan bumi mengalami huruhara yang dahsyat , kecuali orangorang yang diselamatkan oleh kehendak Allah. Allah Swt .memerintahkan untuk meniup sangkakala ,maka Malaikat Israfil melakukan tiupan yang panjang, lama, dan tidak pernah berhenti . Hal inilah yang diungkapkan oleh Allah Swt . dal am firmanNya:
وَمَا يَنْظُرُ هَؤُلاءِ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ
Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang. ( Shad: 15)
Maka pada hari itu semua gunung yang ada di muka bumi hancur lebur bagaikan debu yang berterbangan, lalu menjadi seperti fatamorgana; bumipun bergempa dengan sangat hebatnya ,mengguncangkan seluruh penghuninya dengan guncangan yang hebat . Nasib mereka seperti perahu yang diombang ambingkan oleh ombak besar , atau seperti lampu gantung yang ditiup oleh angin besar sehingga bergoyang ke sana kemari .
Hal inilah yang diungkapkan oleh Allah Swt .melalui firmanNya:
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ
Pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, hati manusia pada waktu itu sangat takut. ( An Na z i ' a t : 6 8)
Maka semua manusia bergelimpangan di muka bumi , semua wanita yang mengandung melahirkan anak anaknya , semua anak menjadi berban ( karena susahnya hari itu) , dan semua setan lari menghindari huruhara yang dahsyat itu ketempat tempat yang sangat jauh, tetapi para malaikat mengejarnya dan memukul wajahnya sehingga kembali ketempat asal . Semua manusia hiruk pikuk melarikan diri , tetapi tiada yang dapat melindungi mereka dari azab Allah pada hari itu; sebagian dari mereka memanggil manggil ( meminta tolong) sebagian yang lain,hal inilah yang disebutkan oleh Allah dalam firmanNya:
يَوْمَ التَّنَادِ
Siksaan hari panggilmemanggil. ( Al Mu mi n: 32)
Bumi Hancur karena tiupan Shur
Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, tiba tiba bumi retak dari satu kawasan ke kawasan yang lain. Maka mereka menyaksikan suatu peristiwa yang sangat besar lagi mengerikan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, bumi hancur karena tiupan itu. Karena hal itu, mereka tertimpa rasa takut yang sangat mengerikan, hanya Allah sajalah yang mengetahui ketakutan dan kengerian mereka.
Kemudian mereka memandang kelangit , tiba tiba langit tampak seperti perak yang lebur mendidih, lalu terbelah dan semua bintangnya bertaburan ( bertabrakan) , dan matahari serta bulannya pudar . Rasulullah Saw. ber sabda:
الْأَمْوَاتُ لَا يَعْلَمُونَ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ" قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنِ اسْتَثْنَى اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ، حِينَ يَقُولُ: {فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ} ، قَالَ: "أُولَئِكَ الشُّهَدَاءُ، وَإِنَّمَا يَصِلُ الْفَزَعُ إِلَى الْأَحْيَاءِ، وَهُمْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ اللَّهِ يُرْزَقُونَ، وَقَاهُمُ اللَّهُ فَزَعَ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَآمَنَهُمْ مِنْهُ، وَهُوَ عَذَابُ اللَّهِ يَبْعَثُهُ عَلَى شِرَارِ خَلْقِهِ
Orangorang yang mati tidak mengetahui sesuatu pun dari peristiwa tersebut.
Abu Hurairah r.a. mengajukan pertanyaan, " Wahai Rasulullah, siapakah yang dikecualikan oleh Allah Swt . dalam firman Nya: Maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah * ( An Naml : 8 7 ) . "
Nabi Saw. bersabda, " Mereka adalah para syuhada. " Dan sesungguhnya keguncangan itu hanyalah dialami oleh orang orang yang masih hidup di masa itu. Para syuhada adalah orangorang yang tetap hidup di sisi Tuhan mereka seraya di beri rezeki , maka Allah memelihara mereka dari guncangan yang terjadi pada hari itu dan menyelamatkan mereka darinya. Karena sesungguhnya azab tersebut dikirimkan oleh Allah untuk sejelek-jeleknya makhluk allah
Hari itulah yang diungkapkan oleh Allah Swt .dalam firmanNya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ . يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian, sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar ( dahsyat ) . ( Ingatlah) pada hari ( ketika ) kalian melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya, dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil; dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. ( Al Haj : 12)
Mereka mengalami azab itu menurut apa yang dikehendaki oleh Allah,hanya saja azab itu masanya cukup lama.
Wallahu a'lamu bil asshowab
Sumber : Tafsir ibnu Katsir surat al An'am
Jibril, Mika'il dan Malaikat maut juga mati, tahap 2
Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Israfil untuk melakukan tiupan yang membinasakan , lalu Israfil melakukan tiupan yang membinasakan, maka binasalah semua penduduk langit dan bumi kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah. Maka dengan serta merta mereka semuanya mati , lalu malaikat maut datang menghadap kepada Tuhan Yang Maha perkasa, dan berkata:
يَا رَبِّ، قَدْ مَاتَ أَهْلُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شِئْتَ. فَيَقُولُ اللَّهُ -وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ بَقِيَ -: فَمَنْ بَقِيَ؟ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، بقيتَ أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا تَمُوتُ، وَبَقِيَتْ حَمَلَةُ الْعَرْشِ، وَبَقِيَ جِبْرِيلُ وَمِيكَائِيلُ، وَبَقِيتُ أَنَا. فَيَقُولُ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ: لِيَمُتْ جِبْرِيلُ وَمِيكَائِيلُ.
"Wahai Tuhanku, telah mati semua penduduk langit dan bumi kecuali siapa yang Engkau kehendaki . " Allah Swt .—Yang Maha Mengetahui siapa yang masih hidup —berfirman, " Siapakah yang masih hidup ? " Malaikat maut menjawab, "Yang masih hidup adalah Engkau Yang Maha kekal dan tidak akan mati, para malaikat penyangga Arasy, Jibril , Mikail , dan saya "Ma ka Allah berfirman, " Hendaklah Jibril dan Mikail mati . "
Lalu Allah menyuruh ' Arasy berbicara, maka ' Arasy bertanya, " Wahai Tuhanku, apakah Jibril dan Mikail harus di matikan ? " Allah Swt . berfirman, "Diamlah kamu. karena sesunguhnya Aku telah menetapkan mati atas semua makhluk yang ada di bawah ' Arasy Ku. " Lalu Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail mati .
ثُمَّ يَأْتِي مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى الْجَبَّارِ [عَزَّ وَجَلَّ] فَيَقُولُ يَا رَبِّ، قَدْ مَاتَ جِبْرِيلُ وَمِيكَائِيلُ. فَيَقُولُ اللَّهُ [عَزَّ وَجَلَّ] -وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ بَقِيَ -: فَمَنْ تَبَقَّى؟ فَيَقُولُ: بَقِيتَ أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا تَمُوتُ، وَبَقِيَتْ حَمْلَةُ عَرْشِكَ، وَبَقِيتُ أَنَا. فَيَقُولُ اللَّهُ، [عَزَّ وَجَلَّ] لِيَمُتْ حَمْلَةُ عَرْشي.
Kemudian malaikat maut datang menghadap Tuhan Yang Mahaperkasa, lalu berkata, " Wahai Tuhanku, Jibril dan Mikail telah mati." Allah berfirman, Dia lebih mengetahui siapa yang masih hidup saat itu, "Siapakah yang masih hidup? " Malaikat maut menjawab, " Yang masih ada ialah Engkau Yang Hidup Kekal yang tidak akan mati , malaikatmalaikat penyangga ' Arasy, dan saya sendiri . " Allah berfirman, "Hendaklah semua malaikat penyangga ' Arasy mati . "
Maka semuanya mati. Lalu Allah memerintahkan ' Arasy untuk mengambil sangkakala dari Malaikat Israfil .
Malaikat maut datang menghadap, lalu berkata,:
يَا رَبِّ، قَدْ مَاتَ حَمَلَةُ عَرْشِكَ. فَيَقُولُ اللَّهُ -وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ بَقِيَ -:: فَمَنْ بَقِيَ؟ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، بَقِيتَ أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا تَمُوتُ، وَبَقِيتُ أَنَا. فَيَقُولُ اللَّهُ [عَزَّ وَجَلَّ] أَنْتَ خَلْقٌ مِنْ خَلْقِي، خَلَقْتُكَ لِمَا رَأَيْتَ، فمِت. فَيَمُوتُ.
" Wahai Tuhanku, semua malaikat penyangga Arasy Mu telah mati . " Allah Swt . berfirman, Dia Maha Mengetahui siapa yang masih hidup, " Siapakah yang masih hidup?" Malaikat maut menjawab, " Yang masih ada adalah Engkau yang Hidup Kekal dan tidak akan mati , dan saya sendiri . " Allah Swt .berfirman, " Engkau adalah salah satu dari makhluk Ku, Aku ciptakan kamu menurut apa yang Aku maui , maka matilah kamu . " Lalu malaikat maut itupun mati .
Tiada yang kekal kecuali hanya Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa, Dialah Allah Yang Maha Esa, bergantung kepadaNya segala sesuatu, tidak ber anak dan tidak diperanakkan, Dia adalah Yang Maha akhir sebagai mana Dia adalah Yang Maha awal .
Allah menggulung langit dan bumi seperti menggulung lembaranlembaran kertas , lalu membulatkan keduanya seperti telur dan menelannya sebanyak tiga kali . Setelah itu Allah berfirman, ' "Akulah Yang Mahaperkasa, Akulah Yang Maha perkasa , " sebanyak tiga kali .
Lalu Allah berseru dengan suara yang lantang:
Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? ( Al Mu’min: 16)
لِمَنِ الْمُلْكُ الْيَوْمَ
Seruan itu di ucapkan sebanyak tiga kali , tetapi tiada seorangpun yang menjawab. Kemudian Allah Swt .berfirman kepada diri Nya:
لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
Hanya Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.(AlMumin: 16)
Allah Swt .berfirman pula:
يَوْمَ تُبَدَّلُ الأرْضُ غَيْرَ الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ
Pada hari ( ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.( Ibrahim: 48)
Maka Allah menghamparkan keduanya dan menjadikannya rata,lalu digelarkan sebagaimana kulit dipasar 'Ukaz digelarkan.
لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلا أَمْتًا
Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi. ( Thaha: 107)
Wallahu a'lamu bil asshowab
Sumber : Tafsir ibnu Katsir surat al An'am
Tiupan kebangkitan, tahap ke 3
Pada Tiupan Kebangkitan Allah menghardik semua makhluk dengan sekali hardikan (teriakan). Maka dengan serta merta mereka berada di bumi yang telah diganti tersebut sebagaimana keadaan mereka semula pada bumi yang pertama. Orang yang berada didalam perutnya tetap berada didalam perutnya, dan orang yang berada dipermukaannya tetap berada di permukaannya.
Selanjutnya Allah menurunkan kepada mereka air dari bawah 'Arasy, dan Allah memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunlah hujan selama empat puluh hari . sehingga air mencapai ketinggian dua belas hasta diatas mereka. Kemudian Allah memerintahkan semua jasad untuk tumbuh, maka tumbuhlah semua jasad bagaikan kecambah — atau seperti tumbuhnya sayur mayur — hingga jasad mereka kembali seperti sediakala dalam keadaan sempurna.
قَالَ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ: ليَحْيَا حملةُ عَرْشِي، فَيَحْيَوْنَ. وَيَأْمُرُ اللَّهُ إِسْرَافِيلَ فَيَأْخُذُ الصُّورَ، فَيَضَعُهُ عَلَى فِيهِ، ثُمَّ يَقُولُ: لِيَحْيَا جِبْرِيلُ وَمِيكَائِيلُ، فَيَحْيَانِ، ثُمَّ يدعو الله الأرواح فَيُؤْتَى بِهَا تَتَوَهَّجُ أَرْوَاحُ الْمُسْلِمِينَ نُورًا، وَأَرْوَاحُ الْكَافِرِينَ ظُلْمَةً، فَيَقْبِضُهَا جَمِيعًا ثُمَّ يُلْقِيهَا فِي الصُّورِ.
Allah Swt .berfirman, " Hiduplah malaikat malaikat penyangga 'Arasy!" Maka semua malaikat penyangga ' Arasy hidup kembali .Allah memerintahkan Malaikat Israfil , lalu Malaikat Israfil mengambil sangkakala dan meletakkannya dimulutnya. Allah berfirman, " Hiduplah Jibril dan Mikail ! " Maka keduanya hidup kembali . Kemudian Allah memanggil semua roh, maka semuanya dihadapkan kepada Nya; roh roh orang orang muslim memancarkan cahaya yang berkilauan, sedangkan arwah orangorang kafir gelap gulita. Lalu Allah menggenggam semua arwah dan memasukkannya kedalam sangkakala.
Kemudian Allah Swt .memerintahkan Malaikat Israfil untuk melakukan tiupan kebangkitan, maka Malaikat Israfil melakukan tiupan untuk menghidupkan mereka kembali . Lalu keluarlah semua roh bagaikan lebah yang banyaknya memenuhi kawasan antara bumi dan langit. Allah Swt .berfirman,:
لَيَرْجِعَنَّ كُلُّ رُوحٍ إِلَى جَسَدِهِ
" Demi keperkasaan dan keagungan Ku, hendaknya setiap roh benarbenar kembali kepada jasadnya masingmasing."
Hidupnya semua Makhluk
Maka semua roh masuk kedalam bumi kejasadnya masing-masing dan memasukinya melalui lubang hidungnya, lalu menjalar keseluruh tubuh seperti menjalarnya racun pada tubuh orang yang disengatnya sehingga semua makhluk menjadi hidup kembali. Kemudian bumi terbelah membuka , dan aku ( Nabi Saw. ) adalah orang yang mulamula dibelahkan bumi . Kemudian kalian cepatcepat keluar , bersegera menghadap Tuhan.
Orangorang kafir berkata :
مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. "Ini adalah hari yang berat. " ( Al Qamar : 8)
Pada saat itu kalian dalam keadaan tidak beralas kaki , telanjang bulat ,dan tidak di khitan. Lalu kalian semua berdiri disuatu tempat yang lamanya adalah tujuh puluh tahun perjalanan. Saat itu kalian tidak diperhatikan, dan tidak dilakukan peradilan diantara kalian (yakni kalian didiamkan oleh Allah Swt . ) . Maka kalian semua menangis hingga air mata kalian kering, yang keluar adalah darah kalian. Kalian berkeringat dengan derasnya hingga kalian tenggelam didalam lautan keringat , atau ketinggian keringat mencapai batas janggut kalian. Kalian mengatakan,:
مَنْ يَشْفَعُ لَنَا إِلَى رَبِّنَا فَيَقْضِي بَيْنَنَا؟ فَتَقُولُونَ مَنْ أَحَقُّ بِذَلِكَ مِنْ أَبِيكُمْ آدَمَ، خَلَقَهُ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ، وَكَلَّمَهُ قُبُلًا؟ فَيَأْتُونَ آدَمَ، فَيَطْلُبُونَ ذَلِكَ إِلَيْهِ فَيَأْبَى، وَيَقُولُ: مَا أَنَا بِصَاحِبِ ذَلِكَ.
" Siapakah yang memohonkan syafaat kepada Tuhan buat kami semua, hingga Dia mau memutuskan perkara diantara kami?"
Lalu kalian berkata. " Tiadalah orang yang berhak mengajukan hal tersebut selain dari bapak kalian semua, yaitu Adam. Allah menciptakan dia dengan tangan ( kekuasaan)Nya secara langsung, Dia meniupkan sebagian dari rohNya kedalam tubuhnya, dan Dia telah mengajaknya berbicara secara langsung. " Maka mereka mendatangi Adam dan meminta hal tersebut (syafaat ) kepadanya, tetapi Adam menolak dan mengatakan, " Aku bukanlah orang yang layak untuk mengajukan hal tersebut . "
Kemudian mereka mendatangi para nabi satu persatu, tetapi setiap mereka datangi seorang nabi, dia menolak permintaan mereka. Rasulullah Saw. melanjutkan kisahnya:
حَتَّى يَأْتُونِي فَأَنْطَلِقُ إِلَى الْفَحْصِ، فَأَخِرُّ سَاجِدًا. قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْفَحْصُ؟ قَالَ- قُدَّامَ الْعَرْشِ، حَتَّى يَبْعَثَ اللَّهُ إِلَيَّ مَلَكًا فَيَأْخُذُ بِعَضُدِي وَيَرْفَعُنِي فَيَقُولُ لِي: يَا مُحَمَّدُ، فَأَقُولُ: نَعَمْ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَا شَأْنُكَ؟ وَهُوَ أَعْلَمُ- فَأَقُولُ يَا رَبِّ وَعَدْتَنِي الشَّفَاعَةَ، فَشَفِّعْنِي فِي خَلْقِكَ فَاقْضِ بَيْنَهُمْ، قَالَ اللَّهُ: قَدْ شَفَّعْتُكَ، أَنَا آتِيكُمْ أَقْضِي بَيْنَكُمْ
" Pada akhirnya mereka datang kepadaku, lalu aku berangkat menuju AlFahs , dan aku langsung menyungkur bersujud. " Abu Hurairah bertanya, " Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan AlFahs ? " Rasulullah Saw. bersabda, "Halaman depan ' Arasy. Kemudian Allah mengutus malaikat kepadaku , dan malaikat itu memegang lenganku dan mengangkatku . Maka Allah berfirman kepadaku, ' Hai Muhammad ! ' Dan aku menjawab, ' Ya, wahai Tuhanku. '
Allah Swt .berfirman. ' Mengapa kamu ini ? ' Padahal Dia Maha Mengetahui. Aku berkata, ' Wahai Tuhanku, Engkau telah menjanjikan syafaat kepadaku, maka berilah aku izin untuk memberi syafaat kepada makhlukMu, putuskanlah peradilan diantara mereka .' Allah Swt .berfirman, ' Aku terima syafaatmu, sekarang Aku datang kepada kalian untuk memutuskan peradilan diantara kalian' . "
Wallahu a'lamu bil asshowab
Sumber : Tafsir ibnu Katsir surat al An'am
Hari Hisaban, tahap 4
Dalam cerita sebelumnya kita membahas tentang hari Kebangkitan, maka dalam episode ini kita membahas Hari Hisaban , dalam episode ini Rasulullah Saw. melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu beliau kembali dan berdiri ( bergabung) dengan manusia. Ketika kami sedang berdiri, tibatiba kami mendengar suara yang sangat keras dari langit yang membuat kami semua takut . Ternyata suara itu muncul dari malaikat penghuni langit pertama yang turun ke bumi dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah manusia dan jin yang ada di bumi .Ketika mereka telah berada didekat bumi , bumi menjadi terang benderang oleh cahaya mereka, lalu mereka mengambil saf (barisan)nya.
Maka kami bertanya :
وَقُلْنَا لَهُمْ: أَفِيكُمْ رَبُّنَا؟ فَيَقُولُونَ: لَا. وَهُوَ آتٍ
" Apakah Tuhan kita ada bersama kalian?" Mereka menjawab, " Tidak, tetapi Dia akan datang. "
Kemudian turunlah penduduk langit yang kedua dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah rombongan malaikat yang pertama dan dua kali lipat dari jumlah makhluk manusia dan jin yang ada di bumi . Ketika mereka telah dekat dengan bumi , maka bumi menjadi terang benderang karena cahaya mereka, lalu mereka mengambil safnya. Kami bertanya kepada mereka,:
وَقُلْنَا لَهُمْ: أَفِيكُمْ رَبُّنَا؟ فَيَقُولُونَ: لَا. وَهُوَ آتٍ
" Apakah Tuhan kita ada bersama kalian? " Mereka menjawab, "Tidak, tetapi Dia akan datang.”
Selanjutnya para malaikat penghuni langit berikutnya turun pula dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah yang telah ada, lalu turunlah Tuhan Yang Maha perkasa dalam naungan awan dan malaikat . Saat itu yang memikul 'ArasyNya adalah delapan malaikat , sekarang empat malaikat, telapak kaki mereka berada dibagian bumi yang paling bawah. Bumi dan langit hanya sampai sebatas pinggang mereka, sedangkan 'Arasy mereka pikul diatas pundak mereka; dari mereka keluar suara gemuruh karena bacaan tasbih mereka , yaitu:
سُبْحَانَ ذِي الْعَرْشِ والجبروت، وسبحان ذِي الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الذِي لَا يَمُوتُ، سُبْحَانَ الذِي يُمِيتُ الْخَلَائِقَ، وَلَا يَمُوتُ، سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ قُدُّوسٌ قُدُّوسٌ، سُبْحَانَ رَبِّنَا الْأَعْلَى رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، سُبْحَانَ رَبِّنَا الْأَعْلَى الَّذِي يُمِيتُ الْخَلَائِقَ وَلَا يَمُوتُ
Mahasuci Tuhan yang memiliki 'Arasy dan keperkasaan. Mahasuci Tuhan yang mempunyai kerajaan dan alam malakut. Mahasuci Tuhan Yang Hidup Kekal dan tidak akan mati. Mahasuci Tuhan Yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati.Mahasuci dengan sesucisucinya. Mahasuci Tuhan kami Yang Mahatinggi, Tuhan semua malaikat dan roh. Mahasuci Tuhan kami Yang Mahatinggi, yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati.
Maka Allah meletakkan kursi Nya disalah satu bagian dari bumi yang dikehendakiNya, lalu berseru dengan suaraNya seraya berfirman,:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ، إِنِّي قَدْ أَنْصَتُّ لَكُمْ مُنْذُ خَلَقْتُكُمْ إِلَى يَوْمِكُمْ هَذَا، أَسْمَعُ قَوْلَكُمْ وَأُبْصِرُ أَعْمَالَكُمْ، فَأَنْصِتُوا إِلَيَّ فَإِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ وَصُحُفُكُمْ تُقْرَأُ عَلَيْكُمْ فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمِنْ وَجَدَ غير ذلك فلا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ
" Hai semua makhluk jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah mendengarkan kalian sejak Aku menciptakan kalian sampai hari ini . Aku mendengar semua ucapan kalian dan melihat semua amal perbuatan kalian. Maka sekarang dengarkanlah Aku, sesungguhnya apa yang Aku utarakan hanyalah amal perbuatan kalian dan catatan catatan amal perbuatan kalian sendiri yang akan dibacakan kepada kalian. Barang siapa yang menjumpai kebaikan padanya, hendaklah ia memuji kepada Allah. Dan barang siapa yang menjumpai selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri . "
Selanjutnya Allah memerintah kepada neraka Jahannam, maka keluarlah darinya sesuatu seperti leher yang kelihatan hitam legam (gelap) oleh semuanya. Kemudian Allah Swt .membacakan firmanNya:
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِراطٌ مُسْتَقِيمٌ وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيراً أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ هذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ أَوْ- بِهَا تُكَذِّبُونَ- شَكَّ أَبُو عَاصِمٍ
Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai Bani Adam,supaya kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian, " dan hendaklah kalian menyembahKu. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian. Maka apakah kalian tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kalian diancam ( dengannya) . ( Yasin: 60 -63) Atau dikatakan, " Yang dahulu kalian dustakan, " ragu dari pihak Abu Asim.
وَامْتازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ
Dan ( dikatakan kepada mereka ) , "Berpisahlah kalian ( dari orangorang mukmin) pada hari ini, hai orangorang yang berdosa. " (Yasin:59)
Maka Allah memisahmisahkan manusia ( antara ahli surga dan ahli neraka), dan saat itu semua umat manusia berlutut . Allah Swt .berfirman:
وَتَرى كُلَّ أُمَّةٍ جاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعى إِلى كِتابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan ( pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiaptiap umat dipanggil untuk ( melihat ) buku catatan amalnya Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan.(AlJasiyah: 28)
Alloh Mengadili semua Makluk
Lalu Allah Swt . memutuskan peradilan diantara makhluk-Nya . kecuali jin dan manusia. Pada hari Hisaban tersebut Allah mengadili diantara semua hewan liar dan binatang ternak, hingga Dia memutuskan untuk kemenangan hewan yang tidak bertanduk terhadap hewan bertanduk (yang dahulu pernah menanduknya) . Apabila Allah Swt .telah selesai dari hal tersebut dan tidak ada lagi utang bagi seekor hewan atas hewan lainnya, maka Allah berfirman kepada semua binatang, "Jadilah kalian tanah! " Maka pada saat itu orang kafir mengatakan, seperti yang disitir oleh firmanNya:
يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah. ( AnNaba:40)
Kemudian barulah Allah memutuskan peradilan diantara semua hamba .Peradilan yang mulamula dilakukanNya ialah masalah yang berkaitan dengan darah. Setiap orang yang terbunuh dijalan Allah datang, lalu Allah memerintahkan kepada setiap orang yang membunuh untuk membawa kepala orang yang dibunuhnya , sedangkan urat leher si terbunuh penuh berlumuran darah. Lalu ia berkata:
يَا رَبِّ، فِيمَ قَتَلَنِي هَذَا؟ فَيَقُولُ -وَهُوَ أَعْلَمُ -: فِيمَ قَتَلْتَهُمْ؟ فَيَقُولُ: قَتَلْتُهُمْ لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لَكَ. فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: صَدَقْتَ.
" Wahai Tuhanku, karena apakah orang ini membunuhku ? " Allah Swt .—Yang Maha Mengetahui— bertanya, " Karena apakah kamu membunuh mereka ? " Maka si pembunuh menjawab , " Saya membunuh mereka agar keagungan hanyalah bagi Mu (yakni me mbela agama Allah) . " Allah Swt. berfirman, " Kamu benar . "
Maka Allah menjadikan wajahnya bercahaya seperti sinar matahari , selanjutnya para malaikat menuntunnya masuk kedalam surga.
Setelah itu datanglah setiap orang yang membunuh bukan karena niat tersebut seraya membawa kepada orang yang dibunuhnya dalam keadaan berlumuran darah dari urat lehernya. Lalu ia berkata:
يَا رَبِّ، [فِيمَ] قَتَلَنِي هَذَا؟ فَيَقُولُ -وَهُوَ أَعْلَمُ -: لِمَ قَتَلْتَهُمْ؟ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، قَتَلْتُهُمْ لِتَكُونَ الْعِزَّةُ لَكَ وَلِي. فَيَقُولُ: تَعِسْتَ.
" Wahai Tuhanku, mengapa orang ini membunuhku ?" Allah Swt . , Yang Maha Mengetahui, bertanya , " Mengapa kamu membunuh mereka ? " Ia menjawab, " Saya membunuh mereka agar keagungan hanyalah bagi engkau dan saya, wahai Tuhanku. " Maka Allah berfirman, " Celakalah kamu! "
Kemudian tiada seorang pun yang pernah membunuh orang lain melainkan ia balas di bunuh karenanya, dan tidak ada suatu perbuatan zalim yang dilakukan seseorang melainkan ia mendapat hukumannya .Hal ini sepenuhnya berada didalam kehendak Allah. Dengan kata lain, jika Dia hendak mengazabnya , niscaya Dia mengazabnya ; dan jika Dia hendak merahmatinya, niscaya Dia merahmatinya .
Selanjutnya Allah Swt .memutuskan peradilan diantara makhlukNya yang perkara mereka masih belum diputuskan, hingga tiada suatu perbuatan aniayapun yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain melainkan Allah membalaskannya bagi si teraniaya terhadap si penganiaya.
Pada saat itu seorang penjual susu yang mencampuri susunya dengan air ( ketika di dunia) benar benar disuruh memurnikan susunya dari air.
حَتَّى إِنَّهُ لَيُكَلِّفُ شَائِبَ اللَّبَنِ بِالْمَاءِ ثُمَّ يَبِيعُهُ أَنْ يخلص اللبن من الماء.
Apabila Allah Swt.' telah selesai dari hal tersebut , maka terdengarlah suara seruan yang terdengar oleh semua makhluk:
أَلَا لِيَلْحَقْ كُلُّ قَوْمٍ بِآلِهَتِهِمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ.
"Ingatlah, hendaklah masingmasing kaum bergabung dengan tuhan tuhan mereka dan segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah! "
Saat itu tidak ada seorangpun yang menyembah selain Allah kecuali ditampakkan baginya tuhan yang disembahnya itu dihadapannya . Pada hari itu ada malaikat yang diserupakan bentuknya seperti Uzair , ada pula yang diserupakan dengan Isa putra Maryam. Maka orang orang Yahudi mengikuti Uzair , dan orangorang Nasrani mengikuti Isa. Kemudian tuhan tuhan sesembahan mereka menggiring mereka kedalam neraka, dan Allah Swt . berfirman:
لَوْ كَانَ هَؤُلاءِ آلِهَةً مَا وَرَدُوهَا وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ
Andaikata berhalaberhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. ( Al Anbiya’: 99)
Apabila tidak ada yang tersisa kecuali hanya orang orang mukmin yang didalamnya terdapat orangorang munafik, maka Allah mendatangi mereka dalam bentuk menurut apa yang dikehendaki Nya, lalu Dia berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، ذَهَبَ النَّاسُ فَالْحَقُوا بِآلِهَتِكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ. فَيَقُولُونَ: وَاللَّهِ مَا لَنَا إِلَهٌ إِلَّا اللَّهُ، وَمَا كُنَّا نَعْبُدُ غَيْرَهُ
" Hai manusia , semua orang telah pergi , maka sekarang bergabunglah dengan tuhan tuhan kalian dan apa yang kalian sembah. " Mereka berkata, " Demi Allah, kami tidak mempunyai Tuhan selain Allah, dan kami sama sekali tidak pernah menyembah selainNya. "
Maka Allah pergi meninggalkan mereka , dan Dialah yang mendatangi mereka. Kemudian Allah tinggal selama yang di kehendaki Nya untuk tinggal , setelah itu Dia datang lagi kepada mereka dan berfirman, " Hai manusia , semua orang telah pergi , maka bergabunglah kalian dengan tuhan tuhan kalian dan apa yang kalian sembah! " Mereka menjawab, " Demi Allah, kami tidak mempunyai Tuhan selain Allah, dan kami sama sekali tidak pernah menyembah selainNya. "
فَيَكْشِفُ لَهُمْ عَنْ سَاقِهِ، وَيَتَجَلَّى لَهُمْ مِنْ عَظَمَتِهِ مَا يَعْرِفُونَ أَنَّهُ رَبُّهُمْ، فَيَخِرُّونَ سُجَّدًا عَلَى وُجُوهِهِمْ، وَيَخِرُّ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلَى قَفَاهُ، وَيَجْعَلُ اللَّهُ أَصْلَابَهُمْ كَصَيَاصِي الْبَقَرِ. ثُمَّ يَأْذَنُ اللَّهُ لَهُمْ فَيَرْفَعُونَ
Maka Allah menampakkan sebagian dari betis Nya dan sebagian dari kebesaranNya sehingga mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan mereka. Lalu mereka menyungkur diatas muka mereka seraya bersujud, sedangkan semua orang munafik menyungkur diatas tengkuknya (terbalik), dan Allah menjadikan tulang iga mereka mencuat seperti tanduk sapi . Kemudian Allah mengizinkan mereka untuk mengangkat mukanya .
Wallahu a'lamu bil asshowab
Sumber : Tafsir ibnu Katsir surat al An'am
Rasululloh menangis sepulang dari Isro Mi'roj
Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.
Seperti yang dilakukan siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW.
Tidak sebagaimana biasanya pada kunjungan hari itu mereka mendengar dari luar rumah suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati.
Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.
Di dalam rumah Rasulullah duduk termenung. Nampak kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.
“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.
Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka dengan palu-palu dari api”.
Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”
Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.
“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.
“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah
“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.
Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.
Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya”.
Seperti yang dilakukan siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW.
Tidak sebagaimana biasanya pada kunjungan hari itu mereka mendengar dari luar rumah suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati.
Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.
Di dalam rumah Rasulullah duduk termenung. Nampak kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.
“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.
Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka dengan palu-palu dari api”.
Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”
Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.
“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.
“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah
“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.
Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.
Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya”.
Subscribe to:
Posts (Atom)