Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Masjid fenomenal Jogokaryan Yogjakarta



Copas fb

Masjid fenomenal Jogokaryan, Yogyakarta

Masjid yang kas saldonya selalu Rp. 0,- saat diumumkan..

Jika Masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo-infak harus NOL Rupiah !!
menurut LKM Masjid, Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank..

Pengumuman infak jutaan juga dihawatirkan akan menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit karena tak punya biaya atau tak bisa sekolah..

Masjid yang menyakiti Jamaah adalah tragedi da'wah, sehingga dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya..

Masya Allah...

Bahkan mesjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas wifi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, buka puasa 5000 piring nasi setiap hari selama bulan ramadhan..

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Jogja..
termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di Mesjid..

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” - (QS. At-Taubah 18)

22 Point Terpenting dari Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.

1. Masjidnya  hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami').

2. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat.

3. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.

4. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar'i.

5. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.

6. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

7. Yg blm jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.

8. Yg belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing2)

9. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yg besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yg segera mengalir ke penginfaq.

10. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba'da subuh.

11. Ada 500 - 1000 nasi bungkus tiap ba'da jumat (dana swadaya jamaah).

13. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.

14. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).

15. TPA diajar oleh anak2 RISMA/RMJ.

16. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa', walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa' ini diambil di masjid ba'da subuh.

17. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.

18. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.

19. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang2 mampir istirahat.

20. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana2 infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.

21. Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.

22. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)

Semoga bisa dijadikan contoh untuk para takmir masjid yang lain. Aamiin 😊

Silahkan share jika bermanfaat...

Penjual nasi bakar menjadi pemilik PriAventure travel


Penjual Nasi Bakar Jadi Bos Travel
(Oleh mas Imam gem Sufaat)

Ini kisah hidup seorang sahabat bernama Anshar. Saya biasa memanggilnya Bang Anshar. Sebagian teman ada yang memanggilnya Anchay.

Usianya tiga tahun di atas saya. Dia kelahiran Makassar, 23 Februari 1974. Seperti kebanyakan orang kelahiran 1970-1980, hobinya adalah sepak bola. Bang Anshar adalah suporter setia PSM Makassar. Dia juga suka band rock macam Iron Maiden, Metalica, Guns & Roses, Skid Row, God Bless, Surabaya Rock Band, SAS, Ucamp, Slank, dan sejenisnya.

Bang Anshar kali pertama merantau ke Jakarta pada 1993. Ketika itu, dia sedang mendukung laga PSM Makassar di Jakarta. Bersama belasan teman sekampung, anak ketiga dari lima bersaudara ini putar-putar Ibu Kota.

Singkat cerita, Bang Anshar kepincut dengan Jakarta. Dia enggan balik ke Makassar dan memilih tinggal di Jakarta. Dari sini, petualangan dimulai. Bang Anshar menjajal aneka profesi demi bertahan hidup. Pernah dia bekerja sebagai kru film. Pernah juga bekerja sebagai buruh pabrik di Karawang.

Bosan jadi buruh pabrik, Bang Anshar menjajal profesi sebagai tukang catat di rekanan Bulog. Pernah juga sebagai sales engineering sebuah perusahaan di Jakarta.

Saat di Jakarta inilah, saya berkenalan dengan Bang Anshar. Dia menikahi seorang gadis tetangga saya di Cempaka Putih, Jakpus. Kami pun mulai akrab karena Bang Anshar sejak itu tinggal di Cempaka Putih.

Usai menikah, ekonomi Bang Anshar sempat terpuruk. Dia mencoba berbagai usaha, namun gagal. Pernah Bang Anshar berjualan nasi bakar di perkantoran dekat Kebon Sirih.

Suatu siang, saya mampir di warungnya. Sedih sekali, warung itu sepi pengunjung. Bang Anshar duduk termenung sembari menunggu dagangannya.

"Bang, mau tidak saya ajak bertamu ke rumah bos travel. Siapa tahu, beliau sedang cari karyawan. Nanti, saya bantu ngomong," ajak saya.

"Mau, Mas Imam. Kapan-kapan kita ke sana ya," jawab Bang Anshar.

Suatu malam, saya dan Bang Anshar bertamu ke rumah Bapak H. Bashori. Beliau adalah pemilik travel haji umrah Multazam Utama. Rumahnya tak jauh dari kontrakan saya di Cempaka Putih. Kami menyampaikan maksud untuk bisa berkarya di Multazam Utama. Alhamdulillah, Bapak H. Bashori mengamini rencana kami.

"Mampir saja ke kantor. Nanti kita bicarakan lebih lanjut," kata Bapak H. Bashori yang terkenal dermawan.

Singkat cerita, Bang Anshar bekerja di Multazam Utama pada 2012. Dia dipercaya sebagai staff ticketing. Dari sini, dia belajar banyak tentang jual-beli tiket luar negeri, khususnya Timur Tengah. Putra pasangan H. Abdul Azis Pata dan Hj. Nurhasni ini juga sempat menangani marketing dan handling di bandara.

Pada 2017, Bang Anshar memutuskan resign. Dia pun mendirikan travel haji umrah bersama dua sahabatnya, Barly Azim Jusuf dan Arief Kurniawan. Dua sahabat ini juga mantan karyawan Multazam Utama. Bahu membahu mereka merintis bisnis travel haji umrah berlabel PriAventure Anugrah Haramain.

Berbagai rintangan datang silih berganti. Meski demikian, Bang Anshar dkk tetap tegar menghadapinya. Mereka yakin dengan doa dan ikhtiyar, Allah akan menolong.

"Yang penting doa, yakin, dan musyawarah. InsyaAllah semua masalah bisa diatasi," kata Bang Anshar.

Akhir 2018 ini, PriAventure mulai menampakkan trend positif. Ratusan jamaah sudah siap diberangkatkan ke Tanah Suci. Di antara mereka, banyak yang menjadi korban penipuan travel haji umrah yang marak tahun 2017.

"Selalu berpikir positif saja Mas Imam," kata Bang Anshar saat saya tanya motto hidupnya.

Alhamdulillah, PriAventure Anugerah Haramain sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah. Ini membuat Bang Anshar dkk leluasa melebarkan sayap ke berbagai daerah di Indonesia.

Bang Anshar sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberi kemudahan bisa berkiprah di bidang travel haji umrah. Dia juga sangat bersyukur kepada Bapak H. Bashori sekeluarga yang telah berkenan memberikan tempat untuk bekerja dan belajar.

Semoga kisah singkat ini bermanfaat untuk Anda. Betapa jalan hidup manusia selalu menyimpan cerita. Tugas kita adalah berdoa, yakin, ikhtiyar, sabar, dan tawakkal.

Tips bisa umroh berkali kali tiap tahun

Oleh mas imam Gem Sufaat

Tips Bisa Umroh Lailatul Qodar Tiap Tahun

Artikel ini saya tulis ketika masih bekerja di Multazam Utama Tour & Travel. Waktu itu saya berkesempatan mewawancarai Bapak H. Agus Murdono yang alhamdulillah bisa rutin umroh di 10 malam terakhir bulan ramadhan. Berikut petikannya.

"Mengapa Pak Agus selalu ikut umroh Lailatul Qodar setiap tahun?"

- Sebenarnya saya enggan membahas ibadah saya. Bismillah, semoga yang saya sampaikan bermanfaat untuk umat dan menjauhkan saya dari riya'.

Allah berfirman bahwa hidup itu untuk ibadah. Dan peak season (puncaknya) adalah 10 hari terakhir Bulan Ramadhan. Di situ, Allah melipatgandakan pahala. Jadi, sebisa mungkin kita meraih bagian pahala yang besar.

"Apa tips Pak Agus agar bisa umroh Lailatul Qodar setiap tahun?"

- Karena saya karyawan, jadi setiap bulan saya konsisten memotong gaji untuk tabungan umroh. Dengan demikan, saat tiba waktunya, saya tinggal mendaftar.

"Adakah tips lainnya?"

- Rutinkan dzikir di masjid setelah sholat subuh sampai suruq. Kan pahalanya sama dengan haji dan umroh. Sebelum meninggalkan masjid kita berdoa, "Ya Allah, saya sudah mengamalkan amalan berpahala haji dan umroh. Maka, izinkan saya mengamalkan ibadah umroh ke Tanah Suci setiap 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan."

"Bagaimana caranya agar kita selalu semangat untuk beribadah?"

- Jangan pernah merasa amalan kita sudah cukup. Jangan yakin bisa masuk surga dengan amalan yang sudah ada. Kita harus selalu khawatir amalan kita belum cukup. Jadi kita selalu beribadah maksimal agar bisa masuk surga selamat dari neraka.

"Adakah tips lainnya Pak?"

- Hidup ini sementara. Semua harta akan diwaris anak cucu saat kita meninggal. Lha kita bawa apa kalau sudah mati? Mumpung masih hidup, kita perbanyak ibadah, termasuk menyisihkan sebagian rejeki untuk umroh ke Tanah Suci.

"Bagaimana rasanya bisa rutin ke Tanah Suci Pak?"

H. Agus: Alhamdulillah saya bersyukur sekali. Tapi, yang perlu diingat, semakin kita dekat dengan Allah, kita harus siap dengan segala macam cobaan. Tentu saja, cobaannya akan disesuaikan dengan kadar keimanan kita. Tapi, kita tidak perlu khawatir, Allah pasti menolong hambaNya yang sabar.

--------------------

مَنْ صَلَّىالْغَدَا ةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Dari Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa Shalat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian shalat dua raka'at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (Hasan-Shahih: At-Tirmidzi, No. 480, 586).

Kisah inspiratif, bang aku ingin kerja


istri : Abang, aku mau kerja!”
.
suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
.
istri : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
.
suami :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
.
istri : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
.
suami :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
.
istri : “Apa-apaan sih?”
.
suami :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
.
istri : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
.
suami : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
.
istri : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
.
suami : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
.
istri : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
.
suami : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
.
istri :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
.
suami : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
.
istri : “Jadi, kita harus bagaimana?”
.
suami : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
.
istri :“Apa, Bang?”
.
suami : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
.
istri : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
.
suami : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
.
istri : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
.
suami : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
.
istri :“Apa?”
.
suami : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
.
istri :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
.
suami : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
.
istri : “Tapi, Bang?!”
.
suami : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
.
istri :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
.
suami : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
.
istri : “Kalau tidak kaya?”
.
suami : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
.
istri : “Apa, Bang?
.
suami : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban

Renungan kisah nyata anak penghafal AlQuran

Sharing artikel dari sebuah web

RENUNGAN SEBUAH KISAH NYATA

Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…

Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan… Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya…

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya… Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an..

Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung… Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung… “Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”… “Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…

Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…

Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak” ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah… Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya…luar biasa haru… Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An’Amayat 32:”

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”… Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya buat saya pribadi… Salam………

Pak Bintoro, tukang pijat naik haji


Nama bapak ini Bintoro asmat iskak
Tinggal di kebayoran lama Jakarta selatan.
Saya berkenalan dengan beliau saat dia bergabung satu rombongan dengan rombongan haji ONH plus Multazam Utama tahun ini (2016). Katanya dia menabung selama 20 tahun untuk bisa berangkat haji. Penampilannya sangat sederhana, sulit dipercaya bapak ini sudah haji dua kali, ini yang ketiga. Profil tubuh pendek karena kalau berjalan seperti membungkuk, dengan pandangan mata yang seperti orang ngantuk, selalu memakai baju batik.. Beliau dengan cepat menjadi idolanya bapak bapak anggota rombongan haji karena kepiawaiannya memijat. Maklum sehabis umroh melaksanakan perjalanan panjang, tawaf dan sa'i, tubuh luluk lantak pegal linu. Tidak heran pak bintoro dimintai amal sholeh memijat.
Pak bintoro tidak pernah menolak dimintai memijat. Satu persatu dari kamar ke kamar apartemen beliau datangi..
Rata rata yang sudah merasakan dipijit oleh pak bintoro mengakui pijetan pak bintoro memang luar biasa.. Bisa bikin meringis jika memang tidak terbiasa dipijat. Bahkan ada yang bilang, seperti jari besi.
Namun setelahnya pasiennya segar lagi. Siap untuk beraktifitas ibadah lagi.
Setelah dipijat, tak jarang ada yang memberi uang sekedarnya sebagai tanda terima kasih, baik pakai uang rupiah maupun real. Walau pak bintoro sebenarnya tdk mengharapkan. Dia bilang mijetnya sebagai amal sholeh tambahan pahala mijati teman teman seperjalanan hajinya. Kalau semua sehat, lancar hajinya, otomatis pak bintoro juga kecipratan pahalanya.
Dari mijat teman teman seperjalanan hajinya, pak bintoro bilang dia sudah dapat rejeki sekitar 5 juta dari pemberian teman teman yang dia pijat.. Maklum rombongan haji ONH plus rata rata orang sugih semua ditambah puas dengan hasil pijetannya.
Yang bikin kagum, pak bintoro bilang semua rejeki hasil mijatnya 2 juta sudah dia sodaqohkan di masjidil haram. Sisanya dia akan sodaqohkan juga semuanya sebelum pulang ketanah air. yang dia yakinkan, pahala kebaikan di tanah haram akan dibalas Allah 100.000 kali lipatan sampai tidak terhingga..
Betul betul..
Pak bintoro sempat cerita, langganan pijetnya di Jakarta sdh ribuan.
Setiap hari dia bisa keliling Jakarta memijat 3-5 pasien. Dan rejeki dari jasa pijatnya alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan beliau sehari hari..
Bahkan sebagian bisa dia tabung untuk akhirnya dia bisa berangkat haji ONH plus tahun ini.
Itulah pak bintoro, bapak berusia 61 tahun ini dengan kesederhanaannya, kerja keras, ketekunannya dengan profesinya, dia bisa mewujudkan impiannya pergi haji.
Suatu malam saat rombongan haji lebih banyak yang terlelap tidur, saya pernah menjumpai beliau sedang sholat malam di tangga apartemen menuju lantai atap. Khusuk.
Semoga beliau bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan aman, lancar, selamat, barokah dan mabrur. Amiin..

Yang hendak merasakan pijatan pak bin, bisa menghubungi beliau di telpon 081315790461 atau 021-92232407


Doa sekeranjang tempe


Ada seorang ibu penjual tempe, yang nyaris tak pernah mengeluh selama hidupnya. Ia jalani hidup dengan riang, tanpa pernah menyesalinya. Suatu pagi, setelah salat subuh, dia berkemas untuk mejual tempenya. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu belum jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.
Di tengah putus asa, dia tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.
Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."
Sebelum mengunci pintu, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.
Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.
Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Air matanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...
Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya.
"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??" Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..."  Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."
"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi.
Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"
"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Ohh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
Dengan cerita tersebut saya ingin menyampaikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling baik dan paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling baik dan paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sempurna. Jadi yang penting sekarang adalah bagaimana bisa menyerahkan semua keputusan kepada Allah (tawakal) dibalik semua doa baik kita. Dan jangan lupa untuk berdoa yang baik-baik terus ketika melihat keadaan yang menurut kita tidak benar

Man, lion and a honeycomb


Once a man saw in his dream, that a lion was chasing him. The man ran to a tree, climbed on to it and sat on a branch. He looked down and saw that the lion was still there waiting for him. The man then looked to his side where the branch he was sitting on was attached to the tree and saw that two rats were circling around and eating the branch. One rat was black and the other one was white. The branch will fall on the ground very soon. The man then looked below again with fear and discovered that a big black snake had come and settled directly under him. The snake opened its mouth right under the man so that he will fall into it. The man then looked up to see if there was anything that he could hold on to. He saw another branch with a honeycomb. Drops of honey were falling from it. The man wanted to taste one of the drops. So, he put his tongue out and tasted one of the falling drops of honey. The honey was amazing in taste. So, he wanted to taste another drop and then another and as a result, he got lost into the sweetness of the honey. He forgot about the two rats eating his branch away, the lion on the ground and the snake that is sitting right under him. Suddenly when the branch broke he remembered all the dangers woke up from his sleep.

Since this was an unique dream, the man went to a pious scholar of Islam to know its meaning. The scholar said "The lion you saw is your death. It always chases you and goes where ever you go. The two rats, one black and one white, are the night and the day. Black one is the night and the white one is the day. They circle around, coming one after another, to eat your time as they take you closer to death. The big black snake with a dark mouth is your grave. It's there, just waiting for you to fall into it. The honeycomb is this world and the sweet drops of honey are the luxuries of this world. We like to taste a little of the luxuries of this world and it's very sweet. Then we want to taste little more and then more. Meanwhile, we get lost into it and we forget about our time, we forget about our death and we forget about our grave."

May Allah wake us up from the sleep and save us before it's too late. Ameen.

Monyet & angin


Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.

Dia gak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.

Angin Topan, Tornado, & Bahorok.

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang,

dia cuma perlu waktu 45 detik.

Angin Tornado gak mau kalah, 30 detik, katanya.

Angin Bahorok senyum ngeledek & bilang,15 detik jg jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin TOPAN duluan,

… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…

Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, gak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.

Wuuusss… Wuuusss…

Dia tiup sekencang-kencangnya. Gak jatuh jg tuh monyet.

Angin Tornado jg nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kencang lagi dia tiup.

Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.

Gak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Gak lama, datang angin SEPOI-SEPOI..

Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yg gede aja gak bisa, apalagi yg kecil.

Gak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…

Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Gak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya

Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

*PESAN MORAL :*

Boleh jadi ketika kita Diuji dg KESUSAHAN…

Dicoba dg PENDERITAAN…

Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…👍

Tapi jika kita diuji dg KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...

Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.

Jangan sampai kita terlena…terbuai..

*Tetap ”Rendah Hati”, “Mawas Diri”, “Sederhana”, "Berbuat Amal" karena bukan KRITIKAN yg membuat anda "JATUH" tapi Sanjungan & Pujian.*

Inspirasi : Walau kami tidak sempurna, kami tidak meminta minta


Source : Jakarta post newspaper

Pasangan suami istri tunanetra pak Kusnadi dan bu Murtiani yang tinggal disekitar Kebon Jeruk berjalan jauh menjajakan kerupuk yang mereka dapatkan dari suplier di Ciledug...

Semoga Allah memudahkan kehidupan mereka...

Inspirasi : Dasar kelakuan anak muda jaman sekarang!


Hari itu saya belanja keperluan pribadi di sebuah swalayan. Setelah mengambil segala barang yang saya butuhkan, saya pun buru buru menuju antrian di kasir. Di depan saya ada seorang anak muda berpenampilan rada sangar dan di depan anak muda itu ada seorang ibu ibu berpenampilan sederhana dengan 2 orang anaknya yang sedang menghitung belanjaan mereka di kasir .

" Total seluruhnya 145 ribu bu " kata si neng penjaga kasir tersenyum ramah setelah menjumlahkan seluruh barang belanjaan si ibu . Ibu itu segera membuka dompetnya ... uangnya recehan semua dan sedikit lusuh , lalu dia menghitungnya satu persatu dengan wajah tertunduk . Kedua anaknya berdiri memperhatikan ibu mereka sambil sesekali memegang tangannya, keduanya terlihat tidak sabar . Antrianpun semakin panjang, maklum tanggal muda...

saya lihat wajah si ibu pucat pasi ... terlihat jelas ia kebingungan sebab ternyata uang yang ada di dompetnya kurang . Ia mulai berfikir untuk mengembalikan sebagian barang belanjaan yang diambilnya ... seketika tiba-tiba saja ... anak muda di depan saya lalu membungkuk sambil memungut uang 50 ribuan yg ada di lantai dan menyodorkannya ke pada ibu itu :

" maaf bu, hati hati bu kalau menghitung uang ... ini ada selembar uang ibu yang jatuh " ... si ibu yang bengong seperti tak percaya ... dengan tangan bergetar mengambil dan menerima uang itu ... dengan tatapan mata penuh syukur ia memandang pada si anak muda tsb.

Setelah membayar di kasir dengan gembira kedua anaknya menenteng kantong plastik belanjaan berlalu pergi . Anak muda itu membayar belanjaannya kemudian ia juga segera pergi ... saya kejar sambil tergesa-gesa menyusul dia ... setelah bertemu Saya berkata : " Dek saya tahu ... tadi kamu dengan sengaja menjatuhkan uang 50 rebuan kamu ..buat kamu kasihkan sama si ibu yang tadi itu ... saya lihat karena saya berada tepat di belakang kamu ... demi ALLAH saya bertanya , bagaimana kamu bisa mendapat ide itu ?"

... si anak muda dengan santun menjawab : " ALLAH lah yang mengilhamkan itu pada saya pak ... saya tidak ingin si ibu itu malu dihadapan kita dan anak-anak nya ... karena itu ALLAH menggerakkan hati saya untuk spontan mengerjakan apa yang bapak lihat " .... Subhanallah ... ternyata bila hati menginginkan kebaikan ... ALLAH akan membantu hamba NYA melakukan kebaikan itu ... sungguh ... kebaikan itu hanya mudah dilakukan bagi orang yang memang menginginkannya .... firman ALLAH :
فأما من أعطى و اتقى وصدق بالحسنى فسنيسره لليسرى

(diambil dari facebook)
Original shared Triya Nani

Inspirasi : Warteg Joni Abadi

Jika biasanya Anda menikmati makanan diiringi lantunan musik, hal berbeda disuguhkan Warteg Keliling "Joni Abadi".

Di warteg ini, pengunjung akan menikmati santap siang ataupun malam dengan lantunan ayat suci Al Quran.

Uniknya lagi, lantunan ayat suci Al Quran yang diperdengarkan bukan dari MP3, melainkan dari suara pengunjung di warteg tersebut.

Jika calon pengunjung mengaji hingga dua juz, maka mereka tidak perlu membayar makanan yang disantap alias gratis.

“Pengunjung yang mengaji dua juz bisa memilih makanan apa pun di warteg saya tanpa membayar (gratis),” tutur pemilik Joni Abadi, Ricky Ricarvy Irawan (31), kepada Kompas.com.

Sebelum makan siang, mereka membuka Al Quran kecilnya dan duduk di pinggir jalan untuk mengaji. Surat yang dibaca bebas. Bisa dilakukan tadarus bareng atau masing-masing.

Posisi duduk pun bebas. Mau di kursi yang sudah disediakan, atau kursi permainan yang ada di trotoar Lapang Ciujung, Jalan Supratman, Kota Bandung, tempat Joni Abadi ini biasa nongkrong.

“Saya fasilitasi di sini bisa nongkrong sambil baca Al Quran. Jadi selain berjualan, insya Allah saya ingin sambil syiar atau trip dakwah,” ungkap Ricky.

Karena warteg keliling ini baru buka dua bulan, sampai sekarang, yang mengaji di tempatnya masih teman-temannya yang tergabung dalam komunitas Pemuda Hijrah ataupun One Day One Juz.
Kehadiran mereka untuk melancarkan strategi penjualan wartegnya membuahkan hasil. Beberapa pengunjung biasanya ada yang tertarik hingga akhirnya mereka ikut mengaji bersama.

“Kalau berbicara keuntungan memang kecil. Namun, saya berbisnis tidak hanya untuk mencari untung, tetapi keberkahan. Alhamdulillah jika nantinya warteg ini bisa membuat orang jadi suka mengaji,” imbuhnya.

Ricky percaya bahwa musik dan alunan ayat suci Al Quran itu memengaruhi aspek psikologis. Jika mendengar musik sedih, secara tidak langsung akan membuat hati jadi galau.

Daripada galau berkelanjutan, lebih baik mengaji atau mendengarkan alunan ayat suci Al Quran. “Kalau mendengarkan ayat-ayat Al Quran, hati menjadi tenang, selalu mengingatkan kita pada Allah. Sharing pahalalah,” ucapnya.



Inspirasi : Menabung 6 tahun agar bisa membeli motor tanpa riba


Impian Seorang guru Ngaji asal Ponorogo bernama Dimyati dan sang istri untuk membeli motor secara cash tanpa kredit dan tanpa riba akhirnya terwujud. Setelah 6 tahun menabung uang recehan akhirnya terkumpul sebanyak 18 Juta Rupiah.

Dimyati dengan dibantu istrinya Lina latifah yang berjualan makanan ringan secara gigih menabung uang koin, lima ratus dan seribu rupiah.

Latifah menjelaskan bahwa sebagian hasil jualan jajanan ringan, sehari Rp2-20 ribu setiap harinya, semuanya uang koin lima ratusan dan seribu rupiah. Untuk menabung, Lina menggunakan 6 kaleng bekas biskuit dan dua celengan plastik.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa membeli motor dari keringat kita sendiri,” ungkap Dimyati.

Inspirasi : Ilmu yakin

Saptuari Sugiharto > Belajar Wirausaha Bareng Saptuari
ILMU YAKIN...
Minggu lalu saya dapat rejeki, waktu pulang dari satu tempat saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu..
"Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo.." Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.
"Inggih mas, matur nuwun.." Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!
Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..

Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer, cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang, mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu..
Whottt! Jalan kaki pulangnya?
Begini terjemahannya dari bahasa Jawa,
"Simbah dulu naik sepada mas tiap ke pasar, cuman sudah 5 tahun ini simbah diantar, pulangnya ngebis, sudah nggak kuat naik sepeda pulang-pergi.."
"Lho bukannya kalau pulang juga jalannya jauh mbah, 3 kilo lho sampai dusun nya simbah.."
"Mboten mas, selama 5 tahun ini hanya 3-4 kali simbah jalan sampai rumah, selalu tiap hari ada saja yang memboncengkan simbah, gonti-ganti orangnya, simbah diantar sampai depan rumah.. Simbah juga gak kenal mereka, ada yang tentara, ada yang cah kuliah, bergantian mereka memboncengkan simbah, padahal simbah juga tidak mengenal mereka.. Simbah yakin saja, pasti Allah yang akan memilihkan dari ratusan orang yang lewat di jalan itu untuk mengantar simbah setiap hari.. Biar jadi pahala mereka semua, simbah tidak bisa membalasnya..."

Wow.. Ilmu yakin Mbah Muji ini mengalahkan teknologi gojek, yang harus pakai gadged untuk memanggil jemputannya.
Seperti siang ini, ilmu yakin mbah Muji yang menarik motor saya dapat giliran mendekat dan merapat di depan langkahnya..
Besok pasti ada orang lain yang akan merapat lagi, mengantarkan simbah untuk pulang ke rumah.. Yakin deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali jalan kaki, simbah membuktikan Allah hadir setiap hari..

Bagaimana dengan kita?
Ketika "ilmu yakin" belum nancep di dada, kita sering ragu ketika berhadapan dengan masalah, yang dicari selalu solusi, bukan Allah.. Padahal Allah lah pemilik segala solusi.
Jadinya Allah dilupakan, solusi malah gak datang-datang..
Ketika masalah-masalah tak kunjung selesai, kita bersandar pada manusia yang juga lemah, curhat kesana sini, malah seperti mengumbar aib sendiri..

Padahal pesan Allah sangat jelas,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
[QS. Ath Tholaq: 2-3]

Hutang belum selesai, sabarrr.. Bersandar terus pada Allah biar dikasih jalan keluar..
Ibadahnya makin digenjot habis, habissss sehabis-habisnya!

Masalah-masalah seperti buntu, gak ada jalan keluar, sabarr.. Minta ke Allah langsung semua solusinya, yakin pasti ada jalannya..

Ilmu yakin, "Aku ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Kaya, kenapa aku harus takut menjadi miskin.."

Simbah sudah sampai di depan rumah, saya pamitan langsung, sambil menyalaminya, simbah mengguyuri saya dengan doa-doa yang membuat saya merinding mendengarnya..

Jogja yang panas siang ini, entah mengapa jadi terasa sejuk tembus ke hati...

Inspirasi : Kembalinya hp yang hilang


Dari facebook Gatot Ponco N

ALLAHU AKBAR....
Hari ini saya membuktikan bahwa masih banyak orang memiliki hati yang luar biasa....
Hari selasa yg lalu tgl 29 Desember 2015 saya dan istri perjalanan naik sepeda motor dari Kota Malang ke Ponorogo melalui Kab Blitar... Saat diperjalanan kami berhenti sejenak di daerah Wlingi Blitar untuk shalat dhuhur... selesai shalat kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai Ponorogo...
Saat di Ponorogo saya baru sadar jika Hp saya tidak ada di saku ataupun di dalam tas... maka saat itu juga memakai HP istri saya coba hubungi No Hp saya... Subhanallah... terdengar suara bapak" yang tenang dan bilang jika HP Beliau temukan di teras masjid wlingi dan sekarang sedang beliau simpankan...(padahal banyak orang jk di kondisi tsb akan segera mematikan Hp tsb atau membuang kartunya dan memakai Hp nya) Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau dan mengijinkan Hp tersebut diambil beberapa hari lagi oleh teman saya sesama konselor Ibu Shanti Widyawati yg rumahnya di Blitar ttp kebetulan hari tersebut ada di bondowoso..
Tetapi Beliau langsung menjawab... "tidak usah pak... saya yakin bapak sangat membutuhkan Hp ini terutama nama" kontaknya... biar besok saya paketkan.. Insya Allah beberapa hari sampai di Ponorogo... minta tolong dituliskan alamatnya... Masya Allah... mulia sekali Beliau... dan saya berkeinginan nanti saya akan mengucapkan dan memberi tanda terima kasih kepada Beliau memakai alamat pengirim...
Esoknya beliau SMS ke no Hp istri menyapaikan Hp sudah terpaketkan dengan jasa pengiriman JNE jam 13.00... dan mungkin karena Beliau takut saya khawatir Beliau berkata lagi Insya Allah beberapa hari lagi paketan akan sampai di Ponorogo...
Dan hari ini.... Paketan HP itu benar" sampai di saya... dan.... Subhanallah, tanpa nama dan hanya tertulis "Saudaramu Di Blitar"... Ya Allah... inikah arti ukhuwah islamiyah... begitu mulianya beliau... bahkan sesaat kemudian saya telp beliau mengucapkan terima kasih dan menanyakan alamat... Beliaupun enggan memberikan alamat bahkan nama...
Bapak yang baik.... dimanapun berada, terima kasih... semoga Allah SWT memberikan keberkahan umur kepada Bapak dan keluarga... memberikan keberkahan kesehatan kepada Bapak dan keluarga... memberikan keberkahan rejeki kepada Bapak dan keluarga...
Saya yakin... kata" terima kasih tidak Bapak harapkan.. termasuk shere saya di FB... tapi saya hanya ingin berbagi... masih banyak orang baik di sekitar kita... dan kitapun punya kesempatan belajar mencontoh keihlasan Bapak menjadi orang baik ! Insya Allah...

Inspirasi : Utamakan sholat


Adalah Budi Harta Winata, mantan tukang las yang sekarang punya pabrik baja di Jakarta. Yang unik dari sosok ini, dia memasang tulisan besar-besar di semua alat berat yang dia miliki.. UTAMAKAN SHOLAT & KESELAMATAN KERJA,
mantaaab.. Sesibuk apapun, ada adzan.. Segera sholat! Pabrik baja itu dijaga oleh seluruh karyawannya untuk berhenti bekerja jika sudah waktunya sholat.. Ketika perusahaan lain genjottt setoran dengan kerja tiada henti, mas Budi justru membuat aturan, jika adzan, semua pekerjaan tinggalkan, semua hanya kesibukan dunia..
Sholat.. Sholat... Sholat... Bukti mereka tahluk dan taat pada Rabbnya..

Karena yang di hisab pertama dalam kuburmu itu Shol

Inspirasi : Denis dan helen

 

HELEN, perempuan kulit hitam di ALABAMA,tertangkap basah mencuri di sebuah supermarket. DENIS,polisi yang dipanggil untuk menahannya,menemukan bahwa yang dicuri HELEN hanyalah 5 butir telur karena sudah 2 hari ia dan anak-anaknya tak makan.DENIS yang merasa iba,tak jadi menangkapnya.Ia malah membelikan HELEN sekeranjang telur,lalu mengantarnya pulang ke rumah.

Keesokan harinya, DENIS dan beberapa rekan polisinya datang ke rumah HELEN dengan 2 mobil penuh berisi bahan makanan dan keperluan sehari-hari. HELEN meratap dan berkata: "Engkau tak perlu melakukan ini.Terlalu berlebihan bagi kami..." Namun DENIS menjawab: "Terkadang,KEBUTUHAN kita pada KEMANUSIAAN lebih besar daripada KEBUTUHAN kita pada HUKUM..."

Inspirasi : Kakek penjual shampoo


Dari facebook Suci N Cahyani

Kakek ini tinggal di daerah Mertoyudan Magelang. Hampir setiap pagi saya melihat kakek ini di derah Kawatan. Beliau membawa sepeda tua menjual sabun dan shampoo. Temen2 kalau bertemu kakek ini sedang menyeberang jalan tolong dibantu, kalau kalian sedang terburu2, tolong bersabar, kakek ini fisiknya sudah tidak sekuat anak muda. Jangan marah2 karena kakek ini jalannya pelan2. Jangan dikasih uang, beliau tidak akan mau menerimanya, belilah barang dagangannya. Beliau hanya berusaha untuk tidak mengemis.. Sehat terus ya kakek

Inspirasi : Menggalang dana sosial dengan cara online



Hari ini saat browsing internet, saya menemukan website yang programnya mulia sekali, namanya www.kitabisa.com

Website untuk menggalang dana (fundraising) secara online untuk berbagai macam kebutuhan. Mulai dari program yayasan/NGO, inisiatif komunitas, gagasan mahasiswa, bantuan bencana alam, hingga patungan untuk pribadi yang membutuhkan.

Kitabisa ditujukan untuk menjadi wadah berkumpulnya para do-ers; mereka yang berinisiatif turun tangan menggalang kekuatan demi menciptakan perubahan yang diinginkan.

Hingga saat ini ( awal desember 2015 )

6,91 miliar rupiah telah terkumpul

540 inisiatif telah terdanai

35.276 doers tergabung

Yang mau berpartisipasi langsung saja kunjungi web nya...

www.kitabisa.com

Our Mission
Enabling millions of Indonesia’s innitiatives and potential through digital gotong royong