Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Winter is coming?

#sharingparenting

๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€

*WINTER IS COMING?*

*Elly Risman & Miftahul Hidayah

๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ€

Pekan lalu, Presiden kita menggunakan metafor “Game of Thrones (GOT)” dalam pidatonya pada IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Isi pidato itu menuai puja-puji sekaligus kontroversi.

Saya, tidak ingin masuk dalam pusaran itu.

Karena bagi saya penggunaan metafor itu saja sudah menunjukkan siapapun yang terlibat dalam tertuangnya text pidato itu, benar-benar tidak paham bahwa *GOT adalah ancaman bagi anak bangsa.*

Mengapa? Karena dalam film ini tidak hanya mengandung kekerasan dan kata-kata kotor, adegan merokok dan ngobat, tapi juga pornografi (adegan seksual termasuk incest), bahkan LGBT ada didalamnya!

Tidak percaya? Klik link ini https://www.imdb.com/title/tt0944947/parentalguide?ref_=tt_stry_pg

Apa hendak dikata, semua sudah terjadi di kancah international pula!!
*Bagaimana dengan orangtua Indonesia?*

Saya ingin mengetahui reaksi orang tua Indonesia minimal 16 ribu orang yang menjadi followers instagram kami. Dibantu Miftahul Hidayah (Pipi) yang menangani social media YKBH, kami lakukan survei kepada 16 ribu followers instagram tersebut.

Hasilnya, sebagian besar menyayangkan mengapa GOT diviralkan orang paling berpengaruh di negeri ini.

Mereka umumnya *khawatir* anak dan remaja mereka mencari tau karena penasaran, apalagi pihak TV yang menyiarkan film itu membuat meme dengan foto presiden untuk iklan season baru. Mereka menyesalkan mengapa pemerintah tidak membuat metafor yang lebih bijak dari itu.

Namun, sebagian lagi menunjukkan *ortu tidak tau apa ancaman GOT* bahkan mengaku bangga sekali dengan metafor itu.

Di tengah kekhawatiran dan ketidaktahuan orangtua, ancaman pengasuhan anak mereka: Narkoba, pornografi, kecanduan games dan LGBT di era digital ini *tidak mengenal status ekonomi maupun domisili.* Selagi anak punya gadget dan mata, semua memiliki ancaman yang sama.

Akhir akhir ini, *gelombang gerakan LGBT begitu masif* sudah masuk ke kalangan anak-remaja maupun profesional.
Era digital mempercepat guliran gerakan itu hingga salah satu Pemkot mengaku kecolongan.
http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/10/12/populasi-lgbt-capai-ratusan-pemkot-cimahi-akui-kecolongan-431510

Sedangkan di kalangan profesional, kita lihat sendiri atas nama kinerja, kebhinekaan dan HAM, perusahaan-perusahaan besar menempatkan aktivis LGBT di posisi strategis.

Mereka mereka ini  mendorong siapa saja untuk *_‘coming out’_ dan merasa bangga* dengan pilihan orientasi seksualnya. Toh diri mereka ada di posisi kerja yang bergengsi! Sudah, tidak perlu takut lagi...

https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/10/10/pge6e6384-grup-gay-asal-karawang-beranggotakan-6000-orang

Http://www.pikiran-rakyat.com/tags/lgbt

Jadi saudaraku, para orangtua... Bangunlah, siap dan siaga sebagai orangtua!

*Sadarlah! Sungguh kita bukan akan menghadapi bencana besar tetapi kita SUDAH DALAM BENCANA!*

Winter is coming?

Winter kita adalah bencana yang paling besar itu, karena kita tidak sadar ada bencana!

--------------------

Ayah Bunda, insyaAllah bersama kita sangat bisa melawan bencana itu. Allah selalu berikan solusi bersamaan dengan tantangannya...

Jadi marilah kita *TEGAKKAN 7 PILAR PENGASUHAN*

☘ *Pilar 1 : Sadarilah bahwa menjadi orang tua itu amanah, SIAP-SIAGA dan berilmulah.* ☘

Bencana pengasuhan bukan hanya mengancam orang tua yang anaknya sudah remaja, tetapi juga Anda yang anaknya masih belia.

Anak kita tidak pernah memilih siapa orangtuanya. Jangan sampai mereka menuntut di hari akhir terkena bencana karena kita sebagai orangtuanya lalai dalam mengasuh mereka.

Kita harus mengasuh dengan kesadaran dan ilmu, *sebelum masalah MEMAKSA kita untuk mencarinya.*

Ingatlah, ILMU SEBELUM AMAL.

Jadi bagaimana kita bisa beramal (mengasuh) tanpa berilmu? Yang berilmu saja babak belur menerapkannya.

Berikut ini  beberapa contoh beratnya tantangan pengasuhan kita di era digital ini:

*1⃣ Akibat kecanduan internet 2 remaja kita menjadi pasien rumah sakit jiwa!*

https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4590

2⃣ Hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati yang didanai oleh Kementerian PPPA menunjukkan *dampak pornografi* pada anak yang kecanduan TERBUKTI mengakibatkan volume otak mereka MENYUSUT di bagian yang membedakannya dengan binatang!

http://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2405802899446881&id=221502844543575

3⃣ Beberapa bulan yang lalu : *WHO menyatakan kecanduan games sebagai gangguan mental!*

https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental

Kalau melihat ciri-ciri dari kecanduan yang disebutkan WHO (ada dalam kumpulan tweet saya di atas), sudah berapa banyak anak anak kita yang sudah kecanduan?

Sehingga, meskipun pak Presiden mengajak atau menganjurkan anak-anak kita untuk membuka diri terhadap perubahan teknologi dan menciptakan penghasilan ratusan juta perbulan dari games, kita punya sikap yang jelas karena kita berilmu!

https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/320/1941569/diskusi-dengan-pemain-mobile-legends-jokowi-ini-profesi-baru-dengan-penghasilan-ratusan-juta

Masalahnya anak-anak mungkin sudah kecanduan dengan games yang disebutkan bapak Presiden dan bila yang dimaksudkan bapak Presiden adalah menjadi atlet eSport, *itu merupakan sesuatu yang berbeda.*

https://medium.com/@muhamadnurawaludin/kecanduan-games-vs-esports-4edb9fc85d97?fbclid=IwAR31oA9NzMIvj9WVV0mD74-wQZ2IoPHEeEwfTc2MxZGu6i_-in7GzMX4t5k

Bayangkanlah saudaraku, kalau kita tidak siap siaga dan tak berilmu menjadi orangtua yang mengasuh anak di era digital!

☘ *Pilar 2 : Ayah, hadirlah untuk memenuhi pundi-pundi jiwa anak kita.* ☘

Bertahun-tahun yang lalu saya dan kawan-kawan saya di YKBH, berdasarkan riset sederhana yang kami lakukan, sudah meneriakkan bahwa *INDONESIA ini a FATHERLESS COUNTRY.*

Ayah ada secara fisik, nampak pagi, nampak sore, namun ayah tidak menyapa anaknya secara emosi. Ayah tidak menyapa anaknya secara spiritual.

Secapek apapun ayah, se-tidak bisanya ayah ngomong, ayah HARUS. *KARENA ALLAH.*

Peran ayah banyak dan tak tergantikan!

Berdasarkan penelitian dilakukan intensif di luar negeri, hadirnya ayah dalam pengasuhan akan menghasilkan anak yang memiliki kecerdasan emosi lebih bagus, potensinya lebih optimal, anak-anak tumbuh lebih simpatik, hubungan sosialnya lebih baik, percaya diri tinggi, dan secara akademis dan finansial lebih sukses. Bayangkan!

Dan.. penelitian kami menunjukkan bahwa *bila ayah hadir dalam pengasuhan lebih besar, kemungkinan anaknya tidak adiksi pornografi!*

Jadi ayah, pulanglah ke rumah... Ayah bukan hanya pencari nafkah... ayah adalah ayah, yah..

Jika ibu _single parent,_ hadirkan *ayah pengganti.* Rasulullah itu 'nggak punya ayah' tapi ada kakeknya dan pamannya. Bismillah, Semangat!!

☘ *Pilar 3 : Rumuskan dan sepakatilah Tujuan Pengasuhan ayah dan bunda!* ☘

Bermain bola saja ada gawang yang dituju, bagaimana mungkin mengasuh anak tidak ada tujuan?

Jadi *duduk dan rumuskanlah serta sepakati* apa yang ingin ayah bunda capai dalam mengasuh anak anak ke depan.

*Jangan terlalu fokus pada akademik semata!*

Faktanya, *terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan ketergantungan dan kecanduan internet pada remaja SMA.*

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=526497&val=10778&title=Hubungan%20Stres%20Akademik%20Dengan%20Kecanduan%20Internet%20Pada%20Remaja%20SMA%20di%20Kecamatan%20Andir%20Kota%20Bandung

Selain itu, bisa dipelajari juga hasil penelitian kami diatas, bagaimana hubungannya kecerdasan dan kecanduan pornografi.

☘ *Pilar 4 : Banyaklah berdialog dengan Benar, Baik, dan Menyenangkan.* ☘

Berdialoglah dengan *BENAR sebagaimana Allah mengajarkan* dalam alquran dan perilaku nabiNya, dengan *BAIK sebagaimana cara otak bekerja*, dan dengan cara yang *menyenangkan perasaan.*

Sebagai orang tua, kita ini secara tidak sengaja sering melakukan kekeliruan dalam bicara yang membuat anak kita sumpek dan lelah jiwanya, sehingga menjadikan games, pornografi dan narkoba jadi pelariannya.

☘ *Pilar 5 :  Orang tua penanggung jawab utama penanaman nilai agama!* ☘

Ikat jiwa anak kita dalam ketaatan pada pemilikNya.
Bukankah tujuan utama pengasuhan adalah mejadikan anak kita penyembah HANYA ALLAHnya saja?

Anak kita adalah *salah satu tanggung jawab utama* yang Allah pertanyakan di yaumul hisab *sebelum* peran kita sebagai anak dan berbagai peran kita dalam keluarga dan anggota masyarakat?

Maka, sebelum kita memilihkan tempat pendidikan terbaik, *pondasi dasar dan pemeliharaan ketaatan serta akhlak yang baik* tetaplah hak dan kewajiban kita.

Dari pengelaman praktek dan juga dari seminar-seminar saya, saya menemukan mengapa anak mudah sekali melakukan hal-hal yang tidak patut dan salah besar seperti kecanduan games, pornografi, narkoba bahkan seks bebas, adalah karena *pondasi agama dari rumah hampa!*

Punya gadget canggih, game tersedia, jaringan wifi di rumah, TV berlangganan, tapi anak tidak pernah (jangankan diajarkan) diperkenalkan saja tidak tentang *keharusan sebagai muslim/ah untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluannya.*

Penelitian yang kami lakukan sungguh menjadi bukti kebenaran firman Allah, bahwa: Kalau pandangan mata tidak ditahan, otak rusak di bagian fungsi mulianya yang membedakan manusia dengan binatang, maka kemaluan tidak bisa dikendalikan!

Maha benar Allah dengan segala FirmanNya.

☘ *Pilar 6: Persiapkan anak kita menghadapi masa baligh dengan pemahaman yang utuh.* ☘

Bukan hanya sekedar cara bersuci dan ciri-ciri mimpi basah dan menstruasi.

Jauh sebelum itu, biasakan anak *memiliki kesempatan dan kemampuan untuk BMM* (berpikir, memilih, dan mengambil keputusan) *atas nama dirinya.* Karena setelah baligh ia harus mampu mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.

☘ *Pilar 7 : Ajarkan anak untuk bijak berteknologi.* ☘

Anak kita hidup di hutan digital, yang mungkin kita sendiri juga tidak mengenal betul ada apa saja di dalamnya, dengan perkembangan yang luar biasa cepatnya.

Jika kita tidak mendidiknya bijak berteknologi, bagaimana jika ia ‘tersesat’, bertemu hal-hal sangat buruk yang ada di internet dan tidak tau cara menghindarinya?

Maka, *milikilah pertimbangan yang matang sebelum memberikan gadget dan internet pada anak.*
✅Kapan ia diberi gadget?
✅Apa alasannya?
✅Sudahkah menjelaskan apa fungsi utamanya?
✅Apa manfaat dan resiko penggunaan gadget dan internet?
✅Keterampilan dan pengetahuan apa saja yang perlu ia miliki sebelum menjadi pengguna aktif gadget?
✅Apa saja yang boleh dan tidak boleh terkait penggunaan gadgetnya?
✅Berapa lama durasinya?
✅Apa konsekuensi yang disepakati jika terjadi pelanggaran aturan?

*Ayah Bunda, mengasuhlah karena Allah…*
*Balutlah semua ikhtiar kita dengan doa!*

Allah melarang kita meninggalkan *_dzuriyyatan dhiafan_* (QS Annisa ayat 9). Keturunan yang lemah, yang kita khawatirkan mereka tidak sanggup menanggung beban dan ancaman zaman.

Tegakkan seluruh pilar pengasuhan. *Jangan terus berputar dengan persoalan hari-hari.* Karena anak masih kecil lalu merasa aman terhadap ancaman, karena belum menikah lalu nanti saja belajar berlelah-lelah.

Sebaliknya, *Allah mencintai _dzurriyatan thoyyibatan_* (keturunan yang berkualitas).

Yang digambarkan Allah SWT laksana sebuah pohon yang baik *(syajarotun toyyibah).* Yakni, akarnya menghujam ke perut bumi *(akidah yang kokoh),* batang dahannya menjulang ke langit *(ibadah yang benar)* dan berbuah di setiap musim *(akhlak yang karimah).*

InsyaAllah, kita bisa!

Wallahua'lam bi shawab

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras keras

Mengapa adzan harus dikumandangkan keras-keras?
Pakai speaker pula.
Apa tidak mengganggu yang lain yang bukan orang muslim?
Ada sebuah cerita menarik yang diceritakan seorang teman melalui grup WhatsApp. Berikut kisahnya:
Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “Kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras-keras dengan speaker pula?”.
Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini “Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik-bisik”.
Teman saya membalas “Tapi kan orang-orang di sekitar tidak semuanya muslim?”.
Saya jawab lagi “Benar Bro, kalau kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding?
Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras-keras padahal bukan panggilan pesawatmu?”
Dia tersenyum namun membalas lagi “Tapi kan hari gini semua orang sudah tahu dengan teknologi jam berapa waktu sholat apa, apa masih harus adzan keras-keras?”.
Saya pun kemudian menjawab “Ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?
Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar2 panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.
Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”.
Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk-nepuk bahuku dan berkata “Super.. I got it bro“
Nb.
Masih banyak orang tidak rela ketinggalan Pesawat dibanding ketinggalan Sholat
Bahkan lebih rela menunggu pesawat yg belum datang dibandingkan menunggu Azan datang.

Apakah jual beli online itu halal ?

Apakah jual beli online itu HALAL?

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mepengaruhi segala sendi kehidupan manusia. Jual beli yang pada awalnya harus bertemu secara langsung, saat ini dapat di lakukan tanpa harus bertatap muka. Melalui internet dan berbagai media sosial, seperti facebook, blackberry messenger (BBM), whatsapp, Google plus, dan lain-lain seseorang bisa menawarkan barang dagangannya dan mencari barang atau jasa yang di butuhkan. Ada beberapa keuntungan dari bisnis online menggunakan media sosial, yaitu :

Apakah jual beli online itu HALAL

1) mudah dilakukan;
2) modalnya relative lebih rendah;
3) biaya promosi murah ;
4) bekerja lebih cepat dalam menyebarkan informasi dagangan.
5) Banyak orang yang telah mendapatkan keuntungan besar dari bisnis online ini.

Mencari maisyah pada hakekatnya adalah sebagai bekal untuk beribadah. Prinsip dasar dalam berbisnis dengan demikian adalah mendapatkan rezeki yang halal dan barokah. Masih banyak pertanyaan mengenai kehalalan dari bisnis online. Sebagian menganggap bahwa bisnis online adalah haram karena jual beli yang tidak diketahui kualitas barangnya. Sebagian lagi menghalalkan karena prinsip jual beli itu hukum asalnya diperbolehkan. Bagaimanakah sebenarnya kedudukan bisnis online menurut syariat islam?

Jual beli hukum asalnya di perbolehkan berdasarkan dalil:

ูˆَุฃَุญَู„َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุจَูŠْุนَ ูˆَุญَุฑَّู…َ ุงู„ุฑِّุจَุง .....* ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุจู‚ุฑุงุฉ 275


Artinya : … dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.


ุนَู†ْ ุฏَุงูˆُุฏَ ุจْู†ِ ุตَุงู„ِุญٍ ุงู„ْู…َุฏู†ِูŠِّ ، ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ ، ู‚َุงู„َ : ุณَู…ِุนْุชُ ุฃَุจَุง ุณَุนِูŠุฏٍ ุงู„ْุฎُุฏْุฑِูŠَّ ، ูŠَู‚ُูˆู„ُ : ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : " ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْุจَูŠْุนُ ุนَู†ْ ุชَุฑَุงุถٍ " .  ุฑูˆุงู‡ ุงุจู† ู…ุงุฌุฉ ุญูƒู… ุงู„ุงู„ุจุงู†ูŠ ุตุญูŠุญ



Artinya : Dari Dawud bib shalih al-madini dari bapaknya dia berkata aku mendengar Abu Sa’id berkata : Rosulullah SAW bersabda : sesungguhnya jual beli itu berdasarkan saling ridla.

Allah melalui Rosul-Nya telah memberikan rambu – rambu jual beli yang tidak diperbolehkan berdasarkan dalil berikut ini :


ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ ุจْู†ِ ุนَู…ْุฑٍูˆ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ ุงู„ู„ู‡ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : "ู„َุงูŠَุญِู„ُّ ุณَู„َูٌ ูˆَุจَูŠْุนٌ، ูˆَู„َุง ุดَุฑْุทَุงู†ِ ูِูŠ ุจَูŠْุนٍ، ูˆَู„َุง ุฑِุจْุญُ ู…َุงู„َู…ْ ุชَุถْู…َู†ْ، ูˆَู„َุง ุจَูŠْุนُ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ุนِู†ْุฏِูƒَ" ุฑูˆุงู‡ ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ (ุญูƒู… ุงู„ุงู„ุจุงู†ูŠ): ุญุณู† ุตุญูŠุญ


Artinya : Dari Abdillah bin Amr dia berkata: Rosulullah SAW bersabda : Tidak halal pinjam dan jual-beli, tidak halal dua syarat dalam satu penjualan, tidak halal keuntungan apa-apa yang kamu belum menguasai barangnya ( menjual barang yang telah dibelinya yang oleh si penjual barangnya belum diserahkan kepadamu), dan tidak halal jual beli apa-apa  yang tidak ada di sisimu.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ ุงู„ู„ู‡ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู†ْ ุจَูŠุนُ ุงู„ุญَุตَุงุฉِ ูˆَุนَู†ْ ุจَูŠุนِ ุงู„ْุบَุฑَุฑِ. ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…


Artinya : Dari Abu Hurairoh : Rosulullah SAW melarang dari jual beli hashah dan jual beli gharar.

Jual beli system pesanan, dimana penjual menawarkan barang dagangannya dengan spesifikasi yang jelas, ukuran/timbangan yang jelas, waktu pengiriman yang jelas diperbolehkan. Jual beli ini dinamakan jual beli pesanan menggunakan akad salam, yaitu jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat - syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh di muka. Walaupun barang belum di serahkan meskipun uang sudah di serahkan, namun jual beli seperti ini di perbolehkan berdasarkan dalil berikut ini.

ุนَู†ْ ุงِุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ ุงู„ู„ู‡ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงู„ْู…َุฏِูŠْู†َุฉَ ูˆَู‡ُู…ْ ูŠُุณْู„ِูُูˆْู†َ ุจِุงู„ุชَّู…ْุฑِ ุงู„ุณُّู†َุชَูŠْู†ِ ูˆَุงู„ุซَّู„َุงุซَ ูَู‚َุงู„َ ู…َู†ْ ุฃุณْู„َูَ ูِูŠْ ุดَูŠْุกٍ ูَูِูŠْ ูƒَูŠْู„ٍ ู…َุนْู„ُูˆْู…ٍ ูˆَูˆَุฒْู†ٍ ู…َุนْู„ُูˆْู…ٍ ุฅِู„َู‰ ุฃَุฌَู„ٍ ู…َุนْู„ُูˆู…ٍ . ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ูƒุชุจ ุงู„ุณู„ู…

Artinya : Dari Ibni Abbas, ia berkata : Nabi SAW datang ke Madinah, dan mereka meminjam uang untuk pembelian kurma dua atau tiga tahun mendatang. Maka Nabi bersabda : “ Barang siapa yang melakukan jual beli salaf/salam dalam sesuatu, hendaklah dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas sampai waktu yang jelas.”

Berdasarkan dalil-dalil diatas, jual beli online pada dasarnya diperbolehkan apabila memenuhi beberapa syarat berikut ini.

Pertama, barang yang di perjual belikan adalah barang yang halal.

Kedua, penjual menjelaskan secara rinci spesifikasi barang yang ditawarkan didalam media promosi yang dibuat.

Ketiga, apabila barang tersebut bukan miliknya dan atau bukan perwakilan dari distributor barang tersebut, maka tidak boleh mengatakan “saya jual”, atau “silahkan pesan”.

Keempat, mekanisme pembayarannya dijelaskan secara rinci.

Kelima, pembeli memiliki hak memilih untuk melanjutkan atau meneruskan pembelian pesanannya apabila barang yang diterimanya berbeda dengan yang telah dipesan.

Tingkat keilmuan


Oleh Gindra Gunadi

Para Ulama mengatakan :

ุงู„ุนู„ู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃุดุจุงุฑ ู…ู† ุฏุฎู„ ููŠ ุงู„ุดุจุฑ ุงู„ุฃูˆู„ ุชูƒุจุฑ ، ูˆู…ู† ุฏุฎู„ ููŠ ุงู„ุดุจุฑ ุงู„ุซุงู†ูŠ ุชูˆุงุถุน ، ูˆู…ู† ุฏุฎู„ ููŠ ุงู„ุดุจุฑ ุงู„ุซุงู„ุซ ูŠุนู„ู… ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุนู„ู… ุดูŠุฆุงً

“Ilmu itu ada 3 jengkal.
1. Barang siapa yang memasuki jengkal pertama, maka dia akan sombong (karena sudah merasa paling pintar, perasaan ini membuat orang tdk lagi mau menerima ilmu).
2. Dan barang siapa yang memasuki jengkal kedua, maka dia akan tawadhu (rendah hati).
3. Dan barang siapa yang memasuki jengkal ketiga, maka dia akan tahu bahwa dia tidak mengetahui sesuatu halpun (merasa masih bodoh karena saking luasnya ilmu, dan orang yg merasa masih bodoh maka ilmu akan terus masuk dan bertambah)”

Sujud akhir lama sendiri

Saat sholat subuh tadi ada yang menarik perhatian saya terjadi saat sholat berjama'ah di masjid tempat penulis tinggal. Ada jamaah bukan warga sekitar masjid yang ikut sholat, saat sujud terakhir untuk kemudian duduk membaca tahiyat akhir, beliau ini memilih memperlama sujudnya sehingga saat imam sholat sudah bangkit dari sujud untuk duduk membaca tahiyat akhir,  dia masih terus dalam sujudnya sampai kira 10 detik lamanya.. Sampai akhirnya dia duduk saat mendekati waktu imam sholat mengucapkan salam.
Mengapa bapak itu melakukan hal seperti itu ya? Bukankah di awal sholat dia berniat dalam hatinya akan sholat subuh berjamaah mengikuti imam menghadap kiblat karena Alloh...? Namun kenapa pada prakteknya dia malah diakhir sholatnya tidak mengikuti gerakan imam sholatnya?  Dengan kemungkinannya alasannya adalah memperbanyak doa dalam sujud. Padahal setahu saya sholat berjamaah ya harus mengikuti gerakan imam sholatnya, tidak mendahului, menyamai atau menyelisihi imam sholatnya.

Sesungguhnya, seorang makmum wajib mengikuti imam dalam setiap gerakan shalat. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ุฅู†ู…ุง ุฌุนู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ู„ูŠุคุชู… ุจู‡، ูุฅุฐุง ุฑูƒุน ูุงุฑูƒุนูˆุง، ูˆุฅุฐุง ุฑูุน ูุงุฑูุนูˆุง، ูˆุฅุฐุง ุตู„ู‰ ุฌุงู„ุณุง ูุตู„ูˆุง ุฌู„ูˆุณุงً.

 “Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Jika imam ruku, maka rukulah. Jika imam berdiri, maka berdirilah. Jika imam shalat dalam keadaan duduk, maka shalatlah dalam keadaan duduk pula” (HR. Muslim).

Kesimpulan dari kejadian ini adalah...
Penulis masih kurang khusuk sholatnya... Habis masih sibuk memperhatikan dan melihati sholatnya orang lain disebelah pojok sana... Hehehe (tepok jidad)..

Dhuha sahabatku



Sabda Rosululloh SAW :
"Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya."
(HR. Tirmidzi)

Sabda Rosululloh SAW :
"Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup."
(HR. Tirmidzi)

Sabda Rosululloh SAW :
"Sesungguhnya saat yg paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud."
(HR. Muslim)

Sabda Rosululloh SAW :
"Amalan Sholeh yg paling dicintai Allah adalah yg terus menerus dikerjakan sekalipun sedikit"
(HR.Bukhari-HR.Muslim)

Sabda Rosululloh SAW :
"Bagi setiap ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekah …Dan semua itu setara dengan ganjaran dua rakaat shalat Dhuha”
(HR. Muslim)

Dari Abi Huroiroh, Rosululloh SAW, bersabda :
"Dalam syurga, ada pintu yg dinamakan pintu DHUHA, khusus bagi mereka yg selalu sholat Dhuha."
(Riwayat Thabrani dari Abu Hurairoh)

Sabda Rosululloh SAW :
"Hai anak Adam, sholatlah untuk-KU empat rakaat pada pagi hari, aku akan mencukupimu sepanjang hari itu."
(HR. Ahmad dari Abi Murrah)

Sabda Rosululloh SAW :
"Hendaklah kalian meminta seluruh hajatnya pada Rabbnya (Allah), walaupun itu adalah meminta dalam hal urusan tali sendal yang terputus."
(HR. Muslim)

SEMOGA MANFAAT BERHIKMAH DAN BAROKAH...

Peluk untuk Paris


Lagi sering diberitakan di TV, tentang seorang muslim yang untuk mengungkapkan pembelaan dirinya terhadap tuduhan Islam sebagai agama teroris,  pasca kejadian penembakan di kota Paris Perancis, dia menutup matanya dengan kain dan berdiri ditengah keramaian dengan memasang pengumuman di dekat tubuhnya.. Sambil membentangkan kedua tangannya.

 "I'm a Muslim and I'm told I'm a terrorist. I trust you. Do you trust me? If yes, hug me."

Saya seorang muslim dan saya dianggap teroris. Saya percaya anda. Percayakah anda pada saya? jika iya.. Peluk saya

Lalu orang orang yang bersimpati pun memeluk dia..
Termasuk wanita.

Pemandangan yang mengharukan...

Tapi kok kayaknya ada yang ganjil deh..
Kelihatannya niatnya baik dan banyak menarik simpati, sampai mendunia beritanya..
Tapi caranya itu yang salah...
Kenapa?
Seorang muslim tidak akan berani melakukan hal ini. Memeluk wanita bukan mahromnya..

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ู„َุฃَู†ْ ูŠُุทْุนَู†َ ูِูŠ ุฑَุฃْุณِ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ุจِู…ِุฎْูŠَุทٍ ู…ِู†ْ ุญَุฏِูŠุฏٍ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَู…َุณَّ ุงู…ْุฑَุฃَุฉً ู„َุง ุชَุญِู„ُّ ู„َู‡ُ.

“lebih baik kepala salah seorang dari kalian Ditusuk dengan jarum besi daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”HR. Thabrani di Al-Mu'jam Al-Kabir no.486. Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini Hasan Shahih. lih. Shahih At-Targhib wa At-Tarhib

Hadits ini derajatnya dikatakan oleh syaikh Al-Albani Hasan Shohih, ini berarti hadits tersebut masih bisa dijadikan landasan hukum dalam Islam. Isi hadits itu menunjukkan bahwa menyentuh perempuan yang bukan mahram (termasuk bersalaman) adalah lebih buruk dibanding ditusuk dengan besi di kepala. Gambaran ini menunjukkan betapa jeleknya perbuatan menyentuh lawan jenis yang bukan mahram.

Cara seperti ini jangan ditiru ya..