Showing posts with label Bahan renungan. Show all posts
Showing posts with label Bahan renungan. Show all posts

Menyusun agenda kematian, berani?

Menyusun Agenda Kematian, Berani?
By imam gem sufaat

Nyaris semua orang yang ingin sukses selalu punya program. Bagi yang kerja di perusahaan, pasti mahfum dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang. Dari sini, ditentukan beragam strategi untuk menyukseskannya.

Bagi yang punya usaha sendiri (bisnis) pasti juga punya target jangka panjang dan jangka pendek. Dari sini, ditentukan aneka strategi untuk meraihnya.

Pun juga di level pemerintahan. Demi memakmurkan rakyat, harus ada rencana jangka pendek dan jangka panjang. Dari sini, disusunlah kabinet dengan beragam program kerjanya.

Yup, kita sepakat, suatu pencapaian (achievement) memang perlu rencana, kerja, kontrol (evaluasi). Tanpa semua itu, sasaran yang ingin diraih bisa melenceng, bahkan gagal di tengah jalan.

Pertunyuunnyu. Per-tunyu-unnyu.

Kalau urusan dunia saja butuh target, strategi, rencana, kerja, dan kontrol, mengapa urusan akhirat justru sekenanya? Nyaris tidak ada rencana, kerja, dan kontrol/evaluasi.

Apakah urusan surga-neraka lebih sepele dibanding kerja/bisnis/pemerintah/duniawi?

Padahal Pencipta dan Pemilik kehidupan telah mewanti-wanti di surat Al-A'la ayat 17 yang artinya:

"Dan akhirat (surga) jauh lebih baik (lebih nikmat/lebih lezat/lebih indah) dan lebih kekal (dibanding kehidupan dunia)."

Kenapa kekal? Karena setelah mati, jiwa manusia sejatinya tidak musnah. Dia akan tetap hidup untuk menghadap Allah dan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. Hanya ada dua tempat bagi setiap manusia kelak di akhirat, yakni surga dan neraka.

Di pihak lain, dunia adalah kenikmatan fana (palsu/menipu/terbatas). Paling lama kesenangan duniawi bisa dirasakan sebelum mati (rata-rata kurang dari 100 tahun).

Fakta membuktikan, ketika Malailat Maut datang, semua gerak langkah manusia akan terhenti. Benar-benar terhenti. Seperti yang dialami 162 penumpang dan awak AirAsia di Pangkalanbun. Begitu pesawat jatuh dan hancur berkeping-keping, saat itu alam keabadian menyapa.

Menarik nasihat salah satu guru saya H. Deddy Soepriadhi belum lama ini. Beliau bertanya, "Pernakah kita menyusun agenda kematian? Misal, tahun 2015 ini kita mungkin mati."

"Setelah punya 'agenda kematian', kita susun rencana, kerja, dan kontrol untuk menyukseskannya. Dengan demikian, kita selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah," papar beliau.

Hmmm, seru juga ya memasukkan program kematian dalam agenda tahunan kita. Alhasil, selalu ada upaya untuk menyiapkan diri bila mendadak Malaikat Izroil datang.

Nasihat H. Deddy Soepriadhi ini sejalan dengan sabda Baginda Nabi Muhammad SAW di hadist Tirmidzi dengan derajat hasan.

"Orang paling jenius adalah yang selalu introspeksi diri dan sibuk beramal untuk kehidupan setelah mati."

Introspeksi (muhasabah) sebenarnya sangat simpel. Pertama, sebelum mati, pastikan amal baik kita benar-benar melimpah dan sesuai Alquran-Sunnah.

Kedua, pastikan semaksimal mungkin kita bebas dari segala macam kesalahan, baik kepada Allah, maupun sesama manusia.

Bagaimana kawan, berani menyusun agenda kematian tahun ini?

Yang tersisa dari kematian

Oleh H. Imam Sufaat

Bagi yang pernah ditinggal orang-orang terkasih, insyaAllah paham bagaimana sakitnya kehilangan. Ketika detik itu tiba, langit (seakan) runtuh. Bumi (seolah) terhenti. Mendadak dunia terasa sunyi, sepi, kosong, hampa, stag, nglangut, tanpa arah dan tujuan.

Saking beratnya menahan beban, kebanyakan tubuh langsung lunglai, lemas tak berdaya, bak lumpuh layu. Lidah jadi tercekat, napas sesak, dan air mata pun tumpah tak tertahankan.

Ya, kehilangan orang terkasih memang sangat menyedihkan. Sebagian insan bahkan sampai sakit, stress, kolaps, hingga lupa diri. Apalagi jika kematian datang secara tiba-tiba, nyaris tak ada persiapan sedikitpun.

Bagi yang pernah mengikuti kisah hidup mantan Presiden B.J. Habibie, tentu tahu betapa menderitanya beliau ketika ditinggal istri tercinta. Pak Habibie mengaku sempat seperti orang gila saking beratnya kehilangan Ibu Ainun. Beruntung beliau bisa melepas energi negatifnya dengan menulis buku dan membuat film.

Bayangkan, sosok sejenius dan setegar Eyang Habibie, tertunduk lesu di depan kematian istrinya. Lalu bagaimana dengan kita yang kapasitas otaknya gak penuh-penuh amat?

Subhanallah. Laa haula walaa quwwata illa billah.

Kematian memang luar biasa. Meski banyak yang enggan membahasnya, ia tak pernah lelah meneror siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Baginda Nabi Muhammad SAW menyebut posisi kematian lebih dekat daripada serampat sandal. Beliau juga pernah bersabda kematian bahkan lebih dekat daripada urat leher.

Meski sering dihindari dan ditakuti, kematian tetap akan ada. Kematian baru akan mati setelah semua ahli surga kekal di dalam surga dan ahli neraka kekal di dalam neraka.

Berikut di antara hikmah kematian yang bisa kita petik. Semoga bisa menenangkan hati-hati yang bersedih karena ditinggalkan orang terkasih.

1. Pemutus Sakit
Tak bisa dimungkiri, banyak orang yang sangat menderita karena sakit keras bertahun-tahun. Saking sakitnya, mereka hanya berharap dua hal, segera disembuhkan, atau menghadap Sang Pencipta.

2. Alam Gaib
Semua yang sudah mati tak pernah bisa kembali. Ini menunjukkan bahwa ada alam lain selain alam dunia.

3. Hidup Berharga
Karena kematian benar-benar ada, kehidupan menjadi sangat berharga. Life is beautiful. Setiap detik harus dinikmati agar waktu tak terbuang sia-sia.

4. Bekal Akhirat
Dunia tempat menanam kebaikan. Salah memanfaatkan, berat sekali risikonya. Tak ada pintu kembali jika garis kematian telah terlewati.

5. Pengingat Ajal
Kematian menegaskan bahwa kehidupan dunia benar-benar sementara. Ada titik di mana setiap yang bernapas harus berhenti berkarya. Sungguh rugi mereka yang kebablasan.

6. Pemisah Nikmat
Sebesar apapun senang dan cinta kita terhadap sesuatu atau seseorang, tetap ada saat berpisah. Cinta buta hanya akan menyisakan penderitaan.

Yang menarik, meski kematian begitu menyakitkan, Allah Maha Bijaksana. Dia menganugerahi sifat lupa pada diri setiap manusia.

Seiring waktu, kesedihan, kesusahan, dan penderitaan sirna sedikit demi sedikit. Wajah yang dulu bermuram durja kembali ceria pada waktunya.

Sungguh beruntung mereka yang senantiasa ingat mati. Bukan lantaran takut atau bersedih hati, melainkan sebagai motivasi untuk melakukan yang terbaik sembari terus berbenah dari hari ke hari.

*****

Oh ya, sekadar mengingatkan. Saya dan Anda sekarang ini sama-sama sedang berdiri di depan loket kematian.

Bagi yang seumuran saya (kelahiran 70-80an), mungkin tak sampai 50 tahun lagi sudah harus berpindah alam. Kembali kepada Sang Pencipta untuk melaporkan semua aktivitas selama berkeliaran di muka bumi.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang bahagia di kehidupan sekarang dan nanti. Amiin.

Tiga musibah setiap hari

*TIGA MUSIBAH SETIAP HARI*
Pada dasarnya....
Ada tiga musibah setiap hari
Yang menimpa kita sebagai hambaNya.
Tetapi sayang...
Sebagian besar kita tidak menyadari,
Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.
*Musibah pertama......*
Setiap hari jatah usia kita terus berkurang
Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.
Sementara itu....
Ketika harta yang berkurang
Perhatian kita sangatlah luar biasa,
Padahal harta yang hilang bisa diganti
Sementara umur yang hilang tidak akan ada gantinya.
*Musibah ke dua.....*
Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya
Sementara kita lalai dan lalai....,
Bahwa setiap rizki yang ada
Kelak akan dihisab oleh Nya.
Apabila rizki itu halal
Kelak akan ditanya....
Sudahkah kita mensyukurinya ?.
Apabila rizki itu haram.....
Maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kelak mengadzab kita.
*Musibah ke tiga.....*
Disadari atau tidak,
Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,
Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.
Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal
Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.
Sementara kita tidak tahu
Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,
Apakah akan menjadi penghuni surga
Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,
Ataukah menjadi penghuni neraka
Tempat segala adzab dan siksanya.
Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,
Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian
Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :
توفني مسلماً وألحقني بالصالحين
_"Yaa Allah aku memohon padaMu...._
_Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam_
_Dan kumpulkanlah aku di surgaMu_
_Bersama hamba-hambaMu yang sholeh."_
_(QS. Yusuf : 101)._
Semoga bermanfaat...

Share dari facebook

Jangan pernah bersandar pada amal


*Jangan pernah bersandar pada Amal*

*-Ada 4 Pria-* berbicara tentang amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapat :

*-Pria 1 :-*
Alhamdulillah, sejak sering sholat Tahajud dan shalat Dhuha, rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses, sebentar lagi anak saya lulus SMU, rencananya akan sekolah keluar negeri.

*-Pria 2 :-*
Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji dan umroh, ibadahku semakin rajin, Alhamdulillah anak juga sukses, rumahnya harganya miliaran, asset bertambah, orang tua sangat bangga, berkah doa saya.

*-Pria 3 :-*
Masya Allah, sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa, rajin shalat subuh di Masjid dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri dan jadi staff khusus Menteri.

Ketiga pria tersebut kemudian melirik ke arah Pria ke-4 yg sejak tadi hanya terdiam.

Salah satu bertanya kepada Pria ke-4.
"Bagaimana dirimu ? kenapa Kau diam saja ?"

*-Pria 4 :-*
Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan, bahkan saya tidak tahu ibadah yang saya lakukan diterima atau tidak oleh Allah Subhanahu Wa ta'ala.
Saya akan tahu ibadah saya diterima atau saya sukses setelah meninggal nanti.
Jadi saya belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya saat ini.

Jangan bersandar pada amal, sebab dari "ketertipuan" ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebihan, ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan dan akhlak buruk kepada Allah Ta'ala.

*Setiap orang yang melakukan "amal ibadah" tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka juga tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya "bernilai keikhlasan" atau tidak.*

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar karena Allah maha pengampun.

*Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah dia memberikan taufik untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya.*
Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Allah dan merendahkan diri kepada-Nya.
Tidak layak Hamba bersandar kepada amalnya.
Seorang Hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah.

Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba Nya. Dia maha kaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya

Wallahu A'lam

Astaghfirullohaladzim,
*"Ampunilah kami ya Allah, jika di hati kami masih ada rasa bangga diri terhadap amal-amal kami"*

# Reminder for my self
# Without Allah i'm nothing

Ibu tanpa bekal agama

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
_*IBU TANPA BEKAL AGAMA*_
√ *Seorang ibu insya ALLAH tidak akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yang mudharat apalagi SENGAJA ingin mencelakakan dunia dan akherat anak anaknya.*
√ *Tapi... Seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yang sebaliknya.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang menyuruh anaknya yang msh kecil belajar naik motor atau naik mobil dan bangga saat kecil-kecil sudah bisa anter-anter ke pasar.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang menyuruh anak gadisnya dandan cantik setiap keluar rumah dan bangga saat anaknya memiliki pacar.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang mengantar anaknya ikut lomba-lomba kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjadi artis.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang sengaja menyuap ke kantor-kantor supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yang tinggi dengan hasil yang curang.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang dengan rasa kasihan dan tidak teganya enggan membangunkan anaknya untuk sholat Subuh dan Isya meskipun sudah baligh, tanpa berfikir bagimana nasib anaknya kelak di neraka.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang membujuk suaminya untuk membelikan anak-anaknnya gadget laptop maupun tivi di kamar masing-masing supaya anak tidak ketinggalan informasi. Nyatanya benda-benda tersebutlah yang menjadi jalan anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang lebih senang mengajarkan anaknya nyanyian-nyanyian dan tarian-tarian dibanding khusus mengajarkan lafadz-lafadz Qur'an dan bangga saat anaknya masih kecil fasih meniru-niru lirik dan gerakan orang dewasa.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang menjejali anaknya dengan aneka les-les pengetahuan dunia tapi enggan mengajarkan perkara shalat, ngaji dan ibadah lain pada anak-anaknya dan bangga anaknya menjadi orang "bergelar" tapi bahkan ga tau doa masuk wc.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang mendoakan anaknya supaya jadi orang yang berguna bagi umat tapi saat ujian mencari-cari bocoran jawaban UN untuk anaknya, atau bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar telah melakukan kecurangan.*
√ *_Dan "Kejahilan-kejahilan" lainnya seorang ibu yang dilakukan karena minimnya agama._*
_*Anak-anak itu amanah.*_
√ *Hanya boleh dididik sesuai keinginan "Yang Menitipkan"..*
*Bukan sesuai hawa nafsu kita..*
√ *Rem hawa nafsu kita yang sifatnya duniawi..*
*Ingat untuk apa kita dan anak-anak kita diciptakan..*
√ *Dan kelak pasti semua kembali pada kita.*
√ *Hisab detail akan apa yang telah kita ajarkan.*
√ *Kebaikan akan kembali,keburukan akan kembali.*
√ *Perbanyak istighfar..Belajar dan kaji ilmu agama..*
√ *Jadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman hidup..*
√ *Amalkan dan ajak seisi rumah mengamalkannya juga..*
√ *Kita tidak bisa lolos dari hisab dengan alasan, "Maaf saya ga tau kalo harus mengajari ini itu",*
*karena perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.*
√ *Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus sampai kita meninggal.*
√ *Jadikan diri kita setiap harinya mencari ilmu.*
√ *Ada rasa ingin tau yang besar terhadap hukum-hukum Islam*
*Bukan untuk mendebat dan merasa paling tau, tapi untuk diamalkan dalam hidup kita sehari-hari.*
√ *#Sebagai bahan muhasabah diri..*
*Semoga bermanfaat.*

Ga enakan

Coba jawab, kita lebih sering ga enakan sama manusia dibanding ga enakan sama Allah?
Kita lebih sering takut kalau sampe si fulan itu marah, tapi kita tidak takut akan bagaimana Murkanya Allah.
Kadang kita Ga enakan kalau ga salaman , takut dibilang sombong. Takut dibilang sok alim, sok suci dll. padahal rasulullah sudah melarang kita untuk tidak bersalaman dengan non mahram.
Ga enakan ga dateng karna diundang tahlilan, ga enak nih kalau ga ngucapin ulangtahun ke dia...ga enak ni diundang ulangtahun,dan acara adat/tradisi lainnya yang tidak ada dalam islam.kita lebih sering takut ga enakan sama manusia, takut sama manusia..tapi tidak takut sama Allah.
Kita suka ga enakan sama si bos dan perusahaan hanya karna kita pengen berhijab syarie, pengen manjangin jenggot,atau pengen isbal. Kita lebih takut sama manusia dibanding sama Allah azza wa jala. Kita lebih taat sama peraturannya si bos dibanding peraturannya Allah. padahal seperak pun uang yang kita dapat dari Allah, rezeki seperak pun ga akan pindah kalau emang itu milik kita. *
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840)
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamjuga memperingatkan, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad 1: 131. Sanad hadits ini shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Sekalipun itu orangtua kita sendiri yang menyuruh kita untuk menyembah berhala, maka tidak ada ketaatan lagi disana.Taat boleh tapi tidak untuk menabrak hukum Allah.
Bersabarlah teman...taat dan istiqomahlah.
buang jauh perasaan ga enakan sama manusia , kalau itu harus membuat Allah murka.
Bersabarlah teman .. waktu kita di dunia tidak lah lama.. dimusuhi manusia karena lebih taat pada Allah cuma sebentar aja..hitungan dunia hanya sekejap mata dibanding kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal. Demi menggapai ridhoNya dan surga firdausNya. aamiin

Madu dan semut


Setetes madu jatuh di atas tanah
🐜Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya
madu tersebut.
🐜Hmmm... manis.
Lalu dia beranjak hendak pergi.
🐜Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya.
Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu
barulah dia akan pergi.
🐜Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi
madu dari pinggir tetesannya.
🐜Dia pikir,
kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar
bisa menikmati manisnya,
lagi dan lagi.
🐜Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.
🐜Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu,
kakinya lengket dengan tanah.
🐜Dan...
Tentu saja tak bisa bergerak.
🐜Malang nian, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya.
Mati dalam kubangan setetes madu.
Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia,
sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab :
ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻻ ﻗﻄﺮﺓ ﻋﺴﻞ ﻛﺒﻴﺮﺓ
ﻓﻤﻦ ﺍﻛﺘﻔﻰ ﺑﺎﺭﺗﺸﺎﻑ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻦ
ﻋﺴﻠﻬﺎ ﻧﺠﺎ
ﻭﻣﻦ ﻏﺮﻕ ﻓﻲ ﺑﺤﺮ ﻋﺴﻠﻬﺎ
"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes
besar dari madu. Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat. Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."

Fokus

Seorang wanita berbincang dgn seorang ustadzah:
"Ustadzah, saya tidak mau ikut pengajian ini lagi"
"Apa alasannya?", tanya ustadzah.
"Saya lihat di pengajian ini perempuannya suka bergosip, laki²nya munafik, pengurusnya cara hidupnya tdk benar, jama'ahnya sibuk dg hpnya, dsb"
"Baiklah. Tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi dalam masjid ini tanpa menumpahkan setetes air sekalipun ke lantai. 
Setelah itu engkau bisa meninggalkan masjid ini seperti keinginanmu."
"Itu mudah sekali!"
.
Diapun melakukan apa yg dimintakan ustadzah, sementara pengajian sedang berlangsung. 
Setelah selesai, dia berkata kepada ustadzah, bahwa dia siap utk pergi.
"Sebelum kau pergi, ada 1 pertanyaan. Ketika kau tadi berjalan keliling dalam masjid, apa engkau mendengar orang bergosip, melihat orang munafik, melihat orang sibuk dg hpnya?"
"Tidak."
"Engkau tau mengapa?"
"Tidak."
"Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak tersandung dan tidak ada air yg tumpah."
.
Begitupun dgn kehidupan kita. 
Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Allah SWT yg kita imani, maka :
• Kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan orang lain.
• Kita tidak akan punya waktu untuk menilai dan mengkritik orang lain.
• Kita tidak akan punya waktu untuk bergosip ria dengan orang lain.
• Kita akan menolong orang lain dan fokus pada langkah kita menggapai ridhoNya."
.

Dan Rasulullah pun menangis

Oleh Gindra Gunadi


Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.

Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak sebagaimana biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi den tgan Rasulullah.

Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.

“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.

Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka dengan palu-palu dari api”.

Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”

Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.

“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.

“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah

“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.

Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.

Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya”
(Hadits Riwayat Az Zawajir). By. Dave

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... Telah meninggal dunia.....


Pengumuman di masjid itu selalu bergema kapanpun setiap ada orang yang meninggal, kadang setelah disebut namanya akan mengagetkan kita yang mendengarnya.
Lalu komentar-komentar akan muncul tentang si almarhum/almarhumah..
.
"Lho, semalam masih jalan di depan sini kok! Masih seger buger".
"Haaah! Dia meninggal! Tadi pagi masih WA-nan sama saya!".
"Masya Allah, masih muda kan dia.. Cantik orangnya, belum nikah eh udah Allah panggil duluan".
"Ooo.. Bapak yang rajin ke masjid itu ya, bener aku sering ngelihat.. Semoga Khusnul Khotimah"
.
Sahabat saya pernah berkata:
"Setiap ada pengumuman orang meninggal di masjid, aku selalu terdiam, langsung kutinggalkan semua aktivitas, dan fokus mendengarkan pengumuman itu.. Itu muhasabah diri, karena suatu saat namaku yang akan diumumkan"
.
Waktu terus berjalan, jatah hidup di dunia semakin menghitung waktu mundur.
Dan kita masih menikmati semua dosa yang kita anggap biasa, seolah-olah kita akan hidup selamanya..
.
Maksiat, jalan terus..
Riya', Sombong dan Dengki tiada henti..
Aurat masih terbuka, nyantai aja.
Harta haram tetap disikat.
Dzholim pada saudara dan kawan.
Main riba gak tuntas-tuntas..
Stok alasan berlimpah sebagai dalih tak membaca Al Qur’an.
Orang tua tak dimuliakan.
Buruk sangka lanjut tanpa akhir.
Ghibah masih jadi menu harian.
Zakat lupa, sedekah entah kemana.
Shalat ditunda-tunda sampe akhir waktu.
Mikirin Allah cuma kalo lagi butuh..
.
"Rahmat Allah yg terbesar adalah ketika kita pernah bermaksiat dan masih diberi umur dan kesempatan bertaubat oleh Allah"
Sungguh kita rugi, jika hari ini masih hidup dan masih diberi kesempatan bertaubat, tapi kita tetap mengabaikan, menganggap remeh, bahkan masih ngeyel, terus mencari pembenaran diri..
Sibuk beradu pendapat tentang keilmuan sementara yang wajib tak kunjung disempurnakan dan yang sunnah tak kunjung dilengkapi.
Padahal bisa jadi, nama kita yang diumumkan lewat pengeras suara masjid besok pagi. 😢
Sahabatku mari kita benahi diri, gunakan umur yang tersisa sebagai bekal untuk menuju perjalanan panjang nati..
Dan mudah- mudahan kita semua nanti di wafatkan dalam keadaan Khusnul Khotimah..
اميـــــــــــــن يارب العا لميـن
‌amin_yarobbalaalamin
Semoga_bermanfaat.
Add/follow facebook Muhamad Sapila R

Berapa umurmu? Sudah 50 tahun?


Firman Allah Subhaanahu wa ta’ala : *"...Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?"* _(Fathir : 37)_
*"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun"* _(HR.Bukhari)_
Al-Khattabi berkata : *"Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dgn kematian,* maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan *bersiap2 bertemu Allah."*
_(Tafsir al-Qurthubi)_
Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : *"Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa2mu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus..!"*
Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50 tahun :
*🌿Jangan banyak bergurau dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.*
*🌿Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.*
*🌿Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.*
*🌿Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.*
*🌿Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaat yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.*
*🌿Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.*
*🌿Perbanyak doa mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.*
*🌿Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.*
*🌿Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.*
*🌿Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.*
*🌿Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.*
*🌿Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.
*🌿Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.*
*🌿Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.*
*🌿Berhentilah dari semua maksiat !*
*mata, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu*
*tangan, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu*
*mulut, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain*
*telinga, berhentilah mendengar hal2 haram dan tak bermanfaat*
*🌿Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa*
*🌿penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu.*
Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun.
karena...
*KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.*

Kisah inspiratif, bang aku ingin kerja


istri : Abang, aku mau kerja!”
.
suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
.
istri : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
.
suami :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
.
istri : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
.
suami :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
.
istri : “Apa-apaan sih?”
.
suami :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
.
istri : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
.
suami : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
.
istri : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
.
suami : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
.
istri : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
.
suami : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
.
istri :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
.
suami : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
.
istri : “Jadi, kita harus bagaimana?”
.
suami : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
.
istri :“Apa, Bang?”
.
suami : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
.
istri : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
.
suami : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
.
istri : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
.
suami : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
.
istri :“Apa?”
.
suami : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
.
istri :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
.
suami : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
.
istri : “Tapi, Bang?!”
.
suami : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
.
istri :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
.
suami : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
.
istri : “Kalau tidak kaya?”
.
suami : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
.
istri : “Apa, Bang?
.
suami : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban

Kuatnya dan lemahnya seorang pemuda



Telah berkata orang bijak:
Pemuda-pemuda sekarang mampu mengangkat barbel berat dan bermain-main dengan besi.
Akan tetapi mereka tidak bisa mengangkat selimut ketika adzan subuh.

Hal senada dikatakan:
Seorang pemuda yang begitu garang menampakkan badan sixpack, lengan-lengan berotot, rajin olahraga dan fitnes
Tetapi mengangkat mata saja ketika adzan subuh mereka tidak sanggup

Kasih sayang Allah saat manusia menghadapi sakaratul maut

Kenapa ke dua~dua bibir kita
{atas dan bawah}
tidak bergerak sewaktu kita mengucapkan kalimah...
LAA ILAA-HA ILLALLAAH ???

Coba sebut...
LAA ILAA-HA ILLALLAAH…
Kedua~dua bibir kita tak bergerak kan?
Kenapa dan mengapa?

Jawabannya:
Itulah Rahmat ALLAH yang amat besar ke atas hamba-hamba~NYA…
Di saat sakaratul maut, tubuh kita tdk bisa apa~apa.
ALLAH memberikan pilihan paling mudah untuk hamba~NYA hanya melafadzkan...
ALLAH, ALLAH, ALLAH... atau
Laa Ilaaha Ilallaah.
ALLAH tidak menuntut badan kita bergerak sedikitpun bahkan bibir kita.

Ini karena seseorang yang didatangi Sakaratul Maut
{Nazak} dia sudah tidak berdaya lagi menggerakkan seluruh tubuhnya kecuali LIDAH nya saja.

MasyaALLAH, ALLAHU AKBAR
SubhanALLAH sedemikian rupa ALLAH memberikan kemudahan saat orang~orang menghadapi kematian sebagian akan mendapati masa~masa sulit...
ALLAH benar~benar tdk menginginkan kalian masuk neraka, krn begitu sakitnya neraka, begitu tdk mampunya kalian masuk neraka, begitu luasnya neraka begitu ngerinya neraka,...
Seandainya saja percikan setetes api neraka turun kebumi, maka bumi & isinya hancur luluh lantak....

Mohon maaf apabila lidah ini pernah berkata/berucap sesuatu yg kurang menyenangkan, semoga pesan ini bisa menjadikan kita lebih bisa menjaga lidah kita dalam bertutur/berucap.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Dua golongan orang orang penyambut bulan Ramadhan

Oleh: Ustadz H. Abdul Aziz Ridwan

“Ahlan Wasahlan ya Ramadhan”... Setiap orang iman, orang islam senantiasa bergembira, mereka senantiasa bersuka-cita, menyambut Ramadhan karena memang Ramadhan adalah Sayyidus Suhud, bulan yang paling mulia, Ramadhan adalah syarun mubarok, bulan yang penuh dengan berkah, Ramadhan adalah syahrul magfiroh, Ramadhan bulan yang penuh dengan pengampunan, dan juga Ramadhan adalah syarul ibadah, bulan musim ibadah bagi orang-orang iman.

Didalam mengucapkan selamat datang Ramadhan, atau biasa dikenal dengan tahmiatur Ramadhan, para ulama membuat dasar salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Bayhaqi dalam kitab Syuabul Iman di riwayatkan pada bulan bulan Ramadhan Nabi bersabda pada para Sahabatnya: ”Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barokah, Allah mewajibkan pada kalian untuk puasa didalam bulan Ramadhan”.

Manusia didalam menyambut bulan Ramadhan ada dua golongan.

Golongan pertama : orang-orang yang senang, bergembira, bersuka-cita dalam menyambut bulan Ramadhan, karena didalam bulan Ramadhan penuh dengan kebarokahan, penuh dengan pengampunan penuh dengan rahmat, maka mereka bergembira didalam menyambut bulan Ramadhan.

Mereka menganggap Ramadhan sebagaimana tamu yang menyenangkan, tamu yang membuat mereka bergembira, tamu yang membuat tentram dengannya dan tamu pada saat berpisah membuat mereka bersedih bahkan menangis, mereka seperti itu karena di dalam diri mereka ada beberpa hal;

1. Mereka adalah orang-orang yang biasa tertib mengerjakan kewajiban ibadah, biasa tertib mengerjakan ketaatan sehingga tatkala Ramadhan datang mereka betambah bergembira karena didalamnya penuh dengan keutamaan-keutamaan, penuh dengan pengampunan-pengampunan dari Allah swt.

2. Karena mereka meyakini karena Ramadhan musim untuk orang iman beribadah, Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak boleh di lewatkan untuk memperbanyak bekal di akhirat, untuk memperbanyak bekal menghadap Allah swt.

3. Karena mereka mengetahui mereka memahami bahwa romadha Ramadhan adalah madrasah imaniyah yaitu tempat latihan keimanan dimana orang iman didalam Ramadhan dituntut meninggalkan hal-hal yang dicintai untuk mengharap ridhonya Allah swt.

Dalam hadis Rasulullah SAW bersabda ”Ketika datang Ramadhan ada yang memanggil ’wahai pencari kebaikan menghadaplah, wahai pencari kejelekan berhentilah”

Maka disini wajib bagi kita untuk melaksanakan apa yang disabdakan Nabi, kita menghadapi bulan ramadhan dengan sukacita dengan bergembira, bukan karena banyak makanan, bukan karena banyak undangan, yang tersedia saat berbuka puasa, melainkan dengan banyaknya rahmat, kefadholan dari Allah. Itulah golongan pertama yang wajib kita ikuti dan kita wajib menjadi golongan yang pertama.

Golongan kedua : manusia pada saat menyambut bulan Ramadhan ada yang biasa-biasa saja, dingin-dingin saja. Mereka menganggap bahwa bulan Ramadhan bulan yang tidak ada keistimewaan, bahkan sebagian mereka menganggap bulan Ramadhan adalah bulan yang berat, mereka mengibaratkan tamu yang tidak menyenangkan, tamu yang tidak mereka sukai, kenapa begitu?

Karena mereka memang tidak membiasakan dirinya dalam ketaatan. Inilah penyebab terbesar, maka ketika Ramadhan datang mereka semakin berat melaksanakan kewajiban-kewajiban, ketaatan-ketaatan dalam bulam ramadhan, karena di bulan Ramadhan banyak kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan, seperti puasa maupun ibadah-ibadah yang lain.

Maka mereka selalu berat, bahkan mereka selalu menghitung hari, kapan ramadhan selesai, jam demi jam, menit demi menit, bahkan detik demi detik. Mereka selalu menghitung kapan perginya Ramadhan.

Yang kedua penyebab mereka biasa-biasa saja dingin-dingin saja, bahkan terasa berat karena mereka terbiasa mengikuti apa yang menjadi kehendak mereka, mereka selalu melepas hawa nafsunya menikmati berbagai kenikmatan dan syahwat.

Marilah kita sambut bulan Ramadhan dengan penuh suka-cita, dengan penuh semangat, singsingkan baju kita untuk ibadah dan ketaatan di bulan Ramadan.

Orang miskin masuk surga 500 tahun lebij dulu


Ini kabar gembira bagi kaum Muslim yang kebetulan rizkinya pas-pasan atau ditakdir kurang beruntung dalam hidupnya. Orang miskin beriman kelak akan masuk surga 500 (lima ratus) tahun lebih awal dari orang-orang kaya. Maka tidak sepatutnya orang beriman merasa bersedih, minder, jatuh mental karena menjadi orang miskin.

4122 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ، خَمْسِمِائَةِ عَامٍ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang-orang miskin beriman masuk surga setengah hari sebelum orang kaya, lima ratus tahun.”

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4122 Kitabulzuhdi]


Sebaliknya seorang Muslim meski bersyukur, sebab Nabi s.a.w. menasehatkan: “Sungguh beruntung orang yang ditunjukkan hidayah Islam dan diberi rizki secukupnya dan ia mau menerimanya”. Dalam doanya Rasulullah s.a.w. juga minta dihidupkan menjadi orang miskin dan mati dalam keadaan miskin serta dikumpulkan dalam golongan orang miskin.

Dalil-dalil tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi orang-orang kaya. Rasulullah s.a.w. telah memperingatkan:Kebanyakan orang kaya di dunia kelak menjadi hina di akhirat, kecuali orang yang banyak beramal dengan kekayaannya.

4138 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ، وَحُمَيْدِ بْنِ هَانِئٍ الْخَوْلَانِيِّ، أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيَّ، يُخْبِرُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: «قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَرُزِقَ الْكَفَافَ، وَقَنَعَ بِهِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… sesungguhnya Rasulillah s.a.w. bersabda: “Sungguh beruntung orang yang ditunjukkan pada Islam, dan diberi rizki pas-pasan serta mau menerimanya”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4138 Kitabulzuhdi]



4126 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ سِنَانٍ، عَنْ أَبِي الْمُبَارَكِ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: أَحِبُّوا الْمَسَاكِينَ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ فِي دُعَائِهِ: «اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Rasulalloh dalam doanya mengatakan: “Ya Allah hidupkanlah saya keadaan miskin dan matikan saya keadaan miskin dan kumpulkanlah saya dalam golongan orang-orang miskin”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4126 Kitabulzuhdi]


4130 – حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو زُمَيْلٍ هُوَ سِمَاكٌ، عَنْ مَالِكِ بْنِ مَرْثَدٍ الْحَنَفِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْأَكْثَرُونَ هُمُ الْأَسْفَلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، إِلَّا مَنْ قَالَ بِالْمَالِ، هَكَذَا، وَهَكَذَا، وَكَسَبَهُ مِنْ طَيِّبٍ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang-orang kaya mereka hina pada hari kiamat, kecuali orang yang berbuat dengan hartanya, begini begitu dan mendapatkan kekayaannya dengan baik”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4130 Kitabulzuhdi]

Jangan menunggu

Salam etos kerja “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
13. Jangan menunggu waktu luang tuk membaca Alqur'an, Tapi luangkan waktu tuk membaca Alqur'an.
1. Demi Waktu
2. Sungguh manusia itu benar-benar dalam kerugian
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran
(Q.S Al-Asr)

Segenggam cinta untuk anak

_Inilah saatnya anak-anak belajar pergi, belajar meninggalkan kita, dan kita belajar sepi..._

_Tapi ini hanyalah perpisahan sementara..._

_Sampai pada saatnya, kita pun akan pergi meninggalkan mereka…_

_Entah kapan…_

_Pergi dan tak pernah kembali lagi ke dunia ini…_

_Kematian adalah perpisahan yang sesungguhnya; berpisah dan tak pernah lagi berkumpul dalam kemesraan penuh cinta…_

_Orangtua dan anak hanya berjumpa nanti di hadapan Mahkamah Allah Ta’ala…_
_Ada yang saling menjadi musuh satu sama lain, saling menjatuhkan…_

_Ada anak-anak yang terjungkal ke dalam neraka dan tak mau menerima dirinya tercampakkan, sehingga menuntut tanggung-jawab orangtua yang telah mengabaikan kewajibannya mengajarkan agama…_

_Adakah itu termasuk kita?_

_Alangkah besar kerugian di hari itu…_
_Jika anak dan orangtua saling menuntut di hadapan Mahkamah Allah Ta’ala…_

_Inilah hari ketika kita tak dapat dibela pengacara, dan para pengacara tak dapat membela diri mereka sendiri…_

_Lalu apakah yang sudah kita persiapkan untuk mengantarkan anak-anak pulang ke kampung akhirat?_

_Dan dunia ini adalah ladangnya mengumpulkan amal untuk bekal akhirat…_

_Kematian itu adalah perpisahan sesaat; amat panjang masa itu kita rasakan di dunia, tapi amat pendek bagi yang mati…_

_Anak-anak berpisah dengan kita untuk kemudian dikumpulkan kembali oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala…_

_Tingkatan amal kita dan anak-anak boleh jadi tak sebanding…_
_Entah mana yang lebih tinggi…_
_Allah Ta’ala saling susulkan di antara mereka kepada yang amalnya lebih tinggi…_

*Allah Ta’ala berfirman :*

*”والذين آمنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين“*

_*“Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”*_
*(QS. Ath-Thur 52:21)*

_Diam-diam bertanya, adakah kita termasuk yang demikian ini?_
_Saling susul kepada yang amalnya lebih tinggi…_
_Termasuk kitakah?_
_Adakah kita benar-benar mencintai anak kita?_

_Kita usap anak-anak kita saat mereka sakit…_
_Kita tangisi mereka saat terluka…_
_Tapi adakah kita juga khawatir akan nasib mereka di akhirat…?_
_Tengoklah sejenak anakmu…_
_Tataplah wajahnya…_
_Adakah engkau relakan wajahnya tersulut api nereka hingga melepuh kulitnya?_

_Sebagaimana diantara kita mengkhawatirkan nasib mereka di dunia…_
_Adakah kita juga khawatir akan nasib mereka di akhirat…_
_Sebagaimana diantara kita mengkhawatirkan nasib kita “nanti” nya…_
_Kita sibuk menyiapkan masa depan mereka…_
_Bila perlu sampai letih badan kita…_
_Tapi disamping untuk diri kita sendiri…, adakah kita berlaku sama untuk “masa depan” mereka yang sesungguhnya di kampung akhirat?_

_Ingatlah sejenak, ketika engkau merasa risau melihat mereka bertengkar dengan saudaranya…_
 _Adakah engkau bayangkan ia bertengkar denganmu di hadapan Mahkamah Allah Ta’ala karena lalai menanamkan tauhid dalam dirinya?_

_Ada hari yang pasti ketika tak ada pilihan untuk kembali…_

_Adakah ketika itu kita saling susul ke dalam surga?_
_Ataukah saling bertikai?_

_“Maka, mari cintai anak-anak kita untuk selamanya!”_
_“Dengan mencintai mereka karena Allah Azza wa Jalla…”_

_Bukan hanya untuk hidupnya di dunia…_
_Cintai mereka sepenuh hati…_
_Untuk suatu masa ketika tak ada sedikit pun pertolongan yang dapat kita harap, kecuali pertolongan Allah Ta’ala…_

_Cintai mereka dengan pengharapan agar tak sekedar bersama saat dunia saja, lebih dari itu dapat berkumpul bersama kelak di surga…_

_Cintai mereka seraya berusaha mengantarkan mereka meraih kejayaan, bukan hanya untuk kariernya di dunia yang sesaat…_

 _Lebih dari itu untuk kejayaannya di masa yang jauh lebih panjang…_

_Masa yang tak bertepi…_

*Dari tulisan :*
* _"Segenggam Cinta Untuk Anak"_*