Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Tergesa gesa dalam berdoa


*Tergesa-gesa dalam Berdoa*

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الدعاء
بَاب ما جاء في من يستعجل في دعائه

حَدَّثَنَا الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى ابْنِ أَزْهَرَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ *يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي*
(رواه الترمذي )

*Artinya:*
Dari Abu Hurairah (w. 59 H) dari Nabi Saw., beliau bersabda: *"Akan dikabulkan doa salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru, maksud terburu-buru, ia berkata; aku telah berdoa namun tidak dikabulkan doaku.*
H.R. Tirmidzi (w. 279 H)

*Istifadah:*
Selain menjelaskan Syariah dan tata cara ibadah, Islam juga mengajarkan umat muslim perilaku dan akhlak yang mulia baik kepada sesama maupun kepada Sang Pencipta.
Sebagaimana dalam hadis yang juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini, Rasulullah Saw. menjelaskan kepada kita etika berdoa kepada Allah.

Dalam kitab _fath al-baari_, Ibn Hajar al-Asqalani (w. 852 H) menjelaskan bahwa orang yang tergesa-gesa berharap doanya terkabul cenderung tidak sabar dan berhenti berdoa kepada Allah. Padahal Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Lebih lanjut Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan ada tiga alasan Allah tidak segera mengabulkan doa seseorang, yaitu:

1. Allah lebih tahu waktu yang tepat untuk mengabulkannya
2. Allah tidak ingin hamba-Nya terkena dampak buruk dari hal yang dia minta sehingga menggantinya
3. Allah menyimpan amalnya untuk sebagai tabungan di akhirat kelak

Sudah sepantasnya kita sebagai hamba-Nya terus berdoa kepada Allah tanpa putus asa, karena hanya kepada-Nya segala sesuatu bermuara.

Menyusun agenda kematian, berani?

Menyusun Agenda Kematian, Berani?
By imam gem sufaat

Nyaris semua orang yang ingin sukses selalu punya program. Bagi yang kerja di perusahaan, pasti mahfum dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang. Dari sini, ditentukan beragam strategi untuk menyukseskannya.

Bagi yang punya usaha sendiri (bisnis) pasti juga punya target jangka panjang dan jangka pendek. Dari sini, ditentukan aneka strategi untuk meraihnya.

Pun juga di level pemerintahan. Demi memakmurkan rakyat, harus ada rencana jangka pendek dan jangka panjang. Dari sini, disusunlah kabinet dengan beragam program kerjanya.

Yup, kita sepakat, suatu pencapaian (achievement) memang perlu rencana, kerja, kontrol (evaluasi). Tanpa semua itu, sasaran yang ingin diraih bisa melenceng, bahkan gagal di tengah jalan.

Pertunyuunnyu. Per-tunyu-unnyu.

Kalau urusan dunia saja butuh target, strategi, rencana, kerja, dan kontrol, mengapa urusan akhirat justru sekenanya? Nyaris tidak ada rencana, kerja, dan kontrol/evaluasi.

Apakah urusan surga-neraka lebih sepele dibanding kerja/bisnis/pemerintah/duniawi?

Padahal Pencipta dan Pemilik kehidupan telah mewanti-wanti di surat Al-A'la ayat 17 yang artinya:

"Dan akhirat (surga) jauh lebih baik (lebih nikmat/lebih lezat/lebih indah) dan lebih kekal (dibanding kehidupan dunia)."

Kenapa kekal? Karena setelah mati, jiwa manusia sejatinya tidak musnah. Dia akan tetap hidup untuk menghadap Allah dan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia. Hanya ada dua tempat bagi setiap manusia kelak di akhirat, yakni surga dan neraka.

Di pihak lain, dunia adalah kenikmatan fana (palsu/menipu/terbatas). Paling lama kesenangan duniawi bisa dirasakan sebelum mati (rata-rata kurang dari 100 tahun).

Fakta membuktikan, ketika Malailat Maut datang, semua gerak langkah manusia akan terhenti. Benar-benar terhenti. Seperti yang dialami 162 penumpang dan awak AirAsia di Pangkalanbun. Begitu pesawat jatuh dan hancur berkeping-keping, saat itu alam keabadian menyapa.

Menarik nasihat salah satu guru saya H. Deddy Soepriadhi belum lama ini. Beliau bertanya, "Pernakah kita menyusun agenda kematian? Misal, tahun 2015 ini kita mungkin mati."

"Setelah punya 'agenda kematian', kita susun rencana, kerja, dan kontrol untuk menyukseskannya. Dengan demikian, kita selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah," papar beliau.

Hmmm, seru juga ya memasukkan program kematian dalam agenda tahunan kita. Alhasil, selalu ada upaya untuk menyiapkan diri bila mendadak Malaikat Izroil datang.

Nasihat H. Deddy Soepriadhi ini sejalan dengan sabda Baginda Nabi Muhammad SAW di hadist Tirmidzi dengan derajat hasan.

"Orang paling jenius adalah yang selalu introspeksi diri dan sibuk beramal untuk kehidupan setelah mati."

Introspeksi (muhasabah) sebenarnya sangat simpel. Pertama, sebelum mati, pastikan amal baik kita benar-benar melimpah dan sesuai Alquran-Sunnah.

Kedua, pastikan semaksimal mungkin kita bebas dari segala macam kesalahan, baik kepada Allah, maupun sesama manusia.

Bagaimana kawan, berani menyusun agenda kematian tahun ini?

Yang tersisa dari kematian

Oleh H. Imam Sufaat

Bagi yang pernah ditinggal orang-orang terkasih, insyaAllah paham bagaimana sakitnya kehilangan. Ketika detik itu tiba, langit (seakan) runtuh. Bumi (seolah) terhenti. Mendadak dunia terasa sunyi, sepi, kosong, hampa, stag, nglangut, tanpa arah dan tujuan.

Saking beratnya menahan beban, kebanyakan tubuh langsung lunglai, lemas tak berdaya, bak lumpuh layu. Lidah jadi tercekat, napas sesak, dan air mata pun tumpah tak tertahankan.

Ya, kehilangan orang terkasih memang sangat menyedihkan. Sebagian insan bahkan sampai sakit, stress, kolaps, hingga lupa diri. Apalagi jika kematian datang secara tiba-tiba, nyaris tak ada persiapan sedikitpun.

Bagi yang pernah mengikuti kisah hidup mantan Presiden B.J. Habibie, tentu tahu betapa menderitanya beliau ketika ditinggal istri tercinta. Pak Habibie mengaku sempat seperti orang gila saking beratnya kehilangan Ibu Ainun. Beruntung beliau bisa melepas energi negatifnya dengan menulis buku dan membuat film.

Bayangkan, sosok sejenius dan setegar Eyang Habibie, tertunduk lesu di depan kematian istrinya. Lalu bagaimana dengan kita yang kapasitas otaknya gak penuh-penuh amat?

Subhanallah. Laa haula walaa quwwata illa billah.

Kematian memang luar biasa. Meski banyak yang enggan membahasnya, ia tak pernah lelah meneror siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Baginda Nabi Muhammad SAW menyebut posisi kematian lebih dekat daripada serampat sandal. Beliau juga pernah bersabda kematian bahkan lebih dekat daripada urat leher.

Meski sering dihindari dan ditakuti, kematian tetap akan ada. Kematian baru akan mati setelah semua ahli surga kekal di dalam surga dan ahli neraka kekal di dalam neraka.

Berikut di antara hikmah kematian yang bisa kita petik. Semoga bisa menenangkan hati-hati yang bersedih karena ditinggalkan orang terkasih.

1. Pemutus Sakit
Tak bisa dimungkiri, banyak orang yang sangat menderita karena sakit keras bertahun-tahun. Saking sakitnya, mereka hanya berharap dua hal, segera disembuhkan, atau menghadap Sang Pencipta.

2. Alam Gaib
Semua yang sudah mati tak pernah bisa kembali. Ini menunjukkan bahwa ada alam lain selain alam dunia.

3. Hidup Berharga
Karena kematian benar-benar ada, kehidupan menjadi sangat berharga. Life is beautiful. Setiap detik harus dinikmati agar waktu tak terbuang sia-sia.

4. Bekal Akhirat
Dunia tempat menanam kebaikan. Salah memanfaatkan, berat sekali risikonya. Tak ada pintu kembali jika garis kematian telah terlewati.

5. Pengingat Ajal
Kematian menegaskan bahwa kehidupan dunia benar-benar sementara. Ada titik di mana setiap yang bernapas harus berhenti berkarya. Sungguh rugi mereka yang kebablasan.

6. Pemisah Nikmat
Sebesar apapun senang dan cinta kita terhadap sesuatu atau seseorang, tetap ada saat berpisah. Cinta buta hanya akan menyisakan penderitaan.

Yang menarik, meski kematian begitu menyakitkan, Allah Maha Bijaksana. Dia menganugerahi sifat lupa pada diri setiap manusia.

Seiring waktu, kesedihan, kesusahan, dan penderitaan sirna sedikit demi sedikit. Wajah yang dulu bermuram durja kembali ceria pada waktunya.

Sungguh beruntung mereka yang senantiasa ingat mati. Bukan lantaran takut atau bersedih hati, melainkan sebagai motivasi untuk melakukan yang terbaik sembari terus berbenah dari hari ke hari.

*****

Oh ya, sekadar mengingatkan. Saya dan Anda sekarang ini sama-sama sedang berdiri di depan loket kematian.

Bagi yang seumuran saya (kelahiran 70-80an), mungkin tak sampai 50 tahun lagi sudah harus berpindah alam. Kembali kepada Sang Pencipta untuk melaporkan semua aktivitas selama berkeliaran di muka bumi.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang bahagia di kehidupan sekarang dan nanti. Amiin.

13 pesan untuk keutamaan dan keberkahan malam Lailatul Qadar

Syaikh Mahir Al Mu’aiqily pemilik suara emas yang menjadi Imam Masjidil Haram memberikan 13 pesan penting pada kita sebelum Ramadhan beranjak pergi agar bisa meraih keutamaan dan keberkahan malam Lailatul Qadar

1. Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp 1.000 dalam 10 malam terakhir ini sehingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun atau Rp 1.000 x 365 hari x 84 tahun.

2. Kerjakan shalat sunah minimal 2 rakaat tiap malam sehingga jika Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau shalat 2 rakaat selama 84 tahun atau 2 rakaat x 365 hari x 84 tahun.

3. Bacalah surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau mengkhatamkan Quran selama 84 tahun.

4. Bacalah tafsir surat Al-Qadar, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadar. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya, insya Allah.

5. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal shaleh dan beribadah semaksimal mungkin. Karena seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai kesempatan meraih Lailatul Qadar terlewati begitu saja.

6. Hafalkan doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan oleh baginda Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam ini:

_*ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN, TUHIBBUL ‘AFWA FA’ FU’ANNI*_

(Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku)

7. Sempatkan tidur siang (qaylulah) sejenak jika memungkinkan.

8. Jangan lupakan keluargamu! Nabi Muhammad senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. semangati dan berilah motivasi pada mereka!

9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri akan berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah.

10. Jagalah perut agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.

11. Seluruh ibadah di bulan Ramadhan ini bukan lah ajang untuk pasang status (misalnya : “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini” dsb) di Facebook atau media sosial lainnya Biarlah itu jadi rahasia indah antara engkau dengan Allah.

12. Sabar adalah kunci untuk mendapatkannya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Di siang hari anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin. Ingatlah Allah telah memberi kita kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi.

13. Ini yang paling penting: Berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari-Nya.

Prasangkamu kepada Allah


Menyangka Allah itu Tuhan Yang Seram, maka seramlah hidupmu.. Menyangka Allah Maha Baik, maka asyiklah hidupmu..

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
Adapun ALLAH berfirman :

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي
فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي

"Aku bersama dengan persangkaan hambaku (orang beriman) kepada-Ku, dan Aku bersamanya selama ia berdzikir (berdoa) kepada-Ku.
Jika ia mengingatku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku."
(HR.Tirmidzi)

Prasangka jelek

[عبرات قرآنية]

قال الله تعالى:

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا
(سورة مريم ٢٧)

▪علّمتنا هذه الآية:

 أن الناس أول ما تفكر بالسوء لم يسالوها من أين هذا؟
 و ابن من هذا ؟
أول ما راو الغلام بيد  مريم قالوا لقد جئت شيئا فريا .

▪ما أسهل سوء الظن!
ذمّوها ولم يروا منها قبلاً إلا الخير
لا يضرك طعن البعض إن كنت على الحق.

• رحم الله من ظن بنا خيراً ،
• غفر الله من قال فينا ما ليس فينا ،
• ستر الله من وجد فينا عيباً فستره

PELAJARAN QURANI

Alloh ta'ala berfirman:
Maryam ibu nabi isa AS kembali ke kaumnya dgn menggendong putranya(stlh melahirkan)  kmdn mereka langsung berkata: engkau telah mendatangi sesuatu yg besar dosanya(zina).

▪Ayat ini memberi pelajaran pada kita bahwa :
umumnya manusia saat pertama berfikiran/berprasangka jelek pd seseorang(krn melihat atau mendengar sesuatu yg mnrt mrk jelek) ia langsung menuduhnya sesuai dgn pikirannya tanpa bertanya terlebih dahulu..

darimana ini?
Anak siapa ini?

Pd saat pertama kali Mereka (bani israil) melihat bayi di gendongan maryam,mereka langsung mencela(tanpa tabayyun terlebih dahulu) dgn ucapan:engkau telah melakukan zina..

▪Alangkah mudahnya sifat su'uddzon!!

Mereka dgn mudah begitu saja mencela maryam padahal mereka tidak melihat maryam sebelumnya kecuali orang yg baik.

*Cacian sbgn orang kepadamu samasekali tdk membahayakanmu selama engkau dlm kebenaran..*

•semoga Alloh menyayangi orang yg selalu menyangka baik pada kita

• *semoga Alloh mengampuni orang  yg berkata sesuatu ttg kita pdhl kita tdk   spt yg dia katakan*

• semoga Alloh menutupi kejelekan org yg ketika mejumpai kejelekan kita,dia menutupinya.

Wasiat Al Qur'an

[وصيية قرآنية]

*خمسة أزواد* للداعية و المبلّغين في سورة المزمل:

١- *قيام الليل*
 قال الله تعالى:
 يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ. قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (١-٢)

٢- *ملازمة قراءة القرآن بالترتيل والتدبر والتأمل*
 قال الله جل وعلا:
وَرَتِّلِ الْقُرْآَنَ تَرْتِيلًا (٤)


٣- *إدامة ذكر الله جل وعلا*
 قال سبحانه:
 وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا (٨)

٤- *التوكُّل على الله جل وعلا*
قال سبحانه:
 رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا(٩)

5.  *الصبر على الأذى*
 قال الله جل وعلا: وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ(١٠ )

اللهم ارزقْنا الاستقامةَ و الصبرَ في سبيل الدعوة إليك..
 وكنْ لنا نورا ودليلا ونصيرا في جميع أمورنا
 يا أكرم الأكرمين
ويا مجيب السائلين..
آمين.


WASIAT AL QUR'AN

*LIMA BEKAL* untuk para dai dan muballigh yg terkandung dlm surat muzzamil :

1- *selalu melaksanakan qiyamullail*
Alloh SWT berfirman:
Wahai org yg berselimut !! Bangunlah di sepanjang malam kecuali waktu yg sedikit(utk tidur)

2- *terus menerus membaca alquran dgn tartil,tadabbur dan penuh penghayatan*
Alloh SWT berfirman:
Bacalah alquran dgn tartil...

3- *selalu dzikir pd Alloh*
Alloh SWT berfirman:
Selalu Menyebutlah nama Alloh dan perbanyaklah ibadah kepadaNYA

4- *Selalu Tawakal pada Alloh*
Alloh SWT berfirman:
Alloh adalah yg menguasai bumi timur dan barat,tdk ada tuhan yg berhak di sembah selainNYA,maka jadikanlah DIA yg di serahi segala urusan

5- *Sabar menghadapi semua yg menyakitkan*
Alloh SWT:
bersabarlah mendengarkan perkataan2 mereka yg meyakitkan

Ya Alloh..
Berilah rizki pada kami bisa selalu istiqomah dan sabar dlm jalur dakwah kepada agamaMU..
Dan jadilah ENGKAU utk kami sbg *cahaya penerang,pemberi petunjuk dan penolong* dari semua urusan kami
Wahai lebih dermawannya yg dermawan..
Wahai dzat yg mengabulkan org2 yg minta..
Amiin..

Jualan boleh yang penting jujur

Gindra Gunadi
"JUALAN BOLEH YANG PENTING JUJUR"

Perintah khusus beperilaku jujur bagi para pedagang karena memang kebiasaan para pedagang itu adalah melakukan segala cara demi melariskan barang dagangannya, termasuk kebiasaan dusta.

Dari Rifa'ah, ia mengatakan bahwa ia pernah keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ke tanah lapang dan melihat manusia sedang melakukan transaksi jual beli. Beliau lalu menyeru, “Wahai para pedagang!” Orang orang pun memperhatikan seruan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil menengadahkan leher dan pandangan mereka pada beliau. Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang orang fajir kecuali pedagang yang bertaqwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.” HR. Tirmidzi no. 1210 dan HR. Ibnu Majah no. 2146

Padahal kalau para pedagang dan pembeli sama sama Jujur akan membawa kebarokahan bagi keduanya.

Dari sahabat Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا - أَوْ قَالَ حَتَّى يَتَفَرَّقَا - فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh kebarokahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup nutupi, niscaya akan hilanglah kebarokahan bagi mereka pada transaksi itu.” HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532

Dan sebalikanya, apabila pedagang berdusta, bahkan berani bersumpah dusta, maka Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, sebagaimana hadits,

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ : الْمَنَّانُ, الْمُسْبِلُ إِزَارَهُ وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلَفِ الْكَاذِبِ

“Tiga (golongan) yang Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, tidak melihat kepada mereka, tidak mensucikan mereka dan mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, yaitu: orang yang sering mengungkit pemberiannya kepada orang, orang yang menurunkan celananya melebihi mata kaki dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah dusta.” HR. Muslim no. 106.

Semoga manfaat dan barokah.

Indication that you too attached to the dunya

You know you are getting attached to the dunya when..
1. You dont plan your time around Salah time.
2. A whole day or two passes and you don't open your qur’an because you are too ‘busy’.
3. You care so much about what people say about you.
4. All you care about is how to accumulate more and more wealth.
5. You argue unnecessarily when you are told something you are used to doing is haram.
6. You keep on delaying good deeds -i’ll do it tomorrow,or the next, etc’.
7. A new gadget comes out and you’re already thinking what you’re going to sell to obtain it.
8. The lives of celebrities interests you.
9. The lifestyle of the rich impresses you.
10. You want to be the centre of attention.
11. You compete with each other for worldly things.
12. Your thirst for power and glory cannot be quenched.
13. You fall into depression each time you don't get what you want
14. Minor sins don't really mean anything to do
15. You aren't able to stop the haram immediately and keep on procrastinating and delay ‎taubah.
16. You aren't ready to displease people to please Allah.
17. You care a lot about whats in vogue (You want to belong).
18. You plan far far ahead into the future.
19. Seeking for islamic knowledge comes secondary(thats if it ever comes) after pursuing your future career
20.Your friends aren't the type that remind you of Allah.
21. You regard people as successful according to their status in this world.
22. A whole day passes without you thinking of death.
23. You can afford to waste so much of your time doing things that wont benefit you in the hereafter.
24. Doing acts of #‎ibadah becomes very difficult for you.
25. You cant seem to be able to change your extravagant lifestyle despite knowing Allah dislikes the extravagant
26. You love visiting the lands of the kuffar.
27. You are told about the dangers of consuming riba yet you argue that this is the only way you can survive. You add that if you find a better halal income you’ll change.
28. You want to live life to the fullest.
29. You care so much about your physical appearance.
30.You believe the end of time is still far far away.
31. You see things happening to others and you dont stop to think it could happen to you too.
32. You bury the dead yet you don't learn anything from it.
33. You want to ‘make ends meet’ by all means.
34. You are always in a haste to finish your prayer and continue with what your doing.
35. You don’t think that today could be your last day.
36. You are solely comforted by luxury (not by the remembrance of Allah).
37. You don’t ask Allah for paradise the way you ask for your dunya.

Riya

Gindra Gunadi
"RIYA'".

Masih ingatkah kita pada sebuah hadits yang mengisahkan orang yang ahli membaca Al Qur’an, ahli perang hingga ia mati dalam peperangan tersebut dan ahli shodaqoh. Saat didatangkan di hadapan Allah dan diperlihatkan pahala/balasan/ganjaran mereka, Allah bertanya kepada mereka mengenai apa saja amal mereka sehingga pahalanya sedemikian besar. Mereka pun menjawab, kami beramal karena-Mu ya Allah! Allah pun menjawab : “Kadzabta!” alias “Bohong kamu! Kamu ahli membaca Al Qur’an, kamu shodaqoh karena kamu ingin disebut dermawan, kamu berperang karena kamu ingin disebut pemberani.”

Ternyata amalan besarnya tidak dilandasi karena Allah. Akhirnya ketiga orang tersebut diseret malaikat atas perintah Allah untuk dimasukkan neraka, masya Allah!

Tanya kenapa? Karena ibadahnya riya’ (pamer) dan sum’ah (ingin didengar).

Setiap amalan sangat tergantung pada niat.

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,
إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang dia niatkan.”(HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya.
Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan menceraiberaikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidz)

Dan firman Allah Ta’ala,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَ يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَ يُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَ ذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Dan mereka tidak diperintah kecuali menyembah Allah dengan cara memurnikan Agama dengan niat karna Allah dengan condong, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)”.

Dan Allah pun mengetahui segala sesuatu yang ada dalam isi hati hamba. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ

"... menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”." (QS. Ali Imran: 29)

Dalam ayat lainnya, Allah memperingatkan dari bahaya riya’, dalam firman-Nya,
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ
“Jika kamu mempersekutukan (Rabbmu), niscaya akan hapuslah amalmu.” (QS. Az Zumar: 65)

Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Allah Tabaroka wa Ta’ala berfirman : Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (maksudnya: tidak menerima amalannya) dan perbuatan syiriknya.”( HR. Muslim no. 2985, dari Abu Hurairah)

Amalan seseorang yang berbuat riya’ (tidak karena Allah), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa.

Semoga manfaat dan barokah.

Nawaqidl al Islam - 10 perkara perusak keislaman seseorang


Nawaqidl al-Islam


10 Perkara yang Merusak Keislaman Seseorang

Islam adalah satu-satunya Agama Allah yang sah di muka bumi ini, agama yang sempurna, dan yang telah diridhoi oleh Allah sebagai agama bagi hambanya yang terdiri dari Jin dan Manusia. Agama selain Islam tidak diterima oleh Allah.
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَام … سورة آل عمران 19

Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam
[Surah Ali Imron ayat 19]

…الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا… سورة المائدة 3

…pada hari ini telah Aku (Allah) sempurnakan agama (Islam) bagi kalian, dan telah aku sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian dan aku ridho Islam sebagai agama kalian …
[Surah al-Maidah ayat 3]

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ* سورة آل عمران85

Dan barang siapa yang memilih selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat nanti ia tergolong orang-orang yang rugi
[Surah Ali Imron ayat 85]

Masuk Islam sangat mudah, yaitu cukup dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengufuri tuhan-tuhan selain Allah:
37 – (23) وحَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَا: حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِيَانِ الْفَزَارِيَّ، عَنْ أَبِي مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ ” مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مَنْ دُونِ اللهِ، حَرُمَ مَالُهُ، وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللهِ ” (رواه مسلم كتب الايمان)
… aku (ayah Abi Malik) meriwayatkan: Saya mendengar Rasulalloh s.a.w bersabda,”Barang siapa mengucap “Laa Ilaaha Illalloh” dan mengufuri dengan apa-apa yang disembah selain Allah, haram hartanya, dan haram darahnya, dan perhitungan (atas ucapannya) adalah urusan Allah”.
[Hadist Shohih Muslim No. 37 Kitabul Iman]

Begitu juga, keluar / murtad dari Islam atau menjadi kafir juga sangat mudah. Para Ulama Islam telah mengidentifikasi sedikitnya ada 10 (sepuluh) perkaraNawaqidl al-Islam (نّوّاقِ الْاِسْلاّمِ), hal-hal yang dapat merusak Keislaman sesorang sehingga tidak merasa ia telah keluar dari Islam. Sepuluh perkara tersebut bisa berupa ucapan, perbuatan nyata atau berupa pemikiran /faham/ pandangan atau pendapat-pendapat yang bertentangan dengan syariat dan akidah Islam.
10 perkara yang merusak keIslaman seseorang (Nawaqidl al-Islam) adalah:

1. Orang Islam yang Mencampuri Ibadahnya dengan Keyakinan dan Perbuatan Syirik

Syirik adalah segala keyakinan dan amalan yang semestinya hanya untuk Allah tetapi dilakukan untuk selain Allah. Contoh-contoh nyata keyakinan dan perbuatan syirik antara lain:
  • Berdoa, mengharap, minta pertolongan, berpasrah diri kepada SELAIN Allah.
    Berdoa kepada jin, memanggil atau meminta wangsit atau minta pertolongan kepada orang yang sudah mati agar hajatnya diberi kelancaran dan keberhasilan.
  • Rasa takut kepada selain Allah
    , seperti takutnya kepada tempat keramat, takut kualat / mendapatkan malapetaka jika tidak mengikuti aturan-aturan yang dibuat jin, juru kunci kuburan atau juru kunci tempat-tempat keramat..
  • Menyembelih hewan untuk selain Allah
    , yaitu menyembelih hewan-hewan tertentu dengan syarat-syarat tertentu dengan niat untuk persembahan, sesajen, hadiah, mahar, tebusan sebagai syarat untuk mendapatkan keselamatan, terhindar dari mara bahaya atau agar keinginannya dapat terkabul.
  • Nazar untuk selain Allah
    Misal; “Kalau cita-cita saya terkabul, saya akan memberi hadiah pada kuburan keramat di desa”.

Semua amalan dan keyakinan tersebut masuk dalam kategori syirik besar dan pelakunya menjadi musyrik, kafir, keluar dari Islam.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا* سورة النساء 48

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni apabila mereka menyekutukanNya, dan Allah mengampuni dosa selain syirik bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Barang siapa yang berbuat syirik maka sungguh ia telah melakukan perbuatan dosa besar.
[Surah An-Nisa ayat 48]

…إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ* سورة المائدة 72

…sesungguhnya barang siapa berbuat syirik kepada Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya, dan tempat tinggalnya adalah neraka. Dan orang-orang yang zalim tidak ada penolong baginya.
[Surah Al-Maidah ayat 72]

2. Menjadikan Manusia / Makhluk sebagai Perantara Untuk lebih Mendekatkan diri kepada Allah


Meyakini bahwa seorang tokoh dapat memberikan safaat di hari kiamat, sehingga kuburannya selalu diziarahi dan dikeramatkan, hari lahir dan kematiannya selalu diperingati, benda-benda peninggalannya dan apa-apa yang berkaitan dengannya diyakini membawa barokah.
Anggapan bahwa hanya tokoh-tokoh tertentu atau orang-orang khusus yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan manusia pada umumnya tidak mampu. Sehingga timbul keyakinan bahwa umumnya manusia harus mendekatkan diri pada orang-orang khusus tersebut supaya bisa dekat dengan Allah. Semua faham tersebut merusak keislaman seseorang karena bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul.
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ* سورة الزمر (3)

Ingatlah, bagi Allah adalah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil kekasih selain Dia (Allah) (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah orang-orang yang pendusta dan kafir.
Surah Azzumr (39) ayat 3

3. Praktek Sihir dan Perdukunan

Bentuk-bentuk praktek sihir dan perdukunan antara lain:
  • Praktek sihir dan perdukunan yang membuat orang celaka, apes, sakit, bangkrut, menderita bahkan dapat membunuh orang. Contoh nyata adalah santet, tenung, jengges dan lain-lain.
  • Guna-guna menggunakan barang dan atau mantra-mantra yang bertujuan menjadikan sesorang senang atau sebaliknya benci, seperti; pelet, jaran goyang, semar mendem dan lain sebagainya.
  • Hipnotis yaitu praktek sihir yang membuat orang tertidur atau terbawa ke alam bawah sadar.
  • Magic yaitu aksi-aksi atau atraksi-atraksi fantastis dengan mengandalkan kekuatan magic yang semua itu merupakan praktik minta tolong pada jin
  • Segala jenis ramalan ghaib untuk mengetahui nasib seseorang atau kejadian-kejadian akan datang dan menebak barang yang hilang dengan menggunakan berbagai media dan perantara.
Orang-orang yang telah mempraktikkan sihir dan perdukunan tersebut, mengajarkan atau memerintahkan / meminta orang lain untuk praktek sihir dan perdukunan itu hukumnya dia telah musyrik dan menjadi kafir.
…وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ….

… dan setiap Harut Marut mengajarkan sihir kepada seseorang ia selalu berkata,”Sesungguhnya kami adalah fitnah (bagimu) maka janganlah kamu kufur (terhadap Tuhanmu)”.
Surah Al-Bakarah ayat 102

وَرَوَى الْإِمَامُ أَحْمَدُ فِي مُسْنَدِهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ» .

Dan Imam Ahmad meriwayatakan dalam musnadnya, dari Abi Huroiroh, sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda,”Barangsiapa mendatangi dukun atau paranormal lalu dia membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh ia telah kufur terhadap Al-Quran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad.

4. Condong pada Kaum Musyrik, Kafir dan Jahiliyah

Salah satu bentuk kekafiran umat adalah:
  • apabila ia merasa condong, mempunyai rasa cinta kepada kaum musyrik, kaum kafir atau orang jahiliyah.
  • Mendukung, menolong dan loyal pada orang kafir untuk melemahkan dan mengalahkan Islam dan kaum Muslimin.
  • Mengidolakan orang-orang tidak beriman / non-Muslim dengan cara meniru gaya, ucapan, mode dan perbuatan mereka yang bertolak belakang dengan hukum Islam.
  • Mengagumi agama non-Islam dan menganggap agama mereka lebih baik, lebih damai, lebih tenteram, lebih manusiawi dan tidak banyak aturan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51)

Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai kekasih, mereka adalah kekasih satu sama lain, dan barang siapa diantara kalian yang mengasihi mereka maka ia termasuk golongan mereka dan Allah tidak mengasihi orang-orang yang berbuat aniaya.
[Surah Al-Maidah ayat 51]

4031 – حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتٍ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي مُنِيبٍ الْجُرَشِيِّ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ» __________ [حكم الألباني] : حسن صحيح

…Rasulullah s.a.w. bersabda,”Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia adalah bagian dari kaum itu”.
[Hadist Shohih Muslim No 4031 Kitabu al-Libas]

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا* سورة النساء 139

Orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi kekasih dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kemulyaan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
Surah Annisa ayat 139

5. Tidak Menghukumi Kafir pada Orang Musyrik

Kekafiran dalam kategori ini antara lain:
  • Menganggap orang-orang yang mengerjakan praktik-praktik syirik seperti: ibadah di kuburan, menyembelih hewan untuk jin dll, masih Islam dengan alasan masih mengucapkan syahadat. Fakta dalil bahwa orang-orang yang berkeyakinan dan berbuat syirik maka hancur lebur amalannya dan diancam neraka oleh Allah SWT sekalipun ia mengaku Islam dan masih mengucapkan dua kalimat syahadat
  • Faham plularisme yang menganggap semua agama sama-sama benar.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ… * سورة الممتحنة 1

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi kekasih, kalian berikan rasa kasih sayang pada mereka; padahal sesungguhnya mereka telah mengkufuri kebenaran yang datang kepadamu…
Surah Al-Mumtahanah ayat 1

6. Berpaling dari Agama Allah

Bentuk nyata berpaling dari Agama Allah adalah tidak mau mempelajari / mengkaji / memahami Al-Quran dan Sunnah Nabi (Al-Hadist) dan juga tidak mengamalkannya, terutama akidah yang wajib diketahui seperti Rukun Islam, Rukun Iman dan lain sebagainya. Orang-orang yang berpaling dari Agama Allah beranggapan bahwa:
  • Ajaran Islam ketinggalan jaman / kolot dan tidak relevan dengan kehidupan moderen. Syariat Islam dianggap tidak bisa memberi solusi terhadap berbagai problematika kehidupan moderen.
  • Semua agama sama benarnya karena semua agama tujuannya adalah ibadah kepada Allah
  • Termasuk berpaling dari agama Allah adalah orang-orang munafik yaitu orang yang belajar dan menguasai ajaran Islam namun ilmunya hanya di bibir saja, tidak diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (179)

Dan sungguh-sungguh Aku (Allah) jadikan isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
[Surat Al-Arof ayat 179}
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ* سورة الأعراف182

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Ku, akan Aku (Allah) binasakan, dengan cara yang tidak mereka ketahui.
Surat Al-Arof 182

7. Benci Terhadap Peraturan Allah dan Peraturan Rasulullah s.a.w.

Seseorang yang benci dengan salah satu saja dari peraturan-peraturan yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w. cukup membuat rusak Islamnya dan jatuh pada kekafiran. Representasi nyata kebencian terhadap akidah dan syariat Islam antara lain:

  • Benci terhadap ayat-ayat Allah dan hadist-hadist nabi karena dianggap tidak rasional, tidak sesuai dengan pandangan atau pemikiran tokoh-tokoh tertentu.
  • Benci terhadap hukum-hukum Islam seperti:
    • Sunnah poligami
    • Kewajiban infak, shodakoh dan zakat
    • Kewajiban berjilbab / menutup aurat bagi wanita,
    • Larangan pergaulan bebas / laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.
    • Hukum Qishos
    ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (9)

    Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amalan mereka.
    [Surah Muhammad ayat 9]

    8. Menganggap Petunjuk dan Hukum Nabi Muhammad s.a.w. lebih rendah daripada petunjuk dan hukum buatan manusia.

    Petunjuk dan hukum Nabi meliputi; agama, perbuatan, ajaran dan akhlak. Nabi Muhammad s.a.w. adalah sosok yang paling sempurna petunjuknya dan paling bagus budi pekertinya.
    وَيَقُولُ: «أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ

    … dan Nabi s.a.w. bersabda,”Adapun selanjutnya, sesungguhnya sebaik-baik cerita adalah Kitab Allah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad s.a.w.”.
    Contoh nyata kekafiran model ini adalah:
    • Faham yang mengedepankan kebebasan berfikir, berpendapat dan bersikap dengan meninggalkan nash-nash dari Quran maupun Hadist. Penganut faham ini menjadikan akal / logika sebagai tolok ukur dalam kebaikan dan kejelekan.
    • Faham yang menganggap hukum selain syareat Islam lebih cocok, lebih relevan bagi kehidupan moderen, lebih adil, lebih konkrit, lebih sesuai dengan hak asasi manusia. Padahal seseorang yang beranggapan hukum Islam sama dengan hukum buatan manusia sudah cukup membuat ia menjadi kafir atau murtad dari Islam, apalagi menganggap hukum buatan manusia biasa lebih baik daripada hukum Islam, jelas lebih sangat kufurnya.
    وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ* سورة المائدة 44

    Dan barang siapa yang tidak menghukumi dengan apa-apa yang diturunkan oleh Allah (Al-Quran), maka mereka adalah orang-orang kafir.
    [Surah Al-Maidah (5) ayat 44

    9. Menghina atau Melecehkan sesuatu dari Agama Nabi s.a.w.

    Contoh faham dan perbuatan yang melecehkan Islam antara lain:
    • Menganggap beberapa sunnah Nabi Muhammad s.a.w. seperti; memakai jilbab, sebagai adat orang Arab bukan agama sehingga tidak perlu diikuti.
    • Menganggap hukum Qishos itu tidak manusiawi dan hanya berlaku untuk bangsa Arab
    • Menganggap Al-Quran bukan kalam Allah, melainkan sebuah kumpulan pengalaman dari perjalanan spiritual Muhammad s.a.w.
    • Pemikiran liberal dari Dunia Barat yang diusung ke dalam Islam yang menyatakan hukum Islam tidak relevan dengan jaman sekarang sehingga perlu dikritisi, perlu inovasi, direvisi, atau bahkan diganti.
    Semua kefahaman tersebut merupakan perbuatan nifaq yang merusak keislaman seseorang.
    وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (66)* سورة التوبة 65 -66

    Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.
    [Surah Attaubah ayat 65-66

    10. Merasa Tidak Terikat dengan Syariat Nabi Muhammad s.a.w.

    Seseorang otomatis rusak islamannya bila ia merasa tidak terikat dengan syariat Islam.
    قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ* سورة الأعراف (158)

    Katakanlah (Muhammad): “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.
    [Surat Al-A’rof ayat 158]

    وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً* [رواه البخاري كِتَابُ التَّيَمُّمِ]

    “… dan para Nabi diutus khusus kepada kaumnya, dan aku (Nabi Muhammad s.a.w.) diutus untuk semua umat manusia”.
    [Hadist Riwayat Al-Bukhori No. 335 Kitabu Tayamum]

    Gejala nyata keluar dari syariat Nabi Muhammad s.a.w. antara lain:
    • Keyakinan bahwa ada orang atau golongan yang tidak membutuhkan petunjuk Rasulullah s.a.w., merasa tidak perlu lagi mengerjakan syariat Islam, hukum halal haram tidak berlaku baginya, orang yang mengerjakan syariat Nabi s.a.w. dengan niat tujuan mencari Surga dan takut siksa neraka dianggap masih awam dan rendah derajatnya.
    • Keyakinan bahwa Allah ada pada diri masing-masing manusia.
    • Keyakinan bahwa Allah turun / menyatu pada jasad manusia (manunggaling kawulo gusti).
    • Faham sekularisme yang memisahkan urusan dunia dengan agama. Tidak memasukkan nilai-nilai Islam dalam masalah dunia. Mengabaikan akidah halal-haram, sah tidak sah, pahala dosa dalam kehidupan sehari-hari. Agama hanya urusan kyai dan ulama yang dikerjakan di masjid saja sedangkan masalah sosial, ekonomi dan lain-lain tidak harus mengikuti tuntunan agama. Anggapan bahwa manusia harus melepaskan diri dari syariat Islam bila ingin maju dan berkembang.
    باب وجوب إيمان أهل الكتاب برسالة الإسلام 240 – (153) حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو، أَنَّ أَبَا يُونُسَ، حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ» [رواه مسلم في كتاب الايمان]

    …sesungguhnya Rasulillah s.a.w. bersabda,”Demi Allah tidak seorangpun dari umat ini yang mendengar (risalah) dariku, baik ia yahudi atau nasrani, lalu ia mati dalam keadaan tidak iman pada Al-Quran yang aku diutus dengannya kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.
    [Hadist riwayat Muslim no. 240 Kitabu Iman]
  • Adab menasehati dalam Islam

    Adab Menasehati dalam Islam
    (by Ayu Lupika)
    Adab menasehati“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya,” (HR. Bukhari)
    Sahabat, bisa jadi nasehat yang kita sampaikan untuk saudara seiman jauh lebih bernilai daripada emas dan perak yang kita beri untuknya. Karena nasehat bermanfaat di dunia akhirat, sedangkan emas dan perak belum tentu terpakai untuk kehidupan akhirat kelak.
    Akan tetapi, banyak orang yang sulit menerima nasehat, dikarenakan begitu seringnya nasehat meluncur tanpa adab. Padahal dalam Islam kita diajarkan etika dalam menasehati saudara seiman, sebagaimana setiap amalan memiliki adabnya masing-masing.
    Berikut ini beberapa adab dalam memberi nasehat yang perlu kita pahami dan lakukan:
    1. Niat untuk memperbaiki, bukan untuk pamer diri
    “Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu hanya akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari Muslim)
    Sahabat, sungguh jauh berbeda jika seseorang memberi nasehat dengan niat memperbaiki saudara seiman, atau dengan niat ‘memperlihatkan diri’ sebagai yang lebih benar, lebih shaleh, dan lebih berilmu.
    Jangan pernah memberi nasehat dalam kondisi merasa diri lebih baik dari saudara kita, karena akan berpengaruh pada pilihan kata yang akan kita gunakan dalam memberi nasihat, tentu saja tidak ada manusia yang nyaman jika diberi nasehat dalam posisi salah-benar. Berilah nasehat dengan memposisikan diri sama-sama masih perlu belajar, in syaa Allah nasehat yang kita berikan akan lebih efektif.
    2. Memberi nasehat cukup empat mata saja
    Banyak orang keliru dalam memberi nasehat, yakni melakukannya di hadapan orang lain, padahal sebaik-baik nasehat adalah yang dilakukan cukup empat mata tanpa sepengetahuan siapa pun, bahkan kalau perlu diberitahukan secara rahasia, baik waktu maupun tempatnya:
    Imam Syafii dalam syairnya menyatakan:
    Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
    dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
    Karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
    Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
    maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti
    3. Sampaikan nasehat dengan kata-kata lembut dan cara terbaik
    “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Berteriak, memaki, merendahkan, atau memaksa bukanlah termasuk nasehat meskipun dimaksudkan untuk kebaikan. Bahkan ketika Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk menasehati Fir’aun yang sombong dan berbuat kerusakan besar sekalipun, Ia meminta keduanya berkata lembut pada pemimpin congkak tersebut.
    “Sesungguhnya Allah mencintai lemah lembut dalam segala perkara.” (HR. Bukhari Muslim)
    4. Nasehati diri sendiri terlebih dahulu sebelum orang lain
    Ada baiknya kita memastikan diri memperoleh hikmah dan manfaat dari nasehat yang kita berikan untuk orang lain, jangan sampai kita menasehati orang namun sendirinya masih berbuat buruk dan tidak menjalankan apa yang kita nasehati:
    ”Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS ash Shaff: 2-3)
    5. Nasehatilah dengan ilmu, bukan nafsu
    “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani , semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Q.S al Israa’ 36)
    Sahabat, tak sedikit orang yang menasehati tanpa ilmu, ia hanya mengira-ngira dan berprasangka saja. Sebisa mungkin, pastikan kita memberi nasehat sesuai dengan ilmu yang mumpuni dan pernah kita pelajari serta bisa dipertanggungjawabkan.
    6. Tetap sabar dalam memberi nasehat, meskipun nasehat kita tak dituruti
    “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman.” (Q.S adz Dzaariyaat 55)
    Tidak ada alasan untuk berhenti memberi nasehat, sekalipun nasehat yang kita sampaikan tak pernah digubris apalagi dilaksanakan, namun sesungguhnya kita sedang memberikan hak saudara seiman untuk dinasehati.
    Maka jangan pernah bosan memberi nasehat dan peringatan, karena batu yang keras pun bisa berlubang jika terus ditetesi air, apalagi hati manusia.
    Sahabat, semoga kita senantiasa menjadi orang-orang beruntung yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Jadikan nasehat sebagai salah satu sedekah yang selalu kita berikan pada saudara seiman setiap harinya, mudah-mudahan Allah perbaiki hidup kita.

    Tiga musibah setiap hari

    *TIGA MUSIBAH SETIAP HARI*
    Pada dasarnya....
    Ada tiga musibah setiap hari
    Yang menimpa kita sebagai hambaNya.
    Tetapi sayang...
    Sebagian besar kita tidak menyadari,
    Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.
    *Musibah pertama......*
    Setiap hari jatah usia kita terus berkurang
    Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.
    Sementara itu....
    Ketika harta yang berkurang
    Perhatian kita sangatlah luar biasa,
    Padahal harta yang hilang bisa diganti
    Sementara umur yang hilang tidak akan ada gantinya.
    *Musibah ke dua.....*
    Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya
    Sementara kita lalai dan lalai....,
    Bahwa setiap rizki yang ada
    Kelak akan dihisab oleh Nya.
    Apabila rizki itu halal
    Kelak akan ditanya....
    Sudahkah kita mensyukurinya ?.
    Apabila rizki itu haram.....
    Maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kelak mengadzab kita.
    *Musibah ke tiga.....*
    Disadari atau tidak,
    Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,
    Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.
    Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal
    Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.
    Sementara kita tidak tahu
    Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,
    Apakah akan menjadi penghuni surga
    Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,
    Ataukah menjadi penghuni neraka
    Tempat segala adzab dan siksanya.
    Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,
    Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
    Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian
    Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :
    توفني مسلماً وألحقني بالصالحين
    _"Yaa Allah aku memohon padaMu...._
    _Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam_
    _Dan kumpulkanlah aku di surgaMu_
    _Bersama hamba-hambaMu yang sholeh."_
    _(QS. Yusuf : 101)._
    Semoga bermanfaat...

    Share dari facebook