“Allahumma arinal haqqa, haqqaa, warzuqnattiba’ah, wa arinal baathila baathila, warzuqnajtinabah” “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang haq (benar) itu sebagai haq (benar), dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya (memperjuangkannya), dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya (menghapuskannya).
Showing posts with label Haji. Show all posts
Showing posts with label Haji. Show all posts
Penjual nasi bakar menjadi pemilik PriAventure travel
Penjual Nasi Bakar Jadi Bos Travel
(Oleh mas Imam gem Sufaat)
Ini kisah hidup seorang sahabat bernama Anshar. Saya biasa memanggilnya Bang Anshar. Sebagian teman ada yang memanggilnya Anchay.
Usianya tiga tahun di atas saya. Dia kelahiran Makassar, 23 Februari 1974. Seperti kebanyakan orang kelahiran 1970-1980, hobinya adalah sepak bola. Bang Anshar adalah suporter setia PSM Makassar. Dia juga suka band rock macam Iron Maiden, Metalica, Guns & Roses, Skid Row, God Bless, Surabaya Rock Band, SAS, Ucamp, Slank, dan sejenisnya.
Bang Anshar kali pertama merantau ke Jakarta pada 1993. Ketika itu, dia sedang mendukung laga PSM Makassar di Jakarta. Bersama belasan teman sekampung, anak ketiga dari lima bersaudara ini putar-putar Ibu Kota.
Singkat cerita, Bang Anshar kepincut dengan Jakarta. Dia enggan balik ke Makassar dan memilih tinggal di Jakarta. Dari sini, petualangan dimulai. Bang Anshar menjajal aneka profesi demi bertahan hidup. Pernah dia bekerja sebagai kru film. Pernah juga bekerja sebagai buruh pabrik di Karawang.
Bosan jadi buruh pabrik, Bang Anshar menjajal profesi sebagai tukang catat di rekanan Bulog. Pernah juga sebagai sales engineering sebuah perusahaan di Jakarta.
Saat di Jakarta inilah, saya berkenalan dengan Bang Anshar. Dia menikahi seorang gadis tetangga saya di Cempaka Putih, Jakpus. Kami pun mulai akrab karena Bang Anshar sejak itu tinggal di Cempaka Putih.
Usai menikah, ekonomi Bang Anshar sempat terpuruk. Dia mencoba berbagai usaha, namun gagal. Pernah Bang Anshar berjualan nasi bakar di perkantoran dekat Kebon Sirih.
Suatu siang, saya mampir di warungnya. Sedih sekali, warung itu sepi pengunjung. Bang Anshar duduk termenung sembari menunggu dagangannya.
"Bang, mau tidak saya ajak bertamu ke rumah bos travel. Siapa tahu, beliau sedang cari karyawan. Nanti, saya bantu ngomong," ajak saya.
"Mau, Mas Imam. Kapan-kapan kita ke sana ya," jawab Bang Anshar.
Suatu malam, saya dan Bang Anshar bertamu ke rumah Bapak H. Bashori. Beliau adalah pemilik travel haji umrah Multazam Utama. Rumahnya tak jauh dari kontrakan saya di Cempaka Putih. Kami menyampaikan maksud untuk bisa berkarya di Multazam Utama. Alhamdulillah, Bapak H. Bashori mengamini rencana kami.
"Mampir saja ke kantor. Nanti kita bicarakan lebih lanjut," kata Bapak H. Bashori yang terkenal dermawan.
Singkat cerita, Bang Anshar bekerja di Multazam Utama pada 2012. Dia dipercaya sebagai staff ticketing. Dari sini, dia belajar banyak tentang jual-beli tiket luar negeri, khususnya Timur Tengah. Putra pasangan H. Abdul Azis Pata dan Hj. Nurhasni ini juga sempat menangani marketing dan handling di bandara.
Pada 2017, Bang Anshar memutuskan resign. Dia pun mendirikan travel haji umrah bersama dua sahabatnya, Barly Azim Jusuf dan Arief Kurniawan. Dua sahabat ini juga mantan karyawan Multazam Utama. Bahu membahu mereka merintis bisnis travel haji umrah berlabel PriAventure Anugrah Haramain.
Berbagai rintangan datang silih berganti. Meski demikian, Bang Anshar dkk tetap tegar menghadapinya. Mereka yakin dengan doa dan ikhtiyar, Allah akan menolong.
"Yang penting doa, yakin, dan musyawarah. InsyaAllah semua masalah bisa diatasi," kata Bang Anshar.
Akhir 2018 ini, PriAventure mulai menampakkan trend positif. Ratusan jamaah sudah siap diberangkatkan ke Tanah Suci. Di antara mereka, banyak yang menjadi korban penipuan travel haji umrah yang marak tahun 2017.
"Selalu berpikir positif saja Mas Imam," kata Bang Anshar saat saya tanya motto hidupnya.
Alhamdulillah, PriAventure Anugerah Haramain sudah mengantongi izin resmi dari pemerintah. Ini membuat Bang Anshar dkk leluasa melebarkan sayap ke berbagai daerah di Indonesia.
Bang Anshar sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberi kemudahan bisa berkiprah di bidang travel haji umrah. Dia juga sangat bersyukur kepada Bapak H. Bashori sekeluarga yang telah berkenan memberikan tempat untuk bekerja dan belajar.
Semoga kisah singkat ini bermanfaat untuk Anda. Betapa jalan hidup manusia selalu menyimpan cerita. Tugas kita adalah berdoa, yakin, ikhtiyar, sabar, dan tawakkal.
Mampir ke masjid al -Ghamamah
Alhamdulillah, selama di Tanah Suci, rombongan umrah Multazam Wisata bisa melaksanakan city tour. Ada banyak lokasi yang dikunjungi. Salah satunya adalah Masjid Al-Ghamamah. Masjid ini terletak di Madinah. Tempat masjid ini berdiri diyakini sebagai lokasi Baginda Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat ied. Sekarang ini, masjid ini tidak dipergunakan lagi karena letaknya berdekatan dengan Masjid Nabawi.
Menurut sejarah, Masjid Al-Ghamamah dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz antara tahun 86 sampai 93 Hijriah. Kemudian direnovasi oleh Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawan Ash-Shalihi sebelum tahun 761 Hijriah. Masjid kembali direnovasi oleh Syarif Saifuddin Inal Al-Ala'i pada tahun 861 Hijriah.
Renovasi selanjutnya dilakukan pada masa Sultan Abd-ul-Mejid tahun 1275. Sultan Abdul Hamid II juga beberapa kali melakukan renovasi sebelum akhirnya diteruskan pemeliharannya oleh Pemerintahan Arab Saudi.
Tertarik berkunjung ke sana? Umrah saja bareng Multazam Wisata. InsyaAllah kita bisa ke sana bersama keluarga dan sahabat. ๐๐
Alamat kantor Multazam Wisata. Ruko Kampung Dua Jl. KH. Noer Alie No.1G Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi 17125. Telepon 021-29285927.
EO paling hebat sedunia
Negara manakah, penyelenggara event (EO) yang paling hebat sedunia?
Jawabannya pasti ga pake mikir..
Arab Saudi
Yap!
Negara lain.. bahkan kelas negara maju sekalipun, untuk menyambut event (paling keren, sebutlah) Piala dunia saja.. butuh bertahun-tahun persiapannya..
Itupun belum tentu sukses!
Banyak kekurangan dimana-mana..
Dengan dukungan dana dari mana2
Bagaimana jika sebuah negara, menyambut tamu dari berbagai negara.. setiap jam !
(bisa saja saya menyebutnya setiap detik.. tapi saya sebut saja secara umum, setiap jam!)
Iya.. setiap jam!
'lupakan' sejenak 'event tahunan' Ibadah Haji..
Untuk umroh saja..
Setiap jam selalu ada bis yang datang menggantikan bis yang pergi , keluar masuk Tanah Haram..
Petugas kebersihan bersiap sedia setiap waktu..
Tuan rumah, bahkan sudah memaklumkan diri, pada karaktek-karakter Tamu ALLAH, yang berasal dari negeri-negeri muslim yang blom dapat hidayah hidup bersih ga usah disebut ya negeri mana aja.. yang hobi buang sampah sembarangan..
Contohnya di Kawasan Masjidil Haram.
5x dalam sehari, akan ada 'sesi' sampah-sampah baru berserakan..
Dan sebelum sholat, sampah2 itu (biasanya) sdh berhasil di singkirkan.. bahkan dijalan-jalan.. karena jalan-jalan raya tsb akan segera dipakai sholat oleh tumpahan jamaah yang tidak tertampung di Mesjid dan halamannya
Kondisi didalam masjid-pun demikian tertata rapi.
Jarak antar satu area Galon Zam-zam ke galon lainnya tidak terlalu jauh..
Tidak akan pernah sang tamu yang jumlahnya ribuan SETIAP HARI hilir mudik itu kehausan!
Galon-galon itu akan diisi ulang terus menerus, dgn durasi yang sdh mereka atur sedemikian rupa.. sehingga tak pernah ada galon yang sempat kosong!
Dan kerennya lagi, setiap area Galon.. sudah tersedia 1 petugas yang siap mengepel air-air tercecer.
(yah! Ga sedikit jamaah yang wudhu di kawasan minum)
Itu belum termasuk, petugas pemungut sampah didalam masjid.. yang bertugas berkeliling setiap 5 menit dengan kantong besar.. memungut sampah2 kecil..
Bungkus permen.. sisa tisu.. biji kurma.. dan sampah2 kecil lainnya.
Semata-mata, terutama agar jamaah yang sepuh tak perlu bersusah payah bangkit sekedar untuk membuang sampah..
Dan tentu saja, mengais sampah2 kecil yang ditinggalkan oleh jamaah-jamaah yang belom dapat hidayah membuang sampah ditempatnya
Belom masuk hitungan petugas yang mengepel lantai, menyedot debu karpet, merapikan Quran (yang dibaca dan tdk dikembalikan ketempatnya) , merapikan waqaf kursi manula, dll
Askar Masjidil Haram.. sering disebut galak dan tak berperasaan..
Saya sih ga ketemu yang disebut galak..
Saya hanya melihat, petugas yang sedang berusaha menegakkan aturan untuk mengatur keamanan.
Jam-jam tertentu menjelang sholat 5 waktu, terutama sholat jum'at, Askar menutup pintu masuk masjid di lantai dasar, dan arah masuk kawasan Ka'bah.
Dengan wajah dingin, mereka mengabaikan siapapun.. dengan alasan apapun.. untuk masuk!
Tangan mereka hanya mengarahkan jamaah ke pintu masuk lainnya dilantai 2 atau lantai lainnya.
Dengan bahasa apapun anda memohon masuk.. diabaikan!
Apa jahat?
Tidak!
(menurut saya) mereka hanya menegakkan aturan untuk mencegah tumpukan jamaah di satu area.. disatu waktu.. karena bisa sangat berbahaya..
Apa tidak boleh masuk?
Hehe..
Lihatlah kawan..
didunia saja.. untuk mendapatkan tempat utama.. perlu perjuangan.. berlomba-lomba.. datang lebih awal
Masak mau dapat peluang sholat di shaff terdepan, melihat punggung Imam Masjidil Haram.. tapi datengnya 15 detik setelah Qomat.. yang betul aja
Itu segelintir cerita 'dibalik suksesnya penyelenggaraan' umroh di Mekkah yang tertangkap mataku
Arab saudi luar biasa..
Menjamu tamu dengan sangat sempurna!
Tak ada kepanasan..
Tak ada kehausan..
Tak ada pungutan liar
Kalo kata Ipin-upin..
Kite kagum sama arab Saudi
Betul betul betul!
Yana Nurliana,
Menulis adalah merekam pengalaman karena belum tentu terulang
Tempat sholat imam masjid masjidil haram
Beginilah sajadah, pengeras suara dan peralatan lainnya (tissue dan air minun) yg diletakkan di depan Ka'bah khusus bagi imam di Masjidil Haram. Posisi imam berada di depan pintu Ka'bah.
Setidaknya, ada 9 buah microphone terbaik bermerk Sennheiser disiapkan. Tiga di atas sejajar mulut di saat imam berdiri. Tiga di tengah sejajar mulut di saat imam duduk. Dan tiga di bawah sejajar lantai. Ditambah 1 lagi berbentuk clip button speaker yg berjenis wireless yg ditempelkan di baju sang imam.
Jika cuaca panas, biasanya juga dipasang payung dan portable air conditioner. Semua ini dipasang dan dilepas sebelum dan sesudah pelaksanaan shalat oleh beberapa orang petugas.
Kabel microphone tertanam di lantai Ka'bah dan atau sisi bawah Ka'bah yg menonjol ke depan. Kabel microphone yg terhubung dengan sound system Sennheiser pun terbuat dari serat optic terbaik, sehingga tidak mengakibatkan delayed pada saat imam bersuara hingga terdengar oleh makmum di segenap penjuru Masjidil Haram yg luasnya mencapai 356.800 km2 ini.
.
Semoga kita bisa berhaji dan umroh ke sana Aamiin...
Sumber instagram
Haji khusus bersama Multazam Wisata
Haji Khusus Bersama Multazam Wisata
Assalamualaikum...
Bapak, ibu, dan kaum muslimin yang berbahagia. Bagi yang ingin melaksanakan haji khusus, Multazam Wisata InsyaAllah siap melayani sepenuh hati. Estimasi waktu tunggu lima tahun. Semoga informasi berikut bermanfaat.
Izin Kemenag No. 94 Tahun 2016
*Paket Haji Khusus*
Program 23 hari
Program 23 hari
Usd. *8.000* /Quard
Usd. *8.500* /Double
Usd. *8.500* /Double
Mekkah : Elaf Kindah/Setaraf
Medinah : Royal Inn/Setaraf
Arofahmina: Tenda Standar Muasasah
Medinah : Royal Inn/Setaraf
Arofahmina: Tenda Standar Muasasah
Pesawat : Garuda, Emirat, Saudia, Etihad
Harga sdh termasuk
๐นTiket Pesawat PP
๐นVisa Haji
๐นAkomodai hotel*5
๐นTenda Arofah Mina dan Apartemen
๐นTransportasi Full AC
๐นMakan 3x Sehari
๐นPembimbing Ibadah
๐นPerlengkapan (Koper, tas slempang, kain ihrom/mukena, batik seragam, buku panduan, buku do'a, album haji, ID Card)
Harga blm termasuk:
1. Pembuatan Paspor
2. Pemeriksaan kesehatan
3. Biaya Dam dan Kurban
1. Pembuatan Paspor
2. Pemeriksaan kesehatan
3. Biaya Dam dan Kurban
-Pembayaran pertama usd. 4.500
-Pelunasan setelah mendapatkan pengumuman resmi dari Kemenag RI
-Harga Mengikuti ketentuan dari Kemenag di tahun keberangkatan.
-Pelunasan setelah mendapatkan pengumuman resmi dari Kemenag RI
-Harga Mengikuti ketentuan dari Kemenag di tahun keberangkatan.
Booking segera ke MWR Tour.
Jl. KH. Noer Ali No.1G Kota Bekasi.17145
Telp 021-29285927. WA 0813 1888 4207 atau 0812 8437 1094.
Jl. KH. Noer Ali No.1G Kota Bekasi.17145
Telp 021-29285927. WA 0813 1888 4207 atau 0812 8437 1094.
Larangan foto di masjidil haram
Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan edaran tentang larangan mengambil gambar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan alat apapun.
Surat edaran yang ditujukan kepada seluruh negara pengirim jamaah haji dan umrah itu dibenarkan oleh Kepala Bira Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag Mastuki. “Larangan ini akan kami follow up dengan sosialisasi ke Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), asosiasi umrah, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) agar diperhatikan dan menjadi materi yang disampaikan ke jemaah sebelum keberangkatan ke Saudi,” terang Mastuki, di Jakarta, Rabu (22/11/2017), seperti dikutip Republika.
Menurut Mastuki, sebenarnya larangan pengambilan gambar itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Karena saat ini semakin banyak jamaah yang mengambil gambar dan selfie, larangan itu pun diterbitkan kembali.
Banyaknya jamaah yang selfie, menurutnya, sering mengganggu kekhusyu’an ibadah jamaah lainnya. Apalagi jika selfienya sangat dekat dengan Ka’bah.
.
Karenanya, demi menjaga kesucian dua masjid suci tersebut pemerintah Saudi meminta pemerintah asal jamaah umrah dan haji dan para penyelenggara perjalanan untuk lebih memperhatikan hal tersebut. Jika ada pelanggaran pihak keamanan Mekah dan Madinah akan menyita hasil pemotretan dan kamera jika diperlukan.
Tujuan kedatangan jamaah ke Makkah dan Madinah utamanya adalah untuk melakukan ibadah umrah atau haji. Perjalanan haji dan umrah tidak sama dengan berwisata ke tempat lain. Maka itu, penting bagi jamaah untuk menjaga kekhusyukan ibadahnya dibandingkan dengan berselfie ria di dalam masjid.
Pemerintah Arab Saudi sebagai tuan rumah jamaah haji dan umrah tentu menginginkan jamaah bisa melakukan ibadah dengan khusyuk. Tidak terganggu dengan aktivitas lain selain ibadah. Luruskan niat.
Surat edaran yang ditujukan kepada seluruh negara pengirim jamaah haji dan umrah itu dibenarkan oleh Kepala Bira Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag Mastuki. “Larangan ini akan kami follow up dengan sosialisasi ke Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), asosiasi umrah, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) agar diperhatikan dan menjadi materi yang disampaikan ke jemaah sebelum keberangkatan ke Saudi,” terang Mastuki, di Jakarta, Rabu (22/11/2017), seperti dikutip Republika.
Menurut Mastuki, sebenarnya larangan pengambilan gambar itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Karena saat ini semakin banyak jamaah yang mengambil gambar dan selfie, larangan itu pun diterbitkan kembali.
Banyaknya jamaah yang selfie, menurutnya, sering mengganggu kekhusyu’an ibadah jamaah lainnya. Apalagi jika selfienya sangat dekat dengan Ka’bah.
.
Karenanya, demi menjaga kesucian dua masjid suci tersebut pemerintah Saudi meminta pemerintah asal jamaah umrah dan haji dan para penyelenggara perjalanan untuk lebih memperhatikan hal tersebut. Jika ada pelanggaran pihak keamanan Mekah dan Madinah akan menyita hasil pemotretan dan kamera jika diperlukan.
Tujuan kedatangan jamaah ke Makkah dan Madinah utamanya adalah untuk melakukan ibadah umrah atau haji. Perjalanan haji dan umrah tidak sama dengan berwisata ke tempat lain. Maka itu, penting bagi jamaah untuk menjaga kekhusyukan ibadahnya dibandingkan dengan berselfie ria di dalam masjid.
Pemerintah Arab Saudi sebagai tuan rumah jamaah haji dan umrah tentu menginginkan jamaah bisa melakukan ibadah dengan khusyuk. Tidak terganggu dengan aktivitas lain selain ibadah. Luruskan niat.
Payung raksasa masjidil haram
Payung Raksasa Masjidil Haram
Dalam beberapa tahun mendatang, Kerajaan Arab Saudi berencana membangun payung raksasa di Masjidil Haram. Payung ini diharapkan bisa melindungi para jamaah dari sengatan sinar matahari.
Komandan Pasukan Keamanan Masjidil Haram, Mayor Jenderal Muhammad Al-Ahmadi mengatakan pembangunan dimulai 2018. Sebuah video yang memperlihatkan model pembangunan payung raksasa telah dirilis dan langsung viral di media sosial. Semoga segera menjadi kenyataan. Aamiin.
Sumber : Multazam wisata instagram
Mengapa setoran haji Rp 25 juta?
Multazam Wisata
Mengapa Setoran Haji Rp. 25 Juta?
Banyak yang bertanya, mengapa setoran haji di Indonesia dipatok Rp. 25 juta? Mengapa tak lebih rendah, misalnya Rp. 4 juta? Bukankah lebih kecil lebih baik?
Menjawab pertanyaan ini, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali menyatakan jumlah setoran ditetapkan melalui berbagai pertimbangan. Salah satunya agar komitmen kaum muslimin untuk berhaji tetap tinggi.
"Jika jumlah setoran terlalu rendah, dikhawatirkan calon jamaah dengan mudahnya mendaftar lalu membatalkan komitmennya untuk berangkat haji. Sekarang saja masih banyak yang tidak jadi berangkat karena berbagai alasan," kata Nizar.
Tak hanya itu, setoran yang terlalu rendah berpotensi memperpanjang daftar tunggu yang sekarang sudah mencapai belasan tahun. Nizar berharap ke depan, kuota jamaah haji dari Indonesia bisa ditingkatkan sehingga lebih banyak yang berangkat haji.
Kantor Multazam Wisata:
Ruko Kampung Dua Jl. KH. Noer Alie No.1G Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi 17125. Telepon 021-29285927.
Banyak yang bertanya, mengapa setoran haji di Indonesia dipatok Rp. 25 juta? Mengapa tak lebih rendah, misalnya Rp. 4 juta? Bukankah lebih kecil lebih baik?
Menjawab pertanyaan ini, Direktur Jenderal Penyelenggaraan
"Jika jumlah setoran terlalu rendah, dikhawatirkan calon jamaah dengan mudahnya mendaftar lalu membatalkan komitmennya untuk berangkat haji. Sekarang saja masih banyak yang tidak jadi berangkat karena berbagai alasan," kata Nizar.
Tak hanya itu, setoran yang terlalu rendah berpotensi memperpanjang daftar tunggu yang sekarang sudah mencapai belasan tahun. Nizar berharap ke depan, kuota jamaah haji dari Indonesia bisa ditingkatkan sehingga lebih banyak yang berangkat haji.
Kantor Multazam Wisata:
Ruko Kampung Dua Jl. KH. Noer Alie No.1G Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi 17125. Telepon 021-29285927.
Tips bisa umroh berkali kali tiap tahun
Oleh mas imam Gem Sufaat
Tips Bisa Umroh Lailatul Qodar Tiap Tahun
Artikel ini saya tulis ketika masih bekerja di Multazam Utama Tour & Travel. Waktu itu saya berkesempatan mewawancarai Bapak H. Agus Murdono yang alhamdulillah bisa rutin umroh di 10 malam terakhir bulan ramadhan. Berikut petikannya.
"Mengapa Pak Agus selalu ikut umroh Lailatul Qodar setiap tahun?"
- Sebenarnya saya enggan membahas ibadah saya. Bismillah, semoga yang saya sampaikan bermanfaat untuk umat dan menjauhkan saya dari riya'.
Allah berfirman bahwa hidup itu untuk ibadah. Dan peak season (puncaknya) adalah 10 hari terakhir Bulan Ramadhan. Di situ, Allah melipatgandakan pahala. Jadi, sebisa mungkin kita meraih bagian pahala yang besar.
"Apa tips Pak Agus agar bisa umroh Lailatul Qodar setiap tahun?"
- Karena saya karyawan, jadi setiap bulan saya konsisten memotong gaji untuk tabungan umroh. Dengan demikan, saat tiba waktunya, saya tinggal mendaftar.
"Adakah tips lainnya?"
- Rutinkan dzikir di masjid setelah sholat subuh sampai suruq. Kan pahalanya sama dengan haji dan umroh. Sebelum meninggalkan masjid kita berdoa, "Ya Allah, saya sudah mengamalkan amalan berpahala haji dan umroh. Maka, izinkan saya mengamalkan ibadah umroh ke Tanah Suci setiap 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan."
"Bagaimana caranya agar kita selalu semangat untuk beribadah?"
- Jangan pernah merasa amalan kita sudah cukup. Jangan yakin bisa masuk surga dengan amalan yang sudah ada. Kita harus selalu khawatir amalan kita belum cukup. Jadi kita selalu beribadah maksimal agar bisa masuk surga selamat dari neraka.
"Adakah tips lainnya Pak?"
- Hidup ini sementara. Semua harta akan diwaris anak cucu saat kita meninggal. Lha kita bawa apa kalau sudah mati? Mumpung masih hidup, kita perbanyak ibadah, termasuk menyisihkan sebagian rejeki untuk umroh ke Tanah Suci.
"Bagaimana rasanya bisa rutin ke Tanah Suci Pak?"
H. Agus: Alhamdulillah saya bersyukur sekali. Tapi, yang perlu diingat, semakin kita dekat dengan Allah, kita harus siap dengan segala macam cobaan. Tentu saja, cobaannya akan disesuaikan dengan kadar keimanan kita. Tapi, kita tidak perlu khawatir, Allah pasti menolong hambaNya yang sabar.
--------------------
ู َْู ุตََّููุงْูุบَุฏَุง ุฉَ ِูู ุฌَู َุงุนَุฉٍ ุซُู َّ َูุนَุฏَ َูุฐُْูุฑُ ุงََّููู ุญَุชَّู ุชَุทُْูุนَ ุงูุดَّู ْุณُ ุซُู َّ ุตََّูู ุฑَْูุนَุชَِْูู َูุงَูุชْ َُูู َูุฃَุฌْุฑِุญَุฌَّุฉٍ َูุนُู ْุฑَุฉٍ َูุงَู َูุงَูุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุชَุงู َّุฉٍ ุชَุงู َّุฉٍ ุชَุงู َّุฉٍ
Dari Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa Shalat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian shalat dua raka'at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (Hasan-Shahih: At-Tirmidzi, No. 480, 586).
Tips Bisa Umroh Lailatul Qodar Tiap Tahun
Artikel ini saya tulis ketika masih bekerja di Multazam Utama Tour & Travel. Waktu itu saya berkesempatan mewawancarai Bapak H. Agus Murdono yang alhamdulillah bisa rutin umroh di 10 malam terakhir bulan ramadhan. Berikut petikannya.
"Mengapa Pak Agus selalu ikut umroh Lailatul Qodar setiap tahun?"
- Sebenarnya saya enggan membahas ibadah saya. Bismillah, semoga yang saya sampaikan bermanfaat untuk umat dan menjauhkan saya dari riya'.
Allah berfirman bahwa hidup itu untuk ibadah. Dan peak season (puncaknya) adalah 10 hari terakhir Bulan Ramadhan. Di situ, Allah melipatgandakan pahala. Jadi, sebisa mungkin kita meraih bagian pahala yang besar.
"Apa tips Pak Agus agar bisa umroh Lailatul Qodar setiap tahun?"
- Karena saya karyawan, jadi setiap bulan saya konsisten memotong gaji untuk tabungan umroh. Dengan demikan, saat tiba waktunya, saya tinggal mendaftar.
"Adakah tips lainnya?"
- Rutinkan dzikir di masjid setelah sholat subuh sampai suruq. Kan pahalanya sama dengan haji dan umroh. Sebelum meninggalkan masjid kita berdoa, "Ya Allah, saya sudah mengamalkan amalan berpahala haji dan umroh. Maka, izinkan saya mengamalkan ibadah umroh ke Tanah Suci setiap 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan."
"Bagaimana caranya agar kita selalu semangat untuk beribadah?"
- Jangan pernah merasa amalan kita sudah cukup. Jangan yakin bisa masuk surga dengan amalan yang sudah ada. Kita harus selalu khawatir amalan kita belum cukup. Jadi kita selalu beribadah maksimal agar bisa masuk surga selamat dari neraka.
"Adakah tips lainnya Pak?"
- Hidup ini sementara. Semua harta akan diwaris anak cucu saat kita meninggal. Lha kita bawa apa kalau sudah mati? Mumpung masih hidup, kita perbanyak ibadah, termasuk menyisihkan sebagian rejeki untuk umroh ke Tanah Suci.
"Bagaimana rasanya bisa rutin ke Tanah Suci Pak?"
H. Agus: Alhamdulillah saya bersyukur sekali. Tapi, yang perlu diingat, semakin kita dekat dengan Allah, kita harus siap dengan segala macam cobaan. Tentu saja, cobaannya akan disesuaikan dengan kadar keimanan kita. Tapi, kita tidak perlu khawatir, Allah pasti menolong hambaNya yang sabar.
--------------------
ู َْู ุตََّููุงْูุบَุฏَุง ุฉَ ِูู ุฌَู َุงุนَุฉٍ ุซُู َّ َูุนَุฏَ َูุฐُْูุฑُ ุงََّููู ุญَุชَّู ุชَุทُْูุนَ ุงูุดَّู ْุณُ ุซُู َّ ุตََّูู ุฑَْูุนَุชَِْูู َูุงَูุชْ َُูู َูุฃَุฌْุฑِุญَุฌَّุฉٍ َูุนُู ْุฑَุฉٍ َูุงَู َูุงَูุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุชَุงู َّุฉٍ ุชَุงู َّุฉٍ ุชَุงู َّุฉٍ
Dari Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa Shalat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian shalat dua raka'at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (Hasan-Shahih: At-Tirmidzi, No. 480, 586).
Tempat dan hal menarik yang jarang diketahui umum di Masjidil Haram
Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi adalah masjid terbesar di dunia. Tidak semua tempat dijelajahi jamaah Indonesia, padahal sudut-sudutnya punya rahasia.
Karena faktor lokasi hotel, seluruh jamaah Indonesia baik umrah atau haji, selalu masuk dari pintu King Fahd Gate dan King Abdul Aziz Gate. Padahal itu baru 2 dari 95 pintu masjid yang ada di sana.
Area yang dilewati jamaah menuju Kabah, ya itu-itu saja. Namun jika ada waktu, cobalah menjelajahi masjid suci ini, ada banyak hal menarik bisa ditemukan di sana.
1. Tempat Wudhu dekat Ka'bah
Ini anggapan keliru semua jamaah umrah: tempat wudhu Masjidil Haram cuma ada di luar dan itu jauuuuh sekali. Tidak heran, jamaah yang batal wudhu suka cuek berwudhu di keran air minum.
Ini anggapan keliru semua jamaah umrah: tempat wudhu Masjidil Haram cuma ada di luar dan itu jauuuuh sekali. Tidak heran, jamaah yang batal wudhu suka cuek berwudhu di keran air minum.
Padahal, ada banyak tempat wudhu di dekat Kabah. Tidak percaya? Kalau Anda berada di dekat Kabah, perhatikan semua tangga besar dan lebar dari lantai 1 untuk turun ke pelataran Kabah. Ada 5 di berbagai arah Kabah.
Nah, di bawah semua tangga besar ini tersembunyi tempat wudhu. Jadi jamaah tidak usah capek-capek pergi ke luar masjid.
2. Tempat Nobar Tutorial Umroh
Enaknya jadi jamaah Indonesia adalah didampingi pembimbing agama saat umrah dan haji. Tapi bagaimana dengan jamaah negara lain yang minoritas atau warga lokal?
Enaknya jadi jamaah Indonesia adalah didampingi pembimbing agama saat umrah dan haji. Tapi bagaimana dengan jamaah negara lain yang minoritas atau warga lokal?
Jangan bingung, Masjidil Haram menyediakan tontonan video tutorial umrah. Jamaah bisa nonton bareng video tutorial ini, supaya tahu bagaimana melakukan Tawaf dan Sai dengan benar. Tempat nobar ini ada di dekat pintu Gate 74.
3. Bagi-bagi buku agama gratis
Dapat buku-buku agama gratis? Mau dong! Tidak banyak jamaah Indonesia tahu kalau ada tempat bagi-bagi buku agama gratis di Masjidil Haram. Buku ini terdiri dari panduan umrah dan kumpulan doa-doa.
Dapat buku-buku agama gratis? Mau dong! Tidak banyak jamaah Indonesia tahu kalau ada tempat bagi-bagi buku agama gratis di Masjidil Haram. Buku ini terdiri dari panduan umrah dan kumpulan doa-doa.
Enaknya jadi negera muslim terbesar, jamaah Indonesia bisa meminta buku-buku berbahasa Indonesia. Tinggal bilang, "Indonesia!" Petugas akan mengambilkan buku edisi bahasa ibu kita. Tempat pembagian buku ini ada di dekat pintu Gate 74.
4. Panduan Streaming Khutbah Jumat Via Ponsel
Salat Jumat di Masjidil Haram adalah pengalaman tiada dua bagi umat Islam di seluruh dunia. Tapi kalau tidak bisa bahasa Arab, bagaimana memahami khutbahnya?
Salat Jumat di Masjidil Haram adalah pengalaman tiada dua bagi umat Islam di seluruh dunia. Tapi kalau tidak bisa bahasa Arab, bagaimana memahami khutbahnya?
Jangan khawatir, kamu bisa mendengarkan streaming audio terjemahan khutbah. Modalnya cukup punya ponsel yang aplikasi radio dan tentunya earphone.
Terjemahan khutbah tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu dan tentunya bahasa Indonesia dong. Informasi panduan audio ini tersedia di dekat pintu Gate 74.
5. Khutbah Jumat dengan bahasa Isyarat
Untuk tuna rungu dan wicara yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, ada spot khusus untuk salat Jumat. Tidak besar, tapi bisa menampung sekitar 10 jamaah. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 93.
Untuk tuna rungu dan wicara yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat, ada spot khusus untuk salat Jumat. Tidak besar, tapi bisa menampung sekitar 10 jamaah. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 93.
Saat salat di sini, akan ada petugas yang menerjemahkan khutbah Salat Jumat dengan bahasa isyarat. Wah, sangat membantu nih!
6. "SPBU" Zam-Zam
Seluruh air minum di dalam Masjidil Haram adalah air zam-zam yang sumber airnya ada di bawah tanah Masjidil Haram. Jamaah bisa minum dari ratusan galon yang disebar di seluruh masjid. Galon-galon ini diisi secara berkala dan diantar petugas dengan kereta dorong.
Seluruh air minum di dalam Masjidil Haram adalah air zam-zam yang sumber airnya ada di bawah tanah Masjidil Haram. Jamaah bisa minum dari ratusan galon yang disebar di seluruh masjid. Galon-galon ini diisi secara berkala dan diantar petugas dengan kereta dorong.
Tapi penasaran nggak sih, zam-zam ini dibawa dari mana? Kalau penasaran, kamu pergi saja ke pintu Gate 93.
Di dekatnya, kamu bisa melihat stasiun pengisian air zam-zam. Petugas mengisi air dengan selang nozel seperti di pom bensin. Air disalurkan dari mesin pendingin, itu sebabnya air zam-zam rasanya seperti air kulkas.
7. Ekskalator ke atap Masjid
Salat di atap Masjidil Haram, bisa kok! Tapi tidak banyak jamaah yang tahu aksesnya.
Salat di atap Masjidil Haram, bisa kok! Tapi tidak banyak jamaah yang tahu aksesnya.
Padahal, ada eskalator yang mengantar jamaah langsung ke atap Masjidil Haram. Lokasinya ada di dekat pintu Gate 91.
Salat di atap Masjidil Haram terkadang jadi pilihan jamaah -yang tahu letak eksalatornya- untuk salat Isya atau Subuh. Sebab pada siang hari, atap Masjidil Haram panas sekali.
Semoga bermanfaat,....
Adab ziarah ke masjid Nabawi
1. Disunnahkan bagi anda pergi ke Madinah kapan saja, dengan niat ziarah ke Masjid Nabawi dan (memperbanyak) shalat di dalamnya. Karena shalat di Masjid Nabawi lebih baik dari seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Satu kali sholat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali sholat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. dan satu kali salat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali sholat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang sah).
2. Ziarah ke Masjid Nabawi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibadah haji, oleh karena itu tidak perlu berihram maupun membaca talbiyah.
3. Apabila anda telah sampai di Masjid Nabawi, masuklah dengan mendahulukan kaki kanan, bacalah: Doa dan shalawat untuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mohonlah kepada Allah agar Dia membukakan untuk anda segala pintu rahmat-Nya, bacalah:
ุจِุณْู ِ ุงَِّููู َูุงูุณََّูุงู ُ ุนََูู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุงَُّูููู َّ ุงุบِْูุฑْ ِูู ุฐُُููุจِู َูุงْูุชَุญْ ِูู ุฃَุจَْูุงุจَ ุฑَุญْู َุชَِู
BISMILLAHI WASSALAMU 'ALA ROSULILLAHI ALLOHUMMAGHFIRLI DZUNUBI WAFTAHLI ABWAABA RAHMATIK
Arti:
Dengan menyebut Nama Allah dan keselamatan semoga tetap atas Rosulillah Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukanlah pintu-pintu rahmat-Mu untukku
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 771
ุตุญูุญ (ุงูุฃูุจุงูู)
Doa ini juga dianjurkan untuk dibaca setiap masuk masjid-masjid yang lain.
4. Setelah memasuki masjid Nabawi, segeralah anda melakukan shalat tahiyatul masjid. Afdhalnya, shalat ini dilakukan di Raudhah, jika tak mungkin, lakukanlah di tempat lain di dalam masjid itu.
5. Kemudian tujulah makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berdirilah di depannya menghadap ke arahnya, kemudian ucapkanlah dengan sopan:
“Assalamualaika ya Rasulullah warahmatullahi wa barakatuh
“ Semoga salam sejahtera, rahmat Allah dan berkah- Nya terlimpah kepadamu wahai Nabi (Muhammad) “
“ Ya Allah, berilah beliau kedudukan tinggi di sorga serta kemuliaan, dan bangkitkanlah beliau di tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya. Ya Allah, limpahkan kepadanya sebaik-baik pahala, beliau yang telah menyampaikan risalah kepada umatnya.”
Kemudian beranjaklah sedikit kesebelah kanan, agar dapat berada dihadapan makam Abu Bakar radiallahuanhu, ucapkanlah salam kepadanya dan berdoalah memohonkan ampunan dan rahmat Allah untuknya. Kemudian bergeserlah lagi sedikit kesebelah kiri, agar anda dapat berada dihadapan makam Umar radiallahuanhu, ucapkanlah salam dan berdoalah untuknya.
5. Disunnahkan bagi anda berziarah ke masjid Quba dalam keadaan telah bersuci dari hadats, dan lakukan shalat di dalamnya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal itu dan menganjurkannya.
6. Disunnahkan pula bagi anda berziarah ke pemakaman Baqi, Makam Utsman radiallahuanhu (di Baqi) dan juga makam para syuhada Uhud dan makam Hamzah radiallahuanhu, ucapkanlah salam dan berdoa untuk mereka, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menziarahi mereka dan berdoa untuk mereka, dan beliaupun mengajarkan para sahabat, apabila mereka berziarah agar mengucapkan:
“ Semoga salam sejahtera terlimpahkan untuk kamu sekalian, wahai para penghuni makam yang mu’min dan yang muslim, dan kamipun insya Allah akan menyusul kamu sekalian, semoga Allah mengaruniakan keselamatan untuk kami dan kamu
sekalian.”
Di Madinah Munawwarah tidak ada masjid ataupun tempat yang disunnahkan untuk diziarahi selain Masjid Nabawi dan tempat-tempat tersebut di atas, oleh karena itu janganlah memberatkan diri atau berpayah-payah mengerjakan sesuatu yang tidak ada pahalanya, bahkan mungkin akan mendapatkan dosa karena perbuatan tersebut.
Imam dan khotib al Masjid al Haram Makkah yang juga ketua umum pengurus dua masjid suci, Syeikh Dr. Abdurrahman as Sudais menegaskan bahwa ziarah ke masjid Nabawi di Kota Suci Madinah adalah ibadah yang disyariatkan.
“Ziarah (ke masjid Nabawi) adalah ibadah yang disyariatkan, oleh karena itu harus sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Satu shalat di Masjid Nabawi ini lebih baik dari 1000 sholat di masjid-masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram,” kata Syaikh as Sudais pada kultum singkat usai mengimami sholat Isya berjamaah di Masjid Nabawi.
“Kita harus memperhatikan adab-adab masjid seperti shalat tahiyatul masjid, tidak berdesak-desakan dan membuat kegaduhan, tidak disibukkan dengan handphone dan berfoto-foto di dalam masjid yang bisa mengurangi kualitas ibadah dan dzikir kepada Allah,” lanjut beliau.
Syeikh as Sudais juga mengingatkan jamaah yang akan berziarah ke makam Rasulullah –Shallallahu Alaihi Wasallam- dan dua Sahabat beliau Abu Bakar dan Umar –Radhiyallahu Anhuma- agar memperhatikan adab-adab dalam berziarah.
“Hendaknya kita memperhatikan dan menjaga adab-adab ziarah ke makam Rasulullah –Shallallahu Alaihi Wasallam- seperti tidak meninggikan suara di hadapan beliau, harus tenang dan santun dalam mengucapkan salam dan shalawat, jangan berdesak-desakan dengan jamaah lainnya karena itu akan menimbulkan kegaduhan,” demikian pesan imam senior di Masjidil Haram ini.
Syeikh juga mengingatkan kepada para Muslimah yang akan keluar dari rumah menuju masjid Nabi dan masjid-masjid lainnya agar tidak mempercantik diri dengan tampilan yang mencolok dan bisa menebar fitnah, juga tidak mengenakan harum-haruman yang menyengat saat keluar, serta harus dengan ijin mahramnya.
Pohon Soekarno di Arab Saudi
Saat musim haji, Padang Arafah di Arab Saudi dipadati jutaan jamaah haji. Di tengah teriknya sinar mentari yang menyengat, di padang pasir yang luas itu terdapat pohon unik, pohon soekarno.
Padang Arafah luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km, yang dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah dipisahkan kembali selama 300 tahun dari surga.
Lokasi padang Arah, kurang lebih sekitar 26 km sebelah tenggara Kota Mekkah. Jamaah haji suka berlindung di pohon soekarno untuk menghindari sinar matahari yang panas. Roso Daras dalam bukunya Soekarno, Sejarah yang Tercecer menuliskan, dinamakan pohon soekarno, sebagai penghargaan bangsa Arab kepada Presiden Republik Indonesia yang pertama itu.
Ya, Soekarno lah yang menggagas penghijauan di Padang Arafah. Konon, Soekarno pula yang memilihkan jenis tanaman, hingga menyiapkan sebuah tim penghijauan di Arafah. Gagasan Soekarno berhasil. Padang tandus dengan permukaan batu cadas nan gersang, berhasil dihijaukan.
Raja Fahd, ketika itu sangat berterima kasih dan mengabadikan nama “pohon soekarno" untuk pohon-pohon yang sekarang menghijaukan areal di Arafah tersebut.
Di Indonesia, jenis pohon yang ditanam di Arafah itu dinamakan pohon mimba. Selain daunnya berkhasiat untuk mengobati diare, pohon ini juga sangat tahan hidup di daerah tandus, bahkan dalam suhu udara yang panasnya ekstrem.
Ada yang menyebut nama pohon soekarno itu berjenis mindi. Maklum, pohon mindi da mimba memang berasal dari rumpun yang sejenis.
Dulu ada dua gagasan besar Presiden Soekarno di Arab Saudi waktu itu, yaitu penanaman pohon di Arafah dan pembuatan tiga jalur tempat sa’i, lari-lari kecil bolak-balik tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Agaknya, gagasan itu direspons Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi tiga jalur.
Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit Safa. Jalur ketiga berada di tengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah uzur atau cacat fisik dengan menggunakan kursi roda.
Pada musim haji, di bawah pohon-pohon Soekarno itu dipasang tenda-tenda untuk penginapan sementara para jamaah. Tenda-tenda itu dipersiapkan menjelang acara wukuf yang dimulai pada 9 Dzulhijjah setelah shalat Zuhur. Puncak acara wukuf dipusatkan di Masjid Namirah yang terletak tepat di tengah-tengah Padang Arafah.
Di halaman Museum Kabah, atau disekitar Masjid Aisyiah, Tan’im, dan di sepanjang jalan Kota Mekkah, pohon soekarno dipangkas berbentuk bulat, meruncing, atau lainnya sesuai selera
Do'a do'a dalam pelaksanaan ibadah haji
Mendoakan Orang yang Akan Ditinggal Bepergian
ุฃَุณْุชَْูุฏِุนَُู ุงََّููู ุงَّูุฐِู َูุง ุชَุถِูุนُ َูุฏَุงุฆِุนُُู
Arti:
Aku menitipkan dirimu kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan barang titipan-Nya
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 2825
ุตุญูุญ (ุงูุฃูุจุงูู)
Doa Minta Keselamatan
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุงَْููุฏْู ِ َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุงูุชَّุฑَุฏِّู َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุงْูุบَุฑَِู َูุงْูุญَุฑَِู َูุงَْููุฑَู ِ َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู َูุชَุฎَุจَّุทَِูู ุงูุดَّْูุทَุงُู ุนِْูุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَู ُูุชَ ِูู ุณَุจَِِููู ู ُุฏْุจِุฑًุง َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَู ُูุชَ َูุฏِูุบًุง
ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL HADMI WA A'UUDZU BIKA MINAT TARADDII, WA A'UUDZU BIKA MINAL GHARAQI, WAL HARAQI, WAL HARAMI, WA A'UUDZU BIKA AN YATAKHABBATHANIISY SYAITHAANU 'INDAL MAUTI WA A'UUDZU BIKA AN AMUUTA FII SABIILIKA MUDBIRAN, WA A'UUDZU BIKA AN AMUUTA LADIIGHAN
Arti:
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kehancuran dan aku berlindung kepadaMu dari kebinasaan, aku berlindung kepadaMu dari tenggelam, terbakar dan dari pikun, aku berlindung kepadaMu agar jangan sampai syetan menggelincirkanku ketika aku akan mati, dan aku berlindung kepadaMu dari mati dijalanMu dalam keadaan lari dari medan pertempuran, dan aku berlindung kepadaMu dari mati karena tersengat binatang
Sumber:
H.R. Abu Dawud 1552
ุตุญูุญ (ุงูุฃูุจุงูู)
Niat Haji
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ ุญَุฌًّุง
َูุจََّْูู ุจِุญَุฌَّุฉٍ
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ َูุจََّْูู ุจِุงْูุญَุฌِّ
Labbaikallahumma hajjan
labbaika bihajjatin
Labbaikallahumma labbaika bihajjatin
Cara Membaca:
Pilih salah satu
Sumber:
H.R. Bukhori, H.R. Nasai
Niat Umroh
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ ุนُู ْุฑَุฉً
َูุจََّْูู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ
Labbaikallahumma 'umratan
labbaika bi 'umrah
Cara Membaca:
Pilih salah satu
Sumber:
H.R. Nasai [2723]
Talbiyah
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ َูุจََّْูู، َูุจََّْูู ูุงَ ุดَุฑَِูู ََูู َูุจََّْูู، ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ َูุงِّููุนْู َุฉَ ََูู َูุงْูู َُْูู، ูุงَ ุดَุฑَِูู ََูู
Labbaikallahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. Laa syariika lak
Arti:
Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilanMu tidak ada sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat milikMU begitu pula kerajaan. Tidak ada sekutu bagiMu
Sumber:
H.R. Bukhori 5915
Melihat Ka'bah
ุงَُّูููู َّ ุฒِุฏْ َูุฐَุง ุงْูุจَْูุชَ ุชَุดْุฑًِููุง َูุชَุนْุธِูู ًุง، َูุชَْูุฑِูู ًุง َูู ََูุงุจَุฉً، َูุฒِุฏْ ู َْู ุดَุฑََُّูู ََููุฑَّู َُู ู ِู َّْู ุญَุฌَُّู ุฃَِู ุงุนْุชَู َุฑَู ุชَุดْุฑًِููุง َูุชَْูุฑِูู ًุง َูุชَุนْุธِูู ًุง َูุจِุฑًّุง
ALLAHUMMA ZID HAAZAL BAITA TASYRIIFAN WATA'ZIIMAN WATAKRIIMAN WAMAHAABATAN. WAZID MAN SYARROFAHU WA 'ADZ-DZOMAHU WA KARROMAHU MIMMAN HAJJAHU AWI'TAMAROHU TASYRIIFAN WA TA'ZIIMAN WA TAKRIIMAN WABIRRON
Arti:
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Baik (Ka'bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, menghormatinya diantara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan
Sumber:
H.R. Baihaqi
Doa Mengusap / Isyarat hajar aswad dan rukun yaman
ุจِุณْู ِ ุงِููู ، َูุงُููู ุฃَْูุจَุฑ
Arti:
Dengan menyebut nama Allah, Allah maha besar
Sumber:
H.R. Baihaqi
Bacaan thowaf Dari hajar aswad - rukun yaman
ุณُุจْุญَุงَู ุงَِّููู َูุงْูุญَู ْุฏُ َِِّููู ََููุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ََููุง ุญََْูู ََููุง َُّููุฉَ ุฅَِّูุง ุจِุงَِّููู
Subhanallahu walhamdulillahi Laa ilaaha Illallah wAllahu Akbar wa Laa haula wa laa quwwata illaa billaah
Arti:
Maha Suci Allah dan Segala puji bagi Allah dan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besa dan Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah
Sumber:
H.R. Ibnu Majah
Bacaan thowaf Dari rukun yaman - hajar aswad
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนََْูู َูุงْูุนَุงَِููุฉَ ِูู ุงูุฏَُّْููุง َูุงْูุขุฎِุฑَุฉِ، ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً، َِููู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً، ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ
ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA AFWA WAL AFIYAH FIDUNYA WAL AKHIRAH RABBANA ATINA FIDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ADZABAN NAAR
Arti:
Ya Allah aku berharap kemaafan dan kesehatan dari di dunia dan akhirat wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkan kami dari api neraka
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 2957
ุถุนูู (ุงูุฃูุจุงูู)
Bacaan sebelum sholat di belakang maqom ibrahim
ุฃَุนُูุฐُ ุจِุงَِّููู ู ِْู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِูู ِ ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู ِٰู ุงูุฑَّุญِْูู َูุงุชَّุฎِุฐُูุง ู ِْู ู ََูุงู ِ ุฅِุจْุฑَุงِููู َ ู ُุตًَّูู
A'udzu billahi minasysyaithani Rajim Bismillahi rahmaanir rahiim wattakhidzu min maqomi ibrohiima musholla
Arti:
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat
Sumber:
H.R. Ibnu Majah
Doa setelah sholat di belakang maqom Ibrahim
ุงَُّูููู َّ ุฃَْูุชَ ุชَุนَْูู ُ ุณِุฑِّู َูุนََูุงَِّููุชِู َูุงْูุจَْู ู َุนْุฐِุฑَุชِู َูุชَุนَْูู ُ ุญَุงุฌَุชِู َูุฃَุนْุทِِูู ุณُุคِْูู َูุชَุนَْูู ُ ู َุงุนِْูุฏِู َูุงุบِْูุฑِْูู ุฐُُْููุจِู ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฅِْูู َุงًูุง ُูุจَุงِูู َْููุจِู ًََِْูููููุง ุตَุงุฏًِูุง ุญَุชَّู ุฃَุนَْูู َ ุฃََُّูู َูุงُูุตِْูุจُِูู ุฅَِّูุง ู َุง َูุชَุจْุชَ ِูู َูุฑَุถِِّูู ุจَِูุถَุงุฆَِู
Sumber:
H.R. Thabrani
Minum Air Zam Zam
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุนِْูู ًุง َูุงِูุนًุง، َูุฑِุฒًْูุง َูุงุณِุนًุง، َูุดَِูุงุกً ู ِْู ُِّูู ุฏَุงุก
Sumber:
H.R. Hakam
Doa ketika akan naik bukit shofa marwa
ุฃَุนُูุฐُ ุจِุงَِّููู ู ِْู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِูู ِ ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู ِٰู ุงูุฑَّุญِْูู ุฅَِّู ุงูุตََّูุง َูุงْูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุงุฆِุฑِ ุงَّููู
A'udzu billahi minasysyaithani Rajim Bismillahi rahmaanir rahiim inna shoffa wal marwata min sya'airillah
Arti:
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi´ar Allah
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 3074
Doa di atas bukit shofa marwa
ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ,ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ,ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ , َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َُูู ุงْูู ُُْูู ََُููู ุงْูุญَู ْุฏُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ 3
ุงَُّูููู َّ ุฅََِّูู ُْููุชَ:ุงุฏْุนُِููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ، َูุฅََِّูู َูุง ุชُุฎُِْูู ุงْูู ِูุนَุงุฏَ، َูุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู َูู َุง َูุฏَْูุชَِูู ِْููุฅِุณَْูุงู ِ ุฃَْู َูุง ุชَْูุฒِุนَُู ู ِِّูู. ุญَุชَّู ุชَุชَََّููุงِูู َูุฃََูุง ู ُุณِْูู
ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR 3X
ALLAHUMMA INNAKA QULTA UD'UUNI ASTAJIB LAKUM WA INNAKA LAA TUKHLIFUL MII'AAD. WA INNI AS'ALUKA KAMA HADAITANII LIL ISLAAM AN LAA TANZI'AHU MINNII HATTA TATAWAFFAANII WA ANA MUSLIMUN
Arti:
Allah Maha Besar 3X, Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagiNya, milikNya semua kerajaan dan bagiNya seluruh pujian, Dia Yang menghidupkan, serta mematikan, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu (3X)
Ya Allah, Engkau mengatakan: 'Mintalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji. Saya memohon kepadamu sebagaimana engkau tunjuki saya pada Islam, janganlah engkau cabut dariku hingga ajal menjemputku sedang saya dalam keadaan muslim
Sumber:
H.R. Nasai, H.R. Malik
Doa ketika berlari kecil diantara bukit shofa dan marwa (daerah bekas banjir - diberi tanda lampu hijau)
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ ِูู َูุงุฑْุญَู ْ َูุฃَْูุชَ ุงْูุฃَุนَุฒُّ ุงْูุฃَْูุฑَู
Sumber:
H.R. Baihaqi
Doa Ketika Wukuf di Arafah
ุงَُّูููู َّ ََูู ุงْูุญَู ْุฏُ َูุงَّูุฐِู ุชَُُููู َูุฎَْูุฑًุง ู ِู َّุง َُُูููู ุงَُّูููู َّ ََูู ุตََูุงุชِู َُููุณُِูู َูู َุญَْูุงَู َูู َู َุงุชِู َูุฅََِْููู ู َุขุจِู َََููู ุฑَุจِّ ุชُุฑَุงุซِู ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงَْููุจْุฑِ ََููุณَْูุณَุฉِ ุงูุตَّุฏْุฑِ َูุดَุชَุงุชِ ุงْูุฃَู ْุฑِ ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู َุง ุชَุฌِูุกُ ุจِِู ุงูุฑِّูุญُ
ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU KALLADZII TAQUULU WA KHAIRAN MIMMAA NAQUULU, ALLAAHUMMA LAKA SHALAATII, WA NUSUKII, WA MAHYAAYA WA MAMAATII WA ILAIKA MA-AABII, WA LAKA RABBI TURAATSII. ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI, WA WASWASATISH SHADRI WA SYATAATIL AMRI. ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA TAJIIU BIHIR RIIHU
Arti:
Ya Allah, segala puji bagiMu seperti yang engkau katakan, dan lebih baik daripada apa yang kami katakan. Ya Allah, untukMu shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku, kepadaMu kembaliku, dan milikMu wahai Tuhanku kekayaanku. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari adzab kubur, dan bisikan hati, serta kekacauan urusanku. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan apa yang dibawa oleh angin
Cara Membaca:
Nabi Muhammad SAW banyak membacanya ketika sore hari di Arafah di tempat wukuf. Boleh ditambah dengan doa/dzikir/Al Qur'an semampunya
Sumber:
H.R. Tirmidzi 3520
ุถุนูู
Doa Pulang Haji
ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ3
َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู َُูู ุงْูู ُُْูู ََُููู ุงْูุญَู ْุฏُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ ุขِูุจَُูู ุชَุงุฆِุจَُูู ุนَุงุจِุฏَُูู ุณَุงุฌِุฏَُูู ِูุฑَุจَِّูุง ุญَุงู ِุฏَُูู ุตَุฏََู ุงَُّููู َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงْูุฃَุญْุฒَุงุจَ َูุญْุฏَُู
ALLAHU AKBAR 3X
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Aayibuuna taa'buuna 'aabiduuna saajiduuna li rabbinaa haamiduun. Shadaqallah wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah
Arti:
Allah Maha Besar
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, dan pujian dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Kita kembali, sebagai hamba yang bertaubat, ber'ibadah, sujud untuk Rabb kita dan yang memuji-Nya. Allah Maha Benar dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya
Sumber:
H.R. Bukhori 1797
ุฃَุณْุชَْูุฏِุนَُู ุงََّููู ุงَّูุฐِู َูุง ุชَุถِูุนُ َูุฏَุงุฆِุนُُู
Arti:
Aku menitipkan dirimu kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan barang titipan-Nya
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 2825
ุตุญูุญ (ุงูุฃูุจุงูู)
Doa Minta Keselamatan
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุงَْููุฏْู ِ َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุงูุชَّุฑَุฏِّู َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุงْูุบَุฑَِู َูุงْูุญَุฑَِู َูุงَْููุฑَู ِ َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู َูุชَุฎَุจَّุทَِูู ุงูุดَّْูุทَุงُู ุนِْูุฏَ ุงْูู َْูุชِ َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَู ُูุชَ ِูู ุณَุจَِِููู ู ُุฏْุจِุฑًุง َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ุฃَْู ุฃَู ُูุชَ َูุฏِูุบًุง
ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL HADMI WA A'UUDZU BIKA MINAT TARADDII, WA A'UUDZU BIKA MINAL GHARAQI, WAL HARAQI, WAL HARAMI, WA A'UUDZU BIKA AN YATAKHABBATHANIISY SYAITHAANU 'INDAL MAUTI WA A'UUDZU BIKA AN AMUUTA FII SABIILIKA MUDBIRAN, WA A'UUDZU BIKA AN AMUUTA LADIIGHAN
Arti:
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kehancuran dan aku berlindung kepadaMu dari kebinasaan, aku berlindung kepadaMu dari tenggelam, terbakar dan dari pikun, aku berlindung kepadaMu agar jangan sampai syetan menggelincirkanku ketika aku akan mati, dan aku berlindung kepadaMu dari mati dijalanMu dalam keadaan lari dari medan pertempuran, dan aku berlindung kepadaMu dari mati karena tersengat binatang
Sumber:
H.R. Abu Dawud 1552
ุตุญูุญ (ุงูุฃูุจุงูู)
Niat Haji
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ ุญَุฌًّุง
َูุจََّْูู ุจِุญَุฌَّุฉٍ
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ َูุจََّْูู ุจِุงْูุญَุฌِّ
Labbaikallahumma hajjan
labbaika bihajjatin
Labbaikallahumma labbaika bihajjatin
Cara Membaca:
Pilih salah satu
Sumber:
H.R. Bukhori, H.R. Nasai
Niat Umroh
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ ุนُู ْุฑَุฉً
َูุจََّْูู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ
Labbaikallahumma 'umratan
labbaika bi 'umrah
Cara Membaca:
Pilih salah satu
Sumber:
H.R. Nasai [2723]
Talbiyah
َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ َูุจََّْูู، َูุจََّْูู ูุงَ ุดَุฑَِูู ََูู َูุจََّْูู، ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ َูุงِّููุนْู َุฉَ ََูู َูุงْูู َُْูู، ูุงَ ุดَุฑَِูู ََูู
Labbaikallahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk. Laa syariika lak
Arti:
Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilanMu tidak ada sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat milikMU begitu pula kerajaan. Tidak ada sekutu bagiMu
Sumber:
H.R. Bukhori 5915
Melihat Ka'bah
ุงَُّูููู َّ ุฒِุฏْ َูุฐَุง ุงْูุจَْูุชَ ุชَุดْุฑًِููุง َูุชَุนْุธِูู ًุง، َูุชَْูุฑِูู ًุง َูู ََูุงุจَุฉً، َูุฒِุฏْ ู َْู ุดَุฑََُّูู ََููุฑَّู َُู ู ِู َّْู ุญَุฌَُّู ุฃَِู ุงุนْุชَู َุฑَู ุชَุดْุฑًِููุง َูุชَْูุฑِูู ًุง َูุชَุนْุธِูู ًุง َูุจِุฑًّุง
ALLAHUMMA ZID HAAZAL BAITA TASYRIIFAN WATA'ZIIMAN WATAKRIIMAN WAMAHAABATAN. WAZID MAN SYARROFAHU WA 'ADZ-DZOMAHU WA KARROMAHU MIMMAN HAJJAHU AWI'TAMAROHU TASYRIIFAN WA TA'ZIIMAN WA TAKRIIMAN WABIRRON
Arti:
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Baik (Ka'bah) ini. Dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, menghormatinya diantara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan
Sumber:
H.R. Baihaqi
Doa Mengusap / Isyarat hajar aswad dan rukun yaman
ุจِุณْู ِ ุงِููู ، َูุงُููู ุฃَْูุจَุฑ
Arti:
Dengan menyebut nama Allah, Allah maha besar
Sumber:
H.R. Baihaqi
Bacaan thowaf Dari hajar aswad - rukun yaman
ุณُุจْุญَุงَู ุงَِّููู َูุงْูุญَู ْุฏُ َِِّููู ََููุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ََููุง ุญََْูู ََููุง َُّููุฉَ ุฅَِّูุง ุจِุงَِّููู
Subhanallahu walhamdulillahi Laa ilaaha Illallah wAllahu Akbar wa Laa haula wa laa quwwata illaa billaah
Arti:
Maha Suci Allah dan Segala puji bagi Allah dan Tiada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besa dan Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah
Sumber:
H.R. Ibnu Majah
Bacaan thowaf Dari rukun yaman - hajar aswad
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุงْูุนََْูู َูุงْูุนَุงَِููุฉَ ِูู ุงูุฏَُّْููุง َูุงْูุขุฎِุฑَุฉِ، ุฑَุจََّูุง ุขุชَِูุง ِูู ุงูุฏَُّْููุง ุญَุณََูุฉً، َِููู ุงْูุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณََูุฉً، ََِูููุง ุนَุฐَุงุจَ ุงَّููุงุฑِ
ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA AFWA WAL AFIYAH FIDUNYA WAL AKHIRAH RABBANA ATINA FIDUNYA HASANAH WAFIL AKHIRATI HASANAH WAQINA ADZABAN NAAR
Arti:
Ya Allah aku berharap kemaafan dan kesehatan dari di dunia dan akhirat wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkan kami dari api neraka
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 2957
ุถุนูู (ุงูุฃูุจุงูู)
Bacaan sebelum sholat di belakang maqom ibrahim
ุฃَุนُูุฐُ ุจِุงَِّููู ู ِْู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِูู ِ ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู ِٰู ุงูุฑَّุญِْูู َูุงุชَّุฎِุฐُูุง ู ِْู ู ََูุงู ِ ุฅِุจْุฑَุงِููู َ ู ُุตًَّูู
A'udzu billahi minasysyaithani Rajim Bismillahi rahmaanir rahiim wattakhidzu min maqomi ibrohiima musholla
Arti:
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat
Sumber:
H.R. Ibnu Majah
Doa setelah sholat di belakang maqom Ibrahim
ุงَُّูููู َّ ุฃَْูุชَ ุชَุนَْูู ُ ุณِุฑِّู َูุนََูุงَِّููุชِู َูุงْูุจَْู ู َุนْุฐِุฑَุชِู َูุชَุนَْูู ُ ุญَุงุฌَุชِู َูุฃَุนْุทِِูู ุณُุคِْูู َูุชَุนَْูู ُ ู َุงุนِْูุฏِู َูุงุบِْูุฑِْูู ุฐُُْููุจِู ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุฅِْูู َุงًูุง ُูุจَุงِูู َْููุจِู ًََِْูููููุง ุตَุงุฏًِูุง ุญَุชَّู ุฃَุนَْูู َ ุฃََُّูู َูุงُูุตِْูุจُِูู ุฅَِّูุง ู َุง َูุชَุจْุชَ ِูู َูุฑَุถِِّูู ุจَِูุถَุงุฆَِู
Sumber:
H.R. Thabrani
Minum Air Zam Zam
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู ุนِْูู ًุง َูุงِูุนًุง، َูุฑِุฒًْูุง َูุงุณِุนًุง، َูุดَِูุงุกً ู ِْู ُِّูู ุฏَุงุก
Sumber:
H.R. Hakam
Doa ketika akan naik bukit shofa marwa
ุฃَุนُูุฐُ ุจِุงَِّููู ู ِْู ุงูุดَّْูุทَุงِู ุงูุฑَّุฌِูู ِ ุจِุณْู ِ ุงِููู ุงูุฑَّุญْู ِٰู ุงูุฑَّุญِْูู ุฅَِّู ุงูุตََّูุง َูุงْูู َุฑَْูุฉَ ู ِْู ุดَุนَุงุฆِุฑِ ุงَّููู
A'udzu billahi minasysyaithani Rajim Bismillahi rahmaanir rahiim inna shoffa wal marwata min sya'airillah
Arti:
Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi´ar Allah
Sumber:
H.R. Ibnu Majah 3074
Doa di atas bukit shofa marwa
ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ,ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ ,ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ , َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู، َُูู ุงْูู ُُْูู ََُููู ุงْูุญَู ْุฏُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ 3
ุงَُّูููู َّ ุฅََِّูู ُْููุชَ:ุงุฏْุนُِููู ุฃَุณْุชَุฌِุจْ َُููู ْ، َูุฅََِّูู َูุง ุชُุฎُِْูู ุงْูู ِูุนَุงุฏَ، َูุฅِِّูู ุฃَุณْุฃََُูู َูู َุง َูุฏَْูุชَِูู ِْููุฅِุณَْูุงู ِ ุฃَْู َูุง ุชَْูุฒِุนَُู ู ِِّูู. ุญَุชَّู ุชَุชَََّููุงِูู َูุฃََูุง ู ُุณِْูู
ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR 3X
ALLAHUMMA INNAKA QULTA UD'UUNI ASTAJIB LAKUM WA INNAKA LAA TUKHLIFUL MII'AAD. WA INNI AS'ALUKA KAMA HADAITANII LIL ISLAAM AN LAA TANZI'AHU MINNII HATTA TATAWAFFAANII WA ANA MUSLIMUN
Arti:
Allah Maha Besar 3X, Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagiNya, milikNya semua kerajaan dan bagiNya seluruh pujian, Dia Yang menghidupkan, serta mematikan, dan Dia Maha Mampu melakukan segala sesuatu (3X)
Ya Allah, Engkau mengatakan: 'Mintalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah mengingkari janji. Saya memohon kepadamu sebagaimana engkau tunjuki saya pada Islam, janganlah engkau cabut dariku hingga ajal menjemputku sedang saya dalam keadaan muslim
Sumber:
H.R. Nasai, H.R. Malik
Doa ketika berlari kecil diantara bukit shofa dan marwa (daerah bekas banjir - diberi tanda lampu hijau)
ุฑَุจِّ ุงุบِْูุฑْ ِูู َูุงุฑْุญَู ْ َูุฃَْูุชَ ุงْูุฃَุนَุฒُّ ุงْูุฃَْูุฑَู
Sumber:
H.R. Baihaqi
Doa Ketika Wukuf di Arafah
ุงَُّูููู َّ ََูู ุงْูุญَู ْุฏُ َูุงَّูุฐِู ุชَُُููู َูุฎَْูุฑًุง ู ِู َّุง َُُูููู ุงَُّูููู َّ ََูู ุตََูุงุชِู َُููุณُِูู َูู َุญَْูุงَู َูู َู َุงุชِู َูุฅََِْููู ู َุขุจِู َََููู ุฑَุจِّ ุชُุฑَุงุซِู ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงَْููุจْุฑِ ََููุณَْูุณَุฉِ ุงูุตَّุฏْุฑِ َูุดَุชَุงุชِ ุงْูุฃَู ْุฑِ ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู َุง ุชَุฌِูุกُ ุจِِู ุงูุฑِّูุญُ
ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU KALLADZII TAQUULU WA KHAIRAN MIMMAA NAQUULU, ALLAAHUMMA LAKA SHALAATII, WA NUSUKII, WA MAHYAAYA WA MAMAATII WA ILAIKA MA-AABII, WA LAKA RABBI TURAATSII. ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI, WA WASWASATISH SHADRI WA SYATAATIL AMRI. ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA TAJIIU BIHIR RIIHU
Arti:
Ya Allah, segala puji bagiMu seperti yang engkau katakan, dan lebih baik daripada apa yang kami katakan. Ya Allah, untukMu shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku, kepadaMu kembaliku, dan milikMu wahai Tuhanku kekayaanku. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari adzab kubur, dan bisikan hati, serta kekacauan urusanku. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kejahatan apa yang dibawa oleh angin
Cara Membaca:
Nabi Muhammad SAW banyak membacanya ketika sore hari di Arafah di tempat wukuf. Boleh ditambah dengan doa/dzikir/Al Qur'an semampunya
Sumber:
H.R. Tirmidzi 3520
ุถุนูู
Doa Pulang Haji
ุงَُّููู ุฃَْูุจَุฑُ3
َูุง ุฅََِูู ุฅَِّูุง ุงَُّููู َูุญْุฏَُู َูุง ุดَุฑَِูู َُูู َُูู ุงْูู ُُْูู ََُููู ุงْูุญَู ْุฏُ ََُููู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฏِูุฑٌ ุขِูุจَُูู ุชَุงุฆِุจَُูู ุนَุงุจِุฏَُูู ุณَุงุฌِุฏَُูู ِูุฑَุจَِّูุง ุญَุงู ِุฏَُูู ุตَุฏََู ุงَُّููู َูุนْุฏَُู ََููุตَุฑَ ุนَุจْุฏَُู ََููุฒَู َ ุงْูุฃَุญْุฒَุงุจَ َูุญْุฏَُู
ALLAHU AKBAR 3X
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Aayibuuna taa'buuna 'aabiduuna saajiduuna li rabbinaa haamiduun. Shadaqallah wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah
Arti:
Allah Maha Besar
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, dan pujian dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Kita kembali, sebagai hamba yang bertaubat, ber'ibadah, sujud untuk Rabb kita dan yang memuji-Nya. Allah Maha Benar dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya
Sumber:
H.R. Bukhori 1797
Wanita haid saat haji
Persoa an klasik bagi setiap wanita Muslim, yaitu haid ketika sedang melaksanakan Ibadah Haji. Masalah ini tidak perlu dikhawatirkan karena haid tidak mencegah atau membatalkan ibadah haji. Wanita yang haid bisa melaksanakan semua rukun haji kecuali satu tidak boleh yaitu Tawaf di Baitullah.
Hadist shohih Bukhari No. 1650-1651 Kitabu Haji dan Hadist Sunan Ibni Majah No. 2963 Kitabu Manasik menerangkan tuntunan Rasulullah SAW bagi wanita-wanita yang sedang mengalami haid saat melaksanakan ibadah haji. Muslimah yang tidak dapat mengerjakan tawaf atau umrah karena terbentur haid bisa melaksanakan tawaf atau umrah hajinya setelah selesai pelaksanaan haji. Kategori haji seperti ini disebut Haji Ifrod, yaitu melaksanakan umrah haji di luar bulan Haji.
Seperti yang dialami Aisyah ketika melaksanakan Haji Wada’ bersama Nabi. Rasulullah SAW memerintahkan Aisyah untuk mengerjakan haji sebagaimana umat Islam lain dan menunda umrah setelah selesai haji dengan mengambil Miqot di Tan’im.
1650 – ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู ุจُْู ُููุณَُู، ุฃَุฎْุจَุฑََูุง ู َุงٌِูู، ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจِْู ุงَููุงุณِู ِ، ุนَْู ุฃَุจِِูู، ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนََْููุง ุฃَََّููุง َูุงَูุชْ: َูุฏِู ْุชُ ู ََّูุฉَ َูุฃََูุง ุญَุงุฆِุถٌ، ََููู ْ ุฃَุทُْู ุจِุงْูุจَْูุชِ َููุงَ ุจََْูู ุงูุตََّูุง َูุงูู َุฑَْูุฉِ َูุงَูุชْ: َูุดََْููุชُ ุฐََِูู ุฅَِูู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุงَู: «ุงْูุนَِูู َูู َุง َْููุนَُู ุงูุญَุงุฌُّ ุบَْูุฑَ ุฃَْู ูุงَ ุชَุทُِููู ุจِุงْูุจَْูุชِ ุญَุชَّู ุชَุทُْูุฑِู»
… Aisya meriwayatkan. Saya datang di Mekah dan saya keadaan haid, dan saya tidak Tawaf di Baitullah, dan tidak sai safa Marwah, Aisyah berkata: Saya melaporkan demikian itu pada Rasulillah SAW, Nabi bersabda: “Kerjakanlah sebagaimana orang haji mengamalkan, selain jangan tawaf di Baitullah sehingga engkau suci”.
[Hadist shohih Bukhari No. 1650 Kitabul Haji]
2963 – ุญَุฏَّุซََูุง ุฃَุจُู ุจَْูุฑِ ุจُْู ุฃَุจِู ุดَْูุจَุฉَ، َูุนَُِّูู ุจُْู ู ُุญَู َّุฏٍ، َูุงَูุง: ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููุงُู ุจُْู ุนََُْูููุฉَ، ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจِْู ุงَْููุงุณِู ِ، ุนَْู ุฃَุจِِูู، ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ، َูุงَูุชْ: ุฎَุฑَุฌَْูุง ู َุนَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุง َูุฑَู ุฅَِّูุง ุงْูุญَุฌَّ، ََููู َّุง َُّููุง ุจِุณَุฑَِู، ุฃَْู َูุฑِูุจًุง ู ِْู ุณَุฑَِู، ุญِุถْุชُ َูุฏَุฎََู ุนَََّูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุฃََูุง ุฃَุจِْูู، ََููุงَู: «ู َุง َِูู ุฃََِููุณْุชِ؟» ُْููุชُ: َูุนَู ْ، َูุงَู «ุฅَِّู َูุฐَุง ุฃَู ْุฑٌ َูุชَุจَُู ุงَُّููู، ุนََูู ุจََูุงุชِ ุขุฏَู َ، َูุงْูุถِู ุงْูู ََูุงุณَِู ََُّูููุง، ุบَْูุฑَ ุฃَْู َูุง ุชَุทُِููู ุจِุงْูุจَْูุชِ» َูุงَูุชْ: «َูุถَุญَّู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุนَْู ِูุณَุงุฆِِู، ุจِุงْูุจََูุฑِ»
__________
[ุญูู ุงูุฃูุจุงูู] ุตุญูุญ
… Aisyah meriwayatkan: Kami keluar bersama Rasulillah SAW kami tidak niat kecuali haji. Maka ketika kami berada di Syarifa atau sekitarnya, saya haid. Maka saya masuk pada Rasulullah SAW dan saya menangis.
Maka Nabi bersabda: “Kenapa engkau? Apakah engkau nifas?”
Saya menjawab: “Ya”.
Nabi bersabda: “Sesungguhnya ini perkara yang sudah ditulis atas Anak Perempuan Adam. Datangilah semua ibadah hajimu semua, selain jangan tawaf di Baitullah”.
Aisyah berkata: “Rasulullah menyembelih sapi untuk beberapa istrinya”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 2963 Kitabu Manasik]
1651 – ุญَุฏَّุซََูุง ู ُุญَู َّุฏُ ุจُْู ุงูู ُุซََّูู، ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงََّูููุงุจِ، َูุงَู: ุญ ََููุงَู ِูู ุฎََِูููุฉُ، ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงََّูููุงุจِ، ุญَุฏَّุซََูุง ุญَุจِูุจٌ ุงูู ُุนَِّูู ُ، ุนَْู ุนَุทَุงุกٍ، ุนَْู ุฌَุงุจِุฑِ ุจِْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู َุง َูุงَู: ุฃَََّูู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُูู َูุฃَุตْุญَุงุจُُู ุจِุงูุญَุฌِّ، ََْูููุณَ ู َุนَ ุฃَุญَุฏٍ ู ُِْููู ْ َูุฏٌْู ุบَْูุฑَ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุทَْูุญَุฉَ، ََููุฏِู َ ุนٌَِّูู ู َِู ุงَููู َِู َูู َุนَُู َูุฏٌْู [ุต:160]، ََููุงَู: ุฃََْْูููุชُ ุจِู َุง ุฃَََّูู ุจِِู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุฃَู َุฑَ ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَุตْุญَุงุจَُู ุฃَْู َูุฌْุนََُูููุง ุนُู ْุฑَุฉً، ََููุทُُูููุง ุซُู َّ َُููุตِّุฑُูุง ََููุญُِّููุง ุฅَِّูุง ู َْู َูุงَู ู َุนَُู ุงَููุฏُْู، ََููุงُููุง: َْููุทَُِูู ุฅَِูู ู ًِูู َูุฐََูุฑُ ุฃَุญَุฏَِูุง َْููุทُุฑُ، َูุจََูุบَ ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ََููุงَู: «َِูู ุงุณْุชَْูุจَْูุชُ ู ِْู ุฃَู ْุฑِู ู َุง ุงุณْุชَุฏْุจَุฑْุชُ ู َุง ุฃَْูุฏَْูุชُ، ََْููููุงَ ุฃََّู ู َุนِู ุงَููุฏَْู َูุฃَุญَْْููุชُ» ، َูุญَุงุถَุชْ ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนََْููุง ََููุณََูุชْ ุงูู ََูุงุณَِู ََُّูููุง، ุบَْูุฑَ ุฃَََّููุง َูู ْ ุชَุทُْู ุจِุงْูุจَْูุชِ، ََููู َّุง ุทَُูุฑَุชْ ุทَุงَูุชْ ุจِุงْูุจَْูุชِ، َูุงَูุชْ: َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู، ุชَْูุทََُِูููู ุจِุญَุฌَّุฉٍ َูุนُู ْุฑَุฉٍ َูุฃَْูุทَُِูู ุจِุญَุฌٍّ؟ َูุฃَู َุฑَ ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ ุฃَْู َูุฎْุฑُุฌَ ู َุนََูุง ุฅَِูู ุงูุชَّْูุนِูู ِ، َูุงุนْุชَู َุฑَุชْ ุจَุนْุฏَ ุงูุญَุฌِّ
… Jabir bin Abdillah meriwayatkan, Nabi SAW dan para sahabatnya ihram, dan tidak ada bersama salah seorang mereka hadiyah selain Nabi dan Thalhah, dan Ali datang dari Yaman membawa hadiyah, maka Ali berkata: Aku Ihram dengan apa-apa yang Nabi SAW ihram.
Maka Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menjadikan ihram itu sebagai umrah, dan tawaf dan menggunting rambut dan tahalul (lukar) kecuali orang-orang yang membawa hadiyah bersamanya.
Maka para sahabat berbincang: Kami berangkat ke Mina sedangkan kemaluan salah seorang kami menetes mani.Maka (perbincangan mereka) sampai pada Nabi dan beliau bersabda; “Seandainya saya belum terlanjur membawa hadiyah, dan seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya aku juga lukar seperti kalian”.
Dan Aisyah r.a. sedang haid, maka Aisyah melaksanakan semua ibadah kecuali ia tidak tawaf di Baitullah. Maka Aisyah tawaf di Baitullah ketika sudah suci. Aisyah bertanya pada Nabi: “Wahai Rasulullah, mereka berangkat untuk haji dan umroh sedangkan saya berangkat untuk haji saja?”
Maka Nabi memerintahkan Abdarahman bin Abu Bakar agar keluar bersama Aisyah ke Tan’im, maka Aisyah melaksanakan umrah setelah haji.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1651 Kitabu Haji]
1784 – ุญَุฏَّุซََูุง ุนَُِّูู ุจُْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู، ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููุงُู، ุนَْู ุนَู ْุฑٍู، ุณَู ِุนَ ุนَู ْุฑَู ุจَْู ุฃَْูุณٍ، ุฃََّู ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู َุง، ุฃَุฎْุจَุฑَُู: ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ «ุฃَู َุฑَُู ุฃَْู ُูุฑْุฏَِู ุนَุงุฆِุดَุฉَ، َُููุนْู ِุฑََูุง ู َِู ุงูุชَّْูุนِูู ِ» ، ” َูุงَู ุณَُْููุงُู ู َุฑَّุฉً: ุณَู ِุนْุชُ ุนَู ْุฑًุง َูู ْ ุณَู ِุนْุชُُู ู ِْู ุนَู ْุฑٍู “
… sesungguhnya Abdarahman bin Abu Bakar r.a. bercerita pada Amri bin Aus sesungguhnya Nabi SAW memerintah Abdarahman untuk mengantarkan Aisyah dan umrah dari Tan’im.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1784 Kitabu Haji]
3000 – ุญَุฏَّุซََูุง ุฃَุจُู ุจَْูุฑِ ุจُْู ุฃَุจِู ุดَْูุจَุฉَ َูุงَู: ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏَุฉُ ุจُْู ุณَُْููู َุงَู، ุนَْู ِูุดَุงู ِ ุจِْู ุนُุฑَْูุฉَ، ุนَْู ุฃَุจِِูู، ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ، َูุงَูุชْ: ุฎَุฑَุฌَْูุง ู َุนَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، ِูู ุญَุฌَّุฉِ ุงَْููุฏَุงุนِ َُููุงِูู َِููุงَู ุฐِู ุงْูุญِุฌَّุฉِ، ََููุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: «ู َْู ุฃَุฑَุงุฏَ ู ُِْููู ْ، ุฃَْู َُِّููู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، َُِْْْูููููู، َََْููููุง ุฃَِّูู ุฃَْูุฏَْูุชُ، َูุฃََْْูููุชُ ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ» َูุงَูุชْ: ََููุงَู ู َِู ุงَْْูููู ِ ู َْู ุฃَََّูู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، َูู ُِْููู ْ ู َْู ุฃَََّูู ุจِุญَุฌٍّ، َُْูููุชُ ุฃََูุง ู ِู َّْู ุฃَََّูู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، َูุงَูุชْ: َูุฎَุฑَุฌَْูุง ุญَุชَّู َูุฏِู َْูุง ู ََّูุฉَ، َูุฃَุฏْุฑََِููู َْููู ُ ุนَุฑََูุฉَ، َูุฃََูุง ุญَุงุฆِุถٌ، َูู ْ ุฃَุญَِّู ู ِْู ุนُู ْุฑَุชِู، َูุดََْููุชُ ุฐََِูู ุฅَِูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، ََููุงَู: «ุฏَุนِู ุนُู ْุฑَุชَِู، َูุงُْููุถِู ุฑَุฃْุณَِู، َูุงู ْุชَุดِุทِู، َูุฃَِِّููู ุจِุงْูุญَุฌِّ» َูุงَูุชْ: ََููุนَْูุชُ، ََููู َّุง َูุงَูุชْ ََْูููุฉُ ุงْูุญَุตْุจَุฉِ، ََููุฏْ َูุถَู ุงَُّููู ุญَุฌََّูุง، ุฃَุฑْุณََู ู َุนِู ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ، َูุฃَุฑْุฏََِููู َูุฎَุฑَุฌَ ุฅَِูู ุงูุชَّْูุนِูู ِ، َูุฃَุญَْْููุชُ ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، ََููุถَู ุงَُّููู ุญَุฌََّูุง َูุนُู ْุฑَุชََูุง، ََููู ْ َُْููู ِูู ุฐََِูู َูุฏٌْู، ََููุง ุตَุฏََูุฉٌ، ََููุง ุตَْูู ٌ
__________
[ุญูู ุงูุฃูุจุงูู] ุตุญูุญ
… Aisyah meriwayatkan: Saya bersama Rasulillah SAW keluar pada haji wada’, saya menjumpai tanggal bulan Dhul-Hijjah.
Maka Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa diantara kalian menghendaki ihram untuk umrah, maka lukarlah. Maka seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya saya ihram untuk umrah”.
Aisyah berkata: “Maka ada sebagian dari kaum orang yang ihram untuk umrah. Dan sebagian mereka ihram untuk haji. Maka saya termasuk yang ihram untuk umrah”.
Aisyah bercerita: “Maka kami berangkat hingga sampai Mekah. Maka aku sampai pada hari Arofah dan saya sedang haid, saya tidak lukar untuk umrah. Maka saya melaporkan masalah tersebut pada Nabi SAW,
maka Nabi bersabda: “Tinggalkanlah umrahmu, cukurlah rambutmu, besisirlah dan ihramlah untuk haji”.
Aisyah menceritakan: “Maka aku mengerjakan. Maka ketika malam hari di Hasbah, dan Allah telah menghukumi selesai hajiku, Maka Nabi mengutus bersamaku Abdarahman bin Abu Bakar, maka (Abdarahaman) memboncengku keluar ke Tan’im maka aku lukar untuk umrah. Maka Allah menyempurnakan Haji dan umrahku, dan tidak ada dalam demikian itu hadiyah dan tidak ada shodakoh dan tidak ada puasa.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3000 Kitabu Manasik}
Sumber www.pengajian-ldii.net
Hadist shohih Bukhari No. 1650-1651 Kitabu Haji dan Hadist Sunan Ibni Majah No. 2963 Kitabu Manasik menerangkan tuntunan Rasulullah SAW bagi wanita-wanita yang sedang mengalami haid saat melaksanakan ibadah haji. Muslimah yang tidak dapat mengerjakan tawaf atau umrah karena terbentur haid bisa melaksanakan tawaf atau umrah hajinya setelah selesai pelaksanaan haji. Kategori haji seperti ini disebut Haji Ifrod, yaitu melaksanakan umrah haji di luar bulan Haji.
Seperti yang dialami Aisyah ketika melaksanakan Haji Wada’ bersama Nabi. Rasulullah SAW memerintahkan Aisyah untuk mengerjakan haji sebagaimana umat Islam lain dan menunda umrah setelah selesai haji dengan mengambil Miqot di Tan’im.
1650 – ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงَِّููู ุจُْู ُููุณَُู، ุฃَุฎْุจَุฑََูุง ู َุงٌِูู، ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจِْู ุงَููุงุณِู ِ، ุนَْู ุฃَุจِِูู، ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนََْููุง ุฃَََّููุง َูุงَูุชْ: َูุฏِู ْุชُ ู ََّูุฉَ َูุฃََูุง ุญَุงุฆِุถٌ، ََููู ْ ุฃَุทُْู ุจِุงْูุจَْูุชِ َููุงَ ุจََْูู ุงูุตََّูุง َูุงูู َุฑَْูุฉِ َูุงَูุชْ: َูุดََْููุชُ ุฐََِูู ุฅَِูู ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุงَู: «ุงْูุนَِูู َูู َุง َْููุนَُู ุงูุญَุงุฌُّ ุบَْูุฑَ ุฃَْู ูุงَ ุชَุทُِููู ุจِุงْูุจَْูุชِ ุญَุชَّู ุชَุทُْูุฑِู»
… Aisya meriwayatkan. Saya datang di Mekah dan saya keadaan haid, dan saya tidak Tawaf di Baitullah, dan tidak sai safa Marwah, Aisyah berkata: Saya melaporkan demikian itu pada Rasulillah SAW, Nabi bersabda: “Kerjakanlah sebagaimana orang haji mengamalkan, selain jangan tawaf di Baitullah sehingga engkau suci”.
[Hadist shohih Bukhari No. 1650 Kitabul Haji]
2963 – ุญَุฏَّุซََูุง ุฃَุจُู ุจَْูุฑِ ุจُْู ุฃَุจِู ุดَْูุจَุฉَ، َูุนَُِّูู ุจُْู ู ُุญَู َّุฏٍ، َูุงَูุง: ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููุงُู ุจُْู ุนََُْูููุฉَ، ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจِْู ุงَْููุงุณِู ِ، ุนَْู ุฃَุจِِูู، ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ، َูุงَูุชْ: ุฎَุฑَุฌَْูุง ู َุนَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุง َูุฑَู ุฅَِّูุง ุงْูุญَุฌَّ، ََููู َّุง َُّููุง ุจِุณَุฑَِู، ุฃَْู َูุฑِูุจًุง ู ِْู ุณَุฑَِู، ุญِุถْุชُ َูุฏَุฎََู ุนَََّูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุฃََูุง ุฃَุจِْูู، ََููุงَู: «ู َุง َِูู ุฃََِููุณْุชِ؟» ُْููุชُ: َูุนَู ْ، َูุงَู «ุฅَِّู َูุฐَุง ุฃَู ْุฑٌ َูุชَุจَُู ุงَُّููู، ุนََูู ุจََูุงุชِ ุขุฏَู َ، َูุงْูุถِู ุงْูู ََูุงุณَِู ََُّูููุง، ุบَْูุฑَ ุฃَْู َูุง ุชَุทُِููู ุจِุงْูุจَْูุชِ» َูุงَูุชْ: «َูุถَุญَّู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุนَْู ِูุณَุงุฆِِู، ุจِุงْูุจََูุฑِ»
__________
[ุญูู ุงูุฃูุจุงูู] ุตุญูุญ
… Aisyah meriwayatkan: Kami keluar bersama Rasulillah SAW kami tidak niat kecuali haji. Maka ketika kami berada di Syarifa atau sekitarnya, saya haid. Maka saya masuk pada Rasulullah SAW dan saya menangis.
Maka Nabi bersabda: “Kenapa engkau? Apakah engkau nifas?”
Saya menjawab: “Ya”.
Nabi bersabda: “Sesungguhnya ini perkara yang sudah ditulis atas Anak Perempuan Adam. Datangilah semua ibadah hajimu semua, selain jangan tawaf di Baitullah”.
Aisyah berkata: “Rasulullah menyembelih sapi untuk beberapa istrinya”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 2963 Kitabu Manasik]
1651 – ุญَุฏَّุซََูุง ู ُุญَู َّุฏُ ุจُْู ุงูู ُุซََّูู، ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงََّูููุงุจِ، َูุงَู: ุญ ََููุงَู ِูู ุฎََِูููุฉُ، ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงََّูููุงุจِ، ุญَุฏَّุซََูุง ุญَุจِูุจٌ ุงูู ُุนَِّูู ُ، ุนَْู ุนَุทَุงุกٍ، ุนَْู ุฌَุงุจِุฑِ ุจِْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู َุง َูุงَู: ุฃَََّูู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َُูู َูุฃَุตْุญَุงุจُُู ุจِุงูุญَุฌِّ، ََْูููุณَ ู َุนَ ุฃَุญَุฏٍ ู ُِْููู ْ َูุฏٌْู ุบَْูุฑَ ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุทَْูุญَุฉَ، ََููุฏِู َ ุนٌَِّูู ู َِู ุงَููู َِู َูู َุนَُู َูุฏٌْู [ุต:160]، ََููุงَู: ุฃََْْูููุชُ ุจِู َุง ุฃَََّูู ุจِِู ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، َูุฃَู َุฑَ ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَุตْุญَุงุจَُู ุฃَْู َูุฌْุนََُูููุง ุนُู ْุฑَุฉً، ََููุทُُูููุง ุซُู َّ َُููุตِّุฑُูุง ََููุญُِّููุง ุฅَِّูุง ู َْู َูุงَู ู َุนَُู ุงَููุฏُْู، ََููุงُููุง: َْููุทَُِูู ุฅَِูู ู ًِูู َูุฐََูุฑُ ุฃَุญَุฏَِูุง َْููุทُุฑُ، َูุจََูุบَ ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ََููุงَู: «َِูู ุงุณْุชَْูุจَْูุชُ ู ِْู ุฃَู ْุฑِู ู َุง ุงุณْุชَุฏْุจَุฑْุชُ ู َุง ุฃَْูุฏَْูุชُ، ََْููููุงَ ุฃََّู ู َุนِู ุงَููุฏَْู َูุฃَุญَْْููุชُ» ، َูุญَุงุถَุชْ ุนَุงุฆِุดَุฉُ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนََْููุง ََููุณََูุชْ ุงูู ََูุงุณَِู ََُّูููุง، ุบَْูุฑَ ุฃَََّููุง َูู ْ ุชَุทُْู ุจِุงْูุจَْูุชِ، ََููู َّุง ุทَُูุฑَุชْ ุทَุงَูุชْ ุจِุงْูุจَْูุชِ، َูุงَูุชْ: َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู، ุชَْูุทََُِูููู ุจِุญَุฌَّุฉٍ َูุนُู ْุฑَุฉٍ َูุฃَْูุทَُِูู ุจِุญَุฌٍّ؟ َูุฃَู َุฑَ ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ ุฃَْู َูุฎْุฑُุฌَ ู َุนََูุง ุฅَِูู ุงูุชَّْูุนِูู ِ، َูุงุนْุชَู َุฑَุชْ ุจَุนْุฏَ ุงูุญَุฌِّ
… Jabir bin Abdillah meriwayatkan, Nabi SAW dan para sahabatnya ihram, dan tidak ada bersama salah seorang mereka hadiyah selain Nabi dan Thalhah, dan Ali datang dari Yaman membawa hadiyah, maka Ali berkata: Aku Ihram dengan apa-apa yang Nabi SAW ihram.
Maka Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menjadikan ihram itu sebagai umrah, dan tawaf dan menggunting rambut dan tahalul (lukar) kecuali orang-orang yang membawa hadiyah bersamanya.
Maka para sahabat berbincang: Kami berangkat ke Mina sedangkan kemaluan salah seorang kami menetes mani.Maka (perbincangan mereka) sampai pada Nabi dan beliau bersabda; “Seandainya saya belum terlanjur membawa hadiyah, dan seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya aku juga lukar seperti kalian”.
Dan Aisyah r.a. sedang haid, maka Aisyah melaksanakan semua ibadah kecuali ia tidak tawaf di Baitullah. Maka Aisyah tawaf di Baitullah ketika sudah suci. Aisyah bertanya pada Nabi: “Wahai Rasulullah, mereka berangkat untuk haji dan umroh sedangkan saya berangkat untuk haji saja?”
Maka Nabi memerintahkan Abdarahman bin Abu Bakar agar keluar bersama Aisyah ke Tan’im, maka Aisyah melaksanakan umrah setelah haji.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1651 Kitabu Haji]
1784 – ุญَุฏَّุซََูุง ุนَُِّูู ุจُْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู، ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููุงُู، ุนَْู ุนَู ْุฑٍู، ุณَู ِุนَ ุนَู ْุฑَู ุจَْู ุฃَْูุณٍ، ุฃََّู ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู َุง، ุฃَุฎْุจَุฑَُู: ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ «ุฃَู َุฑَُู ุฃَْู ُูุฑْุฏَِู ุนَุงุฆِุดَุฉَ، َُููุนْู ِุฑََูุง ู َِู ุงูุชَّْูุนِูู ِ» ، ” َูุงَู ุณَُْููุงُู ู َุฑَّุฉً: ุณَู ِุนْุชُ ุนَู ْุฑًุง َูู ْ ุณَู ِุนْุชُُู ู ِْู ุนَู ْุฑٍู “
… sesungguhnya Abdarahman bin Abu Bakar r.a. bercerita pada Amri bin Aus sesungguhnya Nabi SAW memerintah Abdarahman untuk mengantarkan Aisyah dan umrah dari Tan’im.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1784 Kitabu Haji]
3000 – ุญَุฏَّุซََูุง ุฃَุจُู ุจَْูุฑِ ุจُْู ุฃَุจِู ุดَْูุจَุฉَ َูุงَู: ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏَุฉُ ุจُْู ุณَُْููู َุงَู، ุนَْู ِูุดَุงู ِ ุจِْู ุนُุฑَْูุฉَ، ุนَْู ุฃَุจِِูู، ุนَْู ุนَุงุฆِุดَุฉَ، َูุงَูุชْ: ุฎَุฑَุฌَْูุง ู َุนَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، ِูู ุญَุฌَّุฉِ ุงَْููุฏَุงุนِ َُููุงِูู َِููุงَู ุฐِู ุงْูุญِุฌَّุฉِ، ََููุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: «ู َْู ุฃَุฑَุงุฏَ ู ُِْููู ْ، ุฃَْู َُِّููู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، َُِْْْูููููู، َََْููููุง ุฃَِّูู ุฃَْูุฏَْูุชُ، َูุฃََْْูููุชُ ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ» َูุงَูุชْ: ََููุงَู ู َِู ุงَْْูููู ِ ู َْู ุฃَََّูู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، َูู ُِْููู ْ ู َْู ุฃَََّูู ุจِุญَุฌٍّ، َُْูููุชُ ุฃََูุง ู ِู َّْู ุฃَََّูู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، َูุงَูุชْ: َูุฎَุฑَุฌَْูุง ุญَุชَّู َูุฏِู َْูุง ู ََّูุฉَ، َูุฃَุฏْุฑََِููู َْููู ُ ุนَุฑََูุฉَ، َูุฃََูุง ุญَุงุฆِุถٌ، َูู ْ ุฃَุญَِّู ู ِْู ุนُู ْุฑَุชِู، َูุดََْููุชُ ุฐََِูู ุฅَِูู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ، ََููุงَู: «ุฏَุนِู ุนُู ْุฑَุชَِู، َูุงُْููุถِู ุฑَุฃْุณَِู، َูุงู ْุชَุดِุทِู، َูุฃَِِّููู ุจِุงْูุญَุฌِّ» َูุงَูุชْ: ََููุนَْูุชُ، ََููู َّุง َูุงَูุชْ ََْูููุฉُ ุงْูุญَุตْุจَุฉِ، ََููุฏْ َูุถَู ุงَُّููู ุญَุฌََّูุง، ุฃَุฑْุณََู ู َุนِู ุนَุจْุฏَ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจَْู ุฃَุจِู ุจَْูุฑٍ، َูุฃَุฑْุฏََِููู َูุฎَุฑَุฌَ ุฅَِูู ุงูุชَّْูุนِูู ِ، َูุฃَุญَْْููุชُ ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، ََููุถَู ุงَُّููู ุญَุฌََّูุง َูุนُู ْุฑَุชََูุง، ََููู ْ َُْููู ِูู ุฐََِูู َูุฏٌْู، ََููุง ุตَุฏََูุฉٌ، ََููุง ุตَْูู ٌ
__________
[ุญูู ุงูุฃูุจุงูู] ุตุญูุญ
… Aisyah meriwayatkan: Saya bersama Rasulillah SAW keluar pada haji wada’, saya menjumpai tanggal bulan Dhul-Hijjah.
Maka Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa diantara kalian menghendaki ihram untuk umrah, maka lukarlah. Maka seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya saya ihram untuk umrah”.
Aisyah berkata: “Maka ada sebagian dari kaum orang yang ihram untuk umrah. Dan sebagian mereka ihram untuk haji. Maka saya termasuk yang ihram untuk umrah”.
Aisyah bercerita: “Maka kami berangkat hingga sampai Mekah. Maka aku sampai pada hari Arofah dan saya sedang haid, saya tidak lukar untuk umrah. Maka saya melaporkan masalah tersebut pada Nabi SAW,
maka Nabi bersabda: “Tinggalkanlah umrahmu, cukurlah rambutmu, besisirlah dan ihramlah untuk haji”.
Aisyah menceritakan: “Maka aku mengerjakan. Maka ketika malam hari di Hasbah, dan Allah telah menghukumi selesai hajiku, Maka Nabi mengutus bersamaku Abdarahman bin Abu Bakar, maka (Abdarahaman) memboncengku keluar ke Tan’im maka aku lukar untuk umrah. Maka Allah menyempurnakan Haji dan umrahku, dan tidak ada dalam demikian itu hadiyah dan tidak ada shodakoh dan tidak ada puasa.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3000 Kitabu Manasik}
Sumber www.pengajian-ldii.net
Pak Bintoro, tukang pijat naik haji
Nama bapak ini Bintoro asmat iskak
Tinggal di kebayoran lama Jakarta selatan.
Saya berkenalan dengan beliau saat dia bergabung satu rombongan dengan rombongan haji ONH plus Multazam Utama tahun ini (2016). Katanya dia menabung selama 20 tahun untuk bisa berangkat haji. Penampilannya sangat sederhana, sulit dipercaya bapak ini sudah haji dua kali, ini yang ketiga. Profil tubuh pendek karena kalau berjalan seperti membungkuk, dengan pandangan mata yang seperti orang ngantuk, selalu memakai baju batik.. Beliau dengan cepat menjadi idolanya bapak bapak anggota rombongan haji karena kepiawaiannya memijat. Maklum sehabis umroh melaksanakan perjalanan panjang, tawaf dan sa'i, tubuh luluk lantak pegal linu. Tidak heran pak bintoro dimintai amal sholeh memijat.
Pak bintoro tidak pernah menolak dimintai memijat. Satu persatu dari kamar ke kamar apartemen beliau datangi..
Rata rata yang sudah merasakan dipijit oleh pak bintoro mengakui pijetan pak bintoro memang luar biasa.. Bisa bikin meringis jika memang tidak terbiasa dipijat. Bahkan ada yang bilang, seperti jari besi.
Namun setelahnya pasiennya segar lagi. Siap untuk beraktifitas ibadah lagi.
Setelah dipijat, tak jarang ada yang memberi uang sekedarnya sebagai tanda terima kasih, baik pakai uang rupiah maupun real. Walau pak bintoro sebenarnya tdk mengharapkan. Dia bilang mijetnya sebagai amal sholeh tambahan pahala mijati teman teman seperjalanan hajinya. Kalau semua sehat, lancar hajinya, otomatis pak bintoro juga kecipratan pahalanya.
Dari mijat teman teman seperjalanan hajinya, pak bintoro bilang dia sudah dapat rejeki sekitar 5 juta dari pemberian teman teman yang dia pijat.. Maklum rombongan haji ONH plus rata rata orang sugih semua ditambah puas dengan hasil pijetannya.
Yang bikin kagum, pak bintoro bilang semua rejeki hasil mijatnya 2 juta sudah dia sodaqohkan di masjidil haram. Sisanya dia akan sodaqohkan juga semuanya sebelum pulang ketanah air. yang dia yakinkan, pahala kebaikan di tanah haram akan dibalas Allah 100.000 kali lipatan sampai tidak terhingga..
Betul betul..
Pak bintoro sempat cerita, langganan pijetnya di Jakarta sdh ribuan.
Setiap hari dia bisa keliling Jakarta memijat 3-5 pasien. Dan rejeki dari jasa pijatnya alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan beliau sehari hari..
Bahkan sebagian bisa dia tabung untuk akhirnya dia bisa berangkat haji ONH plus tahun ini.
Itulah pak bintoro, bapak berusia 61 tahun ini dengan kesederhanaannya, kerja keras, ketekunannya dengan profesinya, dia bisa mewujudkan impiannya pergi haji.
Suatu malam saat rombongan haji lebih banyak yang terlelap tidur, saya pernah menjumpai beliau sedang sholat malam di tangga apartemen menuju lantai atap. Khusuk.
Semoga beliau bisa melaksanakan ibadah hajinya dengan aman, lancar, selamat, barokah dan mabrur. Amiin..
Yang hendak merasakan pijatan pak bin, bisa menghubungi beliau di telpon 081315790461 atau 021-92232407
Pemahaman keliru atas JABAL RAHMAH
Jabal Rahmah adalah lokasi dimana nabi Adam dipertemukan kembali dengan istrinya Hawa setelah berpisah selama 200 – 300 tahun lamanya setelah mereka diturunkan ke muka bumi.
Nabi Adam merasa rindu dengan istrinya hingga Allah SWT memerintahkan Adam melaksanakan ibadah haji ke Kota Mekah.
Mayoritas para Ulama berpendapat, Adam dan Hawa diturunkan secara terpisah. Nabi Adam diturunkan di India, sedangkan Hawa diturunkan di Jeddah.
Maka atas bantuan dan bimbingan Malaikat Jibril, nabi Adam pun berangkat menuju kota Mekah dari India. Nabi Adam dan Hawa saling mendekat di Muzdhalifah, lalu mereka saling mengenali di padang Arafah, lalu atas kuasa Allah berkumpul di Jabal Rahmah.
Guna mengenang peristiwa yang sangat mengaharukan dan bersejarah tersebut, lalu, pemerintah Arab Saudi mengabadikan tempat tersebut dengan membangun sebuah tugu peringatan di jabal Rahmah.
Namun apa yang terjadi kini adalah sebuah hal yang sungguh memprihatinkan karena telah banyak terjadi penyimpangan dan pemahaman sesat atas jabal Rahmah yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam di dunia.
Tugu yang sebenarnya dibangun hanya untuk menandai dan memperingati lokasi atas peristiwa pertemuan Nabi Adam Dan Hawa oleh pemerintah Arab Saudi lambat laun telah menjadi alih fungsi tempat pemujaan “berhala” masa kini.
Teman muslim dapat menyaksikan sendiri, betapa sesatnya umat Islam yang berkunjung ke Jabal Rahmah melakukan ritual ritual seperti mencoret coret, menempel foto, tanda tangan, bahkan ada yang sholat menghadap tugu tersebut. Tentu saja hal tersebut sudah sangat menjurus kepada perbuatan musyrik, yang sangat jauh dari tuntutan ajaran Islam.
Salah satu perilaku sesat yang banyak dilakukan oleh umat Islam di Jabal Rahmah adalah berdoa menghadap Tugu sambil menuliskan di tugu dengan bolpen, batu dan sebagainya atas maksud tujuan dan pengharapannya. Salah satu yang paling umum adalah berdoa untuk urusan perjodohan, karena pemahaman atas padang arafah tempat bertemunya nabi Adam dan Hawa disalah artikan dengan sebuah tempat yang mustajab untuk doa dan memohon kemudahan untuk urusan Jodoh.
Ada pula yang menyebutkan bahwa bila pendakian ke bukit ini adalah wajib, bila tidak maka ibadah Haji atau Umroh anda akan tidak sah. Ini pula salah satu contoh pemahaman yang sangat memprihatinkan karena sungguh menyesatkan (bid’ah).
Sebuah perilaku sesat yang sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah Arab Saudi melalui sosialisasi secara terus menerus di Lokasi Jabal Rahmah berupa pengumuman langsung melalui papan pengumuman, pembukaan posko informasi atau disebut “Islamic Awareness Center Mount Arafat“.
Di posko ini sahabat Muslim akan mendapatkan berbagai buku Islami secara cuma cuma, termasuk buku saku berkaitan informasi atas Jabal Rahma ini. Walau usaha ini cukup membuat paham, namun selalu ada saja yang tidak paham dan insaf, tetap melakukan ritual sesat di bukit.
Semoga dengan informasi asal muasal tugu Jabal Rahmah ini dapat menambah khasanah pengetahuan ibadah Umroh dan Haji teman Muslim sekalian supaya terhindar dari perbuatan sesat saat berada di Jabal Rahmah. Aaamiiin
Syarat haji mabrur
Adapun syarat untuk haji mabrur itu, diantaranya adalah biaya haji tersebut dari usaha yang halal karena biaya menjadi poros penting dalam kehidupan manusia terlebih dalam urusan haji. Bahkan disebutkan bahwa jika seseorang naik haji dengan biaya dari hartanya yang halal, maka akan ada penyeru yang berseru, "Bekalmu halal dan kendaranmu halal, maka haji pun mabrur"
Adapun jika dia berangkat haji dari harta yang haram, maka penyeru tadi akan berseru, "La labbaika wala sa'daika". Bekalmu harom dan nafkahmu harom, maka hajimu tertolak tidak mendapat ganjaran. " Jadi, diatara tanda-tanda haji mabrur adalah jika di kerjakan dengan biaya dari nafkah dan usaha yang halal.
Begitu pula, diatara syaratnya adalah jika orang berhaji mengerjakan manasiknya sesuai dengan tata cara yang di syari'atkan dan di inginkan tanpa mengurangi sedikitpun,dan menjauhi segala larangan alloh selama mengerjakan haji.
Syarat Syahnya Haji Mabrur
Di antara tanda-tandanya pula adalah jika orang yang berhaji itu kembali dalam keadaan pengalaman agamanya lebih baik dari pada sebelum berangkat, yaitu dia kembali dalam keadaan bertaubat kepada alloh swt, istiqomah (konsisten) dalam menjalankan ibadah kepada-Nya, dan terus menerus dalam kondisi seperti itu. Dengan begitu, hajinya menjadi titik tolak baginya kepada kebaikan, dan selalu menjadi peringatan baginya untuk memperbaiki jalan hidupnya.
Memang sebenarnya tidak ada keterangan yang jelas tentang tanda-tanda kemabruran haji seseorang. Seseorang tidak dapat menyatakan bahwa dirinya mabrur hajinya, yang dapat menyatakan orang lain. Dan tentu hanya alloh sajalah yang lebih mengetahui. Namun demikian, tanda-tanda kemabruran itu bisa di lihat ibadahnya. Apabila seorang haji itu ibadahnya lebih tekun, sholatnya lebih khusuk, zakatnya lebih teratur, infaknya lebih banyak, akhlaknya lebih baik, dan selalu meningkatkan amar mak'ruf nahi mungkar, maka orang yang melihat tadi, akan mengatakan bahwa dia hajinya mabrur.
Jadi,kemabruran seorang haji bukan dia yang dapat menyatakan tetapi orang lain. Tentu saja alloh yang lebih mengetahuinya. karena itu, untuk menggapai haji yang mabrur itu yang harus:
Tanamkan niat semata-mata karena alloh.
Persiapkan biaya haji dari usaha dan sumber yang halal.
Persiapkan ilmu manasik haji dengan berlatih secara maksimal (menunaikan ibadah hajinya sesuai dengan tuntunan alloh dan rosul)
Apabila seseorang telah menunaikan ibadah haji, maka tingkatkanlah ibadah kepada alloh.
Apabila seseorang setelah menunaikan ibadah haji, kemudian sedikit banyak merasakan adanya perubahan yang positif, maka hal itu mudah-mudahan merupakan tanda-tanda kemabruran hajinya. Aminnn....
Adapun jika dia berangkat haji dari harta yang haram, maka penyeru tadi akan berseru, "La labbaika wala sa'daika". Bekalmu harom dan nafkahmu harom, maka hajimu tertolak tidak mendapat ganjaran. " Jadi, diatara tanda-tanda haji mabrur adalah jika di kerjakan dengan biaya dari nafkah dan usaha yang halal.
Begitu pula, diatara syaratnya adalah jika orang berhaji mengerjakan manasiknya sesuai dengan tata cara yang di syari'atkan dan di inginkan tanpa mengurangi sedikitpun,dan menjauhi segala larangan alloh selama mengerjakan haji.
Syarat Syahnya Haji Mabrur
Di antara tanda-tandanya pula adalah jika orang yang berhaji itu kembali dalam keadaan pengalaman agamanya lebih baik dari pada sebelum berangkat, yaitu dia kembali dalam keadaan bertaubat kepada alloh swt, istiqomah (konsisten) dalam menjalankan ibadah kepada-Nya, dan terus menerus dalam kondisi seperti itu. Dengan begitu, hajinya menjadi titik tolak baginya kepada kebaikan, dan selalu menjadi peringatan baginya untuk memperbaiki jalan hidupnya.
Memang sebenarnya tidak ada keterangan yang jelas tentang tanda-tanda kemabruran haji seseorang. Seseorang tidak dapat menyatakan bahwa dirinya mabrur hajinya, yang dapat menyatakan orang lain. Dan tentu hanya alloh sajalah yang lebih mengetahui. Namun demikian, tanda-tanda kemabruran itu bisa di lihat ibadahnya. Apabila seorang haji itu ibadahnya lebih tekun, sholatnya lebih khusuk, zakatnya lebih teratur, infaknya lebih banyak, akhlaknya lebih baik, dan selalu meningkatkan amar mak'ruf nahi mungkar, maka orang yang melihat tadi, akan mengatakan bahwa dia hajinya mabrur.
Jadi,kemabruran seorang haji bukan dia yang dapat menyatakan tetapi orang lain. Tentu saja alloh yang lebih mengetahuinya. karena itu, untuk menggapai haji yang mabrur itu yang harus:
Tanamkan niat semata-mata karena alloh.
Persiapkan biaya haji dari usaha dan sumber yang halal.
Persiapkan ilmu manasik haji dengan berlatih secara maksimal (menunaikan ibadah hajinya sesuai dengan tuntunan alloh dan rosul)
Apabila seseorang telah menunaikan ibadah haji, maka tingkatkanlah ibadah kepada alloh.
Apabila seseorang setelah menunaikan ibadah haji, kemudian sedikit banyak merasakan adanya perubahan yang positif, maka hal itu mudah-mudahan merupakan tanda-tanda kemabruran hajinya. Aminnn....
Haji Tamatu'
Ibadah haji adalah rangkaian amalan yang terdiri dari UMRAH (tawaf di Baitullah dan Sa’i safa Marwa), dan HAJI (wukuf di padang Arafah pada 9 Dhul-Hijjah, melempar jumrah Aqobah di Mina pada 10 Dhul-Hijjah dan Tawaf Ifadoh).
Seorang Muslim yang berhaji juga wajib mengerjakan umrah. Haji Tamatu’ adalah haji yang umrahnya dilaksanakan pada bulan haji (tanggal 1 Syawal sampai menjelang pelaksanaan haji 9-10 Dhul-Hijjah) namun umrahnya dipisah dengan haji. Setelah selesai umrah, cukur gundul / menggunting rambut kepala dan lukar dan semua larangan ihram sudah halal termasuk boleh menjima’ istri.
Sambil menunggu pelaksanan ihram haji pada bulan haji tahun itu juga, jamaah boleh beraktivitas bebas, bersenang-senang, seperti: memakai minyak wangi atau berhubungan badan suami istri. Tamatu’ berarti “bersenang-senang”. Miqat ihram haji tamatu’ mengikuti miqat ahli Mekah yaitu dari pondokan masing-masing.
Haji tamatu’ adalah kategori ibadah haji yang banyak dilakukan oleh jamaah Indonesia. Jamaah yang melaksanakan haji tamatu’ dikenakan dam berupa seekor kambing, atau seekor sapi atau seekor onta atau sejenisnya. Apabila tidak bisa mewujudkan hadiah / dam maka bisa diganti dengan puasa 10 hari, 3 hari dikerjakan dalam haji dan 7 hari setelah pulang ke tanah air.
…َูู َْู ุชَู َุชَّุนَ ุจِุงْูุนُู ْุฑَุฉِ ุฅَِูู ุงْูุญَุฌِّ َูู َุง ุงุณْุชَْูุณَุฑَ ู َِู ุงَْููุฏِْู َูู َْู َูู ْ َูุฌِุฏْ َูุตَِูุงู ُ ุซََูุงุซَุฉِ ุฃََّูุงู ٍ ِูู ุงْูุญَุฌِّ َูุณَุจْุนَุฉٍ ุฅِุฐَุง ุฑَุฌَุนْุชُู ْ ุชَِْูู ุนَุดَุฑَุฉٌ َูุงู َِูุฉٌ ุฐََِูู ِูู َْู َูู ْ َُْููู ุฃَُُْููู ุญَุงุถِุฑِู ุงْูู َุณْุฌِุฏِ ุงْูุญَุฑَุงู ِ َูุงุชَُّููุง ุงََّููู َูุงุนَْูู ُูุง ุฃََّู ุงََّููู ุดَุฏِูุฏُ ุงْูุนَِูุงุจِ (196)
… maka barang siapa yang mengerjakan umrah dalam bulan haji wajib menyembelih hadiah yang mudah didapat, tetapi jika tidak menemukan hadiyah maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari ketika kalian telah kembali, demikian itu sepuluh hari yang sempurna.
[Surah Al-Baqarah (2) ayat 196]
2980 – ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงูุฑَّุญْู َِู ุจُْู ุฅِุจْุฑَุงِููู َ ุงูุฏِّู َุดُِّْูู َูุงَู: ุญَุฏَّุซََูุง ุงَِْููููุฏُ ุจُْู ู ُุณِْูู ٍ َูุงَู: ุญَุฏَّุซََูุง ุงْูุฃَْูุฒَุงุนُِّู، ุนَْู ุนَุทَุงุกٍ، ุนَْู ุฌَุงุจِุฑِ ุจِْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู، َูุงَู: ุฃَََْْููููุง ู َุนَ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุจِุงْูุญَุฌِّ ุฎَุงِูุตًุง، َูุง َูุฎِْูุทُُู ุจِุนُู ْุฑَุฉٍ، ََููุฏِู َْูุง ู ََّูุฉَ، ِูุฃَุฑْุจَุนِ ََููุงٍู ุฎَََْููู ู ِْู ุฐِู ุงْูุญِุฌَّุฉِ، ََููู َّุง ุทَُْููุง ุจِุงْูุจَْูุชِ، َูุณَุนََْููุง ุจََْูู ุงูุตََّูุง َูุงْูู َุฑَْูุฉِ، «ุฃَู َุฑََูุง ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَْู َูุฌْุนَََููุง ุนُู ْุฑَุฉً، َูุฃَْู َูุญَِّู ุฅَِูู ุงِّููุณَุงุกِ» ََُْููููุง ู َุง ุจَََْูููุง: َْููุณَ ุจَََْูููุง َูุจََْูู ุนَุฑََูุฉَ، ุฅَِّูุง ุฎَู ْุณٌ، ََููุฎْุฑُุฌُ ุฅََِْูููุง، َูู َุฐَุงِููุฑَُูุง ุชَْูุทُุฑُ ู ًَِّููุง؟ ََููุงَู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ: «ุฅِِّูู َูุฃَุจَุฑُُّูู ْ َูุฃَุตْุฏَُُููู ْ، َََْููููุง ุงَْููุฏُْู، َูุฃَุญَْْููุชُ» ََููุงَู ุณُุฑَุงَูุฉُ ุจُْู ู َุงٍِูู: ุฃَู ُุชْุนَุชَُูุง َูุฐِِู، ِูุนَุงู َِูุง َูุฐَุง، ุฃَู ْ ِูุฃَุจَุฏٍ؟ ََููุงَู: «َูุง، ุจَْู ِูุฃَุจَุฏِ ุงْูุฃَุจَุฏِ»
__________
[ุญูู ุงูุฃูุจุงูู] ุตุญูุญ
… Jabir bin Abdillah meriwayatkan: Kami ihram bersama Rasulillah SAW khusus untuk haji, dan tidak mencampur dengan umrah. Maka kami datang di Makkah pada tanggal empat malam yang lewat dari bulan Dhul-Hijjah.Maka ketika kami tawaf di Baitullah dan Sai Safa Marwah, Rasulullah SAW memerintahkan pada kami agar kami menjadikan amalan Tawaf dan Sai itu sebagai UMRAH dan hendaknya kami lukar untuk istri-istri kami.Maka kami membicarakan apa-apa diantara kami : “Tidak ada antara kami dan antara Arofah kecuali lima hari. Maka kami keluar ke Arofah sedangkan kemaluan kami menetes mani?”Maka Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya saya membagusi kalian dan membenarkan kalian. Seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya saya juga lukar seperti kalian”.
Maka Syuroqoh bin Malik bertanya: “Adakah haji tamatu’ ini untuk tahun ini saja atau untuk seterusnya?”
Nabi menjawab: “Bahkan untuk selama-lamanya”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 2980 Kitabu Manasik]
Tata-cara Ibadah Haji Tamatu’
Rangkaian praktek pelaksanan ibadah Haji Tamatu’ adalah sebagai berikut:
Mengerjakan umrah dari miqot yang telah ditentukan dalam bulan haji antara 1 Syawal sampai sebelum pelaksanaan haji. Rangkaian praktek umrah terdiri dari:
Mandi seperti mandi jinabat.
Memakai pakaian ihram
Shalat sunah 2 rakaat di miqat.
Membaca niat umrah, contoh َูุจََّูู ุงُูููู َّ ุนُู ْุฑَุฉً
Dari miqat berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Di perjalanan terus-menerus membaca talbiyah dengan suara keras.
«َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ، َูุจََّْูู َูุจََّْูู، َูุง ุดَุฑَِูู ََูู َูุจََّْูู، ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ َูุงِّููุนْู َุฉَ ََูู َูุงْูู َُْูู، َูุง ุดَุฑَِูู ََูู»
Tawaf di Baitullah sebanyak 7 putaran dimulai dari pojok Hajar Aswad dan diakhiri dengan shalat dua rakaat di belakang Makom Ibrahim. Kemudian dilanjutkan dengan Sa’i Safa Marwah.
Setelah selesai Sa’i di bukit Marwa, cukur rambut kepala sampai gundul atau menggunting rambut kepala kemudian lukar (melepas baju ihrom). Semua larangan ihram sudah halal. Setelah lukar dari umrah sebelum ihram haji, jamaah boleh beraktifitas bebas, bersenang-senang, seperti; memakai minyak wangi dan menjima’ istri.
Pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dhul-Hijjah) ihram lagi untuk haji dimulai dengan:
Mandi seperti mandi jinabat.
Memakai pakaian ihram
Shalat sunah 2 rakaat di pondokan masing-masing.
Membaca niat haji, contoh َูุจََّูู ุงُูููู َّ ุญَุฌًّ ุง
Tanggal 8 Dhul-Hijjah berangkat menuju ke Arafah untuk mengerjakan wukuf. Dalam perjalanan terus melafadkan talbiyah atau takbir dengan suara keras.
Bacaan Talbiyah:
«َูุจََّْูู ุงَُّูููู َّ، َูุจََّْูู َูุจََّْูู، َูุง ุดَุฑَِูู ََูู َูุจََّْูู، ุฅَِّู ุงْูุญَู ْุฏَ َูุงِّููุนْู َุฉَ ََูู َูุงْูู َُْูู، َูุง ุดَุฑَِูู ََูู»
Jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah 9 Dhul-Hijjah
Tanggal 9 Dhul-Hijjah, wukuf di Arafah mulai waktu matahari condong ke barat sampai matahari terbenam. Shalat dhuhur dan asar dilakukan dengan qasar jama’ taqdhim. Selama wukuf memperbanyak doa:
«ุงَُّูููู َّ ََูู ุงูุญَู ْุฏُ َูุงَّูุฐِู َُُูููู َูุฎَْูุฑًุง ู ِู َّุง َُُูููู، ุงَُّูููู َّ ََูู ุตََูุงุชِู َُููุณُِูู َูู َุญَْูุงَู َูู َู َุงุชِู، َูุฅََِْููู ู َุขุจِู، َََููู ุฑَุจِّ ุชُุฑَุงุซِู، ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุนَุฐَุงุจِ ุงَููุจْุฑِ ََููุณَْูุณَุฉِ ุงูุตَّุฏْุฑِ َูุดَุชَุงุชِ ุงูุฃَู ْุฑِ، ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุดَุฑِّ ู َุง َูุฌِูุกُ ุจِِู ุงูุฑِّูุญُ»
Dan boleh ditambah doa-doa lain.
Jamaah haji mabit / bermalam di Muzdalifa dan mengumpulkan kerikil untuk lempar Jumrah besok pagi di Mina
Sore hari setelah matahari terbenam, meninggalkan padang Arofah menuju Muzdalifah.
Pada malam tanggal 10 Dhul-Hijjah, bermalam / mabit di Muzdalifah.
Pekerjaan di Muzdalifah:
Shalat maghrib dan isha’ qoshor jama’ ta’khir.
Mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah di Mina besok harinya.
Bermalam / mabit.
Shalat subuh lalu berhenti sebentar untuk berdoa sampai agak terang.
Pagi hari sebelum matahari terbit meninggalkan Muzdalifah berangkat menuju Mina dengan terus-menerus membaca talbiyah atau takbir.
Amalan di Mina:
Pada waktu dhuha melempar jumrah aqobah tanggal 10 Dhul-Hijjah.
Tata cara melempar jumroh sebagai berikut:
Arah Baitullah di sebelah kiri dan Mina (tempat mabit) disebelah kanan.
Melempar tugu jamarat sampai kena sebanyak 7 (tujuh) kali. Lemparan yang meleset / tidak kena tidak dihitung.
Membaca takbir pada saat akan melempar atau bersamaan dengan kerikil yang dilemparkan atau sesudah batu mengenai tugu jamarat.
Menyembelih hadiyah (onta). Menyembelih onta wajib bagi jamaah yang melaksanakan haji Qiran.
Cukur gundul / menggunting rambut kepala.
Lukar dan semua larangan ihram sudah halal kecuali menjima’ istri.
Mengerjakan Tawaf Ifadhoh di Baitullah dilanjutkan dengan Sai Safa Marwah.
Pada malam tanggal 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah bermalam / mabit di Mina dan siang harinya mulai matahari condong ke barat sampai sebelum terbenam, melempar jumroh Ula – Wustho – Aqobah.
Bagi jamaah yang nafar awal amalan mabit di Mina dan melempar 3 jumrah cukup sampai tanggal 12 Dhul-Hijjah. Sebelum matahari terbenam harus sudah meninggalkan Mina.
Menjelang pulang mengerjakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan)
Subscribe to:
Posts (Atom)

















