#sharingparenting
🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀
*WINTER IS COMING?*
*Elly Risman & Miftahul Hidayah
🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀🌼🍀
Pekan lalu, Presiden kita menggunakan metafor “Game of Thrones (GOT)” dalam pidatonya pada IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Isi pidato itu menuai puja-puji sekaligus kontroversi.
Saya, tidak ingin masuk dalam pusaran itu.
Karena bagi saya penggunaan metafor itu saja sudah menunjukkan siapapun yang terlibat dalam tertuangnya text pidato itu, benar-benar tidak paham bahwa *GOT adalah ancaman bagi anak bangsa.*
Mengapa? Karena dalam film ini tidak hanya mengandung kekerasan dan kata-kata kotor, adegan merokok dan ngobat, tapi juga pornografi (adegan seksual termasuk incest), bahkan LGBT ada didalamnya!
Tidak percaya? Klik link ini https://www.imdb.com/title/tt0944947/parentalguide?ref_=tt_stry_pg
Apa hendak dikata, semua sudah terjadi di kancah international pula!!
*Bagaimana dengan orangtua Indonesia?*
Saya ingin mengetahui reaksi orang tua Indonesia minimal 16 ribu orang yang menjadi followers instagram kami. Dibantu Miftahul Hidayah (Pipi) yang menangani social media YKBH, kami lakukan survei kepada 16 ribu followers instagram tersebut.
Hasilnya, sebagian besar menyayangkan mengapa GOT diviralkan orang paling berpengaruh di negeri ini.
Mereka umumnya *khawatir* anak dan remaja mereka mencari tau karena penasaran, apalagi pihak TV yang menyiarkan film itu membuat meme dengan foto presiden untuk iklan season baru. Mereka menyesalkan mengapa pemerintah tidak membuat metafor yang lebih bijak dari itu.
Namun, sebagian lagi menunjukkan *ortu tidak tau apa ancaman GOT* bahkan mengaku bangga sekali dengan metafor itu.
Di tengah kekhawatiran dan ketidaktahuan orangtua, ancaman pengasuhan anak mereka: Narkoba, pornografi, kecanduan games dan LGBT di era digital ini *tidak mengenal status ekonomi maupun domisili.* Selagi anak punya gadget dan mata, semua memiliki ancaman yang sama.
Akhir akhir ini, *gelombang gerakan LGBT begitu masif* sudah masuk ke kalangan anak-remaja maupun profesional.
Era digital mempercepat guliran gerakan itu hingga salah satu Pemkot mengaku kecolongan.
http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/10/12/populasi-lgbt-capai-ratusan-pemkot-cimahi-akui-kecolongan-431510
Sedangkan di kalangan profesional, kita lihat sendiri atas nama kinerja, kebhinekaan dan HAM, perusahaan-perusahaan besar menempatkan aktivis LGBT di posisi strategis.
Mereka mereka ini mendorong siapa saja untuk *_‘coming out’_ dan merasa bangga* dengan pilihan orientasi seksualnya. Toh diri mereka ada di posisi kerja yang bergengsi! Sudah, tidak perlu takut lagi...
https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/10/10/pge6e6384-grup-gay-asal-karawang-beranggotakan-6000-orang
Http://www.pikiran-rakyat.com/tags/lgbt
Jadi saudaraku, para orangtua... Bangunlah, siap dan siaga sebagai orangtua!
*Sadarlah! Sungguh kita bukan akan menghadapi bencana besar tetapi kita SUDAH DALAM BENCANA!*
Winter is coming?
Winter kita adalah bencana yang paling besar itu, karena kita tidak sadar ada bencana!
--------------------
Ayah Bunda, insyaAllah bersama kita sangat bisa melawan bencana itu. Allah selalu berikan solusi bersamaan dengan tantangannya...
Jadi marilah kita *TEGAKKAN 7 PILAR PENGASUHAN*
☘ *Pilar 1 : Sadarilah bahwa menjadi orang tua itu amanah, SIAP-SIAGA dan berilmulah.* ☘
Bencana pengasuhan bukan hanya mengancam orang tua yang anaknya sudah remaja, tetapi juga Anda yang anaknya masih belia.
Anak kita tidak pernah memilih siapa orangtuanya. Jangan sampai mereka menuntut di hari akhir terkena bencana karena kita sebagai orangtuanya lalai dalam mengasuh mereka.
Kita harus mengasuh dengan kesadaran dan ilmu, *sebelum masalah MEMAKSA kita untuk mencarinya.*
Ingatlah, ILMU SEBELUM AMAL.
Jadi bagaimana kita bisa beramal (mengasuh) tanpa berilmu? Yang berilmu saja babak belur menerapkannya.
Berikut ini beberapa contoh beratnya tantangan pengasuhan kita di era digital ini:
*1⃣ Akibat kecanduan internet 2 remaja kita menjadi pasien rumah sakit jiwa!*
https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4590
2⃣ Hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati yang didanai oleh Kementerian PPPA menunjukkan *dampak pornografi* pada anak yang kecanduan TERBUKTI mengakibatkan volume otak mereka MENYUSUT di bagian yang membedakannya dengan binatang!
http://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2405802899446881&id=221502844543575
3⃣ Beberapa bulan yang lalu : *WHO menyatakan kecanduan games sebagai gangguan mental!*
https://sains.kompas.com/read/2018/06/19/192900123/who-resmi-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental
Kalau melihat ciri-ciri dari kecanduan yang disebutkan WHO (ada dalam kumpulan tweet saya di atas), sudah berapa banyak anak anak kita yang sudah kecanduan?
Sehingga, meskipun pak Presiden mengajak atau menganjurkan anak-anak kita untuk membuka diri terhadap perubahan teknologi dan menciptakan penghasilan ratusan juta perbulan dari games, kita punya sikap yang jelas karena kita berilmu!
https://economy.okezone.com/read/2018/08/26/320/1941569/diskusi-dengan-pemain-mobile-legends-jokowi-ini-profesi-baru-dengan-penghasilan-ratusan-juta
Masalahnya anak-anak mungkin sudah kecanduan dengan games yang disebutkan bapak Presiden dan bila yang dimaksudkan bapak Presiden adalah menjadi atlet eSport, *itu merupakan sesuatu yang berbeda.*
https://medium.com/@muhamadnurawaludin/kecanduan-games-vs-esports-4edb9fc85d97?fbclid=IwAR31oA9NzMIvj9WVV0mD74-wQZ2IoPHEeEwfTc2MxZGu6i_-in7GzMX4t5k
Bayangkanlah saudaraku, kalau kita tidak siap siaga dan tak berilmu menjadi orangtua yang mengasuh anak di era digital!
☘ *Pilar 2 : Ayah, hadirlah untuk memenuhi pundi-pundi jiwa anak kita.* ☘
Bertahun-tahun yang lalu saya dan kawan-kawan saya di YKBH, berdasarkan riset sederhana yang kami lakukan, sudah meneriakkan bahwa *INDONESIA ini a FATHERLESS COUNTRY.*
Ayah ada secara fisik, nampak pagi, nampak sore, namun ayah tidak menyapa anaknya secara emosi. Ayah tidak menyapa anaknya secara spiritual.
Secapek apapun ayah, se-tidak bisanya ayah ngomong, ayah HARUS. *KARENA ALLAH.*
Peran ayah banyak dan tak tergantikan!
Berdasarkan penelitian dilakukan intensif di luar negeri, hadirnya ayah dalam pengasuhan akan menghasilkan anak yang memiliki kecerdasan emosi lebih bagus, potensinya lebih optimal, anak-anak tumbuh lebih simpatik, hubungan sosialnya lebih baik, percaya diri tinggi, dan secara akademis dan finansial lebih sukses. Bayangkan!
Dan.. penelitian kami menunjukkan bahwa *bila ayah hadir dalam pengasuhan lebih besar, kemungkinan anaknya tidak adiksi pornografi!*
Jadi ayah, pulanglah ke rumah... Ayah bukan hanya pencari nafkah... ayah adalah ayah, yah..
Jika ibu _single parent,_ hadirkan *ayah pengganti.* Rasulullah itu 'nggak punya ayah' tapi ada kakeknya dan pamannya. Bismillah, Semangat!!
☘ *Pilar 3 : Rumuskan dan sepakatilah Tujuan Pengasuhan ayah dan bunda!* ☘
Bermain bola saja ada gawang yang dituju, bagaimana mungkin mengasuh anak tidak ada tujuan?
Jadi *duduk dan rumuskanlah serta sepakati* apa yang ingin ayah bunda capai dalam mengasuh anak anak ke depan.
*Jangan terlalu fokus pada akademik semata!*
Faktanya, *terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan ketergantungan dan kecanduan internet pada remaja SMA.*
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=526497&val=10778&title=Hubungan%20Stres%20Akademik%20Dengan%20Kecanduan%20Internet%20Pada%20Remaja%20SMA%20di%20Kecamatan%20Andir%20Kota%20Bandung
Selain itu, bisa dipelajari juga hasil penelitian kami diatas, bagaimana hubungannya kecerdasan dan kecanduan pornografi.
☘ *Pilar 4 : Banyaklah berdialog dengan Benar, Baik, dan Menyenangkan.* ☘
Berdialoglah dengan *BENAR sebagaimana Allah mengajarkan* dalam alquran dan perilaku nabiNya, dengan *BAIK sebagaimana cara otak bekerja*, dan dengan cara yang *menyenangkan perasaan.*
Sebagai orang tua, kita ini secara tidak sengaja sering melakukan kekeliruan dalam bicara yang membuat anak kita sumpek dan lelah jiwanya, sehingga menjadikan games, pornografi dan narkoba jadi pelariannya.
☘ *Pilar 5 : Orang tua penanggung jawab utama penanaman nilai agama!* ☘
Ikat jiwa anak kita dalam ketaatan pada pemilikNya.
Bukankah tujuan utama pengasuhan adalah mejadikan anak kita penyembah HANYA ALLAHnya saja?
Anak kita adalah *salah satu tanggung jawab utama* yang Allah pertanyakan di yaumul hisab *sebelum* peran kita sebagai anak dan berbagai peran kita dalam keluarga dan anggota masyarakat?
Maka, sebelum kita memilihkan tempat pendidikan terbaik, *pondasi dasar dan pemeliharaan ketaatan serta akhlak yang baik* tetaplah hak dan kewajiban kita.
Dari pengelaman praktek dan juga dari seminar-seminar saya, saya menemukan mengapa anak mudah sekali melakukan hal-hal yang tidak patut dan salah besar seperti kecanduan games, pornografi, narkoba bahkan seks bebas, adalah karena *pondasi agama dari rumah hampa!*
Punya gadget canggih, game tersedia, jaringan wifi di rumah, TV berlangganan, tapi anak tidak pernah (jangankan diajarkan) diperkenalkan saja tidak tentang *keharusan sebagai muslim/ah untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluannya.*
Penelitian yang kami lakukan sungguh menjadi bukti kebenaran firman Allah, bahwa: Kalau pandangan mata tidak ditahan, otak rusak di bagian fungsi mulianya yang membedakan manusia dengan binatang, maka kemaluan tidak bisa dikendalikan!
Maha benar Allah dengan segala FirmanNya.
☘ *Pilar 6: Persiapkan anak kita menghadapi masa baligh dengan pemahaman yang utuh.* ☘
Bukan hanya sekedar cara bersuci dan ciri-ciri mimpi basah dan menstruasi.
Jauh sebelum itu, biasakan anak *memiliki kesempatan dan kemampuan untuk BMM* (berpikir, memilih, dan mengambil keputusan) *atas nama dirinya.* Karena setelah baligh ia harus mampu mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.
☘ *Pilar 7 : Ajarkan anak untuk bijak berteknologi.* ☘
Anak kita hidup di hutan digital, yang mungkin kita sendiri juga tidak mengenal betul ada apa saja di dalamnya, dengan perkembangan yang luar biasa cepatnya.
Jika kita tidak mendidiknya bijak berteknologi, bagaimana jika ia ‘tersesat’, bertemu hal-hal sangat buruk yang ada di internet dan tidak tau cara menghindarinya?
Maka, *milikilah pertimbangan yang matang sebelum memberikan gadget dan internet pada anak.*
✅Kapan ia diberi gadget?
✅Apa alasannya?
✅Sudahkah menjelaskan apa fungsi utamanya?
✅Apa manfaat dan resiko penggunaan gadget dan internet?
✅Keterampilan dan pengetahuan apa saja yang perlu ia miliki sebelum menjadi pengguna aktif gadget?
✅Apa saja yang boleh dan tidak boleh terkait penggunaan gadgetnya?
✅Berapa lama durasinya?
✅Apa konsekuensi yang disepakati jika terjadi pelanggaran aturan?
*Ayah Bunda, mengasuhlah karena Allah…*
*Balutlah semua ikhtiar kita dengan doa!*
Allah melarang kita meninggalkan *_dzuriyyatan dhiafan_* (QS Annisa ayat 9). Keturunan yang lemah, yang kita khawatirkan mereka tidak sanggup menanggung beban dan ancaman zaman.
Tegakkan seluruh pilar pengasuhan. *Jangan terus berputar dengan persoalan hari-hari.* Karena anak masih kecil lalu merasa aman terhadap ancaman, karena belum menikah lalu nanti saja belajar berlelah-lelah.
Sebaliknya, *Allah mencintai _dzurriyatan thoyyibatan_* (keturunan yang berkualitas).
Yang digambarkan Allah SWT laksana sebuah pohon yang baik *(syajarotun toyyibah).* Yakni, akarnya menghujam ke perut bumi *(akidah yang kokoh),* batang dahannya menjulang ke langit *(ibadah yang benar)* dan berbuah di setiap musim *(akhlak yang karimah).*
InsyaAllah, kita bisa!
Wallahua'lam bi shawab
“Allahumma arinal haqqa, haqqaa, warzuqnattiba’ah, wa arinal baathila baathila, warzuqnajtinabah” “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang haq (benar) itu sebagai haq (benar), dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya (memperjuangkannya), dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya (menghapuskannya).
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Motivasi untuk orangtua yang memondokkan anaknya
*MENANGISLAH SEKARANG*
Untuk para orangtua yang melepas putra-putrinya untuk menuntut ilmu.
"Kalau mau punya anak bermental kuat, orangtua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orangtua harus berjuang lebih ikhlas.. ikhlas.. ikhlas".
Anak-anak mu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "gadget". Insya Allah Anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Alqur'an..yakin.. yakin..dan harus yakin.
Lebih baik kamu menangis karena berpisah SEMENTARA dengan anakmu untuk menuntut ilmu agama, dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo.." (kalau sudah tua menangis karena anak2 kamu lalai thdp urusan akhirat....kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajah...lupa surga)
“Jadi wali santri itu harus punya 5 sifat dan sikap, yaitu T.I.T.I.P."
1.Tega
Harus tega… harus tega… harus tega… harus percaya kalau di pesantren anakmu itu dididik bukan dibuang. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan…
2.Ikhlas
Harus ikhlas…harus sadar kalau anakmu itu tidak akan dibiarkan terlantar… harus ikhlas anakmu dididik, dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dan sebagainya… kalau merasa anakmu dibuat nda senyaman hidup dirumah… ambil anakmu serkarang juga..!
3.Tawakkal
Setelah itu serahkan sama Allah. Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap, yang bisa merubah begitu saja santri-santrinya… maka berdoalah…
4.Ikhtiar
Dana dan do'a. Ini adalah kewajiban. Amanat.
5.Percaya
Percayalah bahwa anak kalian ini dibina, betul-betul DIBINA. Apa yang mereka dapatkan disini adalah bentuk pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan. Itu adalah pendidikan.
Jadi, jangan SALAH PAHAM !
Jangan SALAH SIKAP !
Jangan SALAH PERSEPSI !
Mereka itu beribadah dengan menuntut ilmu
Mereka selalu diajarkan untuk mendoakan ibu-bapaknya.
Mereka pergi untuk kembali.
Bertemulah jarang-jarang agar CINTA makin berkembang.
Sebagai motivasi para orang tua
Doa ketika punya anak bayi meninggal dunia
Doa ketika punya anak bayi meninggal
اللَّهُمَّ اجْعَلْـهُ لَنَا سَلَفًا وَفَرَطًا وَذُخْرًا وَأَجْرًا
Ya Allah, jadikan dia untukku sebagai pahala yang disegerakan dan simpanan abadi, dan sumber pahala bagi orang tuanya. (HR. Bukhari secara muallaq 1690).
Menurut ulama bayi atau anak kecil yg belum baligh tidak didoakan dengan istighfar karena dia pemberi syafaat bukan penerima syafaat.
وإنما لم يسن الاستغفار له ؛ لأنه شافع غير مشفوع فيه ولا جرى عليه قلم ، فالعدول إلى الدعاء لوالديه أولى من الدعاء له
“Tidak dianjurkan untuk memohonkan ampun kepada jenazah anak kecil, karena dia akan menjadi syafi’ (pemberi syafa’at) dan bukan penerima syafa’at. Dan pena catatan amal belum diletakkan. Sehingga digantikan dengan mendoakan kebaikan untuk kedua orang tuanya, lebih baik dari pada mendoakan jenazah anak.” (Kasyaf al-Qana’, 2/115)
Untuk anak bayi org lain kalimat Lana diganti menjadi lahum
اللَّهُمَّ اجْعَلْـهُ لَنَا سَلَفًا وَفَرَطًا وَذُخْرًا وَأَجْرًا
Ya Allah, jadikan dia untukku sebagai pahala yang disegerakan dan simpanan abadi, dan sumber pahala bagi orang tuanya. (HR. Bukhari secara muallaq 1690).
Menurut ulama bayi atau anak kecil yg belum baligh tidak didoakan dengan istighfar karena dia pemberi syafaat bukan penerima syafaat.
وإنما لم يسن الاستغفار له ؛ لأنه شافع غير مشفوع فيه ولا جرى عليه قلم ، فالعدول إلى الدعاء لوالديه أولى من الدعاء له
“Tidak dianjurkan untuk memohonkan ampun kepada jenazah anak kecil, karena dia akan menjadi syafi’ (pemberi syafa’at) dan bukan penerima syafa’at. Dan pena catatan amal belum diletakkan. Sehingga digantikan dengan mendoakan kebaikan untuk kedua orang tuanya, lebih baik dari pada mendoakan jenazah anak.” (Kasyaf al-Qana’, 2/115)
Untuk anak bayi org lain kalimat Lana diganti menjadi lahum
Ibu tanpa bekal agama
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
_*IBU TANPA BEKAL AGAMA*_
√ *Seorang ibu insya ALLAH tidak akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yang mudharat apalagi SENGAJA ingin mencelakakan dunia dan akherat anak anaknya.*
√ *Tapi... Seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yang sebaliknya.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang menyuruh anaknya yang msh kecil belajar naik motor atau naik mobil dan bangga saat kecil-kecil sudah bisa anter-anter ke pasar.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang menyuruh anak gadisnya dandan cantik setiap keluar rumah dan bangga saat anaknya memiliki pacar.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang mengantar anaknya ikut lomba-lomba kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjadi artis.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang sengaja menyuap ke kantor-kantor supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yang tinggi dengan hasil yang curang.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang dengan rasa kasihan dan tidak teganya enggan membangunkan anaknya untuk sholat Subuh dan Isya meskipun sudah baligh, tanpa berfikir bagimana nasib anaknya kelak di neraka.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang membujuk suaminya untuk membelikan anak-anaknnya gadget laptop maupun tivi di kamar masing-masing supaya anak tidak ketinggalan informasi. Nyatanya benda-benda tersebutlah yang menjadi jalan anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang lebih senang mengajarkan anaknya nyanyian-nyanyian dan tarian-tarian dibanding khusus mengajarkan lafadz-lafadz Qur'an dan bangga saat anaknya masih kecil fasih meniru-niru lirik dan gerakan orang dewasa.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang menjejali anaknya dengan aneka les-les pengetahuan dunia tapi enggan mengajarkan perkara shalat, ngaji dan ibadah lain pada anak-anaknya dan bangga anaknya menjadi orang "bergelar" tapi bahkan ga tau doa masuk wc.*
√ *Berapa banyak justru seorang ibulah yang mendoakan anaknya supaya jadi orang yang berguna bagi umat tapi saat ujian mencari-cari bocoran jawaban UN untuk anaknya, atau bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar telah melakukan kecurangan.*
√ *_Dan "Kejahilan-kejahilan" lainnya seorang ibu yang dilakukan karena minimnya agama._*
_*Anak-anak itu amanah.*_
√ *Hanya boleh dididik sesuai keinginan "Yang Menitipkan"..*
*Bukan sesuai hawa nafsu kita..*
*Bukan sesuai hawa nafsu kita..*
√ *Rem hawa nafsu kita yang sifatnya duniawi..*
*Ingat untuk apa kita dan anak-anak kita diciptakan..*
*Ingat untuk apa kita dan anak-anak kita diciptakan..*
√ *Dan kelak pasti semua kembali pada kita.*
√ *Hisab detail akan apa yang telah kita ajarkan.*
√ *Kebaikan akan kembali,keburukan akan kembali.*
√ *Hisab detail akan apa yang telah kita ajarkan.*
√ *Kebaikan akan kembali,keburukan akan kembali.*
√ *Perbanyak istighfar..Belajar dan kaji ilmu agama..*
√ *Jadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman hidup..*
√ *Amalkan dan ajak seisi rumah mengamalkannya juga..*
√ *Jadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman hidup..*
√ *Amalkan dan ajak seisi rumah mengamalkannya juga..*
√ *Kita tidak bisa lolos dari hisab dengan alasan, "Maaf saya ga tau kalo harus mengajari ini itu",*
*karena perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.*
*karena perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.*
√ *Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus sampai kita meninggal.*
√ *Jadikan diri kita setiap harinya mencari ilmu.*
√ *Ada rasa ingin tau yang besar terhadap hukum-hukum Islam*
*Bukan untuk mendebat dan merasa paling tau, tapi untuk diamalkan dalam hidup kita sehari-hari.*
*Bukan untuk mendebat dan merasa paling tau, tapi untuk diamalkan dalam hidup kita sehari-hari.*
√ *#Sebagai bahan muhasabah diri..*
*Semoga bermanfaat.*
*Semoga bermanfaat.*
Kisah inspiratif, bang aku ingin kerja
istri : Abang, aku mau kerja!”
.
suami : “Jangan, lah. Kamu di rumah saja. Istri itu di rumah tugasnya :)”
.
istri : “Itu, tetangga kita, dia kerja!”
.
suami :“Hehe …, dia itu guru, sayaang. Dia dibutuhkan banyak orang. Yang membutuhkan kamu tidak banyak. Hanya Abang dan anak kita. Di rumah saja, ya.”
.
istri : “Itu…, tetangga kita yang satunya, yang sekarang sudah pindah ke kampung sebelah, aku lihat dia kerja. Bukan guru. Tidak dibutuhkan banyak orang.”
.
suami :“Nanti, tunggu Abang meninggal dunia.”
.
istri : “Apa-apaan sih?”
.
suami :“Dia itu janda, sayaaaang. Suaminya meninggal satu setengah bulan yang lalu. Makanya dia kerja.”
.
istri : “Tapi kebutuhan kita makin banyak, Bang”
.
suami : “Kan Abang masih kerja, Abang masih sehat, aku masih kuat. Akan Abang usahakan, InsyaAllah.”
.
istri : “Iya, aku tahu. Tapi penghasilan Abang untuk saat ini tidaklah cukup.”
.
suami : “Bukannya tidak cukup, tapi belum lebih. Mengapa Abang bilang begitu? Karena Allah pasti mencukupi. Lagi pula, kalau kamu kerja siapa yang jaga anak kita?”
.
istri : “Kan ada Ibu! Pasti beliau tidak akan keberatan. Malah dengan sangat senang hati.”
.
suami : “Istri Abang yang Abang cintai, dari perut sampai lahir, sampai sebelum Abang bisa mengerjakan pekerjaan Abang sendiri, segalanya menggunakan tenaga Ibu. Abang belum ada pemberian yang sebanding dengan itu semua. Sedikit pun belum terbalas jasanya. Dan Abang yakin itu tak akan bisa. Setelah itu semua, apakah sekarang Abang akan meminta Ibu untuk mengurus anak Abang juga?”
.
istri :“Bukan Ibumu, tapi Ibuku, Bang?”
.
suami : “Apa bedanya? Mereka berdua sama, Ibu kita. Mereka memang tidak akan keberatan. Tapi kita, kita ini akan jadi anak yang tegaan. Seolah-olah, kita ini tidak punya perasaan.”
.
istri : “Jadi, kita harus bagaimana?”
.
suami : “Istriku, takut tidak tercukupi akan rezeki adalah penghinaan kepada Allah. Jangan khawatir! Mintalah pada-Nya. Atau begini saja, Abang ada ide! Tapi Abang mau tanya dulu.”
.
istri :“Apa, Bang?”
.
suami : “Apa alasan paling mendasar, yang membuat kamu ingin bekerja?”
.
istri : “Ya untuk memperbaiki perekonomian kita, Bang. Aku ingin membantumu dalam penghasilan. Untuk kita, keluarga kita.”
.
suami : “Kalau memang begitu, kita buka usaha kecil saja di rumah. Misal sarapan pagi. Bubur ayam misalnya? Atau, bisnis online saja. Kamu yang jalani. Bagaimana? anak terurus, rumah terurus, Abang terlayani, uang masuk terus, InsyaAllah. Keren, kan?”
.
istri : “Suamiku sayang, aku tidak pandai berbisnis, tidak bisa jualan. Aku ini karyawati. Bakatku di sana. Aku harus keluar kalau ingin menambah penghasilan.”
.
suami : “Tidak harus keluar. Tenang, masih ada solusi!”
.
istri :“Apa?”
.
suami : “Bukankah ada yang lima waktu? Bukankah ada Tahajud? Bukankah ada Dhuha? Bukankah ada sedekah? Bukankah ada puasa? Bukankah ada amalan-amalan lainnya? Allah itu Maha Kaya. Minta saja pada-Nya.”
.
istri :“Iya, Bang, aku tahu. Tapi itu semua harus ada ikhtiar nyata.”
.
suami : “Kita ini partner, sayang. Abanglah pelaksana ikhtiarnya. Tugas kamu cukup itu. InsyaAllah jika menurut Allah baik, menurut-Nya kita pantas, kehidupan kita pasti akan berubah.”
.
istri : “Tapi, Bang?!”
.
suami : “Abang tanya lagi…, kamu ingin kita hidup kaya, apa berkah?”
.
istri :“Aku ingin kita hidup kaya dan berkah.”
.
suami : “Kalau begitu lakukan amalan-amalan tadi. InsyaAllah kaya dan berkah.”
.
istri : “Kalau tidak kaya?”
.
suami : “Kan masih berkah? Dan…, tahu apa yang terjadi padamu jika tetap istiqomah dengan itu?”
.
istri : “Apa, Bang?
.
suami : “Pilihlah pintu surga yang mana saja yang kamu suka. Dan kamu, menjadi sebenar-benarnya perhiasan dunia.”
***
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban
Doa orang tua agar anak menjadi sholeh dan sholehah
Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang sholeh dan sholehah. Memiliki anak yang sholeh dan sholehah tentu menjadi sebuah kebanggaan, karena doa anak yang sholeh kepada orang tuanya adalah sebuah amalan yang tidak akan terputus. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, ketika anak adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu: sodakoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya.
Untuk dapat memiliki anak yang sholeh dan sholehah tentu orang tua harus berjuang lebih keras. Mulai dari pendidikan orang tua di rumah, pendidikan agamanya, dan pendidikan akademiknya. Ada juga sebagian orang tua yang menitipkan anaknya di Pondok Pesantren. Sebenarnya dimanapun pendidikan anaknya, hal yang paling penting adalah doa orang tua harus selalu ada. Doa orang tua ibarat pendorong yang paling menentukan masa depan anaknya. Kesuksesan seorang anak itu tercermin dari seberapa besar doa orang tua kepada anaknya. Karena doa orang tua adalah doa yang tidak akan ditolak oleh Allah Swt atau doa yang mustajab (maqbul). Sebagaimana sabda Rasulullah Saw mengenai doa yang tidak akan ditolak oleh Allah Swt.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَشَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa musafir dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud; hasan)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لاَتُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi; shahih)
Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَشَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24).
Doa Orang Tua Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah
1. Doa Nabi Zakaria
رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
(Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’)
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (Qs.al-Furqon : 38)
2. Doa Nabi Ibrahim
رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ
(Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a’)
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”(Qs.Ibrahim : 40)
3. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa
رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا
(Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama)
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”(Qs.al-Furqon : 74)
4. Doa Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
(Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah)
“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat”
5. Doa Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ
(Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum)
“Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”.
6. Doa Agar Anak Menjadi Pintar
اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ
(Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah)
“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”
7. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama Yang Benar
اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ
(Allahumma faqqih hu fid diini wa ‘allimhut ta’wiila)
“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat al-Qur’an)”(HR.Bukhari)
8. Doa Agar Anak Sehat, Cerdas Dan Bermanfaat Ilmunya
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا
(Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan)
“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal”
9. Doa Agar Anak Diberikan Perlindungan Oleh Allah Swt
أُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
(U’iidzu hu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithoniw wahaammatiw wamin kulli ‘ainil laammah)
“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk”. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)
*Doa ini adalah doa yang pernah Rosulullah gunakan untuk mendoakan cucuknya Hasan dan Husein
10. Doa Agar Anak Mendapat Keberkahan
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
(Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa’atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh)
“Ya Alloh perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jama’ah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat”
Ya Allah Ya Tuhanku..
Jadikanlah anak-anakku dan keturunanku menjadi orang sholeh
Berikanlah mereka ilmu pengetahuan seluas samudera
Berikanlah mereka ketaqwaan didalam hatinya
Kuatkanlah iman didalam sanubarinya
Terangilah anakku dengan sinar keilmuan
Ya Allah ya Tuhanku..
Terimalah doa untuk anak ku ya Allah
Berikanlah keberuntungan disetiap langkahnya
Berikanlah kesehatan di dalam raganya
Berikanlah karomah di dalam ruhnya
Ya Allah ya Tuhanku
Berikanlah kepada anakku teman-teman yang baik-baik, dan perbaikilah teman-temannya.
Berikanlah kepada anakku guru-guru yang baik-baik, dan perbaikilah guru-gurunya.
Ya Allah ya Tuhanku
Aku hanya bisa memohon
Aku hanya bisa berserah diri kepada Engkau
Terimalah doaku untuk anakku ini ya Allah
Amiin amiin ya Robbal Alamiin.
Untuk dapat memiliki anak yang sholeh dan sholehah tentu orang tua harus berjuang lebih keras. Mulai dari pendidikan orang tua di rumah, pendidikan agamanya, dan pendidikan akademiknya. Ada juga sebagian orang tua yang menitipkan anaknya di Pondok Pesantren. Sebenarnya dimanapun pendidikan anaknya, hal yang paling penting adalah doa orang tua harus selalu ada. Doa orang tua ibarat pendorong yang paling menentukan masa depan anaknya. Kesuksesan seorang anak itu tercermin dari seberapa besar doa orang tua kepada anaknya. Karena doa orang tua adalah doa yang tidak akan ditolak oleh Allah Swt atau doa yang mustajab (maqbul). Sebagaimana sabda Rasulullah Saw mengenai doa yang tidak akan ditolak oleh Allah Swt.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَشَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa musafir dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud; hasan)
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لاَتُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi; shahih)
Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَشَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24).
Doa Orang Tua Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah
1. Doa Nabi Zakaria
رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
(Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’)
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (Qs.al-Furqon : 38)
2. Doa Nabi Ibrahim
رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ
(Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a’)
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”(Qs.Ibrahim : 40)
3. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa
رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا
(Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama)
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”(Qs.al-Furqon : 74)
4. Doa Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
(Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah)
“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhirat”
5. Doa Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ
(Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum)
“Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”.
6. Doa Agar Anak Menjadi Pintar
اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ
(Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah)
“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”
7. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama Yang Benar
اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ
(Allahumma faqqih hu fid diini wa ‘allimhut ta’wiila)
“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir ayat-ayat al-Qur’an)”(HR.Bukhari)
8. Doa Agar Anak Sehat, Cerdas Dan Bermanfaat Ilmunya
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا
(Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan)
“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal”
9. Doa Agar Anak Diberikan Perlindungan Oleh Allah Swt
أُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
(U’iidzu hu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithoniw wahaammatiw wamin kulli ‘ainil laammah)
“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk”. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)
*Doa ini adalah doa yang pernah Rosulullah gunakan untuk mendoakan cucuknya Hasan dan Husein
10. Doa Agar Anak Mendapat Keberkahan
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
(Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa’atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh)
“Ya Alloh perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jama’ah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia dan akhirat”
Ya Allah Ya Tuhanku..
Jadikanlah anak-anakku dan keturunanku menjadi orang sholeh
Berikanlah mereka ilmu pengetahuan seluas samudera
Berikanlah mereka ketaqwaan didalam hatinya
Kuatkanlah iman didalam sanubarinya
Terangilah anakku dengan sinar keilmuan
Ya Allah ya Tuhanku..
Terimalah doa untuk anak ku ya Allah
Berikanlah keberuntungan disetiap langkahnya
Berikanlah kesehatan di dalam raganya
Berikanlah karomah di dalam ruhnya
Ya Allah ya Tuhanku
Berikanlah kepada anakku teman-teman yang baik-baik, dan perbaikilah teman-temannya.
Berikanlah kepada anakku guru-guru yang baik-baik, dan perbaikilah guru-gurunya.
Ya Allah ya Tuhanku
Aku hanya bisa memohon
Aku hanya bisa berserah diri kepada Engkau
Terimalah doaku untuk anakku ini ya Allah
Amiin amiin ya Robbal Alamiin.
4 kata istimewa yang diajarkan Rasulullah pada istrinya
Dalam dzikir Al-ma’surat terdapat sebuah doa yang berbunyi :
“Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi,
wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan ciptaan-Nya dan keridhaan-Nya, dan sebesar bobot ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya 3x )
AlHadits Asy-Syarief,
“Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin Radhiyallahu`anha), Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari sisinya pagi-pagi untuk shalat shubuh di masjid. Beliau kembali (ke kamar Juwairiyah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana . Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, “Engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallambersabda, “Sungguh, aku telah mengatakan kepadamu empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan menyamainya, (empat kata itu) yakni: “Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “
(HR Muslim)
Hadits ini berisikan percakapan antara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallambersama salah satu istri beliau yaitu ibunda Juwairiyah. Diceritakan pada saat itu Rasulullah sedang bermalam di rumah ibunda Juwairiyah, kemudian saat memasuki waktu Subuh, Rasul berangkat ke masjid dan melihat ibunda Juwairiyah pun yang sudah siap duduk menunggu untuk melakukan solat subuh dikamarnya. Masuk waktu dhuha, Rasul pun kembali ke kamar beliau dan didapatinya Juwairiyah masih duduk dengan posisi yang sama seperti di subuh tadi sambil melakukan ibadah-ibadah lain seperti membaca Quran,dll. Akhirnya Rasulullah pun menegur dengan mengingatkan keistimewaan dari 4 kata di dalam doa tersebut. Pahala yang didapat dengan membaca 4 kata sebanyak 3x itu sama beratnya dengan ibadah yang dilakukan ibunda dalam beberapa menit/jam di tempat duduknya. Setelah itu, ibunda Juwairiyah pun tidak melakukannya lagi.
Pesan Rasulullah : Rasulullah mengetahui bahwa seorang wanita/Ibu/Ummahat pastinya memiliki tugas-tugas istimewa di pagi hari yaitu menyiapkan keperluan suami untuk bekerja, menyiapkan keperluan anak-anak untuk sekolah, menyiapkan sarapan, dan berbagai aktifitas rumah sehari-hari. Maka dengan berbagai aktifitas istimewa inilah Rasul mengingatkan, bahwa dalam 4 kata doa Al-Ma’surat itu pun dibuat begitu istimewa untuk mereka dengan ganjaran pahala yang luar biasa,yaitu sama dengan ibadah-ibadah yang dilakukan ketika duduk hingga waktu dhuha. Sehingga waktu mereka bisa digunakan seoptimal mungkin untuk melakukan tugas lainnya.
Lalu apakah penjelasan dari 4 kata istimewa yang tadi sudah kita sebut?
4 kata tersebut dimulai dari kata ‘adada khalqihi karena kata Subhanallahi wa bihamdihimerupakan kata pembuka saja. 4 kata tersebut menerangkan pahala-pahala yang bisa kita dapatkat jika istiqomah membaca doa ini. InsyaAllah akan dibahas satu persatu secara ringkas.
Rincian 4 kata :
1. ‘adada khalqihi, (Sejumlah makhluk yang Allah ciptakan)
Kita tidak akan pernah mengetahui jumlah pasti dari seluruh makhluk yang telah Allah ciptakan, mulai dari terkecil seperti mikroba hingga yang besar. Namun harus selalu kita yakini bahwa semua makhluk adalah ciptaan Allah dan kita yakin bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan pun beribadah pada-Nya. Dan pahala yang kita dari doa ini bisa sebesar jumlah makhluk yang Allah ciptakan. MasyaAllah…
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Isro’:44)
Allah menciptakan makhluknya menjadi 5 golongan:
Insani --- Manusia
Ruhani --- makhluk seperti malaikat, syaitan, dll (gaib)
Nabati --- tumbuh-tumbuhan
Hayawani --- semua binatang
Jamadi --- planet-planet
“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nur:41)
2. wa ridhaka nafsihi (Serela diri-Nya)
Allah akan selalu rela memberikan yang terbaik buat hamba-Nya yang senantiasa membaca kata ini.
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(Qs. Az-Zumar:53-54)
3. wa ziinata ‘Arsyihi (Seberat Arasy-Nya)
Arasy --- ibarat singasana / pelaminan
Hendaknya manusia senantiasa patuh dan memuliakan Allah, jika diibaratkan menurut bahasa kita seperti saat kita menghormati pasangan pengantin yang berada di pelaminannya saat kita mendatangi sebuah undangan pernikahan. Maka Allah pun jauh lebih mulia dan berada di singasananya yaitu arasy.
“(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas 'Arsy.” (Qs. Thoha:5 )
1. Hanya Allah yang Maha Tahu tentang hakikatnya
2. Hanya Allah yang Maha Tahu keberadaannya
3. Hanya Allah yang Maha Tahu bersemayamnya
“Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Tuhan bagi 'Arsy yang mulia.” (Qs Al Mukminun:116)
*bagi yang masih bingung tentang ‘arsy, yuk masing2 diri mencari lagi penjelasan detilnya, atau tanyakan pada guru ngajimu agar keyakinan kita pada kekuasaan Allah makin bertambah :)
4. wa midada kalimatihi’ (Sebanyak tinta (bagi) kalimat-Nya)
MasyaAllah… berkah dan rahmat yang bisa kita dapatkan yaitu sebanyak kalimat Allah yang pastinya tak akan habis jika dituliskan.
“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Qs. Al-Kahfi:109 )
Hikmah :
Pahala ketika membaca doa ini, terlebih lagi bisa istiqomah pagi petang setiap hari yaitu mendapatkan pahala yang bisa sebanyak makhluk Allah, kemudian Allah akan jauh lebih rela kepada diri kita, pahalanya pun juga bisa seberat ‘Arsy Allah, yang terakhir berkah dan rahmat Allah sebanyak kalimat Allah yang tak bisa habis jika ditulis.
Begitulah ringkasan 4 kata istimewa yang terdapat dalam salah satu doa Al-Ma’surat yang mungkin selama ini kita sudah rutinkan namun belum mengetahui rincian/ penjelasan dibalik doa tersebut yang ternyata memiliki berbagai hal yang luar biasa. Jadi, tidak ada kata “MALAS” lagi untuk merutinkan membaca dzikir doa Alma’surat. Semoga Allah senantiasa memberkahi niat dan amalan ibadah-ibadah kita. Aamiin…
Sumber www.rethie.blogspot.co.id
Agar istrimu tetap cantik dimatamu
~untuk kita renungkan~
Seorang pria mengatakan:
🔸ﺣﻴﻦ ﺃﻋﺠﺒﺖ ﺑﺰﻭجتى .. ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﻧﻈﺮﻱ
ﻛﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺨﻠﻖ ﻣﺜﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ
Dulu, saat aku mengagumi istriku, dalam pandanganku
seakan-akan Allah tidak menciptakan wanita sepertinya di dunia ini.
🔸ﻭﻟﻤﺎ ﺧﻄﺒﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﻣﺜﻠﻬﺎ
Saat aku meminangnya, ternyata aku melihat banyak wanita yang sepertinya.
🔸ﻭﻟﻤﺎ ﺗﺰﻭﺟﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻨﻬﺎ
Saat aku menikahinya, ternyata aku melihat banyak wanita yang lebih cantik darinya.
🔸ﻓﻠﻤﺎ ﻣﻀﺖ ﺑﻀﻌﺔ ﺃﻋﻮﺍﻡ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺍﺟﻨﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻥ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨَﺴَﺎﺀِ ﺃﺣْﻠَﻰ ﻣِﻦْ ﺯَﻭﺟَﺘِﻲ !
Setelah berlalu beberapa tahun dari pernikahan kita, ternyata aku melihat semua wanita
jauh lebih menawan dari istriku.
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ ؟ !
Seorang Syeikh lantas bertanya, "Maukah kau aku beritahu tentang kenyataan yang lebih lebih dahsyat dan lebih pahit dari itu..?
🔸ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﺑﻠﻰ
Laki-laki itu menjawab, "Tentu saja mau"
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻚ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﻛﻞ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ..
ﻟﺮﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﻼﺏ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺷﻮﺍﺭﻉ ﺍﻟﻤﻨﺎﻃﻖ ﺍﻟﺸﻌﺒﻴﺔ
ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻦ ﻛﻞّ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ !!
Sang Syeikh kemudian menimpali, "Sekiranya kamu menikah dengan
semua wanita yang ada di dunia ini,
maka kamu akan melihat anjing anjing (betina)
yang tersesat di jalan jauh lebih cantik dari semua wanita yang ada di dunia"
🔸ﺍﺑﺘﺴﻢ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﺑﺘﺴﺎﻣﺔ ﺧﻔﻴﻔﺔ ﻭﻗﺎﻝ : ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﺫﻟﻚ ؟
Laki-laki tadi tersenyum ringan lalu bertanya, "Kenapa anda berkata seperti itu ?".
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﻟﻴﺴﺖ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﺘﻚ، ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﺃﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ
ﺇﺫﺍ ﺃﻭﺗﻲ ﻗﻠﺒﺎً ﻃﻤّﺎﻋﺎً، ﻭﺑﺼﺮﺍً ﺯﺍﺋﻐﺎً،
ﻭﺧﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﻸ ﻋﻴﻨﻪ ﺇﻻ ﺗﺮﺍﺏ ﻣﻘﺒﺮﺗﻪ .. ﻣﺸﻜﻠﺘﻚ ﺃﻧﻚ ﻻ ﺗﻐﺾّ ﺑﺼﺮﻙ ﻋﻤﺎ ﺣﺮّﻡ ﺍﻟﻠﻪ
ﺃﺗﺮﻳﺪ ﺷﻴﺌﺎً ﺗﺮﺟﻊ ﺑﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻚ ﺇﻟﻰ ﺳﺎﻟﻒ ﻋﻬﺪﻫﺎ ( ﺃﺟﻤﻞﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ) ؟
Syeikh menjawab, "Masaalahnya bukan pada istrimu, masalahnya bila manusia memiliki hati yang rakus dan mata yang jelalatan, serta tak lagi punya rasa malu kepada Allah, maka tidak ada yang dapat menutupi matanya kecuali tanah kuburannya.
Permasaalahanmu, kamu tidak bisa menundukkan pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan Allah.
Apakah kamu ingin sesuatu yang akan membuat istrimu selalu terlihat seperti dulu (wanita yang paling cantik di dunia ) ?
🔸ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﻧﻌﻢ
Laki-laki itu menjawab, "Ya".
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺍﻏﻀﺾ ﺑﺼﺮﻙ
Syeikh mengatakan, "Tundukkan pandanganmu"
🔸Catatan:
Allah azza wa jalla berfirman:
"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan."
(An-Nur 24:30)
🔸Saya kira, ayat diatas bisa difahami bersama, sehingga tidak perlu ditafsirkan lagi. Di dalamnya Allah mewajibkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan serta menyebutkan hikmah dari kewajiban tersebut, berupa terjaganya kesucian dan kehormatan diri.
🔸Dahulu, jauh sebelum datangnya islam, masyarakat jahiliyah telah mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari akhlak terpuji. Antarah bin Syaddad, seorang penyair kawakan pada masa jahiliyah mengatakan, "
🔸وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي # حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku, saat istri tetanggaku nampak, begitulah hingga ia masuk ke dalam rumahnya"
🔸Prof. DR. Abdurrazzaq Al-Badr memberi komentar bahwa, ”inilah salah satu diantara akhlak mulia yang dipraktekkan oleh masyarakat pada zaman jahiliyah, namun sangat memprihatinkan justru di zaman sekarang (sebagian) kaum muslimin malah meninggalkannya.”
🔸Ingat..!
العَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَّظْرُ
“Dua mata itu berzina, dan zina keduanya adalah dengan pandangan” (HR. Muslim)
🔸Bagaimana bila tak sengaja memandang..?
Ingat kembali pesan Rasulullah kepada sahabat Ali bin Abi Thalib -radhiallahu anhu-:
يَا عَلِيّ ُ..! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ
“Wahai Ali.. jangan kau ikutkan pandangan pertama (tanpa sengaja) dengan pandangan selanjutnya, karena bagimu pandangan yang pertama dan tidak halal bagimu
Pesan orangtua kepada anaknya
💌 Wahai anakku,
kemarin ayah dan ibu bertemu teman teman,
Mereka dgn bangga menceritakan anak2nya yg baru selesai S1,S2,S3
💌 ada yg baru saja datang ke wisuda anaknya di luar negri,
ada yg bangga krn anak semata wayangnya sdh menjadi dokter,
ada yg bangga karena anaknya jadi direktur dan manajer,
ada yg bangga karena anaknya menjadi Sarjana Bahasa Asing,
💌 ayah dan ibu hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pd mereka semua,
💌 Bukan karena ayah dan ibu iri ataupun kecewa, bukan pula karena ingin berada di posisi mereka, melainkan karena kami bangga jika memiliki anak anak seperti kalian...
Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia,
Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara,
Yang pribadinya ayah dan ibu doakan mampu menjadi anak sholih dan sholihah.
💌 Ayah dan Ibu tak pernah memintamu utk mampu menjadi mereka,
atau bahkan melebihi mereka, krn ayah dan ibu sadar kebahagiaan dunia takkan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putra putri yg slalu kami cintai.
Dengan kesederhaan dan hijab syar'inya,
Dengan ketaatanmu kepada Allah semata,
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu , menjaga istri dan keluargamu saja,
💌 Cukuplah jadikan Al-qur'an sebagai teman hidupmu,
Cukuplah doamu slalu untuk ayah dan ibumu
💌 Wahai anak anakku
Cukup jadilah wasilah untuk ayah dan ibumu meraih Jannah Allah, tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya.
💌 Maka ayah akan slalu bangga memilikimu,
Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabbmu.
Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka.
💌 Sungguh.! ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi anak anak yag sholih dan sholihah. sedang dunia dan rizeki yg lainnya semata mata bonus dari Allah saja. amiiin
Pasangan hidup
Sebagian di antara kita mungkin pernah memikirkan bahwa pada saat2 pertama kita berjumpa dengan pasangan kita, dialah sosok yang paling sempurna di hadapan kita.
Setelah menikah, tidak jarang kita beranggapan bahwa ternyata banyak yang seindah dia di luaran sana.
Beberapa tahun kemudian setelah punya anak kita merasa bahwa ternyata di luaran banyak yang lebih hebat dan lebih sempurna daripada pasangan kita.
Sahabat, benarkah bahwa pasangan orang lain lebih sempurna dari pasangan kita? Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di halaman kita?
Saya rasa jawabnya adalah TIDAK....!
Jawabannya akan menjadi IYA apabila manusia tidak mensyukuri nikmat yang sudah di terima.
Masalah sesungguhnya bukan terletak pada pasangan kita yang kurang sempurna, istri yang kurang cantik, kurang menarik atau suami yang kurang gagah, atau kurang bertanggung jawab. Masalahnya ada pada diri kita sendiri, hati yang rakus atau lelaki yang mata keranjang.
Mata dan jiwa manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah. Sebagaimana sabda nabi yang kurang lebih mengatakan “Andaikan anak adam memiliki lembah penuh berisi emas, niscaya dia menginginkan lembah kedua"
Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali dengan tanah.
Jika kita melihat pasangan lain lebih sempurna dari pada pasangan kita, itu karena mata kita tertutup untuk melihat kekurangan pasangan lain.
Sahabat... jika kita melihat pasangan lain punya kelebihan, sebenarnya mereka juga punya kekurangan, dan apabila kita melihat pasangan kita punya kekurangan yakinlah bahwa sebenarnya di balik kekurangan itu juga ada kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
Disaat kita melihat kekurangan pada diri pasangan kita, pejamkan mata dan cobalah rasakan dan lihatlah dengan mata hati sekecil apapun kelebihan yang telah dia berikan. Jangan menyalahkan kekurang pasangan kita, tapi cobalah untuk instropeksi diri dan mulailah untuk menjadi penyempurna bagi kekurangannya.
Orang yang merasa cukup dalam kesederhanaan yang halal, maka dia akan merasakan kenikmatan yang sempurna pada kehalalan tersebut.
Orang yang senantiasa bersyukur atas sekecil nikmat apapun, Allah akan menambah dan menyempurnakan nikmat atas dirinya.
Parenting
Sumber: Elly Risman
Pernah mencoba membetulkan keran sendiri? Pasang bohlam?
Ganti ban motor atau mobil yang bocor di jalan?
Me-lem sesuatu yang sdh terlanjur patah?
Membuka botol kaca yang allahuakbar sangat susah di buka?
Memasak sambil menggendong anak bahkan di sambi lg dg naro pakaian kotor ke mesin cuci?
Nyetrika sambil bcr dg mertua di telfon dan kaki menggoyang2kan bouncer agar bayi tidak bangun dan nangis tanpa henti?
Hidup ini penuh masalah, cobaan, kesulitan, tantangan
dan pekerjaan susah yang kadang mau gk mau hrs kita kerjakan.
Di Indonesia enak. Tkg ledeng terjangkau, pembantu ada, supir banyak yang pny.
Yang pernah (atau masih) tinggal di negara maju tau betul bahwa pelayan dan pelayanan itu diluar jangkauan dompet kita pada umumnya.
Lha yang bekerja aja belum tentu bisa membayar mereka,
apalagi yang keluar negri nya untuk ngejar s3
Kita gk tau anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti,
izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sndiri.
Jangan memainkan semua peran, ya jd ibu, ya jd koki, ya jd tkg cuci.
ya jd ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi.
anda bukan anggota tim SAR, anak anda tidak dalam keadaan bahaya,
berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tdk ada
Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
Anak ngeluh sdikit krn itu puzzle gk bisa nyambung mjd satu, ‘sini..ayah bantu’.
botol minum ditutup rapatnya sdikit susah, ‘sini.. mama saja’.
Sepatu bertali lama di ikat, sekolah sdh hampir telat ..‘biar ayah aja deh yang kerjain’,
kecipratan minyak sedikit ‘udah sini, kentangnya mama aja yang gorengin’.
Kapan anaknya bisa? Jgn kan di luar negri, di Indonesia sj pembantu sdh smakin langka.
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang tjd ketika bencana benar2 tiba?
Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan mencari solusi itu ketrampilan yang wajib di miliki.
Yang namanya ketrampilan, untuk bisa terampil, ya hrs di latih.
Kalau tanpa latihan, trs di harapkan simsalabim mereka jd bisa sendiri? O-EM-JI!
Kemampuan menyelesaikan masalah
dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah
bisa berdampak sampai puluhan tahun ke dpn.
Bkn saja bisa membuat seseorang lulus skolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai2 pernikahan
Tampaknya sepele sekarang..scr apa salahnya sih kita bantu?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya, dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu.
Susah sedikit..bantuan diminta.
Berantem sedikit ya sdh lah, cerai saja.
Sakit sedikit ngeluhnya warbyasa,
masalah sdikit..bisa jd gila.
Kalau anda menghabiskan banyak waktu, perhatian dan uang untuk IQnya,
habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.
AQ ? Apa itu? Adversity Quotient.
Adversity quotient menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yg berjudul sama, adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukannya kecerdasan ini yg jd lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Bukankah itu yang di miliki Nabi Nuh hingga tidak menyerah dalam dakwah beratus tahun lamanya?
Atau nabi Yusuf yang mengalami banyak cobaan dalam hidupnya?
Dan nabi Ayyub yang terkenal karena kesabarannya menghadapi masalah?
Dan nabi Muhammad ketika ujian2 menimpa?
Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya. Merasa bisa menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana sampai yang susah, membuat diri semakin percaya
Bahwa minta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tdk lagi bisa
Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang, tdk menyerah dalam waktu yang lama.
So izinkan anak anda melewati kesusahan.
Gak papa sedikit luka, sedikit nangis, sedikit kecewa, sedikit telat dan sedikit kehujanan
Akui kesulitan yang sedang dia hadapi,
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan, ajari menangani frustrasi,
Kalau anda selalu jadi ibu peri, apa yang terjadi jika anda tdk bernafas lagi esok hari?
Bisa-bisa anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
ketika melihat anak sndiri susah, sakit dan sedih
Apalagi dg menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sndiri
Tapi hidup penuh dengan ketidakenakan.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan.
Pernah mencoba membetulkan keran sendiri? Pasang bohlam?
Ganti ban motor atau mobil yang bocor di jalan?
Me-lem sesuatu yang sdh terlanjur patah?
Membuka botol kaca yang allahuakbar sangat susah di buka?
Memasak sambil menggendong anak bahkan di sambi lg dg naro pakaian kotor ke mesin cuci?
Nyetrika sambil bcr dg mertua di telfon dan kaki menggoyang2kan bouncer agar bayi tidak bangun dan nangis tanpa henti?
Hidup ini penuh masalah, cobaan, kesulitan, tantangan
dan pekerjaan susah yang kadang mau gk mau hrs kita kerjakan.
Di Indonesia enak. Tkg ledeng terjangkau, pembantu ada, supir banyak yang pny.
Yang pernah (atau masih) tinggal di negara maju tau betul bahwa pelayan dan pelayanan itu diluar jangkauan dompet kita pada umumnya.
Lha yang bekerja aja belum tentu bisa membayar mereka,
apalagi yang keluar negri nya untuk ngejar s3
Kita gk tau anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti,
izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sndiri.
Jangan memainkan semua peran, ya jd ibu, ya jd koki, ya jd tkg cuci.
ya jd ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi.
anda bukan anggota tim SAR, anak anda tidak dalam keadaan bahaya,
berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tdk ada
Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
Anak ngeluh sdikit krn itu puzzle gk bisa nyambung mjd satu, ‘sini..ayah bantu’.
botol minum ditutup rapatnya sdikit susah, ‘sini.. mama saja’.
Sepatu bertali lama di ikat, sekolah sdh hampir telat ..‘biar ayah aja deh yang kerjain’,
kecipratan minyak sedikit ‘udah sini, kentangnya mama aja yang gorengin’.
Kapan anaknya bisa? Jgn kan di luar negri, di Indonesia sj pembantu sdh smakin langka.
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang tjd ketika bencana benar2 tiba?
Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan mencari solusi itu ketrampilan yang wajib di miliki.
Yang namanya ketrampilan, untuk bisa terampil, ya hrs di latih.
Kalau tanpa latihan, trs di harapkan simsalabim mereka jd bisa sendiri? O-EM-JI!
Kemampuan menyelesaikan masalah
dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah
bisa berdampak sampai puluhan tahun ke dpn.
Bkn saja bisa membuat seseorang lulus skolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai2 pernikahan
Tampaknya sepele sekarang..scr apa salahnya sih kita bantu?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya, dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu.
Susah sedikit..bantuan diminta.
Berantem sedikit ya sdh lah, cerai saja.
Sakit sedikit ngeluhnya warbyasa,
masalah sdikit..bisa jd gila.
Kalau anda menghabiskan banyak waktu, perhatian dan uang untuk IQnya,
habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.
AQ ? Apa itu? Adversity Quotient.
Adversity quotient menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yg berjudul sama, adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukannya kecerdasan ini yg jd lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Bukankah itu yang di miliki Nabi Nuh hingga tidak menyerah dalam dakwah beratus tahun lamanya?
Atau nabi Yusuf yang mengalami banyak cobaan dalam hidupnya?
Dan nabi Ayyub yang terkenal karena kesabarannya menghadapi masalah?
Dan nabi Muhammad ketika ujian2 menimpa?
Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya. Merasa bisa menyelesaikan masalah, mulai dari yang sederhana sampai yang susah, membuat diri semakin percaya
Bahwa minta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tdk lagi bisa
Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang, tdk menyerah dalam waktu yang lama.
So izinkan anak anda melewati kesusahan.
Gak papa sedikit luka, sedikit nangis, sedikit kecewa, sedikit telat dan sedikit kehujanan
Akui kesulitan yang sedang dia hadapi,
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan, ajari menangani frustrasi,
Kalau anda selalu jadi ibu peri, apa yang terjadi jika anda tdk bernafas lagi esok hari?
Bisa-bisa anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
ketika melihat anak sndiri susah, sakit dan sedih
Apalagi dg menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi, jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sndiri
Tapi hidup penuh dengan ketidakenakan.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan.
Bab Poligami / Wayuh
1. Wayuh adalah Nikah, Nikah adalah Sunnah.
صحيح البخاري كتاب النكاح جـ5 ص1951
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ رَقَبَةَ عَنْ طَلْحَةَ الْيَامِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ
هَلْ تَزَوَّجْتَ قُلْتُ لَا قَالَ فَتَزَوَّجْ فَإِنَّ خَيْرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَكْثَرُهَا نِسَاءً
[Ibnu Abbas] pernah bertanya kepadaku (Said), "Apakah kamu menikah?" aku menjawab, "Tidak." Ia kemudian berkata, "Menikahlah, karena sebaik baiknya ummat ini adalah seseorang yang banyak istrinya."
(Shohih Bukhori, kitabunnikah Juz 5, hal.1951)
Penjelasan:
Makna "banyak istrinya" ini karena memang "mampu" untuk memenuhi kebutuhan mereka (para istri), baik itu mencukupi kebutuhan lahir maupun batin", Jadi dalil ini bukan sekedar menjadi dasar bagi pria hanya sekonyong-konyong mau beristri banyak tp tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka. Kewajiban suami itu MUTLAK, bhkn jg wajib utk menafkahi anak2nya kelak. (WAJIB, SEHINGGA DOSA BESAR JIKA KEWAJIBANNYA TIDAK DIJALANKAN).
Maka kesimpulannya adalah: yg terbaik dari ummat ini adalah mrk yg Istrinya banyak & mampu menafkahi semuanya secara lahir maupun batin dg adil.
2. Wayuh adalah sunnah, tidak boleh MEMBENCINYA, berdasarkan :
.....وأتزوج النساء، فمن رغب عن سنتي فليس مني (صحيح مسلم بيروت 1389 هـ جـ9 ص114)
(... dan menikahi beberapa wanita, barangsiapa yang benci pada sunnahku maka bukan termasuk golonganku).
Hadis ini panjang, di ringkas, yg menceritakan tentang seseorang yg merasa pol ibadahnya sehingga tidak mau menikah. Maka nabi membantahnya dg mengatakan bhw beliau jg menikahi beberapa wanita, maka yg tidak menyukai Sunnah Beliau disebut Bukan Termasuk Golongan Beliau (Dianggap sbg Non Muslim)).
(HR. Muslim No.1389, Juz.9, hal.114)
النبي - صلى الله عليه وسلم - تزوج وبالغ في العدد، وفعل ذلك أصحابه، ولا يشتغل النبي - صلى الله عليه وسلم - وأصحابه إلا بالأفضل
Nabi menikah dan sampai pada beberapa Hitungan (wayuh/poligami), dan mengerjakan demikian itu pula shohabatnya, dan tidak mengerjakan Nabi dan Shohabatnya kecuali dengan memiliki kefadholan (maksudnya mampu memenuhi kebutuhan mereka para istri).
Note: Setiap hal yg dikerjakan oleh Rasulullah & Para Shohabatnya, maka hal tsb pasti memiliki keutamaan yg lebih (Kefadholan).
3. Pengertian adil dalam meramut (membina, ngurusin, & menasehati) istri.
﴿ فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ ﴾ . [ النساء: 3 ]
(arti ayat : menikahilah mana saja wanita yang kalian senangi, 2, dan 3, dan 4, Jika khawatir kalian tidak bisa (berbuat) adil, maka (nikahilah) satu saja wanita atau budak2 yg kalian senangi, demikian itu lebih dekat untuk tdk aniaya)
.
(Al Quran, surah Annisa ayat 3)
Pengertian تَعْدِلُواْ (Berbuat Adil) dalam ayat di atas (QS. An-Nisa 3) itu adalah mengenai Adil dalam hal harta, pemenuhan kebutuhan sehari2, pakaian, makan, dsb.
Adapun makna "WA (dan)" dalam ayat di atas bukan bermakna "tambah" (Bukan bermakna 2+3+4 = 9, shg dianggap boleh menikahi 9 wanita), tapi "WA (dan)" tsb maksudnya PILIHAN, yaitu Pria boleh beristri 2, atau 3 atau 4 saja. & Haram jika menikahi lebih dari 4 wanita dalam satu Nikahan (Total istri yg msh terikat pernikahan TIDAK BOLEH lebih dari 4).
Dasarnya adalah: ada hadist yg menerangkan, dulu ada Pria yg masuk islam memiliki 8 istri, ktk sdh Islam maka nabi menyuruh memilih utk menceraikan 4 istrinya & mempertahankan 4 lainnya.
Sdgkn Pengertian makna تَعْدِلُواْ (Berbuat Adil) pada ayat di bawah ini (QS. An-Nisa 129), adalah mengenai Adil dalam hal Cinta, hati, & Perasaan.
Allah telah berfirman bahwa Setiap pria secara teori memang sangat ingin bisa adil utk Mencintai & Menyayangi seluruh istrinya, namun prakteknya Hal tsb akan sangat sulit dikerjakan dikerjakan:
﴿ وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُواْ كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِن تُصْلِحُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴾ . [ النساء: 129 ]
(arti ayat : dan tidak akan mampu kalian untuk berbuat adil antara wanita walaupun ingin / niat .... )
(Al Quran, Surah Annisa ayat 129)
Keterangan Tambahan :
------------
Jadi Makna adil dalam QS. An-Nisa 129 tsb adalah adil dalam hal cinta/hati/perasaan yg akan sulit dipraktekkan oleh Pria.
Berdasarkan hadist yang menerangkan bahwa nabi pernah berdoa kepada Alloh atas "pembagian hatinya" pada istri2nya.
اللهم هذا قَسْمي فيما أملك ، فلا تُلمْني فيما تملك ولا أملك » ، يعني القلب
Kesimpulannya:
Poligami (Wayuh) adalah Perintah Allah & Rasul-Nya kpd setiap Muslim, yg memiliki aturan2 ketat dalam hal keadilan, serta tidak boleh dibenci oleh siapapun yg mengaku muslim, apabila mengaku muslim namun membenci Sunnah ini maka ia pun akan dikucilkan oleh Allah & Rasul-Nya (dianggap sbg Non Muslim). Utk itu mari kita berhati2 dlm menyikapi Bab poligami, hrs tetap muttawari' (hati2) & tetap sabar dalam mengimani setiap peraturan Quran & Hadits.
Bab Keadilan
--------------
1) Ttg keadilan Harta & Nafkah diharuskan sangat adil & betul2 harus sesuai kebutuhan para istri bahkan anak2nya. Setiap pria yg ingin adil ttg Harta/Nafkah secara praktek Insya Allah msh bs adil sesuai takaran kemampuan masing2 (Jika pria tdk mau menafkahi anak istrinya, maka ia akan berdosa sangat besar krn hal tsb adalah aniaya).
Jadi, krn adil mengenai perkara Nafkah/Harta itu masih mudah dilakukan, Maka WAJIB dilakukan.
2) Ttg keadilan Hati & Cinta.
Diupayakan harus tetap adil mencintai setiap istrinya, mskpn secara praktek hal tsb akan sangat sulit dilakukan oleh pria manapun, namun kewajiban utk adil hrs tetap diupayakan.
Ada sebuah nasehat, jika ingin adil masalah hati maka ktk berada di salah satu istri janganlah membicarakan ttg istri lainnya (FOKUSLAH TERHADAP ISTRI YG SEDANG DIDEKAT KITA TANPA MEMBICARAKAN TENTANG ISTRI LAINNYA). Ini krn sulitnya adil mengenai Perasaan/Cinta/Hati, krn kecenderungan Pria akan ada istrinya yg lebih dicintai dari istri lainnya mskpn dia sendiri ingin mencintai seluruh istrinya dg takaran Cinta yg sama.
Jadi, utk urusan cinta/hati/perasaan seorang pria tetep diperintah berusaha adil terhadap istri2nya, namun apabila tidak bisa melakukannya maka akan dimaafkan krn Allah sudah memakluminya.
Itulah perbedaannya antara ADIL dlm urusan Nafkah Harta & ADIL dlm urusan Cinta/Kasihsayang.
Seorang Ulama pernah mengatakan:
"Cinta tidak bisa dibagi-bagi, Cinta itu akan tumbuh & berkembang"
Maksudnya: Kita bisa mencintai lebih dari satu orang, namun cinta kpd salah satunya tdk akan bs dibagi utk org lainnya. Shg, setiap yg kita cintai akan dg sendirinya mendapatkan takaran cinta kita secara utuh yg selalu tumbuh & berkembang, tanpa harus merebut cinta yg tlh diberikan kpd yg lainnya.
Semoga barokah & bermanfaat.
Adab bertetangga
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan. AllahTa’ala berfirman,
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ
Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).
Nabi shallallahu ‘alaihi wassallamjuga bersabda,
مَا زَالَ يُوصِينِى جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Artinya: “Jibril senantiasa bewasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya” (HR. Al Bukhari no.6014).
Adab-adab seorang muslim kepada tetangganya yang patut kita perhatikan.
Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).
Larangan mengganggu atau membikin tidak nyaman kepada tetangga.
Dalam hadits Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu disebutkan adanya larangan dan sikap tegas bagi seseorang yang mengganggu tetangganya. Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam menggandengkan antara iman kepada Allah dan hari Akhir, menunjukkan besarnya bahaya mengganggu tetangga. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”(HR. Bukhari no.1609, Muslim no.2463).
Dan dalam Hadits lainnya, Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhumeriwayatkan bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wassallambersabda,
وَاللَّه لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ
Artinya: “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Bukhari no.6016).
Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Artinya: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Muslim no.46, Al Bukhari no.7818).
Semoga manfaat dan barokah
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ
Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).
Nabi shallallahu ‘alaihi wassallamjuga bersabda,
مَا زَالَ يُوصِينِى جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Artinya: “Jibril senantiasa bewasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya” (HR. Al Bukhari no.6014).
Adab-adab seorang muslim kepada tetangganya yang patut kita perhatikan.
Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).
Larangan mengganggu atau membikin tidak nyaman kepada tetangga.
Dalam hadits Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu disebutkan adanya larangan dan sikap tegas bagi seseorang yang mengganggu tetangganya. Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam menggandengkan antara iman kepada Allah dan hari Akhir, menunjukkan besarnya bahaya mengganggu tetangga. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”(HR. Bukhari no.1609, Muslim no.2463).
Dan dalam Hadits lainnya, Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhumeriwayatkan bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wassallambersabda,
وَاللَّه لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ
Artinya: “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Bukhari no.6016).
Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Artinya: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Muslim no.46, Al Bukhari no.7818).
Semoga manfaat dan barokah
Dosa penolakan istri terhadap ajakan suami
DOSA YANG DIANGGAP BIASA OLEH SANG ISTRI (Penolakan Istri Terhadap Ajakan Suami)
Perilaku Istri yang Menjengkelkan Suami sebagai bahan evaluasi bagi istri yang tidak disukai suaminya padahal dia merasa sudah berbuat yang terbaik dan tidak merasa berbuat salah besar apapun. Perlu disadari bahwa kesalahan besar tidak hanya ditimbulkan oleh satu kesalahan besar, tapi juga karena diakibatkan oleh kesalahan kecil yang terjadi berulang-ulang. Kesalahan kecil yang terjadi berulang-ulang akan membuat suami memendam amarah dan berakhir klimaks atau minimal akan menyebabkan rasa bosan pada istri.
Radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur (untuk melakukan senggama) ia menolak, sehingga suami marah atasnya maka Malaikat malaknat perempuan itu hingga datang pagi” (HR Al Bukhari).
Manakala terjadi perselisian dengan suami banyak perempuan yang menghukum suaminya (menurut dugaannya) dengan menolak melakukan hubungan suami istri. Padahal perbuatan semacam itu bisa mendatangkan masalah yang lebih besar. Misalnya terperosoknya suami pada perbuatan yang haram. Bahkan masalahnya bisa menjadi berbalik sehingga bisa lebih menyusahkan istri; misalnya suami berusaha menikahi perempuan lain.Karena itu manakala suami memanggil, hendaknya sang istri memenuhi ajakannya.
Realisasi dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)
Lantas Apakah berdosa apabila seorang istri menolak ajakan suami untuk ber-jima’ karena istri sedang capek dan mengantuk? Penyebabnya kelelahan itu adalah karena suami terlalu sering mengajak ber-jima’sehingga memforsir tenaga istri.
Saudariku, suami yang selalu mengajak istrinya untuk berhubungan menunjukkan bahwa dia sayang kepada istrinya. Kebutuhan suami terhadap istri memang sangat besar, sehingga hendaknya Saudari menyadari hal itu. Apalagi, wanita yang usianya masih muda setiap bulannya ada waktu haid, dan setelah melahirkan pun sang wanita membutuhkan “cuti” dari suaminya selama kurang lebih 40 hari karena syariat Islam melarang suami menggauli istrinya dalam kondisi tersebut. Belum lagi bila istri sakit atau ada uzur lain, dan juga suami yang sering keluar rumah karena mencari nafkah dan sebab-sebab yang lainnya. Jika Saudari menolak permintaannya karena capek atau mengantuk, sedangkan suami hanya punya satu istri, maka kesalahan ada di pihak isri, karena suami tidak boleh melampiaskan kesenangannya kecuali kepada istri atau budaknya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Mukminun ayat 6.
Selanjutnya, bagaimana seharusnya istri bila diajak oleh suaminya?
Perhatikan hadits di bawah ini. Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَ زَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ“Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya berada di rumah, kecuali dengan izinnya.” (HR. Bukhari: 16/199)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.”(HR. Bukhari: 11/14)
Semoga para sodariku bisa menjadi istri dambaan suami yg selalu taat dan patuh terhadap suami dengan niat karna Allah.
Perilaku Istri yang Menjengkelkan Suami sebagai bahan evaluasi bagi istri yang tidak disukai suaminya padahal dia merasa sudah berbuat yang terbaik dan tidak merasa berbuat salah besar apapun. Perlu disadari bahwa kesalahan besar tidak hanya ditimbulkan oleh satu kesalahan besar, tapi juga karena diakibatkan oleh kesalahan kecil yang terjadi berulang-ulang. Kesalahan kecil yang terjadi berulang-ulang akan membuat suami memendam amarah dan berakhir klimaks atau minimal akan menyebabkan rasa bosan pada istri.
Radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :“Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur (untuk melakukan senggama) ia menolak, sehingga suami marah atasnya maka Malaikat malaknat perempuan itu hingga datang pagi” (HR Al Bukhari).
Manakala terjadi perselisian dengan suami banyak perempuan yang menghukum suaminya (menurut dugaannya) dengan menolak melakukan hubungan suami istri. Padahal perbuatan semacam itu bisa mendatangkan masalah yang lebih besar. Misalnya terperosoknya suami pada perbuatan yang haram. Bahkan masalahnya bisa menjadi berbalik sehingga bisa lebih menyusahkan istri; misalnya suami berusaha menikahi perempuan lain.Karena itu manakala suami memanggil, hendaknya sang istri memenuhi ajakannya.
Realisasi dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)
Lantas Apakah berdosa apabila seorang istri menolak ajakan suami untuk ber-jima’ karena istri sedang capek dan mengantuk? Penyebabnya kelelahan itu adalah karena suami terlalu sering mengajak ber-jima’sehingga memforsir tenaga istri.
Saudariku, suami yang selalu mengajak istrinya untuk berhubungan menunjukkan bahwa dia sayang kepada istrinya. Kebutuhan suami terhadap istri memang sangat besar, sehingga hendaknya Saudari menyadari hal itu. Apalagi, wanita yang usianya masih muda setiap bulannya ada waktu haid, dan setelah melahirkan pun sang wanita membutuhkan “cuti” dari suaminya selama kurang lebih 40 hari karena syariat Islam melarang suami menggauli istrinya dalam kondisi tersebut. Belum lagi bila istri sakit atau ada uzur lain, dan juga suami yang sering keluar rumah karena mencari nafkah dan sebab-sebab yang lainnya. Jika Saudari menolak permintaannya karena capek atau mengantuk, sedangkan suami hanya punya satu istri, maka kesalahan ada di pihak isri, karena suami tidak boleh melampiaskan kesenangannya kecuali kepada istri atau budaknya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Mukminun ayat 6.
Selanjutnya, bagaimana seharusnya istri bila diajak oleh suaminya?
Perhatikan hadits di bawah ini. Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَ زَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ“Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya berada di rumah, kecuali dengan izinnya.” (HR. Bukhari: 16/199)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.”(HR. Bukhari: 11/14)
Semoga para sodariku bisa menjadi istri dambaan suami yg selalu taat dan patuh terhadap suami dengan niat karna Allah.
Mengapa suami jadi betah di luar
“ Gimana ini ayah pergi ke sana terus ngurus Bapak sakit, saya juga butuh perhatian “, sergah seorang istri pada suaminya, lalu suaminya sontak marah atas ucapan istrinys itu, “ Kamu ngatur aku…?.Lain waktu suami ada keperluan, membantu orang tuanya, memberikan uang sesuai kebutuhan yang diminta , sang istri marah tidak setuju karena merasa masih ada kebutuhan di rumah tangga mereka.
Banyak kejadian seperti di atas yang membuat hubungan suami istri jadi kurang harmonis, malah sebagiannya menjadi factor pencetus terjadinya perceraian. Banyak hal yang menyebabkan ini terjadi beberapa kemungkinan, seorang konseling rumah tangga pernah menyampaikan pendapat dari hasil observasi dan identifikasi jenis keluhan suami ia rumuskan sikap istri yang kurang tepat sebagai berikut,”awalnya ingin dicintai, kemudian ingin memiliki, selanjutnya ingin menguasai “. Ketika sampai pada tahap menguasai maka jadilah anekdot warga DKI (Dibawah Komando Istri), berlanjut dengan sindiran susis (suami sieun istri). Sampai di sini suami jatuhlah harga dirinya, ia menjadi orang yang sangat galak di kantor atau dilingkungannya, atau jadi gampang kles dengan anak. Sementara itu ia mulai terdengar desas desus punya teman ngobrol baru, ia sering pergi dan tak betah di rumah, jarum – super (jarang di rumah suka pergi), bukan primus (pria musyawaroh), kebiasaan buruk muncul jadi agak boros, banyak miting yang kurang jelas, yang ujung-ujungnya tak betah di rumah.
Hal di atas itu yang namanya gangguan peran, jika dibiarkan akan berlanjut dengan gangguan harga diri rendah dengan tandanya mudah tersinggung, atau dapat juga haus akan pujian dari wanita, dan senang sekali dengan penghargaan dari wanita. Jika dibiarkan berlanjut, mungkin suatu saat akan terdengar kabar kurang enak ke telinga istri, bahwa si suami beristri lagi. Jika kebutuhannya di sana terpenuhi maka ia pun rela jika terpaksa harus meninggalkan istri pertamanya. Waah nauzubillah, gawaaat.
Untuk mencegah terjadinya alias antisipasi kata kuncinya dudukanlah suami sesuai peranya, penuhi haknya. Secara umum biarkanlah ia jadi peminpin alih-alih jadi yang dipimpin. Mari kita lihat dalil terkait hal-hal tersebut.
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka “ (An – Nisa 4.:34)
"Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa[3], sedangkan suaminya hadir, kecuali dengan ijinnya. Dan ia tidak boleh mengijinkan orang lain masuk rumah suami tanpa ijin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya" [HR al-Bukhâri, 5195, dan Muslim, 1026]
"Jika seorang suami mengajak isterinya berhubungan dan isteri menolak, lalu suami marah kepadanya sepanjang malam, para malaikat melaknat isteri itu sampai pagi" [HR al-Bukhâri, 5193, dan Muslim, 1436]
“Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara mereka…” (An-Nisa’: 34)
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan2.”
“Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.” (HR At-Tirmizi).
Tatkala Mu’adz datang dari bepergiannya ke negeri Syam, ia sujud kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau menegur Mu’adz, “Apa yang kau lakukan ini, wahai Mu’adz?”Mu’adz menjawab, “Aku mendatangi Syam, aku dapati mereka (penduduknya) sujud kepada uskup mereka. Maka aku berkeinginan dalam hatiku untuk melakukannya kepadamu, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan engkau lakukan hal itu, karena sungguh andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya meminta dirinya dalam keadaan ia berada di atas pelana (hewan tunggangan) maka ia tidak boleh menolaknya.”(HR Ahmad,HR Ibnu Majah)
Begitu banyak aturan-aturan dalam Islam dalam menuntut rumah tangga yang sesuai dengan ketentuan dan ‘rule-nya’ Allah serta Rasulullah, semata-mata agar terciptanya keharmonisasian dalam berumah tangga, namun Islam juga tidak membenarkan jika ada suami yang berlaku dzolim terhadap istrinya, sama hal-nya suami yang memiliki hak atas istri-nya, begitu juga sebaliknya. Taatilah suami selagi perintahnya tidak maksiat“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.” (HR Ahmad).
Surga di telapak kaki Ibu, namun surga istri dibawah ketoatan suami. Ajkh.
Konsep kasih sayang dalam islam
Oleh miftahul jannah
“Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya, maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)
Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada di sekeliling kita adalah ibadah. Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.
Tingkatan tertinggi adalah sayang / cinta pada Allah SWT lalu Rosulullah SAW.
”Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih utama daripada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah : 24)
Secara garis besar, objek kasih sayang dalam Islam adalah:
* Sayang kepada Allah SWT
Mewujudkan rasa sayang atau cinta kepada Allah SWT dalam diri seorang muslim adalah suatu keniscayaan. Karena tidak akan sempurna ibadah seseorang kepada Allah SWT bila tidak ada rasa cinta di dalamnya.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah” (QS.Al-Baqoroh: 165)
* Sayang kepada Rosulullah SAW
Mencitai Rosulullah merupakan bagian dari keimanan.
Anas berkata, Rosulullah bersabda, “Tidak sempurna iman kalian sampai aku lebih dia cintai daripada dirinya, orang tuanya, anaknya dan manusia lain keseluruhan”. (HR. Bukhori dan Muslim)
* Sayang kepada sesama
Jarir bin Abdullah berkata, Rosulullah bersabda,
“Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Yang termasuk sayang kepada sesama adalah:
Sayang kepada orang tua
Abu Hurairoh berkata: “Ada seorang laki-laki datang ke Rosulullah, lalu bertanya, Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan sebaik mungkin?
Rosulullah bersabda, Ibumu. Lalu ia bertanya, lalu siapa? Beliau menjawab, ibumu. Ia betanya, lalu siapa lagi? Ibumu, jawab Rosulullah. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Bapakmu, jawab beliau. (HR. Bukhori)
* Sayang kepada suami atau istri
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS.Ar-Rum:21)
* Sayang kepada saudara
Anas berkata:
Rosulullah bersabda,” Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhori)
Sayang kepada anak
Abu Hurairoh berkata: “Sewaktu Rosulullah mencium Husain bin Ali, di dekatnya ada sahabat yang sedang duduk, bernama al-Aqro bin Habis at-Tamimi. Al-Aqro berkata, saya telah mempunyai 10 anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka. Rosulullah memandanginya, lalu bersabda, ”Barang siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori)
* Sayang kepada tetangga
Said bin Abi Syuraikh berkata: Rosulullah bersabda, “Demi Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Ada yang bertanya, siapakah yang Anda maksud wahai Rosulullah? Rosulullah menjawab, Orang yang tetangganya merasa tidak nyaman dari kejahatan dan keburukannya.” (HR. Bukhori)
* Sayang kepada teman
Anas bin Malik berkata: “Aku pernah duduk di sisi Rosulullah, lalu lewatlah seorang laki-laki. Ada laki-laki lain dari suatu kaum yang berkata, Wahai Rosulullah, sungguh aku sangat mencintai (menyayangi) laki-laki itu. Rosulullah bertanya, Apakah kamu telah memberitahukan hal itu kepadanya? Laki-laki itu menjawab, Belum. Rosulullah bersabda, Berdirilah, dan beritahukanlah kepadanya. Maka laki-laki itupun berdiri menghampirinya, ia berkata, Wahai saudaraku, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu orang tersebut menjawab, Semoga Allah juga mencintaimu karena kamu mencintai karena-Nya.” (HR. Ahmad, no.1198)
Dan banyak lagi konsep kasih sayang dalam Islam yang lain diantaranya cinta terhadap hewan dll, Insya Allah nanti dibahas pada kajian berikutnya.
Mari tebarkan Salam dan kasih sayang antar sesama Muslim supaya terjalin Silaturahmi yang semakin erat. Insya Allah...
“Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya, maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)
Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada di sekeliling kita adalah ibadah. Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.
Tingkatan tertinggi adalah sayang / cinta pada Allah SWT lalu Rosulullah SAW.
”Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih utama daripada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah : 24)
Secara garis besar, objek kasih sayang dalam Islam adalah:
* Sayang kepada Allah SWT
Mewujudkan rasa sayang atau cinta kepada Allah SWT dalam diri seorang muslim adalah suatu keniscayaan. Karena tidak akan sempurna ibadah seseorang kepada Allah SWT bila tidak ada rasa cinta di dalamnya.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah” (QS.Al-Baqoroh: 165)
* Sayang kepada Rosulullah SAW
Mencitai Rosulullah merupakan bagian dari keimanan.
Anas berkata, Rosulullah bersabda, “Tidak sempurna iman kalian sampai aku lebih dia cintai daripada dirinya, orang tuanya, anaknya dan manusia lain keseluruhan”. (HR. Bukhori dan Muslim)
* Sayang kepada sesama
Jarir bin Abdullah berkata, Rosulullah bersabda,
“Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Yang termasuk sayang kepada sesama adalah:
Sayang kepada orang tua
Abu Hurairoh berkata: “Ada seorang laki-laki datang ke Rosulullah, lalu bertanya, Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan sebaik mungkin?
Rosulullah bersabda, Ibumu. Lalu ia bertanya, lalu siapa? Beliau menjawab, ibumu. Ia betanya, lalu siapa lagi? Ibumu, jawab Rosulullah. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Bapakmu, jawab beliau. (HR. Bukhori)
* Sayang kepada suami atau istri
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS.Ar-Rum:21)
* Sayang kepada saudara
Anas berkata:
Rosulullah bersabda,” Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhori)
Sayang kepada anak
Abu Hurairoh berkata: “Sewaktu Rosulullah mencium Husain bin Ali, di dekatnya ada sahabat yang sedang duduk, bernama al-Aqro bin Habis at-Tamimi. Al-Aqro berkata, saya telah mempunyai 10 anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka. Rosulullah memandanginya, lalu bersabda, ”Barang siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori)
* Sayang kepada tetangga
Said bin Abi Syuraikh berkata: Rosulullah bersabda, “Demi Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Ada yang bertanya, siapakah yang Anda maksud wahai Rosulullah? Rosulullah menjawab, Orang yang tetangganya merasa tidak nyaman dari kejahatan dan keburukannya.” (HR. Bukhori)
* Sayang kepada teman
Anas bin Malik berkata: “Aku pernah duduk di sisi Rosulullah, lalu lewatlah seorang laki-laki. Ada laki-laki lain dari suatu kaum yang berkata, Wahai Rosulullah, sungguh aku sangat mencintai (menyayangi) laki-laki itu. Rosulullah bertanya, Apakah kamu telah memberitahukan hal itu kepadanya? Laki-laki itu menjawab, Belum. Rosulullah bersabda, Berdirilah, dan beritahukanlah kepadanya. Maka laki-laki itupun berdiri menghampirinya, ia berkata, Wahai saudaraku, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu orang tersebut menjawab, Semoga Allah juga mencintaimu karena kamu mencintai karena-Nya.” (HR. Ahmad, no.1198)
Dan banyak lagi konsep kasih sayang dalam Islam yang lain diantaranya cinta terhadap hewan dll, Insya Allah nanti dibahas pada kajian berikutnya.
Mari tebarkan Salam dan kasih sayang antar sesama Muslim supaya terjalin Silaturahmi yang semakin erat. Insya Allah...
Subscribe to:
Posts (Atom)

