Ketika ujub menyelimuti hati

Dari KH.Muhammad Kholil As'ary Bustomi:

Terkadang sifat pamer, sombong adalah sesuatu yang kita harapkan agar kita dihargai atau terangkat martabat kita, padahal semua itu telah melampaui batas, dan menjadikan amalan kita lebur
Nasihat dan perkataan Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah (7 Rajab 691 H - 13 Rajab 751 H)

"Jika Allah mudahkan bagimu mengerjakan *SHOLAT MALAM*, maka janganlah memandang rendah orang2 yg tidur."
"Jika Allah mudahkan bagimu melaksanakan *PUASA*, maka janganlah memandang orang2 yg tdk bepuasa dg tatapan menghinakan."
"Jika Allah memudahkan bagimu pintu utk *BERJIHAD*, maka janganlah memandang orang2 yg tdk berjihad dg pandangan meremehkan."

"Jika Allah mudahkan *PINTU REZEKI* bagimu, maka janganlah memandang orang2 yg berhutang dan kurang rezekinya dg pandangan yg mengejek dan mencela. Karena itu adalah titipan Allah yg kelak akan dipertanggungjawabkan."

"Jika Allah mudahkan *PEMAHAMAN AGAMA* bagimu, janganlah meremehkan orang lain yg belum faham agama dg pandangan hina."
"Jika Allah mudahkan *ILMU SEKOLAH* bagimu, janganlah sombong dan bangga diri karenanya. Sebab Allah lah yg memberimu pemahaman itu."

"Dan boleh jadi orang yg tidak mengerjakan qiyamul lail, puasa (sunnah), tidak berjihad, dan semisalnya lebih dekat kpd Allah darimu."

"Sungguh engkau terlelap tidur semalaman dan pagi harinya menyesal... lebih baik bagimu drpd qiyamul lail semalaman namun pagi harinya engkau "merasa" TAKJUB dan BANGGA dg amalmu. *Sebab tdk layak orang merasa bangga dg amalnya, karena sesungguhnya ia tdk tahu amal yg mana yg Allah akan terima?*

Semoga hati ini terhindar dari ujub.

Jangan meremehkan sekecilpun kebaikan


Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya orang lain, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

*JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI, SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, *bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya, bukan pula karena banyak hafalan qur'annya*, tetapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum". (HR. Muslim)

*Mari awali hari ini dengan pikiran dan perilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan*. Aamiin...

Haji Tamatu'


Ibadah haji adalah rangkaian amalan yang terdiri dari UMRAH (tawaf di Baitullah dan Sa’i safa Marwa), dan HAJI (wukuf di padang Arafah pada 9 Dhul-Hijjah, melempar jumrah Aqobah di Mina pada 10 Dhul-Hijjah dan Tawaf Ifadoh).

Seorang Muslim yang berhaji juga wajib mengerjakan umrah. Haji Tamatu’ adalah haji yang umrahnya dilaksanakan pada bulan haji (tanggal 1 Syawal sampai menjelang pelaksanaan haji 9-10 Dhul-Hijjah) namun umrahnya dipisah dengan haji. Setelah selesai umrah, cukur gundul / menggunting rambut kepala dan lukar dan semua larangan ihram sudah halal termasuk boleh menjima’ istri.

Sambil menunggu pelaksanan ihram haji pada bulan haji tahun itu juga, jamaah boleh beraktivitas bebas, bersenang-senang, seperti: memakai minyak wangi atau berhubungan badan suami istri. Tamatu’ berarti “bersenang-senang”. Miqat ihram haji tamatu’ mengikuti miqat ahli Mekah yaitu dari pondokan masing-masing.

Haji tamatu’ adalah kategori ibadah haji yang banyak dilakukan oleh jamaah Indonesia. Jamaah yang melaksanakan haji tamatu’ dikenakan dam berupa seekor kambing, atau seekor sapi atau seekor onta atau sejenisnya. Apabila tidak bisa mewujudkan hadiah / dam maka bisa diganti dengan puasa 10 hari, 3 hari dikerjakan dalam haji dan 7 hari setelah pulang ke tanah air.

…فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (196)
… maka barang siapa yang mengerjakan umrah dalam bulan haji wajib menyembelih hadiah yang mudah didapat, tetapi jika tidak menemukan hadiyah maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari ketika kalian telah kembali, demikian itu sepuluh hari yang sempurna.
[Surah Al-Baqarah (2) ayat 196]


2980 – حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: أَهْلَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَجِّ خَالِصًا، لَا نَخْلِطُهُ بِعُمْرَةٍ، فَقَدِمْنَا مَكَّةَ، لِأَرْبَعِ لَيَالٍ خَلَوْنَ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ، فَلَمَّا طُفْنَا بِالْبَيْتِ، وَسَعَيْنَا بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، «أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَجْعَلَهَا عُمْرَةً، وَأَنْ نَحِلَّ إِلَى النِّسَاءِ» فَقُلْنَا مَا بَيْنَنَا: لَيْسَ بَيْنَنَا وَبَيْنَ عَرَفَةَ، إِلَّا خَمْسٌ، فَنَخْرُجُ إِلَيْهَا، وَمَذَاكِيرُنَا تَقْطُرُ مَنِيًّا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي لَأَبَرُّكُمْ وَأَصْدَقُكُمْ، وَلَوْلَا الْهَدْيُ، لَأَحْلَلْتُ» فَقَالَ سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكٍ: أَمُتْعَتُنَا هَذِهِ، لِعَامِنَا هَذَا، أَمْ لِأَبَدٍ؟ فَقَالَ: «لَا، بَلْ لِأَبَدِ الْأَبَدِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Jabir bin Abdillah meriwayatkan: Kami ihram bersama Rasulillah SAW khusus untuk haji, dan tidak mencampur dengan umrah. Maka kami datang di Makkah pada tanggal empat malam yang lewat dari bulan Dhul-Hijjah.Maka ketika kami tawaf di Baitullah dan Sai Safa Marwah, Rasulullah SAW memerintahkan pada kami agar kami menjadikan amalan Tawaf dan Sai itu sebagai UMRAH dan hendaknya kami lukar untuk istri-istri kami.Maka kami membicarakan apa-apa diantara kami : “Tidak ada antara kami dan antara Arofah kecuali lima hari. Maka kami keluar ke Arofah sedangkan kemaluan kami menetes mani?”Maka Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya saya membagusi kalian dan membenarkan kalian. Seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya saya juga lukar seperti kalian”.

Maka Syuroqoh bin Malik bertanya: “Adakah haji tamatu’ ini untuk tahun ini saja atau untuk seterusnya?”

Nabi menjawab: “Bahkan untuk selama-lamanya”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 2980 Kitabu Manasik]

Tata-cara Ibadah Haji Tamatu’

Rangkaian praktek pelaksanan ibadah Haji Tamatu’ adalah sebagai berikut:

Mengerjakan umrah dari miqot yang telah ditentukan dalam bulan haji antara 1 Syawal sampai sebelum pelaksanaan haji. Rangkaian praktek umrah terdiri dari:
Mandi seperti mandi jinabat.
Memakai pakaian ihram
Shalat sunah 2 rakaat di miqat.
Membaca niat umrah, contoh لَبَّيكَ اللهُمَّ عُمْرَةً
Dari miqat berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Di perjalanan terus-menerus membaca talbiyah dengan suara keras.
«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ، لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ»
Tawaf di Baitullah sebanyak 7 putaran dimulai dari pojok Hajar Aswad dan diakhiri dengan shalat dua rakaat di belakang Makom Ibrahim. Kemudian dilanjutkan dengan Sa’i Safa Marwah.
Setelah selesai Sa’i di bukit Marwa, cukur rambut kepala sampai gundul atau menggunting rambut kepala kemudian lukar (melepas baju ihrom). Semua larangan ihram sudah halal. Setelah lukar dari umrah sebelum ihram haji, jamaah boleh beraktifitas bebas, bersenang-senang, seperti; memakai minyak wangi dan menjima’ istri.
Pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dhul-Hijjah) ihram lagi untuk haji dimulai dengan:
Mandi seperti mandi jinabat.
Memakai pakaian ihram
Shalat sunah 2 rakaat di pondokan masing-masing.
Membaca niat haji, contoh لَبَّيكَ اللهُمَّ حَجًّ ا
Tanggal 8 Dhul-Hijjah berangkat menuju ke Arafah untuk mengerjakan wukuf. Dalam perjalanan terus melafadkan talbiyah atau takbir dengan suara keras.
Bacaan Talbiyah:
«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ، لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ»

Jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah 9 Dhul-Hijjah

Tanggal 9 Dhul-Hijjah, wukuf di Arafah mulai waktu matahari condong ke barat sampai matahari terbenam. Shalat dhuhur dan asar dilakukan dengan qasar jama’ taqdhim. Selama wukuf memperbanyak doa:

«اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ، اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي، وَإِلَيْكَ مَآبِي، وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الأَمْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ»
Dan boleh ditambah doa-doa lain.

Jamaah haji mabit / bermalam di Muzdalifa dan mengumpulkan kerikil untuk lempar Jumrah besok pagi di Mina

Sore hari setelah matahari terbenam, meninggalkan padang Arofah menuju Muzdalifah.
Pada malam tanggal 10 Dhul-Hijjah, bermalam / mabit di Muzdalifah.
Pekerjaan di Muzdalifah:

Shalat maghrib dan isha’ qoshor jama’ ta’khir.
Mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah di Mina besok harinya.
Bermalam / mabit.
Shalat subuh lalu berhenti sebentar untuk berdoa sampai agak terang.
Pagi hari sebelum matahari terbit meninggalkan Muzdalifah berangkat menuju Mina dengan terus-menerus membaca talbiyah atau takbir.
Amalan di Mina:

Pada waktu dhuha melempar jumrah aqobah tanggal 10 Dhul-Hijjah.
Tata cara melempar jumroh sebagai berikut:
Arah Baitullah di sebelah kiri dan Mina (tempat mabit) disebelah kanan.
Melempar tugu jamarat sampai kena sebanyak 7 (tujuh) kali. Lemparan yang meleset / tidak kena tidak dihitung.
Membaca takbir pada saat akan melempar atau bersamaan dengan kerikil yang dilemparkan atau sesudah batu mengenai tugu jamarat.
Menyembelih hadiyah (onta). Menyembelih onta wajib bagi jamaah yang melaksanakan haji Qiran.
Cukur gundul / menggunting rambut kepala.
Lukar dan semua larangan ihram sudah halal kecuali menjima’ istri.
Mengerjakan Tawaf Ifadhoh di Baitullah dilanjutkan dengan Sai Safa Marwah.
Pada malam tanggal 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah bermalam / mabit di Mina dan siang harinya mulai matahari condong ke barat sampai sebelum terbenam, melempar jumroh Ula – Wustho – Aqobah.
Bagi jamaah yang nafar awal amalan mabit di Mina dan melempar 3 jumrah cukup sampai tanggal 12 Dhul-Hijjah. Sebelum matahari terbenam harus sudah meninggalkan Mina.
Menjelang pulang mengerjakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan)

Khutbah Rasulullah SAW ketika haji wada (perpisahan)


DISAMPAIKAN PADA WAKTU HAJI WADA PADA TANGGAL 9 DZULHIJJAH TAHUN 10 HIJRIAH. DI LEMBAH URANAH, GUNUNG ‘ARAFAH…

Hari itu Hari Tarwiyah 10 Hijriah. Saat itu Rasulullah Saw. pergi ke Mina dan melaksanakan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh di sana. Seusai menanti beberapa saat hingga matahari terbit, beliau lantas melanjutkan perjalanan hingga tiba di Arafah. Tenda-tenda waktu itu telah didirikan di sana. Beliau pun masuk tenda yang disiapkan bagi beliau.

Setelah matahari tergelincir, Rasulullah Saw. meminta agar Al-Qashwa’, unta beliau, didatangkan. Beliau kemudian menungganginya hingga tiba di tengah Padang Arafah. Di sana telah berkumpul sekitar 124.000 kaum Muslim. Beliau kemudian berdiri di hadapan mereka menyampaikan khutbah haji terakhir beliau yang lebih dikenal dengan sebutan haji wada’

MUQADDIMAH BELIAU S.A.W
الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Segala puji bagi Allah kami memuji dan mohon pertolongan kepadaNya, dan kami mohon ampun kepadaNya serta bertaubat kepadaNya, dan kami berlindung dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal kami, barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkanNya maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Dan aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dengan esaNya dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad S.A.W adalah hamba dan utusanNya.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللهِ، بِتَقْوَى اللهِ وَأَحْثَكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ، وَأَسْتَفْتِحُ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ، أَمَّا بَعْدُ :
Aku berpesan kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah agar bertaqwa kepada Allah dan aku mengajak kalian untuk taat kepadaNya, dan aku akan memulai dengan yang terbaik. Adapun selanjutnya :

KEHARAMAN DARAH DAN HARTA SESAMA UMAT ISLAM.
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ إِلَى أَنْ تَلْقَوْا رَبَّكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِى شَهْرِكُمْ هَذَا فِى بَلَدِكُمْ هَذَا.
Wahai manusia, sesungguhnya darah kalian dan harta kalian haram atas kalian hingga kalian bertemu Tuhan kalian (hari Kiamat) seperti keharaman hari kalian ini, di bulan kalian ini, di negri kalian ini.

أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ .... ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ.
Ingatlah, bukankah aku telah menyampaikan … ? Ya Allah saksikanlah.

فَمَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ أَمَانَةٌ فَلْيُؤَدِّهَا إِلَى مَنِ ائْتَمَنَهُ عَلَيْهَا.
Maka barang siapa yang menanggung amanah maka hendaklah disampaikan kepada yang memberinya amanah tersebut.

PEMBATALAN SENGKETA / PERMASALAHAN JAHILIYAH
وَإِنَّ رِبَا الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ، وَإِنَّ أَوَّلَ رِبًا أَبْدَأُ بِهِ رِبَا عَمِّي عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ.
Dan riba jahiliyah dibatalkan dan riba jahiliyah yang pertama kali aku batalkan adalah riba pamanku Abbas bin Abdil Mutthalib.

وَإِنَّ دِمَاءَ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعَةٌ، وَإِنَّ أَوَّلَ دَمٍ أَبْدَأُ بِهِ دَمُ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ
Dan dendam pertumpahan darah jahiliyah juga dibatalkan, dan sesungguhnya dendam pertumpahan darah jahiliyah yang pertama kali aku batalkan adalah darah Amir bin Rabi’ah bin Al-Harits bin Abdil Mutthalib.

وَإِنَّ مَآثِرَ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعَةٌ غَيْرَ السَّدْنَةِ، وَالسِّقَايَةِ، وَالْعَمْدُ قَوَدٌ، وَشَبَّهَ الْعَمْدَ مَا قُتِلَ بِالْعَصَا وَالْحَجَرَ وَفِيهِ مِائَةُ بَعِيرٍ، فَمَنْ زَادَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ.
Dan sesungguhnya pilih kasih (hak istimewa) zaman jahiliyah dibatalkan selain hak melayani (mentadbir Ka’bah), dan memberi minum (air zamzam) kepada orang Haji, dan pembunuhan yang sengaja harus diqishah dan yang menyerupainya adalah pembunuhan menggunakan kayu atau batu, dan di dalam urusan itu bisa digantikan dengan denda 100 unta, barang siapa (wali yang dibunuh) minta tambah maka dia termasuk orang jahiyah.

PERINGATAN AGAR WASPADA DARI TIPU DAYA SETAN
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَئِسَ أَنْ يُعْبَدَ فِي أَرْضِكُمْ هَذِهِ، وَلَكِنَّهُ قَدْ رَضِيَ أَنْ يُطَاعَ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِمَّا تُحْرِقُونَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ.
Wahai manusia! Hari ini setan telah putus asa untuk dapat disembah di bumi kalian (Mekah) ini. Tetapi, ia akan bangga jika ditaati (diikuti) pada perbuatan selain itu (menyembah setan) dari perkara yang kalian anggap remeh dari amal kalian !

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا، لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللهُ.
Wahai manusia! Sesungguhnya perbuatan menunda-nunda adalah menambah di dalam kekafiran, orang-orang kafir disesatkan oleh perbuatan itu, mereka menghalalkan (pada bulan haram) setahun dan mengharamkannya setahun (dengan tujuan) agar mencocoki hitungan (bulan) yang diharamkan oleh Allah maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah.

Hikmah : Perbuatan menunda kebaikan hanya akan menyebabkan seseorang bertambah kekufurannya.

وَإِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ، "إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ" ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ، وَوَاحِدٌ فَرْدٌ: ذُو الْقَعْدَةِ، وذُو الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرٌ، اَلَّذِي بَيْنَ جُمَادَىْ وَشَعْبَانَ.
Wahai manusia! Sesungguhnya zaman itu beredar sejak Allah menjadikan langit dan bumi “Sesungguhnya hitungan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan di dalam Kitab Allah (sejak) Allah menciptakan langit dan bumi diantaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan berturut-turut dan yang satu bulan terpisah; Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar yang terletak diantara bulan Jumadil (Akhir) dengan Sya’ban.

أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ .... ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ.
Ingatlah bukankah aku telah menyampaikan …. ? Ya Allah saksikanlah.

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI-ISTRI
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ لِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ حَقٌّ.
Adapun selanjutnya, wahai manusia, sesungguhnya bagi istri kalian mempunyai hak yang (wajib) atas kalian, dan kalian juga punya hak yang (wajib) atas mereka.

لَكُمْ أَنْ لاَ يُوَاطِئْنَ فُرُشَهُمْ غَيْرَكُمْ، وَلاَ يَدْخُلْنَ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ بُيُوتَكُمْ إِلاَّ بِإِذْنِكُمْ، وَلاَ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ، فَإِنْ فَعَلْنَ فَإِنَّ اللهَ قَدْ أَذَنَ لَكُمْ أَنْ تَعْضُلُوهُنَّ وَتَهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعَ وَتَضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ، فَإِنِ انْتَهَيْنَ وَأَطَعْنَكُمْ فَعَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ،
Hak kalian adalah; Jangan sampai mereka (istri) membolehkan orang menginjak alas tidur mereka selain kalian, dan mereka tidak boleh membawa masuk ke rumah kalian orang yang kalian benci melainkan atas izin kalian, dan mereka tidak boleh melakukan tindakan keji (tidak taat dan tidak setia) jika mereka melakukannya maka sesungguhnya Allah telah memberi izin kepada kalian untuk memisahi mereka di tempat tidur, dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak mencederakan, jika mereka telah berhenti (bertaubat) dan taat kepada kalian, maka wajib atas kalian memberi rizki (nafkah) dan pakaian kepada mereka bilma’ruf (sepantasnya).

وَإِنَّمَا النِّسَاءُ عِنْدَكُمْ عَوَانٌ، لاَ يَمْلِكْنَ لأَنْفُسِهِنَّ شَيْئًا، وَإِنَّكُمْ إِنَّمَا أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ فِي النِّسَاءِ وَاسْتَوْصُوا بِهِنَّ خَيْرًا.
Dan sesungguhnya perempuan (istri) di sisi kalian ibarat tawanan, mereka sedikitpun tidak berkuasa atas diri mereka sendiri, dan sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menjadikan farji mereka halal (untuk kalian) dengan kalimat Allah bertaqwalah kalian kepada Allah di dalam urusannya perempuan (istri), dan nasehatlah dengan baik kepada mereka.

أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ....؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ.
Ketahuilah bukankah aku telah menyampaikan ….? Ya Allah saksikanlah.

ORANG IMAN ADALAH BERSAUDARA
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ وَلاَ يَحِلُّ لامْرِئٍ مَالٌ لأَخِيهِ إِلاَّ عَنْ طَيِّبِ نَفْسٍ مِنْهُ.
Wahai manusia, Sesungguhnya orang-orang iman adalah bersaudara, dan tidak halal bagi seseorang harta saudaranya kecuali disertai enak (ridhanya) diri.

أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ....؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ.
Ketahuilah bukankah aku telah menyampaikan ….? Ya Allah saksikanlah.

فَلاَ تَرْجِعَنَّ بَعْدِى كَافِرًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ.
Janganlah kalian setelah (wafat)ku kembali kafir, sebagian kalian memukul leher (membunuh) sebagian yag lain.

PERINTAH AGAR BERPEGANG TEGUH KEPADA AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH.
فَإِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ : كِتَابَ اللهِ.
Dan sungguh telah aku tinggalkan di kalangan kalian yang kalian tidak akan tersesat jika berpegang teguh dengannya yaitu : Kitab Allah (Al-Qur’an).

NOTE : DALAM RIWAYAT MALIK KALIMATNYA :
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ.
Telah aku tinggalkan di kalangan kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selagi berpegang teguh pada keduanya yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabinya.

أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ....؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ.
Ketahuilah bukankah aku telah menyampaikan ….? Ya Allah saksikanlah.

NOTE : TAMBAHAN DI DALAM RIWAYAT AHMAD;
قَالُوا : نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَأَدَّيْتَ وَنَصَحْتَ. فَقَالَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى السَّمَاءِ وَيَنْكُتُهَا إِلَى النَّاسِ : اللَّهُمَّ اشْهَدِ، اللَّهُمَّ اشْهَدْ. ثَلاَثَ مَرَّاتٍ.
Mereka menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan dan telah mendatangkan serta nasehat (menyempurnakan risalah), maka Nabi mengangkat jari telunjuknya ke arah langit dan menunjukkan ke arah manusia seraya bersabda : Ya Allah saksikanlah, beliau ulang hal itu hingga tiga kali.

YANG MEMBUAT MANUSIA MULIA DI SISI ALLAH ADALAH KETAQWAANNYA
أَيُّهَا النَّاسُ، أَلاَ إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ، وَلاَ لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ، وَلاَ لأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ، وَلاَ أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى.
Wahai manusia, ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian itu satu, bapak kalian itu satu, ingatlah tidak ada keutamaan orang Arab mengalahkan orang A’jam (non Arab), dan tidak ada keutamaan orang A’jam mengalahkan orang Arab, dan tidak ada keutamaan orang kulit merah mengalahkan orang kulit hitam, tidak ada keutamaan orang kulit hitam mengalahkan orang kulit merah, melainkan dengan sebab ketaqwa’an.

أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ....؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ. قَالُوا : نَعَمْ، قَالَ : فَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ.
Sudahkah aku menyampaikan… ? ya Allah saksikanlah, mereka menjawab; ya, beliau bersabda hendaklah orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.

PENUTUP : PENJELASAN TENTANG WARIS, WASIAT DAN KEPEMILIKAN.
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ قَدْ قَسَمَ لِكُلِّ وَارِثٍ نَصِيبَهُ مِنَ الْمِيرَاثِ، وَلاَ يَجُوزُ لِوَارِثٍ وَصِيَّةٌ، وَلاَ يَجُوزُ وَصِيَّةٌ فِي أَكْثَرَ مِنْ ثُلُثٍ، وَالْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ.
Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membagi bagi setiap ahli waris bagiannya masing-masing dari harta waris, dan tidak ada wasiat bagi ahli waris, dan wasiat tidak boleh lebih dari 1/3, anak adalah untuk “alas” (ibu) sedangkan bagi pezina adalah batu (hukum ranjam).

مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ تَوَلَّى غَيْرَ مَوَالِيهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلاَ عَدْلٌ.
Barang siapa yang mengaku pada selain bapaknya atau mengaku hamba selain hambanya maka berat atasnya laknat Allah dan Malaikat serta manusia semuanya, tidak diterima darinya ibadah sunnah dan ibadah wajib.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Dan semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap atas kalian.

Setelah itu di tempat yang sama dan jarak waktu yang tidak lama baginda medapat wahyu berupa ayat ;
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا.
Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan aku sempurnakan atas kalian nikmat-nimatKu, dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian. QS. Al-Maidah : 3

Mendengar firman ALLAH SWT tersebut, ‘Umar bin Al-Khaththab r.a. pun meneteskan air mata. Melihat hal itu, dia pun ditanya, “‘Umar! Mengapa engkau menangis? Bukankah engkau ini jarang sekali menangis?”
“Karena aku tahu, selepas kesempurnaan hanya ada kekurangan,” jawab Umar. Ia telah merasakan suasana perpisahan (wada’) terakhir dengan Rasulullah SAW yang sangat dicintainya.

Kira-kira tiga bulan setelah khotbah yang sangat monumental tersebut. kemudian Baginda memenuhi panggilan kekasih sekaligus Tuhan yang telah mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam, shalawat dan salam semoga tetap atasnya.

REFERENSI;
Rangkaian Khotbah Wada’ tersebut, saya susun dari salinan kitab : Khutbu Ar-Rasul S.A.W (Muhammad Khalil Al-Khatib) dan disesuaikan dengan petikan-petikan Hadits-Hadits Shahih; Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Muwatta’ Malik. Sunan Abu Dawud, dan Musnad Ahmad.

Membedakan air zam zam asli dan palsu

Cukup serupa tapi tak sama, Itulah air Zamzam bila dilihat sekilas memang seperti air mineral yang berada di berbagai tempat lainnya. Namun perlu anda ketahui, Bahwa kandungan yang terdapat pada air Zamzam ini dikenal memiliki khasiat yang cukup menakjubkan bagi kesehatan tubuh. Sehingga menjadikan banyak orang terutama bagi para jamaah haji yang berbondong-bondong untuk mengambil dan membawa air ajaib ini sebagai oleh oleh mereka, Sepulang dari tanah suci makkah.
Bahkan air Zamzam pun sekarang sudah banyak dijual di pasaran dalam bentuk kemasan kaleng. Akan tetapi tak diduga, Ada sebagian oknum yang juga mencoba untuk memalsukan minuman air ajaib ini. Oleh karena itu, Sebaiknya anda bisa lebih waspada untuk membeli air Zamzam yang telah dijual di pasaran. Dengan cara mengatahui ciri-ciri air Zamzam yang asli secara cermat, itu memang sangat diperlukan, Agar anda tidak tertipu akan air Zamzam palsu yang telah dijual di pasaran.


Sebelumnya juga perlu anda ketahui, Bahwa alasan yang menjadikan air Zamzam ini banyak diminati oleh kebanyakan orang, Juga diperkuat dengan adanya bukti ilmiah yang ada di laboratorium Eropa dan Saudi Arabia. Yang mana dari hasil penelitian tersebut menyatakan, Bahwa di dalam air Zamzam tedapat kandungan zat flourida yang memiliki daya efektif untuk membunuh kuman. Dan air ajaib ini layaknya sudah terkandung obat di dalamnya. Sehingga air Zamzam sangat penting untuk dikonsumsi dan juga menyehatkan untuk diminum.

Untuk membedakan antara air Zamzam asli dan palsu, Anda dapat mencoba 3 cara ini untuk diterapkan, Sehingga anda bisa lebih cermat untuk mendapatkan produk air Zamzam yang benar benar asli dan menyehatkan.

1. Lihat perubahan dalam kemasan
Perlu anda ketahui, Bahwa pada air Zamzam yang asli tidak akan berlumut maupun berlendir bila disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama, Meskipun dalam jangka waktu satu tahun lebih. Hal demikian berbeda dengan air Zamzam palsu yang dikemas sama, Akan timbul lumut dan lendir yang bisa saja muncul dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan.


2. Perhatikan dari segi rasanya
Pada air Zamzam yang asli, Rasanya cenderung lebih anta (rasa hambar) dan tawar bila dibandingkan dengan air mineral biasa. Sehingga hal demikian pastinya lebih peka bagi orang yang sering mengkonsumsi air Zamzam. Dan hendaknya bagi anda yang belum pernah mersakan nikmatnya air Zamzam, Agar lebih teliti dan mengetahui rasa air Zamzam yang asli.

3. Menggunakan cairan antiseptik
Ini merupakan cara yang cukup manjur dan efektif untuk anda terapkan. Yakni dengan cara menuangkan cairan antiseptik yang mengandung  povidone iodine sebanyak tiga tetes pada gelas yang berukuran kecil. Kemudian tuangkan dan campurkan juga air Zamzam ke dalam gelas kecil tersebut, dan aduk hingga rata. Pada air Zamzam yang asli, Maka kondisi air akan tetap jernih dan apabila air Zamzam itu palsu, Maka akan mengalami perubahan warna, Yakni menjadi kuning pekat. Sehingga dengan cara inilah anda bisa lebih mengetahuinya antara air Zamzam asli dan palsu

Tiga doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud



🎙Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz -semoga Allah merahmatinya- berkata :

*Merupakan 3 doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud*

1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan *khusnul khotimah*

 ١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة

*Allahumma inni as'aluka husnal khotimah*
Artinya : " Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah "

2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan *Taubat sebelum wafat*

٢. اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت

*Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut*
Artinya: " Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "

3. Mintalah agar *hati* kita ditetapkan di atas *Agamanya*.

٣. اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

*Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika*
Artinya: " Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU "

Kemudian saya sampaikan,
jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah.

_______________________________
Syaikh Bin Baz Rahimahullah

Orang barat terkejut dengan cara Islam menyembelih sapi


Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.

✅Simak penelitian ini;

🔸1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

🔸2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

🔸3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

🔸4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

🔸5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

🔸6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

🔸7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

🔸8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

✳Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

🔹Pertama:
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

🔹Kedua:
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

🔹Ketiga:
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

🔹Keempat:
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

➡Penyembelihan Cara Barat

✅Pertama:
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

✅Kedua:
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

✅Ketiga:
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik darah dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

✅Keempat:
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!

Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

➡Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.

Mukjizat Jinten hitam Habbatussauda

Mukjizat Kesembuhan Dalam Jinten Hitam
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ فَإِنَّ فِيهَا شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّامَ
Artinya: “Bercerita kepada kami Abu Salmah Yahya bin Half, bercerita kepada kami Abu ‘Ashim dari Utsman bin ‘Abdil Malik ia berkata: Aku mendengar Salim bin ‘Abdillah bercerita tentang bapaknya bahwa Rasulullah saw bersabda: “Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus sauda’ (Jintan Hitam) ini, karena di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan dari segala penyakit, kecuali As-sam (Maut)”. (H.R. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah No:3439)
Jintan hitam adalah sejenis biji-bijian yang berwarna hitam, bentuknya seperti wijen. Jintan hitam mengandung banyak barokah dan faedah. Ia mengandung penawar dan obat seperti yang telah diberitakan oleh Ash-Shodiqul Mashduq Rosulullah saw, yang menyembuhkan segala penyakit selain kematian karena bukan merupakan penyakit melainkan perjalan akhir semua makhluk hidup.
Di Mesir dinamakan Habbah Barokah, kadang juga disebut Kamun Aswad. Di Yaman dinamai Qohthon, sedangkan di Iran disebut Suwainiz, Naqna’ Al Gholan, dan kadang disebut Basmah.
Jintan Hitam mengandung zat-zat aktif, berbau harum, dan mempunyai kegunaan yang menakjubkan, karena mengandung fosfat, besi, fosfor, karbohidrat dan minyak yang mengandung banyak khasiat. Kadar minyaknya kira-kira 28%.
Ia juga mengandung antibiotika yang berguna untuk membasmi virus, kuman dan bakteri. Terdapat pulda karotena yang bisa berfungsi sebagai anti kanker; hormon-hormon seks yang menguatkan, menyuburkan dan membikin semangat; zat pendorong produksi air seni dan empedu; serta enzim-enzim pencerna dan anti keasaman. Juga terdapat zat penenang sekaligus penyemangat.
Berikut beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi Jintan Hitam:
1. Rambut Rontok. Aduk tepung jintan hitam dalam perasan seledri air, satu sendok cuka kadar rendah dan secangkir minyak zaitun. Gosokkan ke kepala setiap sore. Kemudian cuci dengan air hangat dan sabun. Lakukan setiap hari.
2. Sakit Kepala. Ambil tepung jintan hitam, cengkeh yang dihaluskan separuh darinya, adas manis juga separuhnya, diaduk bersama-sama. Jika anda merasa sakit kepala, ambil satu sendok campurkan dalam yoghurt. Makanlah, semoga berhasil. Bersamaan denga itu urut tempat yang terasa nyeri dengan minyak jintan hitam.
3. Susah Tidur. Satu sendok jintan hitam, campurkan dengan segelas susu panas dengan sedikit madu. Minum sebelum tidur dan sebut asma Allah. Baca ayat kursi. Ketahuilah, pada hakikatnya manusia sedang tidur dan baru menemukan kesadarannya ketika mengalami kematian.
4. Kutu dab Telurnya. Haluskan jintan hitam dengan baik. Campurkan dalam cuka hingga seperti salep. Oleskan ke kepala setelah cukur, atau oleskan ke pangkal rambut jika belum dicukur. Kemudian jemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih seperempat jam. Rambut jangan dicuci kecuali setelah lima jam. Ulangi setiap hari selama satu minggu.
5. Vertigo dan Sakit Telinga. Setetes minyak jintan hitam dapat mencuci dan membersihkan telinga. Juga dapat digunakan sebagai minuman. Bersamaan dengan itu, oleskan ke pelipis dan tengkuk atas izin Allah rasa pening akan sirna.
6. Alopesia (Botak). Ambil satu sendok jintan hitam yang telah dihaluskan secara baik, secangkir cuka kadar rendah dan satu sendok kecil perasan bawang merah. Aduklah semuanya sehingga menyerupai salep. Oleskan ke daerah yang botak setelah mencukur rambut-rambut halus di sana dan mengeriknya hingga sedikit berdarah. Kemudian balurkan di atasnya. Biarkan dari pagi hingga sore. Setelah itu oleskan minyak jintan hitam. Ulangi selama seminggu.
7. Herpes. Olesi herpes tersebut dengan minyak jintan hitam tiga kali dalam sehari. Dalam waktu beberapa hari Insya Allah akan sirna.
8. Menghadapi persalinan. Salah satu yang paling memudahkan wanita melahirkan adalah jintan hitam yang direbus dengan sedikit madu dan rebusan camomile. Jintan hitan merupakan pencuci rahim yang sangat bermanfaat bagi wanita. Dengan menggunakan beberapa tetes minyak jintan hitam setiap kali minum panas dapat mengobati segala jenis penyakit wanita. Hal itu sebagai rahmat bagi wanita agar tidak memperlihatkan auratnya kepada para dokter pria, karena hal demikian haram.
9. Sakit Gigi, Amandel, dan Pangkal Tenggorokan. Jintan hitam direbus. Lalu gunakan air rebusannya untuk berkumur (usahakan air sampai menyentuh pangkal tenggorokan). Ini sangat bermanfaat untuk mengobati segala jenis penyakit mulut dan pangkal tenggorokan. Selain itu, minumlah satu sendok bubuk jintan hitam dicampur air hangat. Untuk penyakit pangkal tenggorokan, oleskan pula minyaknya dari luar. Untuk sakit gusi, bisa dioleskan dari dalam.
10. Gondok. Ambil bubuk jintan hitam, aduk dengan madu dan beberapa tetes royal jelly, minumlah tiap hari selama satu bulan. Anda akan lihat gondok mengempis secara wajar, karena segala sesuatu ditentukan dengan ukuran. Subhanallah, Dzat Yang Maha Pencipta Lagi Menguasai.
11. Jerawat. Ambil bubuk jintan hitam, aduk dengan minyak wijen dan satu sendok tepung gandum. Oleskan ke seluruh wajah pada sore hari. Pada pagi harinya, basuh dengan air hangat dan sabun. Ulangi selama seminggu. Alangkah baiknya jikadibarengi dengan minum minuman panas yang dicampuri bubuk jintan hitam.
12. Segala Jenis Penyakit Kulit. Ambil minyak jintan hitam, minyak mawar dan tepung gandum. Kedua minyak tersebut ukurannya sama, untuk gandum dua kali lipat. Kemudian campur dengan baik sehingga menjadi adonan. Sebelum diobati, bersihkan dulu bagian yang sakit dengan kapas yang dibasahi alkohol kadar rendah dan jemurlah di bawah sinar matahari, kemudian olesi dengan adonan itu setiap hari. Hindari hal-hal yang menyebabkan alergi, seperti ikan, telor, mangga dan sejenisnya.
13. Kutil. Ambil bubuk jintan hitam, aduk dengan alkohol, kemudian gosokkan pada tempat tumbuhnya kutil dengan menggunakan kain wol atau katun setiap pagi dan sore selama seminggu. Jangan bosan sampai hilang, atas pertolongan Allah. Atau, gosoklah kutil dengan daun jarak. Setelah kering, minyaki dengan minyak jintan hitam. Sungguh mujarab.
14. Vitiligo dan Kusta. Yang dibutuhkan pacar, jintan hitam dan bubuk kulit tokek (biasa dijual di toko obat). Ambil tiap bagian dengan ukuran satu sendok. Aduki dalam sebuah bejana bersama cuka secukupnya, lalu dibuat salep dari bahan-bahan di atas yang berfungsi untuk mengembalikan melanin kulit. Lakukan hal itu setiap hari selama satu bulan. Keringkan dari air setiap pagi, pada siang hari jemur di bawah matahari.
15. Agar Wajah Tampak Bersinar dan Tampan. Aduk bubuk jintan hitam dengan minyak zaitun. Oleskan ke muka dan sedikit panaskan sinar matahari di sembarang siang dan sembarang hari.
16. Mempercepat Bersatunya yang Patah. Makanlah sup ads yang dicampur dengan bawang putih, telur rebus dan satu sendok besar tepung jintan hitam. Selain itu, pijit dan urut setiap hari daerah tulang yang patah yang telah dibungkus dengan gips dengan minyak jintan hitam. Setelah bungkusan gips dibuka, oleskan minyak jintan hitam hangat setiap hari
17. Luka Memar. Rebus dengan baik dua genggam jintan hitam dalam bejana berisi air. Gunakan sebagai penghangat pada bagian yang memar selama seperempat jam atau lebih sambil menggerak-gerakkannya. Setelah itu olesi dengan minyak jintan hitam, biarkan tidak terbalut.Jangan membawa beban yang berat atau membebani bagian yang sakit. Lakukan hal itu setiap hari sebelum tidur.
18. Rematik. Panaskan minyak jintan hitam. Urutkan pada tempat rematik kuat-kuat, seakan anda mengurut tulang, bukan kulit. Minumlah pula minyak jintan hitan yang telah dipanaskan itu dicampur sedikit madu sebelum tidur. Lakukan hal itu terus menerus. Yakinlah bahwa kau akan sembuh atas izin dan karamah Allah.
19. Kencing Manis. Ambil sekitar satu gelas jintan hitam kemudian tumbuk, satu sendok besar empedu yang dihaluskan, setengah gelas biji seledri, satu gelas delima yang telah dihaluskan, satu gelas biji kubis yang telah dikeringkan dan ditumbuk. Lalu, tambahkan satu sendok kecil asafetida (damar karet), semuanya diaduk. Konsumsilah ramuan ini satu sendok setiap bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan lain. Bisa dicampur dengan yoghurt guna memudahkan larut.
20. Tekanan Darah Tinggi. Beri beberapa tetes minyak jintan hitam setiap kali anda minum air panas. Alngkah baiknya jika anda meminyaki badan dengan minyak jintan dan berjemur di bawah sinar matahari meskipun hanya seminggu sekali. Atas kemuliaan Allah, anda akan sehat wal ‘afiat. Bergembiralah, jangan sekali-kali putus asa. Allah Maha Penyayang, Pemurah dan Maha Pengampun.
21. Melarutkan Kolesterol dalam Darah. Ambil satu sendok tepung jintan hitam, satu sendok achiliya (rumput seribu daun), tumbuhan ini dikenal dengan baik oleh penduduk Syam. Aduk keduanya dalam secangkir madu. Minumlah setiap pagi habis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan lain.
22. Nephritis (Radang Ginjal). Buatlah tapal bubuk jintan hitam yang dicampur dengan minyak zaitun. Lumaskan pada bagian perut pada arah ginjal yang terasa sakit. Barengi dengan minum satu sendok bubuk jintan hitam setiap hari sehabis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan lain, selama satu minggu saja. Atas pertolongan Allah, radang ginjal akan sirna.
23. Menghancurkan dan Melarutkan Batu. Ambil satu cangkir jintan hitam, haluskan kemudian campur dengan satu gelas madu. Tambahkan tiga siung bawang merah yang telah dicincang-cincang. Minumlah sepertiganya sebelum makan setiap hari. Ulangi tiap hari. Alangkah baiknya jika setelah makan anda makan limau beserta kulitnya, karena hal itu akan membersihkan dan membasminya.
24. Susah Buang Air Kecil. Oleskan minyak jintan hitam pada area antara pangkal zakar hingga pusar sebelum tidur. Barengi dengan minum satu gelas jintan hitam yang direbus dan dicampur madu, setiap hari sebelum tidur.
25. Ngompol. Yang diperlukan adalah jintan hitam serta kulit telur yang telah dibersihkan dan dipanggang. Kemudian ditumbuk bersama jintan hitam tersebut. Minumkan kepada anak anda satu sendok kecil bersama satu gelas susu selama satu minggu, kapan saja ia mau.
26. Edema. Bungkuslah adonan jintan hitam dan cuka, kemudian letakkan sebagai tapal pada tempat yang sakit. Sebelumnya letakkan kain kasa sebagai lambaran. Selain itu, makan satu sendok jintan hitam pagi dan sore selama satu minggu. Bagi penderita penyakit ini, silahkan mencoba, anda akan lihat hasilnya
27. Hepatitis. Hal ini memerlukan kesabaran, tapi yakinlah bahwa setelah bersabar dan mengkonsumsi jintam hanya ada kesembuhan. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam dan seperempat sendok bubuk kayu gaharu. Keduanya diaduk dengan madu dan diminum setiap hari sehabis bangun tidur, sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Lakukan selama dua bulan berturut-turut.
28. Demam Ketulangan. Kulit landak kering yang sudah lama dipanaskan bersama dengan jintan hitam hingga mengeluarkan uap. Hirup uapnya. Barengi dengan minum minyak jintan hitam yang dicampu dengan jus limau setiap pagi dan sore. Atas kodrat dan irodat Allah, pada hari yang pertama demam akan sirna.
29. Batu Empedu. Ambil satu sendok jintan hitam, seperempat sendok empedu yang dihaluskan dan satu gelas madu. Campurkan hingga seperti selai dan makanlah setiap hari sampai wajah tampak kemerah-merahan dan hilang semua pengerutan pada kandung empedu. Bersyukurlah pada Allah atas segala nikmat yang tak terhingga.
30. Limpa. Balurkan adonan jintan hitam dan minyak zaitun setelah dipanasi pada bagian kiri bawah tulang rusuk pada sore hari. Pada saat yang sama, minumlah susu campur madu yang ditetesi empat tetes minyak jintan hitam. Setelah dua minggu berturut-turut limpa anda akan sehat dan aktif kembali. Alhamdulillah.
31. Segala Jenis Penyakit Dada dan Flu. Masukkan satu sendok besar minyak jintan hitam dalam bejana berisi air. Didihkan sehingga timbulk uap. Hirup uap itu, dan untuk memudahkan, letakkan penutup di atas kepala. Lakukan ini setiap hari sebelum tidur. Sertai dengan minuman rebusan thymus vulgaris yang dicampur dengan bubuk jintan hitam setiap pagi dan sore.
32. Mengatasi Sakit Jantung dan Melancarkan Peredaran Darah. Yakinlah akan sabda Rasulullah saw, karena itu merupakan konsekuensi iman. Ketika Rasul memberitakan kepada kita bahwa jintan hitam adalah obat bagi segala penyakit, maka jangan ragu sedikit pun bahwa ia merupakan obat bagi segala penyakit yang menimpa manusia. Penderita sakit jantung jangan sampai putus asa dari rahmat Allah SWT. Yang harus dilakukannya adalah banyak mengkonsumsi jintan hitam, baik sebagai makanan atau minuman kapan saja.
33. Kolik Usus. Rebuslah adas manis, jintan putin dan mentol dengan takaran yang sama hingga mendidih. Bubuhkan sedikti gula pasir atau madu, danteteska minyak jintan hitam. Minumlah ketika masih panas. Balurlah tempat yang terasa nyeri dengan minyak jintan hitam. Atas izin Allah dan ‘afiatNya, selang beberapa menit nyeri akan hilang.
34. Diare (mencret). Ambil perasan seledri air yang dicampur dengan satu sendok besar biji jintan hitam yang telah ditumbuk. Minum tiga kali sehari sehingga mampet (diare berhenti). Pada hari kedua hentikan mengkonsumsinya hingga tidak terjadi sembelit (sulit buang air).
35. Mual. Rebus jintan hitam dan cengkih dengan baik. Minumlah tanpa pemanis tiga kali sehari. Kadang pada hari ketiga ketulian dan perasaan mual sudah hilang atas izin Allah SWT.
36. Masuk Angin dan Kontraksi. Minum satu sendok bubuk jintan hitam setiap pagi sehabis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Setelah itu, minum air hangat yang dicampur madu kira-kira tiga sendok. Ulangi setiap hari selama satu minggu.
37. Keasaman. Teteskan beberapa tetes minyak jintan hitam ke dalam air panas yang dicampuri madu atau gula. Minumlah, niscaya penyakit tersebut akan sirna tak berbekas.
38. Radang Usus Besar. Ambil kurang lebih satu sendok jintan hitam, satu sendok akar licorice, masukka ke dalam jus buah beserta bijinya. Minumlah. Sungguh sangat bermanfaat untuk menghilangkan sakit radang usus besar, menambah gairah, dan melemaskna otot-otot. Sehingga penderita dapat istirahat dengan baik.
39. Sakit Mata. Oleskan minyak jintan hitam pada kedua kening, sekitar mata dan kelopak mata. lakukan sebelum tidur. Barengi dengan meminum beberapa tetes minyak jintan hitam yang dicampurkan dalam sembarang minuman panas atau jus wortel.
40. Amebiasis. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam dan satu sendok bawang putih yang telah diiris. Campurkan ke dalam satu gelas hangat jus tomat yang dibubuhi sedikit garam. Minum setiap hari sehabis bangun tidur sebelum Menkonsumsi makanan apa pun. Lakukan selama dua minggu berturut-turut. Anda akan sehat wal ‘afiat dan merasa bahagia, tentunya atas izin Allah SWT.
41. Schistosomiasis (Bilharziasis). Makanlah satu sendok jintan hitam setiap pagi dan sore, boleh juga dengan sepotong roti dan keju. Barengi dengan membalur rusuk bagian kanan dengan krim jintan hitam sebelum tidur. Lakukan selama tiga bulan. Bersamaan dengan hilangnya penyakit itu akan timbul stamina dan vitalitas baru.
42. Cacingan. Makanlah di pagi hari sandwich panas, yang diisi satu sendok bubuk jintan hitam, tiga siung bawang putih, satu sendok minyak zaitun, merica dan tiga butir biji labu. Minumlah minyak adas atau minyak pohon jarak sekali saja.
43. Mandul. Tiga bahan sudah mencukupi, yaitu bubuk jintan hitam, susu bubuk, dan benih lobak dengan takaran yang sama. Ambil satu sendok setiap pagi dan sore, campurkan pada setengah gelas madu, kemudian makanlah. Barengi dengan minum satu gelas besar susu unta. Jika Allah berkehendak, keinginan anda akan terkabul. Jika Allah berkehendak, maka masalahnya lain.
44. Prostat. Oleskan minyak jintan hitam pada bagian bawah punggung. Oleskan pula pada bagian bawah pelir sambil mengurutnya dengan gerakan memutar. Campurkan satu sendok bubuk jintan hitam dan seperempat sendok kecil empedu ke dalam setengah gelas madu yang dituangkan ke dalam air hangat. Minum setiap hari, kapan saja anda mau.
45. Asma. Hiruplah uap minyak jintan hitam yang dipanaskan, setiap pagi dan sore. Minumlah satu sendok bubuk jintan hitam sebelum makan pagi dan sore setiap hari. Barengi dengan mengolesi dada dan pangkal tenggorokan dengan minyak jintan hitam setiap hari sebelum tidur.
46. Luka Bernanah. Sepuluh tetes minyak jintan hitam dan satu sendok bubu kulit delima kering dicampurkan ke dalam satu cangkir madu. Dengan barokah Allah, makanlah setiap hari sehabis bangun tidur, sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Barengi dengan minum satu gelas susu tawar. Lakukan selama dua bulan terus menerus.
47. Kanker. Olesi dengan minyak jintan hitam tiga kali sehari. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam, campurkanlah ke dalam satu gelas jus wortel. Minumlah sehabis makan. Lakukan secara teratur selama tiga bulan seraya berdoa dan membaca Al Quran secara kontinyu. Akan anda saksikan keajaiban atas kuasa Allah SWT.
48. Kelemahan seksual. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam, kemudian campurkan dengan tujuh telur ayam kampung. Konsumsilah ini terus menerus selama kurang lebih satu bulan. Walaupun anda kakek berumur seratus dua puluh tahun serasa seperti pemuda berumur dua puluh tahun saja, atas kodrat dan irodahNya. Insya Allah.
49. Kelemahan Umum. Haluskan satu gelas jintan hitam kering, campur dengan susu bubuk dan satu sendok kecil ambergris yang dicairkan. Semuanya diaduk dalam bejana berisi madu seperti selai. Makanlah seperti selai setiap hari di sembarang waktu, tapi harus dengan roti gandum lokal.
50. Menambah Nafsu Makan. Beberapa menit sebelum menyantap makanan, ambil satu sendok jintan hitam, haluskan dengan gigi gerahammu. Setelah itu minumlah satu cangkir air dingin yang dicampur beberapa tetes cuka. Anda akan melihat hasilnya. Tapi hati-hati, jengan sampai kekenyangan.
51. Lesu dan Malas. Minum sepuluh tetes minyak jintan hitam yang dicampur dalam jus jeruk setiap pagi sehabis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Lakukan secara rutin selama sepuluh hari. Setelah itu, anda akan terlihat enerjik dan dada terasa lapang. Dengan catatan, jangan tidur pagi setelah sholat shubuh. Biasakan tidur selepas isya dan banyak berdzikir.
52. Menyegarkan dan Mencerdaskan Pikiran. Campurkan madu dan tujuh tetes minyak jintan hitam dalam rebusan na’na. Minumlah ketika masih hangat kapan saja. biasakan sebagai pengganti minum teh dan kopi. Dalam waktu singkat, pikiran anda terbuka dan otak menjadi cerdas. Anda akan dapat menghafal apa saja yang anda inginkan. Sebaiknya, hafalkan ayat-ayat Al Quran karena itulah setinggi-tinggi apa yang ingin kita hafalkan.

(Sumber; Buku “Mukjizat Kesembuhan”, Penulis : Abul Fida’ Muhammad ‘Izat ‘Arif)

Sunah berupa larangan memotong rambut bagi yang akan berqurban

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
_*Larangan Sunah Bagi Seseorang yang Hendak Berkurban*_

*Seseorang yang hendak berkurban dilarang untuk memotong kuku dan rambut ketika sudah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan kurbannya disembelih.*

Dalilnya hadis dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,

مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

”Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.”
(HR. Muslim 5236, Abu Daud 2793, dan yang lainnya).

Keterangan:
Rambut dan kuku yang dilarang untuk dipotong dalam hadis di atas adalah rambut dan kuku shohibul kurban, bukan rambut dan kuku hewan kurban. karena kata ganti yang digunakan dalam kalimat ‘شَعْرِهِ’ dan ‘أَظْفَارِهِ’ adalah kata ganti tunggal untuk jenis mudzakar (laki-laki), yaitu kata ganti ‘هـ’. dan ini adalah kata ganti yang kembali kepada pemillik hewan bukan hewannya.

*Larangan sunah tersebut berlaku untuk memotong dengan cara apapun dan untuk bagian kuku dan rambut manapun.* Artinya mencakup larangan mencukur gundul atau mencukur sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (Shahih Fiqih Sunnah, 2/376).

Moga2 manfaat & barokah...آمين

Puasa Arofah

Puasa Arofah menghapus dosa sebelum dan satu tahun setelah puasa.
Rasulullah Shalallahu a'laihi wa sallamَ bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ Ibnu Majah
Bersabda Rasululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, barang siapa puasa hari Arofah (tgl. 9 Dzulhijjah) diampuni baginya 1 th yg akan datang dan setahun sebelumnya. (HR Ibnu Majah)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي قَتَادَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقْدِ اسْتَحَبَّ أَهْلُ الْعِلْمِ صِيَامَ يَوْمِ عَرَفَةَ إِلَّا بِعَرَفَةَ
Puasa (Arofah) 1 hari tgl. 9 Dzulhijjah Riwayat Hadist At-Tirmidzi
Artinya: Puasa hari arofah Aku (Nabi Muhammad SAW) mencari pahala atas Alloh menghapus dosa satu tahun sebelum dan sesudah puasa,
Semoga manfaat dan barokah.

Dan Rasulullah pun menangis


By. Dave Ariant Yusuf
Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.
Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak sebagaimana biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.
Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.
“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.
Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka dengan palu-palu dari api”.
Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”
Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.
“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.
“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah
“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.
Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.
Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya” Hadits Riwayat Az Zawajir.
Semoga manfaat dan barokah.

Manfaat manasik haji

Pentingnya Mengikuti Manasik Sebelum Beribadah Haji

Manasik Haji merupakan salah satu program yang diadakan oleh berbagai biro perjalanan haji. Karena pentingnya manasik ini, bahkan banyak Ulama mengatakan hukumnya adalah fardu  atau yang harus diikuti. Terdapat berbagai metode manasik yang semuanya memiliki satu tujuan yaitu memudahkan calon jamaah haji dalam mempelajari rukun-rukun ibadah haji. Program Manasik Haji sangat membantu jamaah khususnya yang baru pertama kali beribadah haji. Berikut adalah beberapa poin mengenai pentingnya mengikuti manasik sebelum beribadah haji.

Prosesi Manasik Haji

Setiap jamaah haji tentunya membutuhkan pemahaman yang utuh tentang rukun-rukun haji. Oleh karena itu setiap jamaah haji mesti mempelajari berbagai rukun-rukun haji tersebut lewat manasik haji. Prosesi manasik haji biasanya dilakukan oleh beberapa pembimbing (ustadz, petugas biro haji, akademisi dan lain-lain) yang akan memberikan informasi mengenai hal-hal penting tentang peribadatan haji seperi wajib haji, rukun haji, amalan sunnah, larangan-larangan dan lain-lain. Selain menggunakan bahasa verbal, para pembimbing tersebut juga akan memberikan berbagai panduan berbentuk modul ataupun buku pada umumnya. Namun di era digital ini, banyak dari biro haji yang memanfaatkan perangkat multimedia dalam prosesi manasik haji.

Karena pentingnya manasik sebelum beribadah haji, maka setiap jamaah harus mengetahui berbagai hal mendetail tentang rukun-rukun haji. Bagi Anda yang belum mengetahui manfaat apa saja yang bisa didapatkan dalam manasik, berikut beberapa manfaat manasik haji:

Tanpa mengetahui hal-hal penting dalam ibadah haji seperti rukun, sunah, wajib haji dan lainnya maka calon jemaah haji hanya akan menjalankan syubhat. Dengan manasik, jamaah haji akan mengetahui esensi dan juga hubungannya dengan ketauhidan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Calon jamaah haji bisa mempelajari dan mengamalkan berbagai hal secara mendetail, terperinci dan sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah.
Dengan manasik, baik jamaah maupun biro perjalanan tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan saat jamaah berada di tanah suci.
Calon jamaah haji juga akan diberikan gambaran jelas mengenai lokasi-lokasi yang akan dimasuki saat ibadah haji.
Manasik juga memberikan kesempatan bagi para jamaah untuk saling berkomunikasi dan berkenalan, hal ini sangat berguna terutama untuk kenyamanan selama ibadah haji.
Dengan mengetahui berbagai hal tentang ibadah haji, jemaah akan lebih tenang dan nyaman selama menjalani ibadah haji.

Demikianlah ulasan mengenai pentingnya mengikuti manasik sebelum beribadah haji. Jika Bapak Ibu ingin menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan  Al Qur’an dan As Sunnah maka Bapak Ibu bisa mendaftar Haji di Multazam Utama Tour  yang  mempunyai Muthowif -  Muthowif  berpengalaman dalam pelaksanaan Ibadah Haji.

Info bisa buka linknya

http://www.multazam.co.id/

Semoga Bermanfaat

Makanan untuk belatung buta


Diriwayatkan, suatu hari Nabi Sulaiman AS. tengah duduk di tepian laut, tiba-tiba beliau melihat semut membawa sebulir gandum di mulutnya ke laut, lalu muncul seekor katak dari dalam air. Katak tersebut membuka mulutnya, membiarkan semut masuk ke dalamnya lalu katak menyelam kembali ke dalam lautan.
Melihat kejadian tersebut, Nabi Sulaiman AS. menjadi takjub dan terus memikirkannya. Beberapa saat kemudian, katak muncul kembali lalu membuka mulut. Maka keluarlah semut dari mulutnya. Namun, sudah tak tampak lagi bulir gandum yang dibawanya tadi. Nabi Sulaiman AS., kemudian mencari dan bertanya perihal gandum tersebut. Menjawablah semut, "Wahai Nabinya Allah, sungguh di dasar laut ada batu berlubang yang di dalamnya hidup seekor belatung buta, makhluk ciptaan Allah yang terus bertasbih kepada-Nya dan mendoakan rahmat untuk orang mukmin. Allah memerintahkan pada saya untuk memberi makan untuknya. Allah juga memerintahkan pada katak untuk membuka mulut agar saya bisa masuk dan katak membawa saya bersama gandum kepadanya, begitu pula hingga saya kembali ke daratan ini."
Dengan terheran, Nabi Sulaiman AS., bertanya, "Apa kau mendengarnya bertasbih?"
Semut menjawab, "Ya. Dia bertasbih, Wahai Dzat yang tidak pernah melupakanku yang di dalam lubang batu, di bawah dasar lautan yang dalam ini, jangan lupa merahmati hamba-hambaMu yang mukmin, Wahai yang melebihi sayangnya yang Penyayang."
--
Hikmah yang bisa diambil dari cerita ini salah satunya adalah bahwa Allah SWT telah mengatur rezeki kita, sekalipun kita dalam kondisi terlemah sekalipun, jika kita selalu mengingat dan beribadah pada-Nya, Allah Maha Penyayang selalu punya cara memberi rezeki untuk orang-orang yang beriman