Mukjizat Kesembuhan Dalam Jinten Hitam
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ فَإِنَّ فِيهَا شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّامَ
Artinya: “Bercerita kepada kami Abu Salmah Yahya bin Half, bercerita kepada kami Abu ‘Ashim dari Utsman bin ‘Abdil Malik ia berkata: Aku mendengar Salim bin ‘Abdillah bercerita tentang bapaknya bahwa Rasulullah saw bersabda: “Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus sauda’ (Jintan Hitam) ini, karena di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan dari segala penyakit, kecuali As-sam (Maut)”. (H.R. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah No:3439)
Jintan hitam adalah sejenis biji-bijian yang berwarna hitam, bentuknya seperti wijen. Jintan hitam mengandung banyak barokah dan faedah. Ia mengandung penawar dan obat seperti yang telah diberitakan oleh Ash-Shodiqul Mashduq Rosulullah saw, yang menyembuhkan segala penyakit selain kematian karena bukan merupakan penyakit melainkan perjalan akhir semua makhluk hidup.
Di Mesir dinamakan Habbah Barokah, kadang juga disebut Kamun Aswad. Di Yaman dinamai Qohthon, sedangkan di Iran disebut Suwainiz, Naqna’ Al Gholan, dan kadang disebut Basmah.
Jintan Hitam mengandung zat-zat aktif, berbau harum, dan mempunyai kegunaan yang menakjubkan, karena mengandung fosfat, besi, fosfor, karbohidrat dan minyak yang mengandung banyak khasiat. Kadar minyaknya kira-kira 28%.
Ia juga mengandung antibiotika yang berguna untuk membasmi virus, kuman dan bakteri. Terdapat pulda karotena yang bisa berfungsi sebagai anti kanker; hormon-hormon seks yang menguatkan, menyuburkan dan membikin semangat; zat pendorong produksi air seni dan empedu; serta enzim-enzim pencerna dan anti keasaman. Juga terdapat zat penenang sekaligus penyemangat.
Berikut beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi Jintan Hitam:
1. Rambut Rontok. Aduk tepung jintan hitam dalam perasan seledri air, satu sendok cuka kadar rendah dan secangkir minyak zaitun. Gosokkan ke kepala setiap sore. Kemudian cuci dengan air hangat dan sabun. Lakukan setiap hari.
2. Sakit Kepala. Ambil tepung jintan hitam, cengkeh yang dihaluskan separuh darinya, adas manis juga separuhnya, diaduk bersama-sama. Jika anda merasa sakit kepala, ambil satu sendok campurkan dalam yoghurt. Makanlah, semoga berhasil. Bersamaan denga itu urut tempat yang terasa nyeri dengan minyak jintan hitam.
3. Susah Tidur. Satu sendok jintan hitam, campurkan dengan segelas susu panas dengan sedikit madu. Minum sebelum tidur dan sebut asma Allah. Baca ayat kursi. Ketahuilah, pada hakikatnya manusia sedang tidur dan baru menemukan kesadarannya ketika mengalami kematian.
4. Kutu dab Telurnya. Haluskan jintan hitam dengan baik. Campurkan dalam cuka hingga seperti salep. Oleskan ke kepala setelah cukur, atau oleskan ke pangkal rambut jika belum dicukur. Kemudian jemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih seperempat jam. Rambut jangan dicuci kecuali setelah lima jam. Ulangi setiap hari selama satu minggu.
5. Vertigo dan Sakit Telinga. Setetes minyak jintan hitam dapat mencuci dan membersihkan telinga. Juga dapat digunakan sebagai minuman. Bersamaan dengan itu, oleskan ke pelipis dan tengkuk atas izin Allah rasa pening akan sirna.
6. Alopesia (Botak). Ambil satu sendok jintan hitam yang telah dihaluskan secara baik, secangkir cuka kadar rendah dan satu sendok kecil perasan bawang merah. Aduklah semuanya sehingga menyerupai salep. Oleskan ke daerah yang botak setelah mencukur rambut-rambut halus di sana dan mengeriknya hingga sedikit berdarah. Kemudian balurkan di atasnya. Biarkan dari pagi hingga sore. Setelah itu oleskan minyak jintan hitam. Ulangi selama seminggu.
7. Herpes. Olesi herpes tersebut dengan minyak jintan hitam tiga kali dalam sehari. Dalam waktu beberapa hari Insya Allah akan sirna.
8. Menghadapi persalinan. Salah satu yang paling memudahkan wanita melahirkan adalah jintan hitam yang direbus dengan sedikit madu dan rebusan camomile. Jintan hitan merupakan pencuci rahim yang sangat bermanfaat bagi wanita. Dengan menggunakan beberapa tetes minyak jintan hitam setiap kali minum panas dapat mengobati segala jenis penyakit wanita. Hal itu sebagai rahmat bagi wanita agar tidak memperlihatkan auratnya kepada para dokter pria, karena hal demikian haram.
9. Sakit Gigi, Amandel, dan Pangkal Tenggorokan. Jintan hitam direbus. Lalu gunakan air rebusannya untuk berkumur (usahakan air sampai menyentuh pangkal tenggorokan). Ini sangat bermanfaat untuk mengobati segala jenis penyakit mulut dan pangkal tenggorokan. Selain itu, minumlah satu sendok bubuk jintan hitam dicampur air hangat. Untuk penyakit pangkal tenggorokan, oleskan pula minyaknya dari luar. Untuk sakit gusi, bisa dioleskan dari dalam.
10. Gondok. Ambil bubuk jintan hitam, aduk dengan madu dan beberapa tetes royal jelly, minumlah tiap hari selama satu bulan. Anda akan lihat gondok mengempis secara wajar, karena segala sesuatu ditentukan dengan ukuran. Subhanallah, Dzat Yang Maha Pencipta Lagi Menguasai.
11. Jerawat. Ambil bubuk jintan hitam, aduk dengan minyak wijen dan satu sendok tepung gandum. Oleskan ke seluruh wajah pada sore hari. Pada pagi harinya, basuh dengan air hangat dan sabun. Ulangi selama seminggu. Alangkah baiknya jikadibarengi dengan minum minuman panas yang dicampuri bubuk jintan hitam.
12. Segala Jenis Penyakit Kulit. Ambil minyak jintan hitam, minyak mawar dan tepung gandum. Kedua minyak tersebut ukurannya sama, untuk gandum dua kali lipat. Kemudian campur dengan baik sehingga menjadi adonan. Sebelum diobati, bersihkan dulu bagian yang sakit dengan kapas yang dibasahi alkohol kadar rendah dan jemurlah di bawah sinar matahari, kemudian olesi dengan adonan itu setiap hari. Hindari hal-hal yang menyebabkan alergi, seperti ikan, telor, mangga dan sejenisnya.
13. Kutil. Ambil bubuk jintan hitam, aduk dengan alkohol, kemudian gosokkan pada tempat tumbuhnya kutil dengan menggunakan kain wol atau katun setiap pagi dan sore selama seminggu. Jangan bosan sampai hilang, atas pertolongan Allah. Atau, gosoklah kutil dengan daun jarak. Setelah kering, minyaki dengan minyak jintan hitam. Sungguh mujarab.
14. Vitiligo dan Kusta. Yang dibutuhkan pacar, jintan hitam dan bubuk kulit tokek (biasa dijual di toko obat). Ambil tiap bagian dengan ukuran satu sendok. Aduki dalam sebuah bejana bersama cuka secukupnya, lalu dibuat salep dari bahan-bahan di atas yang berfungsi untuk mengembalikan melanin kulit. Lakukan hal itu setiap hari selama satu bulan. Keringkan dari air setiap pagi, pada siang hari jemur di bawah matahari.
15. Agar Wajah Tampak Bersinar dan Tampan. Aduk bubuk jintan hitam dengan minyak zaitun. Oleskan ke muka dan sedikit panaskan sinar matahari di sembarang siang dan sembarang hari.
16. Mempercepat Bersatunya yang Patah. Makanlah sup ads yang dicampur dengan bawang putih, telur rebus dan satu sendok besar tepung jintan hitam. Selain itu, pijit dan urut setiap hari daerah tulang yang patah yang telah dibungkus dengan gips dengan minyak jintan hitam. Setelah bungkusan gips dibuka, oleskan minyak jintan hitam hangat setiap hari
17. Luka Memar. Rebus dengan baik dua genggam jintan hitam dalam bejana berisi air. Gunakan sebagai penghangat pada bagian yang memar selama seperempat jam atau lebih sambil menggerak-gerakkannya. Setelah itu olesi dengan minyak jintan hitam, biarkan tidak terbalut.Jangan membawa beban yang berat atau membebani bagian yang sakit. Lakukan hal itu setiap hari sebelum tidur.
18. Rematik. Panaskan minyak jintan hitam. Urutkan pada tempat rematik kuat-kuat, seakan anda mengurut tulang, bukan kulit. Minumlah pula minyak jintan hitan yang telah dipanaskan itu dicampur sedikit madu sebelum tidur. Lakukan hal itu terus menerus. Yakinlah bahwa kau akan sembuh atas izin dan karamah Allah.
19. Kencing Manis. Ambil sekitar satu gelas jintan hitam kemudian tumbuk, satu sendok besar empedu yang dihaluskan, setengah gelas biji seledri, satu gelas delima yang telah dihaluskan, satu gelas biji kubis yang telah dikeringkan dan ditumbuk. Lalu, tambahkan satu sendok kecil asafetida (damar karet), semuanya diaduk. Konsumsilah ramuan ini satu sendok setiap bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan lain. Bisa dicampur dengan yoghurt guna memudahkan larut.
20. Tekanan Darah Tinggi. Beri beberapa tetes minyak jintan hitam setiap kali anda minum air panas. Alngkah baiknya jika anda meminyaki badan dengan minyak jintan dan berjemur di bawah sinar matahari meskipun hanya seminggu sekali. Atas kemuliaan Allah, anda akan sehat wal ‘afiat. Bergembiralah, jangan sekali-kali putus asa. Allah Maha Penyayang, Pemurah dan Maha Pengampun.
21. Melarutkan Kolesterol dalam Darah. Ambil satu sendok tepung jintan hitam, satu sendok achiliya (rumput seribu daun), tumbuhan ini dikenal dengan baik oleh penduduk Syam. Aduk keduanya dalam secangkir madu. Minumlah setiap pagi habis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan lain.
22. Nephritis (Radang Ginjal). Buatlah tapal bubuk jintan hitam yang dicampur dengan minyak zaitun. Lumaskan pada bagian perut pada arah ginjal yang terasa sakit. Barengi dengan minum satu sendok bubuk jintan hitam setiap hari sehabis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan lain, selama satu minggu saja. Atas pertolongan Allah, radang ginjal akan sirna.
23. Menghancurkan dan Melarutkan Batu. Ambil satu cangkir jintan hitam, haluskan kemudian campur dengan satu gelas madu. Tambahkan tiga siung bawang merah yang telah dicincang-cincang. Minumlah sepertiganya sebelum makan setiap hari. Ulangi tiap hari. Alangkah baiknya jika setelah makan anda makan limau beserta kulitnya, karena hal itu akan membersihkan dan membasminya.
24. Susah Buang Air Kecil. Oleskan minyak jintan hitam pada area antara pangkal zakar hingga pusar sebelum tidur. Barengi dengan minum satu gelas jintan hitam yang direbus dan dicampur madu, setiap hari sebelum tidur.
25. Ngompol. Yang diperlukan adalah jintan hitam serta kulit telur yang telah dibersihkan dan dipanggang. Kemudian ditumbuk bersama jintan hitam tersebut. Minumkan kepada anak anda satu sendok kecil bersama satu gelas susu selama satu minggu, kapan saja ia mau.
26. Edema. Bungkuslah adonan jintan hitam dan cuka, kemudian letakkan sebagai tapal pada tempat yang sakit. Sebelumnya letakkan kain kasa sebagai lambaran. Selain itu, makan satu sendok jintan hitam pagi dan sore selama satu minggu. Bagi penderita penyakit ini, silahkan mencoba, anda akan lihat hasilnya
27. Hepatitis. Hal ini memerlukan kesabaran, tapi yakinlah bahwa setelah bersabar dan mengkonsumsi jintam hanya ada kesembuhan. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam dan seperempat sendok bubuk kayu gaharu. Keduanya diaduk dengan madu dan diminum setiap hari sehabis bangun tidur, sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Lakukan selama dua bulan berturut-turut.
28. Demam Ketulangan. Kulit landak kering yang sudah lama dipanaskan bersama dengan jintan hitam hingga mengeluarkan uap. Hirup uapnya. Barengi dengan minum minyak jintan hitam yang dicampu dengan jus limau setiap pagi dan sore. Atas kodrat dan irodat Allah, pada hari yang pertama demam akan sirna.
29. Batu Empedu. Ambil satu sendok jintan hitam, seperempat sendok empedu yang dihaluskan dan satu gelas madu. Campurkan hingga seperti selai dan makanlah setiap hari sampai wajah tampak kemerah-merahan dan hilang semua pengerutan pada kandung empedu. Bersyukurlah pada Allah atas segala nikmat yang tak terhingga.
30. Limpa. Balurkan adonan jintan hitam dan minyak zaitun setelah dipanasi pada bagian kiri bawah tulang rusuk pada sore hari. Pada saat yang sama, minumlah susu campur madu yang ditetesi empat tetes minyak jintan hitam. Setelah dua minggu berturut-turut limpa anda akan sehat dan aktif kembali. Alhamdulillah.
31. Segala Jenis Penyakit Dada dan Flu. Masukkan satu sendok besar minyak jintan hitam dalam bejana berisi air. Didihkan sehingga timbulk uap. Hirup uap itu, dan untuk memudahkan, letakkan penutup di atas kepala. Lakukan ini setiap hari sebelum tidur. Sertai dengan minuman rebusan thymus vulgaris yang dicampur dengan bubuk jintan hitam setiap pagi dan sore.
32. Mengatasi Sakit Jantung dan Melancarkan Peredaran Darah. Yakinlah akan sabda Rasulullah saw, karena itu merupakan konsekuensi iman. Ketika Rasul memberitakan kepada kita bahwa jintan hitam adalah obat bagi segala penyakit, maka jangan ragu sedikit pun bahwa ia merupakan obat bagi segala penyakit yang menimpa manusia. Penderita sakit jantung jangan sampai putus asa dari rahmat Allah SWT. Yang harus dilakukannya adalah banyak mengkonsumsi jintan hitam, baik sebagai makanan atau minuman kapan saja.
33. Kolik Usus. Rebuslah adas manis, jintan putin dan mentol dengan takaran yang sama hingga mendidih. Bubuhkan sedikti gula pasir atau madu, danteteska minyak jintan hitam. Minumlah ketika masih panas. Balurlah tempat yang terasa nyeri dengan minyak jintan hitam. Atas izin Allah dan ‘afiatNya, selang beberapa menit nyeri akan hilang.
34. Diare (mencret). Ambil perasan seledri air yang dicampur dengan satu sendok besar biji jintan hitam yang telah ditumbuk. Minum tiga kali sehari sehingga mampet (diare berhenti). Pada hari kedua hentikan mengkonsumsinya hingga tidak terjadi sembelit (sulit buang air).
35. Mual. Rebus jintan hitam dan cengkih dengan baik. Minumlah tanpa pemanis tiga kali sehari. Kadang pada hari ketiga ketulian dan perasaan mual sudah hilang atas izin Allah SWT.
36. Masuk Angin dan Kontraksi. Minum satu sendok bubuk jintan hitam setiap pagi sehabis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Setelah itu, minum air hangat yang dicampur madu kira-kira tiga sendok. Ulangi setiap hari selama satu minggu.
37. Keasaman. Teteskan beberapa tetes minyak jintan hitam ke dalam air panas yang dicampuri madu atau gula. Minumlah, niscaya penyakit tersebut akan sirna tak berbekas.
38. Radang Usus Besar. Ambil kurang lebih satu sendok jintan hitam, satu sendok akar licorice, masukka ke dalam jus buah beserta bijinya. Minumlah. Sungguh sangat bermanfaat untuk menghilangkan sakit radang usus besar, menambah gairah, dan melemaskna otot-otot. Sehingga penderita dapat istirahat dengan baik.
39. Sakit Mata. Oleskan minyak jintan hitam pada kedua kening, sekitar mata dan kelopak mata. lakukan sebelum tidur. Barengi dengan meminum beberapa tetes minyak jintan hitam yang dicampurkan dalam sembarang minuman panas atau jus wortel.
40. Amebiasis. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam dan satu sendok bawang putih yang telah diiris. Campurkan ke dalam satu gelas hangat jus tomat yang dibubuhi sedikit garam. Minum setiap hari sehabis bangun tidur sebelum Menkonsumsi makanan apa pun. Lakukan selama dua minggu berturut-turut. Anda akan sehat wal ‘afiat dan merasa bahagia, tentunya atas izin Allah SWT.
41. Schistosomiasis (Bilharziasis). Makanlah satu sendok jintan hitam setiap pagi dan sore, boleh juga dengan sepotong roti dan keju. Barengi dengan membalur rusuk bagian kanan dengan krim jintan hitam sebelum tidur. Lakukan selama tiga bulan. Bersamaan dengan hilangnya penyakit itu akan timbul stamina dan vitalitas baru.
42. Cacingan. Makanlah di pagi hari sandwich panas, yang diisi satu sendok bubuk jintan hitam, tiga siung bawang putih, satu sendok minyak zaitun, merica dan tiga butir biji labu. Minumlah minyak adas atau minyak pohon jarak sekali saja.
43. Mandul. Tiga bahan sudah mencukupi, yaitu bubuk jintan hitam, susu bubuk, dan benih lobak dengan takaran yang sama. Ambil satu sendok setiap pagi dan sore, campurkan pada setengah gelas madu, kemudian makanlah. Barengi dengan minum satu gelas besar susu unta. Jika Allah berkehendak, keinginan anda akan terkabul. Jika Allah berkehendak, maka masalahnya lain.
44. Prostat. Oleskan minyak jintan hitam pada bagian bawah punggung. Oleskan pula pada bagian bawah pelir sambil mengurutnya dengan gerakan memutar. Campurkan satu sendok bubuk jintan hitam dan seperempat sendok kecil empedu ke dalam setengah gelas madu yang dituangkan ke dalam air hangat. Minum setiap hari, kapan saja anda mau.
45. Asma. Hiruplah uap minyak jintan hitam yang dipanaskan, setiap pagi dan sore. Minumlah satu sendok bubuk jintan hitam sebelum makan pagi dan sore setiap hari. Barengi dengan mengolesi dada dan pangkal tenggorokan dengan minyak jintan hitam setiap hari sebelum tidur.
46. Luka Bernanah. Sepuluh tetes minyak jintan hitam dan satu sendok bubu kulit delima kering dicampurkan ke dalam satu cangkir madu. Dengan barokah Allah, makanlah setiap hari sehabis bangun tidur, sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Barengi dengan minum satu gelas susu tawar. Lakukan selama dua bulan terus menerus.
47. Kanker. Olesi dengan minyak jintan hitam tiga kali sehari. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam, campurkanlah ke dalam satu gelas jus wortel. Minumlah sehabis makan. Lakukan secara teratur selama tiga bulan seraya berdoa dan membaca Al Quran secara kontinyu. Akan anda saksikan keajaiban atas kuasa Allah SWT.
48. Kelemahan seksual. Ambil satu sendok bubuk jintan hitam, kemudian campurkan dengan tujuh telur ayam kampung. Konsumsilah ini terus menerus selama kurang lebih satu bulan. Walaupun anda kakek berumur seratus dua puluh tahun serasa seperti pemuda berumur dua puluh tahun saja, atas kodrat dan irodahNya. Insya Allah.
49. Kelemahan Umum. Haluskan satu gelas jintan hitam kering, campur dengan susu bubuk dan satu sendok kecil ambergris yang dicairkan. Semuanya diaduk dalam bejana berisi madu seperti selai. Makanlah seperti selai setiap hari di sembarang waktu, tapi harus dengan roti gandum lokal.
50. Menambah Nafsu Makan. Beberapa menit sebelum menyantap makanan, ambil satu sendok jintan hitam, haluskan dengan gigi gerahammu. Setelah itu minumlah satu cangkir air dingin yang dicampur beberapa tetes cuka. Anda akan melihat hasilnya. Tapi hati-hati, jengan sampai kekenyangan.
51. Lesu dan Malas. Minum sepuluh tetes minyak jintan hitam yang dicampur dalam jus jeruk setiap pagi sehabis bangun tidur sebelum mengkonsumsi makanan apa pun. Lakukan secara rutin selama sepuluh hari. Setelah itu, anda akan terlihat enerjik dan dada terasa lapang. Dengan catatan, jangan tidur pagi setelah sholat shubuh. Biasakan tidur selepas isya dan banyak berdzikir.
52. Menyegarkan dan Mencerdaskan Pikiran. Campurkan madu dan tujuh tetes minyak jintan hitam dalam rebusan na’na. Minumlah ketika masih hangat kapan saja. biasakan sebagai pengganti minum teh dan kopi. Dalam waktu singkat, pikiran anda terbuka dan otak menjadi cerdas. Anda akan dapat menghafal apa saja yang anda inginkan. Sebaiknya, hafalkan ayat-ayat Al Quran karena itulah setinggi-tinggi apa yang ingin kita hafalkan.
(Sumber; Buku “Mukjizat Kesembuhan”, Penulis : Abul Fida’ Muhammad ‘Izat ‘Arif)
“Allahumma arinal haqqa, haqqaa, warzuqnattiba’ah, wa arinal baathila baathila, warzuqnajtinabah” “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang haq (benar) itu sebagai haq (benar), dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya (memperjuangkannya), dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya (menghapuskannya).
Sunah berupa larangan memotong rambut bagi yang akan berqurban
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
_*Larangan Sunah Bagi Seseorang yang Hendak Berkurban*_
*Seseorang yang hendak berkurban dilarang untuk memotong kuku dan rambut ketika sudah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan kurbannya disembelih.*
Dalilnya hadis dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
”Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.”
(HR. Muslim 5236, Abu Daud 2793, dan yang lainnya).
Keterangan:
Rambut dan kuku yang dilarang untuk dipotong dalam hadis di atas adalah rambut dan kuku shohibul kurban, bukan rambut dan kuku hewan kurban. karena kata ganti yang digunakan dalam kalimat ‘شَعْرِهِ’ dan ‘أَظْفَارِهِ’ adalah kata ganti tunggal untuk jenis mudzakar (laki-laki), yaitu kata ganti ‘هـ’. dan ini adalah kata ganti yang kembali kepada pemillik hewan bukan hewannya.
*Larangan sunah tersebut berlaku untuk memotong dengan cara apapun dan untuk bagian kuku dan rambut manapun.* Artinya mencakup larangan mencukur gundul atau mencukur sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (Shahih Fiqih Sunnah, 2/376).
Moga2 manfaat & barokah...آمين
_*Larangan Sunah Bagi Seseorang yang Hendak Berkurban*_
*Seseorang yang hendak berkurban dilarang untuk memotong kuku dan rambut ketika sudah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan kurbannya disembelih.*
Dalilnya hadis dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
مَن كانَ لَهُ ذِبحٌ يَذبَـحُه فَإِذَا أَهَلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
”Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak diqurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.”
(HR. Muslim 5236, Abu Daud 2793, dan yang lainnya).
Keterangan:
Rambut dan kuku yang dilarang untuk dipotong dalam hadis di atas adalah rambut dan kuku shohibul kurban, bukan rambut dan kuku hewan kurban. karena kata ganti yang digunakan dalam kalimat ‘شَعْرِهِ’ dan ‘أَظْفَارِهِ’ adalah kata ganti tunggal untuk jenis mudzakar (laki-laki), yaitu kata ganti ‘هـ’. dan ini adalah kata ganti yang kembali kepada pemillik hewan bukan hewannya.
*Larangan sunah tersebut berlaku untuk memotong dengan cara apapun dan untuk bagian kuku dan rambut manapun.* Artinya mencakup larangan mencukur gundul atau mencukur sebagian saja, atau sekedar mencabutinya. Baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak (Shahih Fiqih Sunnah, 2/376).
Moga2 manfaat & barokah...آمين
Puasa Arofah
Puasa Arofah menghapus dosa sebelum dan satu tahun setelah puasa.
Rasulullah Shalallahu a'laihi wa sallamَ bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“
Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ Ibnu Majah
Bersabda Rasululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, barang siapa puasa hari Arofah (tgl. 9 Dzulhijjah) diampuni baginya 1 th yg akan datang dan setahun sebelumnya. (HR Ibnu Majah)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي قَتَادَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقْدِ اسْتَحَبَّ أَهْلُ الْعِلْمِ صِيَامَ يَوْمِ عَرَفَةَ إِلَّا بِعَرَفَةَ
Puasa (Arofah) 1 hari tgl. 9 Dzulhijjah Riwayat Hadist At-Tirmidzi
Artinya: Puasa hari arofah Aku (Nabi Muhammad SAW) mencari pahala atas Alloh menghapus dosa satu tahun sebelum dan sesudah puasa,
Semoga manfaat dan barokah.
Rasulullah Shalallahu a'laihi wa sallamَ bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“
Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).
عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ Ibnu Majah
Bersabda Rasululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, barang siapa puasa hari Arofah (tgl. 9 Dzulhijjah) diampuni baginya 1 th yg akan datang dan setahun sebelumnya. (HR Ibnu Majah)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَرِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي قَتَادَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقْدِ اسْتَحَبَّ أَهْلُ الْعِلْمِ صِيَامَ يَوْمِ عَرَفَةَ إِلَّا بِعَرَفَةَ
Puasa (Arofah) 1 hari tgl. 9 Dzulhijjah Riwayat Hadist At-Tirmidzi
Artinya: Puasa hari arofah Aku (Nabi Muhammad SAW) mencari pahala atas Alloh menghapus dosa satu tahun sebelum dan sesudah puasa,
Semoga manfaat dan barokah.
Dan Rasulullah pun menangis
By. Dave Ariant Yusuf
Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.
Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak sebagaimana biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.
Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.
“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.
Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka dengan palu-palu dari api”.
Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”
Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.
“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.
“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah
“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.
Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.
Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya” Hadits Riwayat Az Zawajir.
Semoga manfaat dan barokah.
Manfaat manasik haji
Pentingnya Mengikuti Manasik Sebelum Beribadah Haji
Manasik Haji merupakan salah satu program yang diadakan oleh berbagai biro perjalanan haji. Karena pentingnya manasik ini, bahkan banyak Ulama mengatakan hukumnya adalah fardu atau yang harus diikuti. Terdapat berbagai metode manasik yang semuanya memiliki satu tujuan yaitu memudahkan calon jamaah haji dalam mempelajari rukun-rukun ibadah haji. Program Manasik Haji sangat membantu jamaah khususnya yang baru pertama kali beribadah haji. Berikut adalah beberapa poin mengenai pentingnya mengikuti manasik sebelum beribadah haji.
Prosesi Manasik Haji
Setiap jamaah haji tentunya membutuhkan pemahaman yang utuh tentang rukun-rukun haji. Oleh karena itu setiap jamaah haji mesti mempelajari berbagai rukun-rukun haji tersebut lewat manasik haji. Prosesi manasik haji biasanya dilakukan oleh beberapa pembimbing (ustadz, petugas biro haji, akademisi dan lain-lain) yang akan memberikan informasi mengenai hal-hal penting tentang peribadatan haji seperi wajib haji, rukun haji, amalan sunnah, larangan-larangan dan lain-lain. Selain menggunakan bahasa verbal, para pembimbing tersebut juga akan memberikan berbagai panduan berbentuk modul ataupun buku pada umumnya. Namun di era digital ini, banyak dari biro haji yang memanfaatkan perangkat multimedia dalam prosesi manasik haji.
Karena pentingnya manasik sebelum beribadah haji, maka setiap jamaah harus mengetahui berbagai hal mendetail tentang rukun-rukun haji. Bagi Anda yang belum mengetahui manfaat apa saja yang bisa didapatkan dalam manasik, berikut beberapa manfaat manasik haji:
Tanpa mengetahui hal-hal penting dalam ibadah haji seperti rukun, sunah, wajib haji dan lainnya maka calon jemaah haji hanya akan menjalankan syubhat. Dengan manasik, jamaah haji akan mengetahui esensi dan juga hubungannya dengan ketauhidan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Calon jamaah haji bisa mempelajari dan mengamalkan berbagai hal secara mendetail, terperinci dan sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah.
Dengan manasik, baik jamaah maupun biro perjalanan tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan saat jamaah berada di tanah suci.
Calon jamaah haji juga akan diberikan gambaran jelas mengenai lokasi-lokasi yang akan dimasuki saat ibadah haji.
Manasik juga memberikan kesempatan bagi para jamaah untuk saling berkomunikasi dan berkenalan, hal ini sangat berguna terutama untuk kenyamanan selama ibadah haji.
Dengan mengetahui berbagai hal tentang ibadah haji, jemaah akan lebih tenang dan nyaman selama menjalani ibadah haji.
Demikianlah ulasan mengenai pentingnya mengikuti manasik sebelum beribadah haji. Jika Bapak Ibu ingin menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah maka Bapak Ibu bisa mendaftar Haji di Multazam Utama Tour yang mempunyai Muthowif - Muthowif berpengalaman dalam pelaksanaan Ibadah Haji.
Info bisa buka linknya
http://www.multazam.co.id/
Semoga Bermanfaat
Manasik Haji merupakan salah satu program yang diadakan oleh berbagai biro perjalanan haji. Karena pentingnya manasik ini, bahkan banyak Ulama mengatakan hukumnya adalah fardu atau yang harus diikuti. Terdapat berbagai metode manasik yang semuanya memiliki satu tujuan yaitu memudahkan calon jamaah haji dalam mempelajari rukun-rukun ibadah haji. Program Manasik Haji sangat membantu jamaah khususnya yang baru pertama kali beribadah haji. Berikut adalah beberapa poin mengenai pentingnya mengikuti manasik sebelum beribadah haji.
Prosesi Manasik Haji
Setiap jamaah haji tentunya membutuhkan pemahaman yang utuh tentang rukun-rukun haji. Oleh karena itu setiap jamaah haji mesti mempelajari berbagai rukun-rukun haji tersebut lewat manasik haji. Prosesi manasik haji biasanya dilakukan oleh beberapa pembimbing (ustadz, petugas biro haji, akademisi dan lain-lain) yang akan memberikan informasi mengenai hal-hal penting tentang peribadatan haji seperi wajib haji, rukun haji, amalan sunnah, larangan-larangan dan lain-lain. Selain menggunakan bahasa verbal, para pembimbing tersebut juga akan memberikan berbagai panduan berbentuk modul ataupun buku pada umumnya. Namun di era digital ini, banyak dari biro haji yang memanfaatkan perangkat multimedia dalam prosesi manasik haji.
Karena pentingnya manasik sebelum beribadah haji, maka setiap jamaah harus mengetahui berbagai hal mendetail tentang rukun-rukun haji. Bagi Anda yang belum mengetahui manfaat apa saja yang bisa didapatkan dalam manasik, berikut beberapa manfaat manasik haji:
Tanpa mengetahui hal-hal penting dalam ibadah haji seperti rukun, sunah, wajib haji dan lainnya maka calon jemaah haji hanya akan menjalankan syubhat. Dengan manasik, jamaah haji akan mengetahui esensi dan juga hubungannya dengan ketauhidan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Calon jamaah haji bisa mempelajari dan mengamalkan berbagai hal secara mendetail, terperinci dan sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah.
Dengan manasik, baik jamaah maupun biro perjalanan tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan saat jamaah berada di tanah suci.
Calon jamaah haji juga akan diberikan gambaran jelas mengenai lokasi-lokasi yang akan dimasuki saat ibadah haji.
Manasik juga memberikan kesempatan bagi para jamaah untuk saling berkomunikasi dan berkenalan, hal ini sangat berguna terutama untuk kenyamanan selama ibadah haji.
Dengan mengetahui berbagai hal tentang ibadah haji, jemaah akan lebih tenang dan nyaman selama menjalani ibadah haji.
Demikianlah ulasan mengenai pentingnya mengikuti manasik sebelum beribadah haji. Jika Bapak Ibu ingin menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah maka Bapak Ibu bisa mendaftar Haji di Multazam Utama Tour yang mempunyai Muthowif - Muthowif berpengalaman dalam pelaksanaan Ibadah Haji.
Info bisa buka linknya
http://www.multazam.co.id/
Semoga Bermanfaat
Makanan untuk belatung buta
Diriwayatkan, suatu hari Nabi Sulaiman AS. tengah duduk di tepian laut, tiba-tiba beliau melihat semut membawa sebulir gandum di mulutnya ke laut, lalu muncul seekor katak dari dalam air. Katak tersebut membuka mulutnya, membiarkan semut masuk ke dalamnya lalu katak menyelam kembali ke dalam lautan.
Melihat kejadian tersebut, Nabi Sulaiman AS. menjadi takjub dan terus memikirkannya. Beberapa saat kemudian, katak muncul kembali lalu membuka mulut. Maka keluarlah semut dari mulutnya. Namun, sudah tak tampak lagi bulir gandum yang dibawanya tadi. Nabi Sulaiman AS., kemudian mencari dan bertanya perihal gandum tersebut. Menjawablah semut, "Wahai Nabinya Allah, sungguh di dasar laut ada batu berlubang yang di dalamnya hidup seekor belatung buta, makhluk ciptaan Allah yang terus bertasbih kepada-Nya dan mendoakan rahmat untuk orang mukmin. Allah memerintahkan pada saya untuk memberi makan untuknya. Allah juga memerintahkan pada katak untuk membuka mulut agar saya bisa masuk dan katak membawa saya bersama gandum kepadanya, begitu pula hingga saya kembali ke daratan ini."
Dengan terheran, Nabi Sulaiman AS., bertanya, "Apa kau mendengarnya bertasbih?"
Semut menjawab, "Ya. Dia bertasbih, Wahai Dzat yang tidak pernah melupakanku yang di dalam lubang batu, di bawah dasar lautan yang dalam ini, jangan lupa merahmati hamba-hambaMu yang mukmin, Wahai yang melebihi sayangnya yang Penyayang."
--
Hikmah yang bisa diambil dari cerita ini salah satunya adalah bahwa Allah SWT telah mengatur rezeki kita, sekalipun kita dalam kondisi terlemah sekalipun, jika kita selalu mengingat dan beribadah pada-Nya, Allah Maha Penyayang selalu punya cara memberi rezeki untuk orang-orang yang beriman
Agar istrimu tetap cantik dimatamu
~untuk kita renungkan~
Seorang pria mengatakan:
🔸ﺣﻴﻦ ﺃﻋﺠﺒﺖ ﺑﺰﻭجتى .. ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﻧﻈﺮﻱ
ﻛﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﺨﻠﻖ ﻣﺜﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ
Dulu, saat aku mengagumi istriku, dalam pandanganku
seakan-akan Allah tidak menciptakan wanita sepertinya di dunia ini.
🔸ﻭﻟﻤﺎ ﺧﻄﺒﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﻣﺜﻠﻬﺎ
Saat aku meminangnya, ternyata aku melihat banyak wanita yang sepertinya.
🔸ﻭﻟﻤﺎ ﺗﺰﻭﺟﺘﻬﺎ .. ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﻳﻦ ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻨﻬﺎ
Saat aku menikahinya, ternyata aku melihat banyak wanita yang lebih cantik darinya.
🔸ﻓﻠﻤﺎ ﻣﻀﺖ ﺑﻀﻌﺔ ﺃﻋﻮﺍﻡ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺍﺟﻨﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺃﻥ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨَﺴَﺎﺀِ ﺃﺣْﻠَﻰ ﻣِﻦْ ﺯَﻭﺟَﺘِﻲ !
Setelah berlalu beberapa tahun dari pernikahan kita, ternyata aku melihat semua wanita
jauh lebih menawan dari istriku.
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺃﻓﺄﺧﺒﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻫﻮ ﺃﺩﻫﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﺃﻣﺮّ ؟ !
Seorang Syeikh lantas bertanya, "Maukah kau aku beritahu tentang kenyataan yang lebih lebih dahsyat dan lebih pahit dari itu..?
🔸ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﺑﻠﻰ
Laki-laki itu menjawab, "Tentu saja mau"
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻚ ﺗﺰﻭﺟﺖ ﻛﻞ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ..
ﻟﺮﺃﻳﺖ ﺍﻟﻜﻼﺏ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺷﻮﺍﺭﻉ ﺍﻟﻤﻨﺎﻃﻖ ﺍﻟﺸﻌﺒﻴﺔ
ﺃﺟﻤﻞ ﻣﻦ ﻛﻞّ ﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ !!
Sang Syeikh kemudian menimpali, "Sekiranya kamu menikah dengan
semua wanita yang ada di dunia ini,
maka kamu akan melihat anjing anjing (betina)
yang tersesat di jalan jauh lebih cantik dari semua wanita yang ada di dunia"
🔸ﺍﺑﺘﺴﻢ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﺑﺘﺴﺎﻣﺔ ﺧﻔﻴﻔﺔ ﻭﻗﺎﻝ : ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﺫﻟﻚ ؟
Laki-laki tadi tersenyum ringan lalu bertanya, "Kenapa anda berkata seperti itu ?".
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﻟﻴﺴﺖ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﺘﻚ، ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﺃﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ
ﺇﺫﺍ ﺃﻭﺗﻲ ﻗﻠﺒﺎً ﻃﻤّﺎﻋﺎً، ﻭﺑﺼﺮﺍً ﺯﺍﺋﻐﺎً،
ﻭﺧﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ
ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﻤﻸ ﻋﻴﻨﻪ ﺇﻻ ﺗﺮﺍﺏ ﻣﻘﺒﺮﺗﻪ .. ﻣﺸﻜﻠﺘﻚ ﺃﻧﻚ ﻻ ﺗﻐﺾّ ﺑﺼﺮﻙ ﻋﻤﺎ ﺣﺮّﻡ ﺍﻟﻠﻪ
ﺃﺗﺮﻳﺪ ﺷﻴﺌﺎً ﺗﺮﺟﻊ ﺑﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻚ ﺇﻟﻰ ﺳﺎﻟﻒ ﻋﻬﺪﻫﺎ ( ﺃﺟﻤﻞﻧﺴﺎﺀ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ) ؟
Syeikh menjawab, "Masaalahnya bukan pada istrimu, masalahnya bila manusia memiliki hati yang rakus dan mata yang jelalatan, serta tak lagi punya rasa malu kepada Allah, maka tidak ada yang dapat menutupi matanya kecuali tanah kuburannya.
Permasaalahanmu, kamu tidak bisa menundukkan pandanganmu dari hal-hal yang diharamkan Allah.
Apakah kamu ingin sesuatu yang akan membuat istrimu selalu terlihat seperti dulu (wanita yang paling cantik di dunia ) ?
🔸ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺟﻞ : ﻧﻌﻢ
Laki-laki itu menjawab, "Ya".
🔸ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﺍﻏﻀﺾ ﺑﺼﺮﻙ
Syeikh mengatakan, "Tundukkan pandanganmu"
🔸Catatan:
Allah azza wa jalla berfirman:
"Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan."
(An-Nur 24:30)
🔸Saya kira, ayat diatas bisa difahami bersama, sehingga tidak perlu ditafsirkan lagi. Di dalamnya Allah mewajibkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menundukkan pandangan serta menyebutkan hikmah dari kewajiban tersebut, berupa terjaganya kesucian dan kehormatan diri.
🔸Dahulu, jauh sebelum datangnya islam, masyarakat jahiliyah telah mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah bagian dari akhlak terpuji. Antarah bin Syaddad, seorang penyair kawakan pada masa jahiliyah mengatakan, "
🔸وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي # حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku, saat istri tetanggaku nampak, begitulah hingga ia masuk ke dalam rumahnya"
🔸Prof. DR. Abdurrazzaq Al-Badr memberi komentar bahwa, ”inilah salah satu diantara akhlak mulia yang dipraktekkan oleh masyarakat pada zaman jahiliyah, namun sangat memprihatinkan justru di zaman sekarang (sebagian) kaum muslimin malah meninggalkannya.”
🔸Ingat..!
العَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَّظْرُ
“Dua mata itu berzina, dan zina keduanya adalah dengan pandangan” (HR. Muslim)
🔸Bagaimana bila tak sengaja memandang..?
Ingat kembali pesan Rasulullah kepada sahabat Ali bin Abi Thalib -radhiallahu anhu-:
يَا عَلِيّ ُ..! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ
“Wahai Ali.. jangan kau ikutkan pandangan pertama (tanpa sengaja) dengan pandangan selanjutnya, karena bagimu pandangan yang pertama dan tidak halal bagimu
Kisah Zahid
Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia merupakan salah seorang Ahlus Suffah yang tinggal di Masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya, tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya dengan agak gugup.
"Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW menyapa.
"Allah bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid.
"Maksudku bukan itu. Kenapa selama ini engkau membujang saja ? Apakah engkau tidak ingin menikah ?" tanya Rasulullah SAW.
Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini adalah seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah ?"
"Asal engkau mau, itu urusan yang mudah !" kata Rasulullah SAW.
Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada seorang wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawa ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.
"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia untuk diberikan lepadamu saudaraku."
Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan buatku."
Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi perkawinan Arab yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.
Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah ?"
Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong ?"
Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai Ayah, kenapa sedikit tegang dengan tamu ini ? Bukankah lebih baik disuruh masuk?"
"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," kata ayahnya.
Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai Ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya. Mereka semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah !" kata Zulfah merasa dirinya terhina.
Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai saudaraku, bukan aku menghalanginya. Tetapi engkau tahu sendiri bahwa anakku tidak mau dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak."
Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama Rasul ?"
Akhirnya Said berkata, "Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah."
Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah tidak berkata bahwa yang melamar ini adalah Rasulullah, kalau begitu segera saja wahai Ayah, kawinkan aku dengan pemuda ini. Karena aku ingat firman Allah dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) diantara mereka ialah ucapan, 'Kami mendengar, dan kami taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung'". (Qs. An Nur : 51)"
Pada hari itu Zahid merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini ia merasakan bahagia yang tiada tara. Segera setelah itu, Zahid pamit pulang. Sampai di masjid ia langsung bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.
"Bagaimana Zahid ?" tanya Rasulullah.
"Alhamdulillah diterima ya Rasul," jawab Zahid.
"Sudah ada persiapan ?"
Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."
Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, 'Ustman, dan 'Abdurrahman bin 'Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.
Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah bersiap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini ?"
Sahabat menjawab, "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, apakah engkau tidak mengerti ?".
Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, "Wahh,, kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus."
Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang ?"
Zahid menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin !"
Lalu Zahid menyitir sebuah ayat yang berbunyi, “Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (Qs. At Taubah : 24).
Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.
Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."
Lalu Rasulullah membacakan Ayat, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(Qs 'Ali Imran : 169-170).
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (Qs. Al Baqarah : 154).
Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfah pun berkata, "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."
Refleksi Hikmah :
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, "Urusan Allah di atas segalanya"
Man, lion and a honeycomb
Once a man saw in his dream, that a lion was chasing him. The man ran to a tree, climbed on to it and sat on a branch. He looked down and saw that the lion was still there waiting for him. The man then looked to his side where the branch he was sitting on was attached to the tree and saw that two rats were circling around and eating the branch. One rat was black and the other one was white. The branch will fall on the ground very soon. The man then looked below again with fear and discovered that a big black snake had come and settled directly under him. The snake opened its mouth right under the man so that he will fall into it. The man then looked up to see if there was anything that he could hold on to. He saw another branch with a honeycomb. Drops of honey were falling from it. The man wanted to taste one of the drops. So, he put his tongue out and tasted one of the falling drops of honey. The honey was amazing in taste. So, he wanted to taste another drop and then another and as a result, he got lost into the sweetness of the honey. He forgot about the two rats eating his branch away, the lion on the ground and the snake that is sitting right under him. Suddenly when the branch broke he remembered all the dangers woke up from his sleep.
Since this was an unique dream, the man went to a pious scholar of Islam to know its meaning. The scholar said "The lion you saw is your death. It always chases you and goes where ever you go. The two rats, one black and one white, are the night and the day. Black one is the night and the white one is the day. They circle around, coming one after another, to eat your time as they take you closer to death. The big black snake with a dark mouth is your grave. It's there, just waiting for you to fall into it. The honeycomb is this world and the sweet drops of honey are the luxuries of this world. We like to taste a little of the luxuries of this world and it's very sweet. Then we want to taste little more and then more. Meanwhile, we get lost into it and we forget about our time, we forget about our death and we forget about our grave."
May Allah wake us up from the sleep and save us before it's too late. Ameen.
Kesabaran Urwah bin Zubair
Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al-Awwam adalah di antara sederet tabiin yang memiliki kucuran mata air hikmah untuk generasi umat sesudah beliau. Adik dari Abdullah bin Zubair ini memberikakan pelajaran tentang nilai sebuah kesabaran.
Suatu hari cucu Abu Bakar Ash-shiddiq ini mendapat tugas untuk menemui khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan, yaitu Damaskus di negeri Syam. Bersama dengan rombongan, ‘Urwah akan menempuh perjalanan dari Madinah menuju Damaskus yang saat ini menjadi negara Yordania.
Ketika melewati Wadil Qura, sebuah daerah yang belum jauh dari Madinah, telapak kaki kiri beliau terluka. Tabiin yang lahir pada tahun 23 Hijriyah ini menganggap biasa lukanya. Ternyata, luka tersebut menanah dan terus menjalar ke bagian atas kaki Urwah.
Setibanya di istana Al-Walid, luka di kaki kiri Urwah tersebut sudah mulai membusuk hingga betis. Urwah pun mendapatkan pertolongan dari Khalifah Al-Walid yang memerintahkan sejumlah dokter untuk memberikan perawatan.
Setelah melalui beberapa pemeriksaan, para dokter yang memeriksa salah seorang murid dari Aisyah binti Abu Bakar ini mempunyai satu kesimpulan. Kaki kiri Urwah harus diamputasi, agar luka yang membusuk tidak terus menjalar ke tubuh.
Urwah menerima keputusan tim dokter ini. Dan dimulailah operasi amputasi. Seorang dokter menyuguhkan Urwah semacam obat bius agar operasi amputasi tidak terasa sakit. Saat itu, Urwah menolak dengan halus.
Beliau mengatakan, “Aku tidak akan meminum suatu obat yang menghilangkan akalku sehingga aku tidak lagi mengenal Allah, walaupun untuk sesaat.”
Mendengar itu, para dokter pun menjadi ragu untuk melakukan amputasi. Saat itu juga, Urwah mengatakan, “Silakan kalian potong kakiku. Selama kalian melakukan operasi, aku akan shalat agar sakitnya tidak sempat kurasakan.”
Mulailah tim dokter memotong kaki Urwah dengan gergaji. Selama proses operasi itu Urwah tampak khusyuk dalam shalatnya. Sedemikian kuatnya ingat kepada Allah saat shalat sampai tidak merasakan saat anggota tubuhnya diamputasi. Masya Allah! Tidak sedikit pun suara rintihan keluar dari mulut beliau.
(Note - Kisah mengenai kekhusyu-an shalat Urwah bin zubair juga disinggung dalam artikel berjudul 'Khusyu' oleh bp. H. Teddy Suratmadji dalam majalah Nuansa Persada terbaru... Yang ingin membacanya bisa menghubungi saya)
Melihat pengalaman yang tidak mengenakkan dari seorang cucu sahabat terkenal itu, khalifah Al-Walid menghampiri Urwah yang masih terbaring. Ia mencoba untuk menghibur.
Tapi, dengan senyum Urwah mengucapkan sebuah kalimat, “Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu. Sebelum ini, aku memiliki dua kaki dan dua tangan, kemudian Engkau ambil satu. Alhamdulillah, Engkau masih menyisakan yang lain. Dan walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku namun masa sehatku masih lebih panjang hari-hari sakit ini. Segala puji hanya untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil, dan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku dari masa sehat.”
Mendengar itu, Khalifah Al-Walid bereaksi, “Belum pernah sekali pun aku melihat seorang tokoh yang kesabarannya seperti dia.”
Beberapa saat setelah itu, tim dokter memperlihatkan potongan kaki yang diamputasi itu kepada Urwah. Melihat potongan kakinya, beliau mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui, tidak pernah sekalipun aku melangkahkan kakiku itu ke arah kemaksiatan.”
Ujian yang Allah berikan kepada Urwah tidak sampai di situ. Malam itu juga, bersamaan dengan telah selesainya operasi pemotongan kaki, Urwah mendapat kabar bahwa salah seorang putra beliau yang bernama Muhammad -putra kesayangannya- meninggal dunia. Muhammad meninggal karena sebuah kecelakaan: ditendang oleh kuda sewaktu sedang bermain-main di dalam kandang kuda.
Dalam keheningan malam itu, Urwah berucap pada dirinya sendiri, “Segala puji hanya milik Allah, dahulu aku memiliki tujuh orang anak, kemudian Engkau ambil satu dan masih Kau sisakan enam. Walaupun Engkau telah memberikan musibah kepadaku, hari-hari sehatku masih lebih panjang dari masa pembaringan ini. Dan walaupun Engkau telah mengambil salah seorang anakku, sesungguhnya Engkau masih menyisakan enam yang lain.”
Kedekatan Urwah bin Zubair dengan doa kepada Allah memang sudah menjadi karakter dalam kehidupnya. Suatu kali, ia pernah mendapati seorang yang shalat kemudian berdoa dengan tampak tergesa-gesa .
‘Urwah memberi nasihat kepada orang itu, “Wahai saudaraku, tidakkah engkau memiliki kebutuhan kepada Rabb-mu dalam shalatmu? Adapun aku, aku selalu meminta sesuatu kepada Allah, hingga jika aku menginginkan garam sekalipun.”
Selain doa, Urwah pun begitu dekat dengan Alquran. Sudah menjadi kebiasaan putera Asma bintu Abu Bakar ini membaca seperempat Alquran di siang hari, kemudian membaca seperempatnya lagi di saat shalat malam. Kebiasaan berlama-lama dalam shalat malam ini terus dilakukan hingga operasi amputasi yang ia alami. Karena sejak itu, ia tidak lagi bisa berdiri seperti sebelumnya.
Walaupun ketika ia melakoni di antara kesibukannya di sebuah kebun, Urwah selalu dekat dengan Alquran. Setiap kali masuk kebun, ia selalu membaca surah Al-Kahfi ayat 39.
Allah berfirman,
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا
Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘Maa syaa Allaah, laa quwwata illaa billaah’ (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap Aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (Al Kahfi: 39)
Seperti itulah di antara hikmah yang diajarkan Urwah bin Zubair. Sabar dan yakin terhadap ayat-ayat-Nya, merupakan kunci sukses seseorang meraih kepemimpinan di dalam agama ini. Sebuah kepemimpinan dalam mengarahkan umat kepada jalan yang lurus sesuai dengan rambu-rambu agama yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sahabat nabi Ukasyah ibnu muhsin
Madinah muram. Di setiap sudut rumah wajah-wajah tertunduk terpekur menatap tanah. Tak ada senyuman yang mengembang, atau senandung cinta yang dilantunkan para ibunda untuk membuai buah hatinya. Sebutir hari terus bergulir, namun semua tetap sama, kelabu.
Ujung waktu selalu saja hening, padahal biasanya kegembiraan mewarnai keseharian mereka. Padahal semangat selalu saja menjelma.
Namun kali ini, semuanya luruh. Tatapan-tatapan kosong, desah nafas berat yang terhembus bahkan titik-titik bening air mata keluar begitu mudah. Sahara menetaskan kesenyapan, lembah-lembah mengalunkan untaian keheningan. Kabar sakitnya manusia yang dicinta, itulah muasalnya.
Setelah peristiwa Haji Wada' kesehatan nabi Muhammad Saw memang menurun. Islam telah sempurna, tak akan ada lagi wahyu yang turun. Semula, kaum muslimin bergembira dengan hal ini. Hingga Abu Bakar mendesirkan angin kematian Rasulullah. Sahabat terdekat ini menyatakan bahwa kepergian kekasih Allah akan segera tiba dan saat itu adalah saat-saat perpisahan dengan purnama Madinah telah menjelang. Selanjutnya bayang-bayang akan kepergian sosok yang selalu dirindu sepanjang masa terus saja membayang, menjelma tirai penghalang dari banyak kegembiraan.
Dan masa pun berselang, masjid penuh sesak, kaum Muhajirin beserta Anshar. Semua berkumpul setelah Bilal memanggil mereka dengan suara adzan. Ada sosok cinta di sana, kekasih yang baru saja sembuh, yang membuat semua sahabat tak melewatkan kesempatan ini. Setelah mengimami shalat, nabi berdiri dengan anggun di atas mimbar. Suaranya basah, menyenandungkan puji dan kesyukuran kepada Allah yang Maha Pengasih. Senyap segera saja datang, mulut para sahabat tertutup rapat, semua menajamkan pendengaran menuntaskan kerinduan pada suara sang Nabi yang baru berada lagi. Semua menyiapkan hati, untuk disentuh serangkai hikmah. Selanjutnya Nabi bertanya.
"Duhai sahabat, kalian tahu umurku tak akan lagi panjang, Siapakah diantara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan kau tunggu hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik".
Semua yang hadir terdiam, semua mata menatap lekat Nabi yang terlihat lemah. Tak akan pernah ada dalam benak mereka perilaku Nabi yang terlihat janggal. Apapun yang dilakukan Nabi, selalu saja indah. Segala hal yang diperintahkannya, selalu membuihkan bening sari pati cinta. Tak akan rela sampai kapanpun, ada yang menyentuhnya meski hanya secuil jari kaki. Apapun akan digadaikan untuk membela Al-Musthafa.
Melihat semua yang terdiam, nabi mengulangi lagi ucapannya yang kedua kalinya, dan kali ini suaranya terdengar lebih keras. Masih saja terlihat para sahabat duduk tenang. Hingga ucapan yang ketiga kali, seorang laki-laki berdiri menuju Nabi. Dialah 'Ukasyah Ibnu Muhsin.
"Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, duhai kekasih Allah, Saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul lambung samping ku" ucap 'Ukasyah.
Mendengar ini Nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah putri kesayangannya, Fatimah. Tampak keengganan menggelayuti Bilal, langkahnya terayun begitu berat, ingin sekali ia menolak perintah tersebut. Ia tidak ingin, cambuk yang dibawanya melecut tubuh kekasih yang baru saja sembuh. Namun ia juga tidak mau mengecewakan Rasulullah. Segera setelah sampai, cambuk diserahkannya kepada Rasul mulia. Dengan cepat cambuk berpindah ke tangan 'Ukasyah. Masjid seketika mendengung seperti sarang lebah.
Sekonyong-konyong melompatlah dua sosok dari barisan terdepan, melesat maju. Yang pertama berwajah sendu, janggutnya basah oleh air mata yang menderas sejak dari tadi, dia lah Abu Bakar. Dan yang kedua, sosok pemberani, yang ditakuti para musuhnya di medan pertempuran, Nabi menyapanya sebagai Umar Ibn Khattab. Gemetar mereka berkata:
"Hai 'Ukasyah, pukullah kami berdua, sesuka yang kau dera. Pilihlah bagian manapun yang paling kau ingin, kisaslah kami, jangan sekali-kali engkau pukul Rasul"
"Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan kalian", Nabi memberi perintah secara tegas. Ke dua sahabat itu lemas, langkahnya surut menuju tempat semula. Mereka pandangi sosok 'Ukasyah dengan pandangan memohon. 'Ukasyah tidak bergeming.
Melihat Umar dan Abu Bakar duduk kembali, Ali bin Abi thalib tak tinggal diam. Berdirilah ia di depan 'Ukasyah dengan berani.
"Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan kisas Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku"
"Allah Swt sesungguhnya tahu kedudukan dan niat mu duhai Ali, duduklah kembali" Tukas kekasih yang baru saja sembuh itu.
"Hai 'Ukasyah, engkau tahu, aku ini kakak-beradik, kami adalah cucu Rasulullah, kami darah dagingnya, bukankah ketika engkau mencambuk kami, itu artinya mengkisas Rasul juga", kini yang tampil di depan Ukasyah adalah Hasan dan Husain. Tetapi sama seperti sebelumnya Rasul menegur mereka. "Duhai penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku. Duduklah".
Masjid kembali ditelan senyap. Banyak jantung yang berdegup kian cepat. Tak terhitung yang menahan nafas. 'Ukasyah tetap tegap menghadap Nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi 'Ukasyah mengambil kisas. "Wahai 'Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah Ragaku," Nabi selangkah maju mendekatinya.
"Ya Rasulullah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang menghalangi lecutan cambuk itu". Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan pakaian gamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis pedih.
Melihat tegap badan manusia yang di maksum itu, 'Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi punggung Nabi begitu mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan saat itu. 'Ukasyah menangis gembira, 'Ukasyah bertasbih memuji Allah, 'Ukasyah berteriak haru, gemetar bibirnya berucap sendu, "Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka".
Dengan tersenyum, Nabi berkata: "Ketahuilah duhai manusia, barang siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini". 'Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah. Sedangkan yang lain berebut mencium 'Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali. "Duhai, 'Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, karena kelak engkau menjadi salah satu yang menemani Rasul di surga". Itulah yang kemudian dihembuskan semilir angin ke seluruh penjuru Madinah.
Nama, tingkatan dan penghuni neraka
Neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali bagi manusia dan jin yang mengkufuri-Nya, mengingkari perintah-perintah-Nya, dan mendustakan para Nabi dan Rasul-Nya.
Tempat dimana Allah subhanahu wa ta'ala telah siapkan dengan kepedihan siksaan-Nya, dan dahsyatnya api nereka. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah memperingatkan kita semua dalam firman-Nya :
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ
"Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala." (QS. Al-Lail Ayat 14)
Dalam Firman Allah Subhanahu wa ta'ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wata'ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim Ayat 6)
Pada dasarnya Neraka memiliki 7 pintu, setiap pintu ada bagian tertentu yang di peruntukkan bagi kaum laki-laki dan wanita.
Allah Ta'ala berfirman dalam surah Al-Hijr ayat 44 :
لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ
"Jahanam itu memiliki tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah di tetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka."
Neraka di jaga oleh 18 malaikat (Zabaniyah) yang bentuknya seperti Malaikat Malik, yang mengepalai para malaikat yang lainnya, yang berada di bawah perintah kekuasaannya, jumlah mereka ini banyak sekali, hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang tahu jumlah mereka.
Berikut Nama, Tingkatan Neraka beserta Penghuninya :
1. Neraka Hawiyah.
Neraka ini terletak paling bawah (dasar), merupakan neraka yang paling dahsyat sisksaannya.
Penghuninya adalah orang-orang munafik, orang kafir, termasuk juga keluarga Fir'aun.
Sebagaimana Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah." (QS Al Qori'ah ayat 9)
"Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?" (QS Al Qori'ah ayat 10)
"(Yaitu) api yang sangat panas." (QS Al Qori'ah ayat 11)
2. Neraka Jahim.
Tingkat neraka ke-6, yaitu di atasnya neraka Hawiyah.
Di tempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah.
Ada dalam Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Dan di perlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat ",
(QS Asy-Syu'araa ayat 91)
3. Saqar.
Tingkat neraka ke-5, terletak di atasnya neraka Jahim.
Dihuni oleh orang-orang yang menyembah berhala.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
" Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka) ? "
(QS Al-Muddatstsir ayat 42)
4. Neraka Ladza.
Tingkat neraka ke-4, terletak di atasnya neraka Saqar.
Di dalamnya di tempati Iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama Iblis di dalamnya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak".
(QS Al-Ma'arij ayat 15)
5. Neraka Huthamah.
Tingkat neraka ke-3, terletak di atasnya neraka Ladza.
Penghuninya orang-orang Yahudi beserta para pengikutnya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah." (QS Al-Humazah ayat 4)
"Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?"
(QS Al-Humazah ayat 5)
"(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,"
(QS Al-Humazah ayat 6)
6. Neraka Sa'ir.
Tingkat neraka ke-2, terletak di atasnya neraka Huthamah.
Di dalamnya di tempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:
“Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.“
(QS Al Insyiqaq ayat 12)
7. Neraka Jahanam.
Tingkat neraka ke-1. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu (Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam) yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala :
"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah di ancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya."
(QS: Al-Hijr ayat 43).
Sedangkan tentang neraka Jahanam Ibnu Abbas radhiallahu anhu meriwayatkan : Pada hari kiamat neraka jahanam di datangkan, di sekeliling jahanam ada 70.000 barisan para malaikat. Setiap baris jumlahnya lebih banyak dari jumlah jin dan manusia. Mereka mendekat, memegang kendali Jahanam, juga memiliki 4 kaki, jarak antara setiap kaki sejauh perjalanan 1.000 tahun. Ia juga memiliki 30 kepala, setiap kepala terdapat 30.000 mulut. Setiap mulut memiliki 30.000 gigi geraham. Setiap gigi geraham besar seperti gunung uhud 1.000 kali. Setiap mulut terdapat 2 bibir, setiap bibir besarnya seperti seluasnya dunia. Di dalam bibirnya terdapat rantai dari besi. Setiap satu rantai terdapat 70.000 lingkaran, di pegang oleh para malaikat yang tidak terhitung jumlahnya.
Zakat Fitrah
Ada satu kewajiban umat islam yang tidak boleh ditinggalkan dalam bulan Ramadhan ini, yaitu membayar zakat fitrah. Berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulullah SAW dalam Al-Quran dan Al-Hadist di bawah ini.
وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِينَ* القران سورة البقرة ٤٣
Tegakkanlah shalat dan bayarlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
[Al Quran surat Al Bakarah ayat 43]
8 – حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” * رواه البخاري كتب لإيمان
Rasulullah bersabda,”Agama Islam di bangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dan menegakkan shalat, dan membayar zakat, dan haji ke Baitullah, dan puasa Ramadan”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8 Kitabul Iman]
Beberapa ketentuan tentang Zakat Fitrah
Wajib dibayar oleh setiap Muslim, laki-laki dan perempuan segala usia, bahkan bayi yang baru lahir menjelang shalat Ied, kaya atau miskin.
Zakat fitrah berupa bahan makanan pokok yang dimakan sehari-hari, beras, jagung, gandum dan lain sebagainya.
Volume zakat yang harus dibayar adalah 1 shok, setara dengan 2,7 kg (dua koma tujuh kilogram) beras.
Dibayarkan pada bulan Ramadhan sebelum shalat Ied sebagai penyempurna puasa.
Jamaah yang tidak mampu membayar zakat fitrah supaya dihutangi, dan diberi pembagian yang lebih dari hutangnya agar bisa membayar hutangnya dan bisa ada kelebihan untuk dimakan sendiri.
Jamaah membayarkan zakatnya pada amil yang dibentuk di daerah masing-masing.
1503 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ السَّكَنِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَهْضَمٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ نَافِعٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى العَبْدِ وَالحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالكَبِيرِ مِنَ المُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ» رواه البخاري فى كتب الزكاة
… Ibni Umar r.a. meriwayatkan: Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sho’ dari kurma atau satu sho’ dari sha’ir bagi budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang tua dari orang Islam dan Nabi memerintahkan agar zakat tersebut diserahkan sebelum manusia keluar melaksanakan shalat Ied.
[Hadist Bukhori No. 1503 Kitabu Zakat]
عَنِ بْنِ عَبّاسْ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صلى اللهُ علىه وسلم زَكَاتَ الْفِطْرَ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ الَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ مَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاةِ* رواه أبو داود كتاب الزكاة
… Dari Abas bercerita, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan jelek dan perkataan kotor dan makanan bagi orang miskin, barang siapa membayarnya sebelum shalat Ied maka itu zakat yang diterima, barang siapa membayarnya setelah shalat Ied maka itu merupakan shodakoh biasa.
[Hadist riwayat Abu Dawud Kitabu Zakat]
8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Zakat Fitrah adalah salah satu ibadah madhoh dalam Islam, yang tata cara dan
ketentuannya telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulullah s.a.w, termasuk
orang-orang yang berhak menerimanya (mustaqiq). Sesuai dengan Firman Allah dalam
Surah At-Taubah ada 8 (delapan) golongan yang berhak menerima zakat, yaitu:
Fakir adalah orang yang penghasilannya hanya cukup untuk dimakan sekeluarga sehari-hari namun tidak bisa memenuhi kebutuhan lainnya.
Miskin adalah orang yang penghasilannya tidak cukup untuk makan sehari-hari atau bahkan tidak memiliki penghasilan.
Amil adalah orang-orang yang bertugas menghimpun zakat dan membagikannya.
Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam. Namun karena kondisi ekonomi yang cukup biasanya seorang mualaf menolak menerima zakat.
Budak adalah orang yang mengabdi pada seseoang dan biasanya tidak mendapat imbalan kecuali hanya kebutuhan pokok yaitu makan dan pakaian. Budak hanya ada di negara-negara yang pernah menerapkan sistem perbudakan. Perbudakan di dunia modern saat ini dianggap pelanggaran hukum dan hak asasi manusia (HAM).
Ghorim adalah orang yang keberatan / tidak mampu membayar hutangnya. Hutang yang dimaksud adalah hutang karena untuk memenuhi kebutuhan urgen seperti makan dan pengobatan, bukan hutang bisnis atau hutang barang konsumtif.
Fii Sabilillah adalah lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas urusan agama dan digunakan untuk kelancaran peribadahan umat.
Ibnu Sabil adalah Musafir yang kehabisan bekal atau orang yang bepergian dan atau sedang dalam perjalanan dan tidak mempunyai uang saku atau bekal.
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ * القران سورة التوبة ٦٠
“Sesungguhnya zakat bagi orang fakir dan orang miskin dan ‘amil pengurus zakat dan orang mualaf hatinya dan budak dan ghorim (orang yang keberatan hutang) dan fii sabilillah (urusan agama) dan ibnu sabil (musafir) kewajiban dari Allah dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Menghukumi”.
[Al-Quran Surat At-Taubah 60]
Subscribe to:
Comments (Atom)
